PariwisataPeristiwa

Pelaku usaha Wisata Serukan Aksi “Mogok Massal” Bagi Semua Layanan Aktivitas Wisata di Labuan Bajo dan TN Komodo

×

Pelaku usaha Wisata Serukan Aksi “Mogok Massal” Bagi Semua Layanan Aktivitas Wisata di Labuan Bajo dan TN Komodo

Sebarkan artikel ini
Aksi protes para pelaku usaha wisata labuan bajo. Dok foto Susyanti

Labuan Bajo, Suarakendari.com- Pelaku usaha wisata di Labuan Bajo kini tengah  menyerukan aksi “mogok massal” bagi semua layanan aktivitas wisata di Labuan Bajo dan TN Komodo atas protes kenaikan tarif masuk Padar dan Pulau Komodo dari Rp. 5000 (WNI) dan RP.150.000 (WNA) per orang menjadi Rp. 3.750.000 per org pertahun.

Kenaikan ini dinilai ibarat seperti dari kelas 1 menjadi kelas 6. Tentu saja kenaikan itu membuat shock bagi pelaku usaha menengah ke bawah yg baru saja selamat dari kematian pandemic.

“Banyak yang mendukung pemogokan , namun beberapa ada yg menolak. Saya sendiri sebagai orang yang pernah bekerja membantu usaha konservasi di TN Komodo selama bertahun-tahun dan kini mempunyai bisnis kecil-kecilan di Labuan Bajo, menyatakan untuk ikut bagian dalam mogok massal itu! Mengapa? Ini soal ketidak adilan,”kata Susyanti, pelaku usaha.

Dengan tarif yang tinggi, lanjut Susy, seolah ingin menyampaikan, bahwa, TN Komodo hanya bisa dikunjungi untuk orang kaya saja dan pelaku usaha nya hanya untuk pelaku usaha kelas besar saja. “Tentu saja kelas yang mampu membayar dengan harga tersebut adalah kelas yang akan memilih akomodasi hotel, resto, transport, kapal semua bisnis kelas atas. Pemilik kapal, tour agent, driver dan akomodasi yang menjual harga standar akan sepi bookingan. Para pedagang di pinggir jalan atau usaha yang mengandalkan turist yang memilih akomodasi standar kemungkinan akan gigit jari,”ungkapnya.

Hal yang sama yang dialami selama dua tahun pandemic kemungkinan akan terjadi, namun kali ini lebih pahit karena kita “dipaksa” dengan situasi tersebut.

Anehnya, ketika seruan pemogokan hari ini, sehari sebelumnya, alih-alih memikirkan solusi agar tidak terjadi Chaos, pemerintah malah balik menantang meyerukan agar layanan wisata tetap buka, seolah adu kekuatan antara Nation dan People Power!.

“Bagaimanapun saya tetap mengharapkan agar tidak terjadi Chaos atau pemogokan yg berkepanjangan, namun itu akan terjadi jika pemerintah mau mendengar aspirasi rakyat nya, aspirasi pelaku usaha di Labuan Bajo yang merupakan tonggak utama perjalanan wisata di TN Komodo. Ingatlah Labuan bajo ini dibentuk oleh para traveler backpacker, para agent2 tour kecil yang berdiri dipinggir jalan menjajakan tournya! Labuan Bajo dan TN Komodo bukan untuk orang kaya saja, tapi untuk semuanya!,”ingatnya.

JIka pun ada solusi jalan tengah, lanjut Susy, dapat dibicarakan, masih ada jalan tengah untuk mempertemukan ekonomi, social dan lingkungan. Kita menginginkan pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan; bekelanjutan untuk lingkungan, berkelanjutan untuk social budaya dan berkelanjutan untuk ekonomi! bukan pengelolaan pariwisata yang Monopoli dan arogan. Bukan pengelolan pariwisata yang adil untuk kelas atas tapi membunuh kelas bawah.

“Untuk teman-teman yang masih menolak pemogokan, jika usaha Anda kemungkinan terdampak akan kenaikan tiket ini, maka bergabunglah, fight for your life! kita tidak menginginkan hal ini berlarut-larut, kita tidak ingin melihat tourist tourist bergelandang di jalan, kita tidak ingin menghukum tourist, tapi kita tidak punya pilihan lagi. Semoga situasi ini bisa diakhiri dengan baik untuk semua,”imbaunya. Sk

#tolakkenaikantarifTNkomodo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *