TARSIUS DI BELANTARA LAMBUSANGO

0

Primata endemik Sulawesi yang keberadaanya kian langka memang terus menjadi salah satu obyek penelitian para ilmuwan. Tidaklah gampang menemukan keberadaan tarsius, sebab, hewan satu ini tergolong sensitif dengan kehadiran manusia. Biasanya saat mengetahui keberadaan manusia, tarsius segera melarikan diri dengan cara bergelantungan dari satu dahan pohon ke dahan pohon lainnya. Butuh kesabaran waktu dan pemandu yang tepat untuk dapat menemukan primata satu ini. Biasanya waktu untuk mengamati kemunculan tarsius mencari makan antara pukul lima lewat empat puluh lima menit sore hari, dan pukul lima lebih empat puluh menit pagi hari.

“Para peneliti harus mengendap-endap berlama-lama untuk bisa mengamati dan mendokumentasikan tarsius,” kata Lasamudi, pemandu peneliti tarsius yang sudah bekerja belasan tahun di belantara hutan lambusango.

Berlama-lama mengamati di hutan memang memacu adrenalin, dan tentu saja ada kepuasan tersediri dari para pencinta hewan saat berhasil mendokumentasikan hewan langka ini.

Tarsius sendiri merupakan hewan bertubuh kecil dengan mata yang sangat besar, tiap bola matanya berdiameter sekitar enam belas mili meter dan berukuran sebesar keseluruhan otaknya. Kaki belakangnya juga sangat panjang.

Tulang tarsius di kakinya sangat panjang dan dari tulang tarsus inilah tarsius mendapatkan nama. Panjang kepala dan tubuhnya sepuluh sampai lima belas centimeter. Namun kaki belakangnya hampir dua kali panjang ini, mereka juga punya ekor yang ramping sepanjang dua puluh hingga dua puluh lima centimeter. Jari-jari mereka juga memanjang, dengan jari ketiga kira-kira sama panjang dengan lengan atas.

Tarsius merupakan satwa insektivora, dan menangkap serangga dengan melompat pada serangga itu. Mereka juga diketahui memangsa vertebrata kecil seperti burung, ular, kadal dan kelelawar. Saat melompat dari satu pohon ke pohon lain, tarsius bahkan dapat menangkap burung yang sedang bergerak. SK

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.