Yang Menarik di Penutupan TMMD 104 Konawe, Lomba Tumpeng 14 Desa

Suarakendari.com-Lomba Tumpeng menjadi salah satu ikon yang ikut memeriahkan acara penutupan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) 104 di Konawe, Sulawesi Tenggara. Lomba yang diikuti ibu-ibu dari 14 desa di Kecamatan Anggotoa ini, mendapatkan animo masyarakat setelah acara seremonial selesai dilakukan.

Suasana kebersamaan antar warga sangat terasa sekali. Setelah selesai dinilai oleh tim penilai, warga bersama prajurit TNI bersama-sama ikut menghabiskan hidangan yang disajikan dalam tumpeng tersebut.

Terpilih sebagai juara I, perwakilan ibu-ibu dari Desa Wowaporesa, selanjutnya Desa Nario Indah dan Desa Wowanario berturut-turut sebagai juara 2 dan juara 3.

Ny. Yasinan, yang mewakili Desa Wowaporesa, mengungkapkan kegembiraananya atas terpilihnya kelompoknya sebagai juara 1. “Alhamdulillah, setelah dua hari kami bekerja keras membuat tumpeng ini, dapat juara 1,” kata ibu yang juga istri Kepala Desa Wowaporesa itu. UT

Ragam Budaya Nusantara Meriahkan Penutupan TMMD 104

Suarakendari.com-Beragam atraksi budaya ikut memeriahkan penutupan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-104 di Konawe (Rabu, 27/03/2019). Acara yang diformat dalam bentuk Pesta Rakyat ini, membuat suasana penutupan menjadi begitu semarak, dan sejak pagi hari sudah dipadati oleh ratusan masyarakat yang berdatangan.

Atraksi tari Mondotambe menyambut rombongan dari Korem 143/Halu Oleo, yang kemudian dilanjutkan dengan menaiki Sasingaan, menuju lokasi upacara. Selesai upacara penutupan, hadirin dihibur dengan tari kolosal “Mondau” yang melibatkan 150 penari dari siswa-siswi sekolah menengah di Anggotoa.

Selain itu, hadirin juga dihibur dengan kesenian “Jaranan” (Kuda Lumping), yang mengisi jeda acara setelah penutupan. Kemeriahan acara ini juga disempurnakan dengan lomba tumpeng yang diikuti 14 desa.

Menanggapi format acara yang penuh nuansa budaya dalam penutupan TMMD kali ini, Dansatgas TMMD 104 Konawe, Letkol Cpn Fajar LH Wijaya, mengatakan, “Kami sengaja mengundang semua atraksi kebudayaan yang ada di Konawe ini, karena sinergi antara TNI dan kearifan lokal yang hidup di masyarakat, adalah kunci suksesnya pelaksanaan TMMD kali ini”.

Beragamnya tradisi budaya yang hidup dalam masyarakat, termasuk masyarakat pendatang asal Jawa di bumi Konawe, juga ditanggapi oleh Kepala Desa Wowaporesa, Yasinan Kariadi (53).

“Saya dan keluarga berasal dari Jawa Timur, masuk sebagai transmigran tahun 1982. Alhamdulillah, budaya dari Jawa yang kami bawa sebagai pendatang, mendapatkan tempat di masyarakat dan bisa menyatu selama ini dalam suasana yang harmonis,” katanya.

Wabup Konawe Apresiasi Dukungan Warga di TMMD 104

Suarakendari.com-Pemerintah kabupaten konawe, mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh masyarakat konawe yang telah mendukung kegiatan tentara manunggal membangun desa (TMMD) 104 yang dilaksananakan di lima desa di Kecamatan Anggotoa, Kabupaten Konawe.

Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara, yang menghadiri acara penutupan TMMD 104 Konawe mengucapkan teriam kasih kepada seluruh personel TMMD yang telah memberikan bantuan dan dukungan dalam membangun wilayah Kabupaten Konawe.

Menurutnya salah satu dukungan kegiatan TMMD yang sinergi dengan program pemerintah Konawe yakni Inseminasi buana, dimana program ini sancta membantu masyarakat dalam meningkatan kesejahteraan, khususnya bagi peternak sapi di Konawe.

“Inseminasi yang dilakukan oleh para personel TNI dalam mendukung program sejuta şapı di wilayah Konawe sangat membantu kami, untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat”ungkapnya.

Dengan program inseminasi atau kawin suntik antara sapi lokal Konawe dan sapi Brahma atau sapi limmosin, pemda Konawe berharap kebutuhan daging sapi diwilayah konawe data terpenuhi.

“Salah satu kearifan lokal kami di konawe, yakni acara kecil, makan besar, jadi kebutuhan daging sapi di Konawe ini sangat tinggi, sehingga dengan sinergitas program Inseminasi ternak sapi yang di lakukan oleh personel TMMD bersama pemda membantu dalam mewujudkan program sejuta sapi, tegasnya.

Sementara itu, Dansatgas TMMD 104 Konawe, Letkol Cpn Fajar Wijaya, menjelaskan, Program “Sejuta Sapi” yang dicanangkan pemda Konawe, diharapkan dapat terus berlanjut, sebab para babinsa yang bertugas di wilayah Konawe telah memiliki kemampuan nutuk melakukan Inseminasi Buatan, degna harapan kesejahteraan masyarakat khususnya peternak sapi dapat lebih meningkat. UT

Tarian Monda’u Meriahkan Penutupan Kegiatan TMMD 104 Konawe

Suarakendari.com-Sebanyak 120 pelajar di kabupaten konawe menampilkan, tarian monda’u saat penutupan kegiatan tentara manunggal membangun desa (TMMD) ke 104 di Kabupaten Konawe.

Kegiatan yang di tutup oleh komandan korem 143 Haluoleo Kolonel inf Yustinus Nono Yulianto dilaksanakan di lapangan Kecamatan Anggotoa Kabupaten Konawe, Rabu (27/3/19)

Monda’u dalam Bahasa suku tolaki adalah kegiatan masyarakat membuka lahan pertanian atau ladang, dimana sebelum pembukaan lahan sejumlah acara adat dilaksanakan biasanya dimulai dengan acara mosalei atau membersihkan lahan.

Setelah prosesi pembersihan lahan kemudian dilanjutkan dengan prosesi mosehe atau permohonan kepada yang maha kuasa agar hasil panen dapat melimpah, ungkap tokoh adat tolaki Ajomain.

Lanjut Ajomain, prosesi adat ini tercermin dari kegiatan Tentara manunggal membangun desa (TMMD), dimana kegiatan yang dilaksanakan oleh para personal TNI memberikan dampak positif bagi kemajuan daerah Konawe, dengan sejumlah program baik fisik seperti pembenahan infrastruktur maupun kegiatan nonfisik.

“Maknanya hampir sama dengan kedatangan mereka, para tentara ini memberikan dampak yang baik bagi peningkatan ekonomi masyarakat konawe’ tutupnya. UT

Danrem 143 HO Tutup Kegiatan TMMD 104 di Konawe

Suarakendari.com-Komandan Korem 143 Haluoleo Kolonel inf Yustinus Nono Yulianto resmi menutup kegiatan tentara manunggal membangun desa (TMMD) 104 yang di laksanakan di kecamatan anggota kabupaten konawe.

Penutupan kegiatan bakti TNI dari tiga matra dan personil Polri, pemerintah daerah, mahasiswa serta masyarakat setempat berlangsung di lapangan kecamatan Anggotoa, Rabu (27/3/19).

Komandan Korem 143/Halu Oleo, Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto saat membacakan amanat Kepala Staf TNI AD mengatakan, kegiatan TMMD yang dilaksanakan serentak di 50 wilayah se nusantara merupakan wujud pengabdian TNI bersama kementrian dan lembaga negara lainnya untuk membantu mempercepat pembangunan di daerah demi tercapainya kesejahteraan bagi rakyat.

“Sejalan dengan tema TMMD kali ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja bersama-sama membangun daerah, guna mengatasi berbagai masalah dan tantangan dibidang teknologi, ekonomi dan sosial budaya,“ ungkapnya.

Kolonel Yustinus yang juga penanggung jawab operasional TMMD 104 Konawe, menyampaikan terimakasih dan apresiasinya kepada seluruh pihak terutama pemerintah daerah dan masyarakat atas segala dukungannya sehingga TMMD berjalan lancar serta sesuai target yang diharapkan.

Diketahui, Pelaksanaan TMMD 104 Konawe sukses menyelesaikan lima sasaran fisik serta delapan sasaran non fisik bahkan salah satu dari lima sasaran fisik yang dikerjakan Satuan Tugas (Satgas) TMMD yang berjumlah 150 personil itu dijadikan program nasional pada TMMD berikutnya yakni Inseminasi Buatan atau kawin suntik ternak sapi milik warga. UT

Diperbaiki TNI, Kini Jalan Sekolah Tak Lagi Licin dan Berlumpur

Suarakendari.com-Jalan sebagai akses masuk ke sekolah SMPN 3 Wawotobi, yang berlokasi di Desa Nario Indah, Kecamatan Anggotoa, Konawe, sebelumnya hanya berupa jalan tanah biasa, yang licin dan berlumpur saat hujan turun.

Para guru dan orang tua yang menggunakan sepeda motor, harus memarkirkan kendarannya jauh di jalan utama, dan harus berjalan kaki ke sekolah.

“Dulu, kami sering memarkirkan kendaraan kami di jalan utama yang cukup jauh, dan menuju sekolah dengan cara berjalan kaki,” kata Drs. Yakup, Wakasek (Wakil Kepala Sekolah) SMPN 3 Wawotobi.

“Alhamdulillah saat ini setelah masuknya tentara dalam rangka TMMD 104 Konawe, jalan tidak lagi licin ketika hujan ataupun berlumpur. Kami sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan kepada warga termasuk kami di sekolah ini”, tambahnya.

Jalan akses sekolah tersebut adalah salah satu proyek fisik pembangunan jalan desa di gelar TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-104 Konawe kali ini.

Dansatgas TMMD 104 Konawe, Letkol Cpn Fajar LH Wijaya, mengharapkan agar kondisi jalan yang sudah baik membawa manfaat dan kebaikan. “Dengan akses jalan sekolah yang lebih baik, diharapkan semakin meningkatkan kegiatan belajar-mengajar yang ada,” pungkasnya. UT

Kesenian Kuda Lumping Ikut Mengisi Penutupan TMMD

Suarakendari.com-Masyarakat Konawe asal suku Jawa, akan memeriahkan acara penutupan TMMD 104 dengan kesenian Kuda Lumping, yang direncanakan digelar besok, Rabu (27 Maret 2019), bertempat di lapangan umum Kecamatan Anggotoa, Konawe.

Kuda Lumping juga disebut jaran kepang atau jathilan adalah tarian tradisional Jawa yang menampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda.Kuda-kudaan yang terbuat dari bambuatau bahan lainnya yang di anyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda, kemudian dihiasi rambut tiruan dari tali plastik atau sejenisnya, lantas digelung atau dikepang. Anyaman kuda ini dihias dengan cat dan kain beraneka warna.

Dansatgas TMMD 104 Konawe, Letkol Cpn Fajar LH Wijaya, menjelaskan kesenian ini akan menghibur para tamu undangan, sebelum acara upacara dimulai.

“Jadi akan disuguhkan kuda lumping kepada para tamu undangan, sambil menunggu persiapan upacara,” katanya.

Selain Kuda Lumping, atraksi budaya lokal yang juga berasal dari kearifan lokal masyarakat Konawe juga ditampilkan, seperti tari kolosal “Mondau”, Mondotambe dan Sasingaan.

“Kita angkat budaya-budaya lokal, kearifan lokal yang dimiliki Kabupaten Konawe terutama Kecamatan Anggotoa, dalam format Pesta Rakyat,” pungkas Dansatgas.

Penutupan TMMD 104, TNI Bakal Gelar Pesta Rakyat

Suarakendari.com-Waktu berjalan demikian cepat, tak terasa sebulan sudah para prajurit bekerja menuntaskan pekerjaan-pekerjaan fisik maupun non fisik, dan tinggal di rumah-rumah warga sebagai anak asuh. Acara penutupan TMMD yang bakal digelar besok (Rabu, 27/03/2019 ) sudah di depan mata.

Kali ini, penutupan TMMD akan dimeriahkan oleh tarian kolosal “Mondau”, yang bakal melibatkan 150 siswa-siswi sekolah menengah yang ada di Kecamatan Anggotoa, atraksi Sasingaan, Kuda Lumping, dan juga lomba tumpeng yang diikuti 14 desa.

Format Pesta Rakyat yang dipilih bukan tanpa alasan. Dansatgas TMMD 104 Konawe,Letkol Cpn Fajar LH Wijaya, menjelaskan makna dan alasan gelar penutupan tersebut.

“Upacara penutupan TMMD ini merupakan pesta rakyat, artinya, kita angkat budaya-budaya lokal, kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Kabupaten Konawe terutama Kecamatan Anggotoa. Misalnya nanti akan ada pagelaran kuda lumping. Jadi akan disuguhkan kuda lumping kepada para tamu undangan, sambil menunggu persiapan upacara,” ujarnya, Senin (25/3/2019).

Saat upacara akan dimulai, para tamu undangan akan disambut dengan Tari Mondotambe. Setelah disambut dengan tarian khas suku Tolaki tersebut, tamu undangan akan disuguhkan dengan tari Sisingaan.

“TNI sangat paham dan menyadari, bahwa sinergi dengan tradisi dan kearifan lokal adalah kunci sukses pelaksanaan kegiatan TMMD ini, ” katanya.

Pangdam Hasannuddin dan Gubernur Sultra, direncanakan berkenan hadir dalam acara penutupan TMMD 104 Konawe. UT

Kolaborasi TNI dan Mahasiswa dalam Membangun Desa di TMMD 104 Konawe

Suarakendari.com-Kegiatan KKNP (Kuliah Kerja Nyata Profesi), yang diadakan mahasiswa STIKES (Sekolah Tinggi Kesehatan) Mandala Wiluya, Kendari, juga berkolaborasi dengan para prajurit TNI melalui gelar TMMD 104 kali ini.

Kolaborasi yang dilakukan tersebut dalam bentuk kegiatan penyuluhan kesehatan, dan ikut serta membantu kegiatan fisik, seperti renovasi masjid dan gereja.

Kontribusi mahasiswa itu diapresiasi oleh Sekcam (Sekretaris Camat) Anggotoa, M. Agus Salim. “Pemerintah serta masyarakat sangat bersyukur dan mengapresiasi tinggi atas apa yang diperbuat mahasiswa KKNP di Kecamatan Anggotoa ini,” katanya.

Sementara itu, Iksan (23), mahasiswa yang bertindak selaku Koordinator Kecamatan (Korcam) KKNP wilayah Kecamatan Anggotoa, menyampaikan terima kasihnya atas bantuan dan dukungan TNI dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan mahasiswa selama ini.

“Saya sebagai Korcam, selalu dihubungi untuk selalu ikut berpartisipasi dalam kegiatan TMMD. Dukungan satgas dalam mendatangkan masyarakat sangat membantu sekali ,” katanya.

Penyuluhan kesehatan yang dilakukan mahasiswa diantaranya penyuluhan pencegahan DBD, dan Malaria. Selain itu, mahasiswa dibantu satgas TMMD 104, juga turut serta dalam pembuatan saluran pembuangan limbah untuk warga masyarakat. (UT)

Tari Kolosal Mondau akan Meriahkan Penutupan TMMD 104 Konawe

Suarakendari.com-Persiapan pementasan kesenian dalam rangka penutupan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) 104 di Konawe mulai dilakukan. Salah satu atraksi budaya yang akan memeriahkan acara tersebut adalah pementasan tari kolosal “Mondau”.

Tarian ini akan melibatkan 150 penari, yang berasal dari siswa sekolah menengah kelas X-XII di Kecamatan Anggotoa. Mereka mulai berlatih dan mengadakan persiapan hari Minggu, (24/3/2019), bertempat di lapangan Kecamatan Anggotoa.

Mondau sendiri dalam bahasa daerah suku Tolaki yang berdiam di Sulawesi Tenggara, berarti bertani/berladang. Tarian ini merupakan simbol ungkapan rasa syukur TNI bersama masyarakat, dalam kegiatan TMMD yang berjalan sukses dengan dukungan semua pihak.

Saat ditanya mengenai pementasan tari ini,
Dansatgas TMMD 104 Konawe, Letkol Cpn Fajar Wijaya, menjelaskan, “Kami ingin mengangkat dan menyegarkan kembali kearifan lokal masyarakat Konawe, sebagaimana visi Kabupaten Konawe yaitu Mondau (bertani), Walaka (beternak) dan Aepe (membuat kolam ikan)”

Program “Sejuta Sapi” yang dicanangkan Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa, misalnya, mendapatkan dukungan penuh dari TNI dalam TMMD 104 ini, dalam bentuk kegiatan IB (Inseminasi Buatan) dan peningkatan JUT (Jalan Usaha Tani). UT