Tentang Lulo Ngganda

0

Suarakendari.com-Masyarakat Tolaki memiliki kekayaan tradisi adat istiadat yang hingga kini masih tetap lestari di tengah masyarakat. Salah satunya tradisi Lulo Ngganda. Lulo artinya goyang, Ngganda asal kata kanda. Lulo Ngganda artinya lulo yang diancang-ancang ke atas sambil mengikuti irama gendang. Lulo Ngganda menurut orang tolak khususnya di Kecamatan Benua sudah ada sejak dunia pertama sampai sekarang. Dunia pertama artinya, sebelum tenggelam dunia ini, yakni sebelum jaman Firaun. Lulo Ngganda semula adalah menggunakan gendang-gendang tanah, setelah ini adalah gendang yang dasarnya dari pelepah daun, sekarang adalah kayu yang namanya poli’o.

Lulongganda dilaksanakan setiap setahun sekali sebagai upacara pesta tahunan yaitu satu tahun berlalu dan memohon kepada Allah agar tahun berikutnya panen menghasilkan hasil yang lebih banyak. Dahulu lulongganda ada 7 macam, tapi dalam perjalanan waktu kini tinggal 5 macam, itu pun yang lazim dipakai di Benua tinggal 3 macam lulo, yakni pertama lulongganda Titiisu, kedua lolongganda kolialiangako, dan lulongganda polerusi. ada pun yang keempat, lulongganda watolengga dan lulongganda leseahoa sudah tidak digunakan karena sudah tidak ada yang tau.
Lulongganda Titiisu menurut orang Tolaki Benua adalah dewa padi, burung Titiisu adalah jenis burung puyu yang hidup di tengah-tengah padi saat musim padi hinbgga menjelang panen padi. Lulongganda kolialiangako artinya lulu saat membuka hutan dimana hutan lebat dengan kayu-kayu besar jadi kolialiangako adalah melewati kayu-kayu besar. Lulongganda polerusi artinya kalau kita bekerja keras maka kita akan mendapatkan hasil yang banyak.
Lulongganda dilakukan tiga malam, pertama malam ke 13 bulan di langit, atau orang tolaki menyebut tombaralenggea, malam kedua disebut matamolambu dan malam ke tiga adalah mataumehe. Setelah tiga malam ketiga dilakukan Lolongganda maka selanjutnya dilakukan Mosehe sebagai upacara syukuran atas hasil panen melimpah yang diperoleh tahun ini. Sekaligus membuang kesalahan yang kita perbuat di tahun-tahun yang silam dan tanaman yang tidak menguntungkan di tahun-tahun lalu kita ganti dengan tanaman baru.
Mosehe Ndiolu artinya mosehe dengan cara sederhana dengan menggunakan telur sebagai upacara doa kepada Allah agar mendapatkan hasil lebih baik di tahun-tahun berikutnya. Setelah acara mosehe selesai maka dilakukan acara kesenian dan olah raga sebagai bagian dari pesta syukuran yang dirayakan dengan kegembiraan.
Adapun urutan acara Festival Lulongganda terdiri:
Acara Ritual:
Lulo Ngganda
mosehe
Acara Seni:
lariangi
mewuwuho
meoreore wuku
meoreore nggowuna
moanggo
mekabia
metainango
mesongguru
melolama
Acara Olahraga:
cakalele/umoara
mekonda’u / pencaksilat
modinggu
mobiti
mehule
tumotadi
metinggo

Leave A Reply

Your email address will not be published.