TRACKING MANGROVE ANDALAN PARIWISATA KENDARI


Pemerintah Kota Kendari sebaiknya memfokuskan pada pengelolaan pariwisata mangrove sebagai permewujudan rencana pengembangan teluk Kendari sebagai pendulang PAD Kota Kendari. Selain memiliki akses lumayan terjangkau publik juga karena melihat animo wisata masyarakat Kota Kendari yang kian membaik. Apalagi luas hutan mangrove yang dimiliki Kota Kendari cukup luas menjadi sabuk pelindung kawasan pesisir.

“Saya kira Kota Kendari harus fokus dan mempertahankan wisata tracking mangrove sebagai base wisata andalan kota ini,”kata Dani, pemerhati wisata.

Sejak 2015 silam, Pihak Badan Lingkungan Hidup Kota Kendari memang telah mendesain perencanaan panjang kepariwisataan di kawasan pesisir khususnya teluk kendari sebagai perwujudan program green city pemerintah sebelumnya. Pemkot melakukan sejumlah terobosan diantaranya pembukaan kebun raya, mengembangkan sejumlah taman dan menjadikan hutan mangrove di kawasan Teluk Kendari sebagai salah satu tempat wisata.

Kawasan mangrove atau bakau yang akan dikembangkan rencanya seluas 50 hektar yang berada tepat di bibir teluk Kendari.

Untuk menciptakan visi kota Kendari sebagai kota Hijau atau Green city, pemerintah kota kendari menjalankan sejumlah aksi yakni green planning and design,  green open space, green community, green transportation, green energy ,green building, green water dan green waste .

Untuk program pengembangan wisata mangrove teluk kendari merupakan bagian dari aksi yang tercantum dalam aksi green open space atau ruang terbuka hijau.SK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.