Environment

Gelombang Tinggi Terparah Sepanjang 30 Tahun

×

Gelombang Tinggi Terparah Sepanjang 30 Tahun

Sebarkan artikel ini

Suarakendari.com-Badai dan gelombang tinggi yang terjadi Senin 21/2/2022 lalu, dinilai sebagai bencana badai terparah sepanjang 30 tahun terakhir. Berdasarkan kesaksian warga pesisir Lakeba, Kota Baubau, mereka merasakan kejadian serupa terjadi sekira tahun 1990-an dimana gelombang tinggi juga sampai menyentuh pemukiman penduduk setempat dan warga nelayan kehilangan alat transportasi laut mereka. “Seingat saya, gelombang tinggi terakhir terjadi sekitar tahunn1990-an dan kejadian sama terulang tahun ini,”ungkap Usman, nelayan.

Badai tahun ini memang dinilai cukup memberi dampak bagi nelayan. Badai menyisakan pilu karena banyak nelayan harus kehilangan perahu akibat disapu gelombang.

“Perahu perahu tersebut hilang ditersapu ombak dan sebagian ditemukan dalam kondisi rusak, bahkan tersisa puing puing pecahan body perahu,”kata Usman, nelayan di pesisir Lakeba, Baubau.

Selain kehilangan perahu, nelayan juga mengalami kerusakan sebagain rumah rumah mereka, seperti tangga naik dan juga peralatan dapur. “Tinggi gelombang di laut mencapai 4 meter bahkan naik hingga ke pinggir pantai dan merusak sebagian fasilitas rumah nelayan,”ungkap Usman.

Perubahan Iklim

Perubahan iklim kini menjadi ancaman nyata dan kini telah berlangsung yang ditandsi dengan sejumlah perubahan-perubahan pada kondisi iklim akhir-akhir ini. Perubahan pola musim, kondisi cuaca dan kecenderungan kejadian bencana iklim. Pada pola musim dapat dilihat dari awal musim dimana angin barat, angin timur, peralihan musim hujan dan musim kemarau yang bergeser tidak teratur, periode musim yang berubah serta sifat-sifat masing-masing musim yang tidak lagi sama.

Pada beberapa desa ada pulayang menyatakan aspek iklim dan cuaca tertentu, seperti awal musim kemarau dan kecepatan angin tidak berbeda dibandingkan dimasa lalu. Sementara aspek iklim lainnya sudah berubah. Masyarakat dibebebrapa desa menyatakan pengetahuan tentang musim dan tanda-tanda musim sudah tidak lagi bisa diandalkan.

Warga disebagian besar desa menyatakan perubahan pola musim telah berlangsung. Awal datangnya musim dan lamanya musim angin barat mengalami pergeseran beberapa hari hingga satu bulan dan lamanya musim hujan dipandang semakin panjang dan tidak teratur. Perubahan musim ini mempengaruhi penghidupan dan kehidupan utama masyarakat, baik soal kesehatan, ketenangan dan harta benda warga.

Perubahan iklim membuat kondisi ekonomi nelayan semakin terpuruk. Angin dan gelombang kerap datang dan sulit diprediksi membuat nelayan sering tidak bisa melaut. Pendapatan nelayan pun melorot dan kesulitan mencukupi kebutuhan keluarga dipicu penurunan ekonomi nelayan. Sk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *