Kultur

Tradisi Berburu Pabuka Puasa

×

Tradisi Berburu Pabuka Puasa

Sebarkan artikel ini

Di Kota Kendari setiap ramadhan warga punya tradisi berburu pabuka. Pabuka adalah istilah yang artinya panganan untuk berbuka puasa atau biasa juga disebut takjil. Ya berburu pabuka merupakan tradisi warga di Kota Kendari selama bulan suci puasa.

Perburuan pabuka biasanya akan ramai saat pukul 16.00 dimana ada banyak sekali warga yang mendatangi lapak-lapak dagangan kue di berbagai lokasi di kota lulo.

Meski tengah dilanda wabah, namun tidak menyurutkan warga berburu pabuka, pun demikian dengan para pedagang kue yang sudah menyiapkan dagangan sejak siang hari.

Nah, kalau Anda berkendara dari ujung kota kendari ke arah perbatasan kota, Anda akan menemukan pedagang pabuka di sepanjang jalan. Beragam kue pun ditawarkan, dari yang kue kering hingga berbahan cair seperti kolak pisang dan es kelapa muda.

Najwa dan Salsa adalah warga yang gemar berburu pabuka untuk santapan berbuka puasa. Keduanya mengaku kerap diajak ayahnya untuk membeli aneka kue di wilayah yang tak jauh dari tempat tinggalnya. “Ada banyak sekali penjual dan saya suka karena ramai orang yang datang membeli kue-kue seperti yang saya beli,”kata Salsa.

Disisi lain pedagang takjil juga mengakui tidak mengalami penurunan omzet selama Covid-19 tahun ini. “Alhamdulillah, laris banyak warga yang datang membeli pabuka puasa,”kata Agus, pedagang kue di wilayah kemaraya

Agus mengaku penjualan sudah ramai sejak hari pertama ramadhan hingga pertengahan ramadhan.

“Tetap ramai sejak hari pertama,”ungkap Agus.

Agus menambahkan efek Covid-19 juga sama sekalitidak  berpengaruh terhadap penghasilan penjualan.

Ia sendiri telah mangkal di Jalan S.Parman, Kelurahan Kemaraya, sejak ramadhan beberapa tahun lalu.

Pantauan media, sepanjang jalan protokol kota kendari pedagang takjil malah bertambah ramai ramadhan tahun ini dibanding dengan Ramadan tahun lalu.

Selain penjual kue, pedagang dadakan yang khusus menjual sayur matang untuk santap malam juga kini membanjiri jalanan.

Pemerintah kota kendari sendiri sampai dengan saat ini belum menerapkan pembatasan sosial selama Ramadhan, sehingga masih cukup banyak terjadi aktivitas sosial di luar rumah meskipun sudah berkurang dibanding hari-hari biasa. SK

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *