Humaniora

Warna Warni Cerita Vaksinasi Covid-19

×

Warna Warni Cerita Vaksinasi Covid-19

Sebarkan artikel ini
Norma, salah satu guru di kabupaten konawe terlihat gugup. Ia seolah tak kuasa melangkah saat memasuki ruang khusus vaksin di puskrmas sampara. Wajahnya pucat, lututnya gemetaran. Ia terserang demam panggung hingga nyaris pingsan, beruntung seorang rekannya sesama guru segera memegangnya dan membawanya kembali ke kursi antrian.

Resah gelisah memang kerap melanda sebagian orang yang hendak menjalani vaksin, selain kabar soal vaksin yang simpang siur, juga karena fobia sebagaian orang akan jarum suntik.Phobia jarum suntik dalam dunia medis dikenal dengan trypanophobia. Ketakutan akan disuntik secara berlebihan bisa menjadi masalah kesehatan. Saking takutnya, orang yang takut jarum suntik bisa sulit mendapatkan obat-obatan, vaksin penyakit menular, sampai enggan ke  pusat layanan kesehatan.

Masalah ini tidak hanya dialami anak-anak, tapi juga dialami sebagian orang dewasa.  Tanda phobia jarum suntik Fobia jarum suntik berbeda dengan rasa takut jarum suntik biasanya. Melansir Healthline, beberapa hari atau jam sebelum dan saat berhadapan dengan sumber ketakutannya, penderita bisa merasakan beberapa tanda phobia jarum suntik, yakni:

Pusing, Pingsan, Gelisah, Susah tidur, Cemas Muncul, serangan panik,  Tekanan darah naik, Detak jantung cepat dan Merasa disakiti secara fisik dan emosional. Takut jarum suntik berlebihan bisa menghambat perawatan medis. Ahli kesehatan mental biasanya mendiagnosis seseorang terkena trypanophobia apabila takut jarum suntik berlebihan sampai mengurangi kualitas hidup dan mengganggu keseharian.

Serba serbi penyelanggaraan kegiatan vaksin covid19 secara nasioanal memang menyimpan segudang cerita.
Ada pula dari mereka yang semula semangat ingin divaksin, namun begitu berhadapan dengan petugas medis langsung lemas, tensi gula darah langsung naik, jadwal vaksin si pasien pun ditunda sejenak, demi menormalkan kembali ketegangankan si pasien.
Tapi kegiatan ini tak melulu diwarnai dengan ketegangan, candaan pasien menggoda petugas medis jelang vaksin sesekali juga kadang terdengar kocak mewarnai sepanjang kegiatan vaksin antara pasien dan petugas medis. Salah satunya percakapan kocak seorang petugas medis dengan pasien. “Apa yang bapak rasakan setelah bapak divaksin,”tanya suster pada pasien. “Saya pusing, bu suster,”jawab pria yang berprofesi sebagai guru itu. “Pusing gimana pak,”kejar bu suster, penasaran. “Pusing kepala karena tanggal tua,”senyum si pasien disambut tawa suster dan pasien lain. SK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!