Angkat Kearifan Lokal, TNI Sukses Laksanakan TMMD 104 Konawe

Suarakendari.com-Ada tiga sendi local wisdom (kearifan lokal), yang diangkat TNI menjadi pijakan mendasar dalam melaksanakan kegiatan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-104 di Konawe, Sulawesi Tenggara.

“Kami mencoba mewujudkan konsep local wisdom seperti Mandau (bertani), Walaka (beternak) dan Aepe (membuat kolam ikan) yang merupakan tiga sendi kearifan lokal di Konawe ini. Wujudnya adalah peningkatan jalan desa dan JUT (Jalan Usaha Tani), renovasi tempat ibadah dan tentunya totalitas kami dalam melakukan IB (Inseminasi Buatan),” kata Dansatgas TMMD 104 Konawe, Letkol Cpn Fajar LH Wijaya (Senin, 25/03/2019).

Dengan 5 orang Babinsa (Bintara Pembina Desa) yang mampu melaksanakan IB secara mandiri, tingkat IB dapat dinaikkan sampai 200%. “Target 240 sapi IB, sudah terlaksana hari ini”, jelas Dansatgas.

Konsep kearifan lokal yang diambil sebagai nilai generik, tidak saja dilakukan TNI dalam pekerjaan-pekerjaan fisik, namun juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari bersama warga. Prajurit TNI ikut membantu warga dengan menjadi guru ngaji anak-anak, termasuk ikut membantu pekerjaan sehari-hari warga dimana mereka tinggal.

Hal ini memberikan kesan yang sangat mendalam dalam hati masyarakat, yang menjadi kunci sukses pelaksanaan TMMD kali ini.

“Kami sangat terkesan sekali dengan kehadiran bapak-bapak TNI di desa kami ini. Alhamdulillah, menyatu dan memberikan manfaat yang nyata. Kalau kami sendiri, maunya TMMD ini jangan berakhir dulu,” ujar Yasinan Kariadi, Kepala Desa Nario Indah. 4

Tebarkan Rahmat untuk Semesta, Pijakan Dasar TNI dalam Kegiatan TMMD

Suarakendari.com-Dalam melaksanakan TMMD 104 di Konawe, Sulawesi Tenggara, TNI juga menggali konsep local wisdom (kearifan lokal) yang ada dalam kehidupan masyarakat. Misalnya konsep Mandau (bertani), Walaka (berternak) dan Aepe (menambak/membuat kolam ikan). Program renovasi masjid dan gereja, misalnya juga mengangkat kearifan lokal dalam bentuk gotong-royong antar warga.

“Semua program TMMD ini, baik dalam pekerjaan fisik maupun non-fisik, bergerak atas kerangka ini, yaitu menebarkan rahmat, kemanfaatan bagi masyarakat, tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras dan identitas lain yang mereka miliki”, kata Dansatgas TMMD 104 Konawe, Letkol Cpn Fajar LH Wijaya, Senin (24/03/2019).

“Dalam ajaran Islam yang saya anut, konsepsi ini disebut sebagai rahmatan lil ‘aalamiin, menebarkan rahmat seluruh alam, untuk semesta,” tambah perwira kelahiran Jombang, yang juga seorang qari’ handal ini.

Yulius Bari, tokoh gereja “Pancaran Kasih”, yang bangunannya menjadi salah satu target pekerjaan renovasi, mengatakan, ” Bantuan TNI dan masyarakat, termasuk warga Muslim di Kecamatan Anggotoa , sangat berkesan bagi kami. Semoga ini bisa kita pertahankan bersama-sama,” katanya.

Mengadopsi nilai-nilai kearifan lokal secara moderat, menjadi salah satu kunci suksesnya pelaksanaan TMMD kali ini, yang akan berakhir pada 27 Maret 2019, Rabu besok.UT

Tumpeng, Tradisi Khas Akan Meriahkan Penutupan TMMD 104 Konawe

Suarakendari.com-Acara penutupan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-104 sudah mulai dipersiapkan. Tidak saja mengisinya dengan kegiatan semacam tarian dan atraksi budaya, penutupan kali ini juga akan dimeriahkan dengan lomba tumpeng.

Lomba ini akan diikuti oleh 14 desa yang ada di Kecamatan Anggotoa. Tradisi khas Jawa, dimana potongan nasi kuning berbentuk gunungan, dengan ragam pernak-pernik yang menghiasinya, akan dinilai oleh tim dari unsur pemerintah daerah.

“Ini cara kami untuk terus mengangkat kearifan lokal sebagai bagian dari identitas bangsa. Tumpengan ini adalah salah satu contohnya,” kata Dansatgas TMMD 104 Konawe, Letkol Cpn Fajar LH Wijaya. UT

Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Dukung Kegiatan TMMD di 11 Lokasi

Suarakendari.com-Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), melalui unit Pusat Krisis Kesehatan (PKK), memberikan dukungan penuh pada pelaksanaan TMMD 104 ini. Ada 11 lokasi yang mendapatkan dukungan PKK pada event TMMD ke-104.

“Sejak 2015, Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI aktif terlibat dalam kegiatan pengobatan gratis dan layanan kesehatan lainnya. Pada TMMD ini, kami turun di 11 lokasi,” kata Setiorini, SKM, MKM, Kepala Sub Bagian Program Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.

Kabupaten Konawe menjadi salah satu lokasi TMMD 104 yang mendapatkan dukungan pada periode kali ini. Ia berharap adanya kegiatan ini bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat Kecamatan Anggotoa di Kabupaten Konawe.

Dansatgas 104 Konawe, Letkol Cpn Fajar Lutvi Haris Wijaya, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan Kemenkes RI pada kegiatan TMMD ini.

“Sinergi antar instansi pemerintah dan TNI, baik yang ada di pusat dan daerah, tentu sangat diperlukan. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat akhirnya bisa mendapatkan manfaat secara langsung melalui pelayanan kesehatan gratis,” pungkasnya. (UT)

Apiknya Harmonisasi Antar Instansi Pemerintah di Event TMMD

Suarakendari.com-Dalam sebuah kegiatan yang melibatkan banyak pihak, koordinasi dan sinergi antar instansi menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan. Harmonisasi yang baik tersebut dapat terlihat dalam kegiatan pengobatan gratis, pemeriksaan kesehatan dan sunatan massal yang diadakan pada TMMD 104 di Konawe, Sulawesi Tenggara.

Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Pusat, yang diwakili oleh unit Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI (PKK Kemenkes), bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, dan Detasemen Kesehatan (Denkes) TNI Korem 143 Halu Oleo.

Setiorini, SKM, MKM, Kepala Sub Bagian Program Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, menyatakan instansinya turun di 11 lokasi TMMD 104. “Pada TMMD ini, kami turun di 11 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia,” katanya.

Pihak Denkes dan Dinkes Konawe juga menyambut baik acara ini. “Tim Detasemen Kesehatan selalu terlibat dalam kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan saat TMMD. Bukan hanya untuk tim medis sunatan saja, namun sebelum adanya kegiatan pemeriksaan kesehatan, kami sudah lakukan investigasi penyakit yang umumnya diderita warga di sekitar lokasi kegiatan TMMD. Ini smemudahkan kami menyediakan obat-obatan medis,” ujar Mayor Usman, yang mewakili TNI. (UT)

Serda Hamrullah, Prajurit yang Mampu Menjadi Inseminator Sapi

Hamrullah (39 tahun), prajurit TNI yang sehari-hari berdinas di Koramil 1417-02 Wawotobi, tidak menyangka akan bisa menjadi inseminator (petugas inseminasi buatan – Red). Selama ini, tugas-tugas keprajuritan dengan disiplin militer saja yang dikerjakannya sehari-hari.

Bintara berpangkat Serda (Sersan Dua) ini mengaku sangat terkesan atas tugas tambahannya menjadi petugas IB (Inseminasi Buatan) sapi milik peternak. “Alhamdulillah, penugasan ini saya jalani dengan sepenuh hati. Tentu, ini benar-benar merupakan pengalaman baru dan pertama buat saya, sangat senang bisa membantu peternak di sini,” katanya.

Hamrullah termasuk dalam daftar 5 orang Babinsa (Bintara Pembina Desa) yang mendapatkan pelatihan IB di Dinas Peternakan Kabupaten Konawe, pada Desember – Februari 2019 lalu. Pelatihan itu merupakan bentuk totalitas dukungan Kodim 1417/KDI pada pelaksanaan TMMD ke-104 di Konawe.

“Ini adalah hal pertama dalam sejarah TMMD selama ini. Komitmen kami dalam mendukung program “Sejuta Sapi” pemerintah Kabupaten Konawe, kami lakukan dengan penuh totalitas,” demikian tegas Dansatgas TMMD 104 Konawe, Letkol Cpn Fajar Lutvi Haris Wijaya.

Hamrullah sendiri berkeinginan menjadi peternak sapi, saat dirinya pensiun dari TNI. “Suatu saat nanti, saya akan beternak sapi,” kata Hamrullah, “setidaknya saat ini, ilmu itu sudah kami dapatkan dan memberikan kemanfaatan kepada masyarakat,” jawabnya. UT

Ingin Jadi Istri TNI, Mahasiswi ini Tersipu Malu

Suarakendari.com – Tawa riuh rendah hadirin peserta acara talkshow “Surya di Merekah di Ufuk Konawe” (Rabu, 20 Maret 2019) meledak saat pemandu acara menanyakan, “Siapa yang ingin jadi istri TNI?”. Bayu Firmansyah, sang pemandu acara dari RRI (Radio Republik Indonesia) Sultra, kemudian berjalan ke arah seorang mahasiswi yang tampak tersipu malu.

“Ya, saya suka dengan kekompakan dan sikap disiplin prajurit TNI, termasuk seragamnya. Dan sepertinya lebih setia…,” jawab Santi (21 tahun), mahasiswi jurusan pertanian Universitas Lakidende (Unilaki), sambil tersenyum.

Bayu kemudian memancing dengan pertanyaan lain, “Apa siap dengan suka-duka menjadi istri prajurit? Gak gampang lho..,” candanya. Santi hanya menganggukkan kepala. Di belakang, tampak beberapa temannya berbisik-bisik sambil tertawa.

Sesi tanya-jawab dipandu secara interaktif oleh pemandu acara. Menampilkan tiga narasumber, acara talkshow bertajuk “Surya Merekah di ufuk Konawe” ini diformat sebagai media sambung rasa antara masyarakat, TNI dan Pemerintah Daerah.

Event ini terselenggara berkat kerjasama antara RRI Sultra dan Kodim 1417/KDI. RRI mendukung penuh acara ini, yang juga disiarkan secara live melalui channel Pro 1 FM RRI.UT

Puluhan Mahasiswa Ikut Meriahkan Talkshow “Surya Merekah di Ufuk Konawe”

Suarakendari.com – Acara talkshow “Surya Merekah di Ufuk Konawe” (Rabu, 20/03/2019) juga dimeriahkan oleh hadirnya puluhan mahasiswa yang berasal dari universitas lokal di Konawe. Dengan latar belakang dari berbagai jurusan yang ada di Universitas Lakidende dan STIKES Mandala Wiluya Kendari, pertanyaan-pertanyaan kritis khas mahasiswa muncul dalam sesi tanya-jawab yang dilakukan. Sebelumnya para mahasiswa ini juga sudah ikut berpartisipasi dalam kegiatan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) 104, yang dilaksanakan di Kecamatan Anggotoa, Konawe.

Dalam talkshow yang dipandu dengan apik oleh Bayu Firmansyah dari RRI Sultra, mahasiswa mengungkap kegiatan dan kesehariannya bersama prajurit TNI dan warga dimana mereka tinggal menetap. Muis (21), mahasiswa semester 8 dari STIKES Mandala Waluya, misalnya, mengatakan, “Kegiatan yang kami lakukan disini bersama bapak-bapak TNI antara lain penyuluhan dan pendataan kesehatan. Pengalaman dalam kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami,” katanya.

Sementara itu, Dansatgas TMMD 104 Konawe, Letkol Cpn Fajar Lutvi Haris Wijaya, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas partisipasi mahasiswa dalam kegiatan TMMD. “Kalian sebagai mahasiswa adalah pemimpin masa depan, juga agent of change (agen perubahan -Red). Saat kami-kami ini sudah tidak ada, kalian yang melanjutkan, 15-20 tahun lagi. Jadikan pengalaman dalam TMMD ini sebagai bekal kehidupan,” katanya.

Talkshow bertema “Surya Merekah di ufuk Konawe” dilakukan atas kerjasama Kodim 1417/KDI dengan RRI (Radio Republik Indonesia) Kendari Sulawesi Tenggara. Event ini dibuat dalam format sambung rasa antara masyarakat di 5 desa tempat kegiatan TMMD 104, dengan TNI dan Pemerintah Daerah. UT

Di Balik Sukses Talkshow “Surya Merekah di Ufuk Konawe”

RRI Kendari Terjunkan 16 Crew

Suarakendari.com – Acara bertajuk “Surya Merekah di Ufuk Konawe” ini (Rabu, 20/03/2019), dilakukan atas kerjasama RRI (Radio Republik Indonesia) Kendari Sulawesi Tenggara, dengan Kodim 1417/Kendari. Untuk mendukung acara ini, sebanyak 16 crew pendukung teknis dan non-teknis, ikut dilibatkan secara penuh.

Dibuat dengan format yang segar, interaktif dan informal, acara ini berperan sebagai bentuk media sambung rasa antara masyarakat yang berada di 5 desa tempat kegiatan TMMD 104, dengan TNI dan Pemerintah Daerah. Umpan balik dari masyarakat terhadap program TMMD 104 juga diberikan secara khusus dalam acara ini.

Komitmen RRI Kendari untuk mendukung program TMMD 104 Konawe ini diungkapkan Zakaria Sidik, Kepala Bidang Program Siaran RRI Kendari. “Kami berkomitmen untuk mendukung TMMD ke-104 di Konawe, khususnya sebagai media partner bagi Kodim 1417/KDI sebagai pelaksana kegiatan ini”, katanya di lokasi acara.

“Acara talkshow ini adalah salah satu bentuk dukungan tersebut,” tambahnya. RRI Kendari sendiri sudah melibatkan wartawan dan crew siaran secara aktif di lokasi TMMD sejak event ini dimulai 26 Februari 2019 lalu, dimana kegiatan media dipusatkan di Media Centre yang terletak di sebelah Posko Utama TMMD.

Selain itu, RRI juga menyiarkan secara live talkshow ini melalui program Pro 1 FM Kanal Inspirasi.

TNI Pasang Lampu Surya di Rumah Ibadah

*Implementasi Renewable Energy dalam TMMD 104 Konawe

Suarakendari.com– Untuk menggugah kesadaran penggunaan energi terbaharukan (renewable energy), TNI melalui kegiatan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa), akan memasang lampu tenaga surya di dua rumah ibadah. Tempat ibadah tersebut, Mesjid Nurul Iman dan Gereja Pancaran Kasih, adalah dua program pekerjaan fisik unggulan dalam kegiatan TMMD ke-104 yang dilakukan di Kecamatan Anggotoa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

“Kami mencoba memperkenalkan energi tenaga surya sebagai sebuah alternatif baru dalam program pembangunan di TMMD ini. Energi surya merupakan renewable energy (energi terbaharukan -Red) yang sudah selayaknya kita jadikan sebagai fokus utama di Indonesia ini”, ungkap Letkol CPN Fajar Wijaya, Dansatgas TMMD di lokasi. Masing-masing tempat ibadah akan dipasangi dua set lampu dengan tenaga surya (solar cell).

Lampu berkekuatan 60 watt ini, menggunakan teknologi LED yang menghasilkan tingkat luminasi (daya terang) sebesar 6600 lumens, setara dengan lampu jalan yang ada di kota besar. Selai itu, baterai lithium berkekuatan 19 Ah mampu bertahan sampai tiga hari dalam kondisi tidak ada sinar matahari sama sekali. Panel lampu juga sudah menyatu dengan panel sel surya, juga dilengkapi dengan controller built-in yang menjaga kestabilan voltase dan arus saat melakukan proses charging di siang hari. Dengan kualifikasi ketahanan air IP65, lampu ini dapat bertahan dalam hujan deras sekalipun.

Masyarakat sangat mengapresiasi kegiatan TMMD 104 di Konawe ini. “Kami sangat terbantu dengan hal ini. Semoga renovasi masjid ini lebih meningkatkan ibadah umat Islam disini “, ujar Haji Manoara, Kepala Desa Lawuka. Yulius Bari, tokoh gereja Pancaran Kasih juga mengungkapkan hal senada. “Kami sangat terbantu dengan program ini, semakin mendekatkan antara TNI dengan rakyat”, ujarnya.

Inisiatif TNI dalam TMMD ke-104 ini semoga bisa menjadi cambuk kepada pemerintah dan masyarakat untuk lebih memasyarakatkan penggunaan teknologi tenaga surya yang aman terhadap lingkungan, bersih dan tentunya sangat hemat biaya di negeri ini. UT