KPU Mentahkan Dalil Prabowo-Hatta di Sulawesi Tenggara

JAKARTA, SUARAKENDARI.COM- Satu lagi provinsi yang digugat hasil pemilunya ke Mahkamah Konstitusi (MK) adalah Sulawesi Tenggara. Namun, gugatan terkait beda jumlah pemilih ini dimentahkan oleh pihak KPU.

Anggota KPU Sulawesi Tenggara La Ode Abdul Nasir, menerangkan bahwa proses rekap tingkat provinsi berjalan aman dan disetujui kedua belah pihak. Hasilnya, Prabowo-Hatta mendapat 511.134 suara, Jokowi-JK 622.217 suara.

“Itu (proses rekap) normal, kok ada permohonan ke sini. Ada hal apa yang saudara bisa terangkan (atas gugatan Prabowo-Hatta)?” tanya hakim Ahmad Fadlil Sumadi kepada La Ode dalam sidang di MK Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (13/8/2014).

Saksi La Ode menerangkan, bahwa dari berkas gugatan yang dibacanya terkait provinsinya, tim Prabowo-Hatta mempermasalahkan angka-angka pada sertifkat hasil penghitungan suara.

“Menurut dugaan pemohon ada ketidaksinkronan pengguna hak pilih, pengguna surat suara dan surat suara sah dan tidak sah,” ujarnya.

“Tapi yang digunakan basisnya daftar pemilih, padahal tidak sama pemilih yang menggunakan haknya dengan daftar pemilih,” lanjut La Ode mementahkan dalil Prabowo-Hatta.

Lagipula menurut La Ode, data tingkat TPS yang dipermasalahkan tim Prabowo-Hatta itu sudah terkoreksi saat rekap di tingkat kelurahan atau PPS. “Hasilnya sudah didapatkan. Kami kemarin kaget (baca materi gugatan),” ucapnya.

Soal hasil (penghitungan) mereka tidak salahkan?,” tanya hakim.

“Tidak ada, lebih kepada proses dan administrasi atau caranya. Bahkan kalau proses, sebenarnya tidak juga karena dari semua proses itu clear di pleno kabupaten kota,” terang La Ode.

“Jadi hanya penuangannya ya dalam administrasi?,” tanya hakim lagi.

“Itupun tidak benar (dasarnya),” jawab saksi lagi.

“Ya sudah kalau begitu, cukup,” tutup hakim. (sumber: DETIK.COM)

Ketua KPPS Wasamba Jadi Buron Polisi

BUTON, SUARAKENDARI.COM-Pemilu presiden masih menyisakan cerita tersendiri bagi Ketua KPPS 02 Desa Wasambaa, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, La Ode Bani. Pria ini kini  menjadi buronan polisi setelah menjadi tersangka dalam kasus pidana pemilu pada Pemilihan Presiden, 9 Juli lalu.

Kapolres Buton, AKBP Fahrrurozi mengatakan, pihaknya telah melakukan panggilan kedua kepada ketua KPPS itu untuk menjalani pemeriksaan. Namun hingga kini, La Bani tidak memenuhi undangan penyidik.

“Kami sudah mendatangi rumahnya termasuk rumah orangtua La Bani, namun yang bersangkutan tidak ada di tempat. Bahkan penyidik sudah mencari sampai ke kota Baubau, nomor telepon selulernya juga tidak aktif,” ungkap Fahrrurozi dihubungi , Selasa (22/7/2014).

Namun demikian, lanjut dia, penyidik masih terus mencari ketua KPPS 02 Desa Wasambaa. Dalam perkara ini, pihaknya telah memeriksa enam orang saksi.

“Kasus ini mulai disidik sejak seminggu lalu, kami dibatasi UU pemilu selama 14 hari penanganannya. Tetapi kami terus berupaya agar ketua KPPS bisa dihadirkan dalam pemeriksaan,” harapnya.

Sebelumnya, Laode Bani, ketua KPPS 02 Desa Wasambaa, Kecamatan Lasalimu, Buton dilaporkan oleh Panwaslu setempat karena ketahuan menulis nama pemilih di surat suara pada pemungutan suara 9 Juli lalu. Akibatnya, di TPS tersebut digelar pemungutan ulang pada 14 Juli.

“Itu murni kelalaian ketua KPPS, dan kita minta supaya diperiksa dalam bentuk pelanggaaran pidana,” ujar Ketua KPU Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Hidayatullah.

Ketua KPPS tersebut kedapatan menulis nama-nama wajib pilih di kertas suara pada Pemilihan Presiden 9 Juli lalu. Tindakan tersebut bertentangan dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku.

Pasalnya KPPS selaku penyelenggara sudah melanggar asas kerahasiaan pemilu dan itu adalah pelanggaran pidana.

“Untuk apa KPPS harus mengetahui calon mana yang dipilih oleh masing-masing wajib pilih, sementara dalam aturan jelas itu dilarang dan KPPS juga telah diberikan bimbingan teknis mengenai hak dan kewajiban mereka dalam menjalankan tugas sebagai bagian dari penyelenggara pemilu,” terangnya.(qq)

Di Lumbung PAN Prabowo-Hatta Tak Berdaya

KENDARI, SUARAKENDARI.COM Pasangan calon presiden dan Wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa harus legowo dan mengakui kemenangan pasangan Joko Widodo-Yusuf Kalla di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Betapa tidak dari 12 kabupaten kota yang ada di Sultra, pasangan yang terkenal dengan jargon Indonesia Bangkit ini hanya menang di dua daerah saja yakni kabupaten Muna dan Kabupaten Konawe dengan total peroleha suara 511.134 atau 45,10 % suara saja.

Sementara pesaingnya Jokowi – JK berhasil merebut suara rakyat di Sultra pada pilpres 9 Juli lalu. Pasangan nomor urut dua itu berhasil memenangkan suara di 10 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara, dengan total perolehan suara 622,217 atau 54,90 %. Hal itu berdasarkan penetapan dalam rapat pleno rekapitulasi dan penghitungan peroleh suara Pilpres di tingkat KPU Provinsi Sultra, Jumat (18/7/2014) malam di Kendari.

Dari seluruh suara sah yang mencapai 1.1331.352, Jokowi-JK menang di 10 kabupaten/kota di Sultra atau 80 persen berada pada wilayah yang diklaim sebagai basis suara pasangan Prabowo-Hatta. Sebab hampir 70 persen kepala daerah di wilayah Sultra tergabung dalam koalisi merah putih.

“Pemilihan kali ini memang rakyatlah yang memilih sendiri pemimpinya jadi meski bukan daerah basis toh terbukti pasangan Jokowi-JK lah yang menag,” Jelas Olham Hasmuddin, Koordinator relawan jokowi dari Sahabat rakyat (Sahara) .

Ketua KPUD Sultra, Hidayatullah pun membenarkan bahwa pasangan yang diusung dari koalisi PDIP, Nasdem, PKB dan Hanura dan PKPI unggul dari pasangan Prabowo-Hatta. hal itu berdasarkan pleno rekapitulasi dari 12 Kabupaten /Kota .

“Sudah terlihat kan dari rekapitualsi pasangan Jokowi-JK unggul di 10 daerah sedangkan pasangan Prabowo-Hatta hanya bisa meraih kemenangan di dua Kabupaten saja,” jelas Ketua KPUD Sulawesi Tenggara Hidayatullah, Sabtu (19/7/2014).

Dia menjelaskan, bahwa jumlah pemilih yang terdaftar pada pilpres 9 Juli 2014 sebanyak 1.827.083 orang. “ Jumlah suara pengguna hak pilih sebanyak 1.139.678 orang namun yang dinyatakan sah tercatat 1.133.351 suara dan suara tidak sah sebanyak 6.329,” tukasnya.(qq)

Seknas Sultra Klaim Jokowi Menang di 10 Kabupaten/ Kota

KENDARI, SUARAKENDARI.COM- Relawan yang tergabung dalam secretariat Nasional (seknas) Jokowi Sultra dan tim kemenangan capres RI 2014 – 2019 propinsi sulawesi tenggara merilis data terkait klaim kemenangan Jokowi di Sulawesi Tenggara.

Dari data tersebut seknas mengklaim kemenangan jokowi mencapai 622.105 suara dari total suara sah yang berjumlah 1.133.453 suara. Suara capres Jokowi mengungguli suara capres prabowo yang meraup suara sebanyak 511.348 suara yang artinya terdapat selisih suara yang cukup signifikan yakni 110.757 suara.

Kemenangan capres Jokowi terjadi di 10 kabupaten/kota, sedangkan prabowo menang di dua kabupaten saja, yakni, Kabupaten Konawe dan Kabupaten Muna. Meski begitu, Seknas tetap harus menunggu data resmi soal perolehan suara masih menunggu pengumuman resmi dari KPU Sultra.

Berikut real count relawan seknas jokowi sultra & tim kemenangan capres ri 2014 – 2019 propinsi sulawesi tenggara :

a. Kabupaten Kolaka Utara ( Prabowo = 15.394 Suara / Jokowi = 54.028 Suara )
b. Kabupaten Wakatobi ( Prabowo = 14.980 Suara / Jokowi = 31.102 Suara )
c. Kabupaten Bombana ( Prabowo = 25.165 Suara / Jokowi = 41.326 Suara )
d. Kabupaten Buton Utara ( Prabowo = 11.008 Suara / Jokowi = 17. 139 Suara )
e. Kabupaten Kolaka ( Prabowo = 64.694 Suara / Jokowi = 92.586 Suara )
f. Kota Bau-Bau ( Prabowo = 28.522 Suara / Jokowi = 37.716 Suara )
g. Kabupaten Konawe Utara ( Prabowo = 14.245 Suara/ Jokowi = 18.277 Suara)
h. Kabupaten Buton ( Prabowo = 54.793 Suara / Jokowi = 69.167 Suara )
i. Kabupaten Konawe Selatan ( Prabowo = 62.741 Suara / Jokowi = 74.151 Suara)
j. Kota Kendari ( Prabowo = 72.702 Suara / Jokowi = 80.645 Suara )
k.Kabupaten Konawe ( Prabowo = 79.500 Suara / Jokowi 57.538 Suara )
l. Kabupaten Muna ( Prabowo = 67.604 Suara / Jokowi 48.430 Suara )
TOTAL SUARA (Prabowo = 511.348 Suara / JOKOWI = 622.105 Suara )
JUMLAH SUARA SAH = 1.133.453
KEMENANGAN JOKOWI & JK = 110.757 Suara.

Hasil Pilpres di 22 Kecamatan se Kabupaten Bombana

BOMBANA,SUARA KENDARI.COM. Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bombana, rampung menghitung proses rekapitulasi perolehan suara Pilpres, Rabu (16/7) sekitar pukul 15.30 di Aula Dekranasda Kabupaten Bombana.

Dihadiri lima komisioner KPUD, 3 anggota Panwas, dua saksi capres-cawapres serta 22 anggota PPK, menyimpulkan Pasangan Jokowi JK unggul dengan perolehan suara 41.326 suara, sedangkan pasangan Prabowo-Hatta meraup 25.165 suara.

Berikut Hasil Rekapitulasi perolehan suara di 22 Kecamatan, se Kabupaten Bombana

Kecamatan Poleang
Prabowo-Hatta 2.231 suara
Jokowi-JK 4.996 suara

Poleang Utara
Prabowo-Hatta 1.715 suara
Jokowi-JK 3.348 suara

Poleang Tengah
Prabowo-Hatta 458 suara
Jokowi-JK 1.351 suara

Poleang Selatan
Prabowo-Hatta 576 suara
Jokowi-JK 2.,478 suara

Poleang Tenggara
Prabowo-Hatta 514 suara
Jokowi-JK 1.190 suara

Poleang Timur
Prabowo-Hatta 1.125 suara
Jokowi-JK 3,385 suara

Poleang Barat
Prabowo-Hatta 1.927 suara
Jokowi-JK 3.664 suara

Tontonunu
Prabowo-Hatta 689 suara
Jokowi-JK 1.806 suara
Rarowatu
Prabowo-Hatta 1.281 suara
Jokowi-JK 1.257 suara
Rumbia
Prabowo-Hatta 1.925 suara
Jokowi-JK 2.635 suara

Rumbia Tengah
Prabowo-Hatta 1.006 suara
Jokowi-JK 1. 806 suara

Masalokaraya
Prabowo-Hatta 612 suara
Jokowi-JK 543 suara

Mataoleo
Prabowo-Hatta 1.537
Jokowi-JK 1.406

Rarowatu Utara
Prabowo-Hatta 1.389 suara
Jokowi-JK 2.080 suara

Lantarijaya
Prabowo-Hatta 1.696 suara
Jokowi-JK 2.223 suara

Matausu
Prabowo-Hatta 282 suara
Jokowi-JK 551 suara

Kabaena
Prabowo-Hatta 868 suara
Jokowi-JK 595 suara

Kabaena Timur
Prabowo-Hatta 1.180 suara
Jokowi-JK 1.821 suara

Kabaena Selatan
Prabowo-Hatta 1.084 suara
Jopkowi-JK 552 suara

Kabaena Barat
Prabowo-Hatta 1.236 suara
Jokowi-JK 2.082 suara

Kabaena Utara
Prabowo-Hatta 760 suara
Jokowi-JK 938 suara

Kabaena Tengah
Prabowo-Hatta 1.074 suara
Jokowi-JK 617 suara

(Sumber data KPUD Bombana)

Mesin Partai Tak bergerak, Capres Prabowo Kalah di Bombana

BOMBANA,SUARAKENDARI.COM-Meski memiliki koalisi tujuh  partai politik sebagai mesin penggerak suara, termasuk partai “penguasa” di Kabupaten Bombana. Namun hasilnya belum mampu mendongkrak perolehan suara Prabowo Hatta di Kabupaten Bombana.

Hasil rekapitulasi suara KPUD Bombana, Rabu (16/7) menunjukan Capres prabowo-Hata kalah dengan Jokowi-JK dengan perolehan 25.165 banding 41.326 untuk keunggulan Jokowi.

Lemahnya perolehan suara Prabowo Hata di Bombana diakui Muhammad Anis Dewata, salah satu Koordinator Relawan Prabowo-Hatta, . Menurutnya minimnya konsolidasi fungsionaris partai-partai yang tergabung dalam koalisi merah putih ini menjadi salah satu penyebab kelemahan Prabowo-Hatta mendulang suara di Bombana dalam Pilpres 9 Juli lalu.

“Koalisi merah putih hanya melakukan deklarasi tim saja.Tapi tidak ada tindak lanjut gerakan lapangan,”ungkap Muhamad Anis usai cermati hasil rekapitulasi suara KPUD. Wakil ketua Partai gerindra Bombana ini menyayangkan tidak maksimalnya kinerja koalisi partai politik (Gerindra, PAN, Golkar, PKS, PPP, PBB, Demokrat) di Bombana.

Sebelumnya, Sekretaris Koalisi Merah Putih Laode Usman Sandiri mengaku bahwa sampai H minus dua tidak ada kemajuan gerakan koalisi merah putih yang dipimpin Bupati Bombana H Tafdil ini.

“Sampai H minus dua tidak ada kemajuan. Saya sudah koordinasikan pada ketua tim, tapi belum ada tanda tanda gerakan. Saya juga tidak tau apakah ketua tim punya strategi khusus atau gimana,”kata Laode Usman.

Meski begitu, Laode mengakui Partainya sangat all out melakukan sosialisasi di masyarakat. Sebelumnya,  partai koalisi menargetkan menang sekitar 85 persen di Kabupaten Bombana. Dengan menguasai kursi di DPRD Bombana sekitar 21 kursi, mulanya target koalisi tersebut dinilai realitis.  Namun kenyataannya berbeda, membuat pentolan partai gerindra angkat suara. (DAR)

222 Personil Amankan Rekapitulasi Pilpres KPU Kendari

KENDARI, SUARAKENDARI.COM, Pleno rekapitulasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari terhadap hasil perolehan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) yang telah diselenggarakan 9 Juli 2014 lalu tidak lepas dari pengamanan pihak kepolisian.

Kapolres Kota Kendari, AKBP Anjar Wicaksana, mengatakan bahwa sebanyak 222 personil kepolisian diturunkan untuk mengamankan pleno KPU Kota Kendari yang dilakukan di Hotel Zahra Kendari, Rabu (16/7/2014).
“Personil yang kami turunkan untuk melakukan pengamanan yakni sebanyak 222, personil yang kami turunkan tersebut ada yang berpakaian dinas, ada juga sebagian yang berpakaian preman untuk mengawal proses rekapitulasi tersebut,” jelasnya.

Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan pihak Sekretariat KPU Kota Kendari terkait siapa saja yang boleh diizinkan masuk dalam ruangan tersebut, apakah bebas atau diberikan syarat tertentu.

“kami koordinasikan kepada pihak sekretariat, apakah yang boleh masuk hanya yang memiliki I’d card saja, jika memang dibatasi maka kami akan melakukan pengamanan sesuai dengan prosedur tersebut,” tukasnya.

Ia berharap agar proses pelaksanaan rekapitulasi tersebut berjalan lancar dan aman, sehingga tidak ada gangguan yang dapat menghambat proses pelaksanaan rekapitulasi terhadap pilpres.

“Mudah-mudahan semua pihak dari masing-masing pasangan calon bisa menjaga sikap karena ini kita akan menciptakan sebuah pemilu yang transparan dan berkualitas, jadi harus bisa menerima yang menang dan kalah bisa tetap menjaga kondisi tetap aman, ” harapnya. (LINA)

Jokowi-JK Unggul di Ibukota Bombana

BOMBANA,SUARAKENDARI.COM-Dua Kecamatan dijantung Rumbia Ibukota Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara, Pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 2 Joko widodo dan Jusuf Kalla ungguli capres -cawapres nomor Urut Satu Prabowo-Hata saat perhitungan di tingkat KPPS.

Di Kecamatan Rumbia, Jokowi-JK unggul dengan meraup 2.524 suara. Sedangkan Prabowo-Hatta hanya mengantongi sekitar 1925 suara. Demikian pula di Kecamatan Rumbia Tengah, Pasangan nomor Urut 2 ini tampak unggul dengan 1.806 suara. Sedangkan pasangan nomor urut satu (prabowo-Hatta) cuma meraup 1.006 suara.

Berikut hasil perhitungan suara di dua kecamatan berdasarkan Hasil perhitungan tingkat KPPS. Untuk Kecamatan Rumbia, di Kelurahan Doule untuk TPS 1, Prabowo-Hatta 159 sedangkan Jokowi-JK 141. Di TPS 2, Prabowo-Hatta 119, Jokowi-JK 117. Untuk TPS 3 Prabowo-Hatta 137, sementara Jokowi-JK 134

Untuk Kelurahan Lampolala, TPS 1 Prabowo-Hatta 103, Jokowi-JK 159. TPS 2, Prabowo-Hatta 37, Jokowi-JK 208. TPS 3, Prabowo-Hatta 68 Jokowi-JK 139. Di TPS 4, Prabowo-Hatta, 69, Jokowi-JK 111

Sedangkan di Desa Lameroro TPS 1 Prabowo-Hatta 73, Jokowi-JK 144. TPS 2, Prabowo-Hatta 105, Jokowi-JK 131. TPS 3, Prabowo-Hatta 124, Jokowi-JK 162. Di TPS 4, Prabowo-Hatta 146, Jokowi-JK 100. TPS 5 Prabowo-Hatta 63, Jokowi-JK 87. Sementara di TPS 6 Prabowo-Hatta 55, Jokowi-JK 110. Untuk Desa Lantawonua, TPS 1 Prabowo-Hatta160, Jokowi-JK 92. TPS 2 Prabowo-Hatta 71, Jokowi-JK 87

Sementara di Kecamatan Rumbia Tengah, Kelurahan Kampung baru, TPS 1 Prabowo-Hatta 66, Jokowi-JK 172. TPS 2,Prabowo-Hatta 28, Jokowi-JK 73. TPS 3, Prabowo-Hatta 63, Jokowi-JK 222, TPS 1V, Prabowo-Hatta 76, Jokowi-JK 170

Untuk Kelurahan Lauru TPS 1 Prabowo-Hatta 62, Jokowi-JK 151. TPS 2 Prabowo-Hatta 51, Jokowi-JK 80. TPS 3 Prabowo-Hatta 45, Jokowi-JK 158. Di TPS IV, Prabowo-Hatta 79, Jokowi-JK 82. Untuk TPS V, Prabowo-Hatta 108, Jokowi-JK 85

Di Kelurahan Poea, TPS 1 Prabowo-Hatta 66, Jokowi-JK 82. Di TPS 2 Prabowo-Hatta 111 dan Jokowi-JK 80. Di Desa Tapuhai, TPS 1, Prabowo-Hatta 51, Jokowi-JK 175. TPS 2, Prabowo-Hatta 41, Jokowi-JK 91. Untuk TPS 3. Prabowo, 54 Jokowi-JK 104 sementara di Desa Lampata TPS 1 Prabowo-Hatta 104, dan Jokowi-JK 78 suara.

Pantauan Media ini, proses pemilihan capres dan cawapres di Ibukota Kabupaten Bombana berjalan aman dan lancar. Meski animo memilih masyarakat ibukota tak seantusias pilcaleg April lalu, namun kondisi pilpres berjalan aman dan kondusif.

“Memang pemilih kali ini kami lihat tak seantusias pada pilcaleg April lalu,” tukas Suharto, Ketua PPK Rumbia tengah saat memonitor jalannya Pilpres di wilayah Rumbia Tengah. (DAR)

Gubernur Sultra Pantau TPS

KENDARI, SUARAKENDARI.COM, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama dengan jajaran Forum Komunikasi Daerah melakukan pemantauan di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Kota Kendari saat pemilihan presiden dan wakilnya yang jatuh pada tanggal 9 Juli 2014.

Setelah memberikan hak suaranya di TPS 1 Kelurahan Anaiwoi, Nur Alam langsung bergegas untuk memantau sejumlah TPS terkait antusian pemilih di pesta demokrasi yang dilakukan lima tahun sekali itu.

Pemantauan pertama dilakukan di TPS 3 Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat sekitar pukul 10.30, dimana di TPS tersebut wajib pilihnya sebanyak 325 dan saat pemantauan dilakukan baru 173 yang memberikan hak suaranya, kemudian dilanjutkan di TPS 1 BenuBenua, Kecamatan Kendari Barat dengan jumlah wajib pilih 345 dan yang baru memberikan hak suaranya 186, selanjutnya TPS 4 Kandai, Kecamatan Kendari Barat dengan jumlah 256 DPT dan yang memberikan hak suaranya 131 orang saat pemantauan.

Pemantauan dilanjutkan kembali di TPS 3 DapuDapura dengan jumlah wajip pilih 395 dan saat pemantaun dilakukan baru 193 yang memberikan hak suaranya.

Dari beberapa pemantauan yang dilakukan dilapangan, antusian pemilih di beberapa TPS yang dikunjunginya, dapat dilihat sekitar 70 persen pemilih memberikan hak suaranya.

“Inikan belum berakhir, kita lihat saja nanti karena masih ada waktu untuk memilih, hanya saja untuk sementara kita bisa melihat antusias pemilih sekitar 60 sampe 70 persen berdasarkan TPS yang sudah kita kunjungi,” katanya.

Ia juga bersyukur karena proses pelaksanaan pemilu sejauh ini masih berjalan aman dan lancar, sehingga tidak ada gangguan yang menyebabkan pemilu tersebut terhenti.

“Alhamdulillah semuanya lancar, kami berharap sampai perhitungan selesai suasanya bisa seperti ini jadi kita bisa mewujudkan pelaksanaan pemilu yang aman dan tertib,” harapnya. (LINA)

Nur Alam Berikan Hak Suaranya

KENDARI, SUARAKENDARI.COM, Pemilihan Presiden (Pilpres) yang merupakan pesta demokrasi lima tahun sekali bagi Bangsa Indonesia merupakan pesta politik yang sangat dinanti-nantikan. Pemilihan yang jatuh tepat pada tanggal 9 Juli 2014 menjadi momentum pemilihan yang tidak ingin dilewatkan oleh setiap wajib pilih yang berhak memberikan hak suaranya di hari itu.

Banyak yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memilih salah satu calon pasangan dari dua pasang yang ditetapkan sebagai calon predisen. Prabowo-Hatta Radjasa merupakan capres nomor urut satu dan Jokowi-Jusuf Kalla merupakan capres dan cawapres nomor urut dua.

Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alan, juga ikut berpartisipasi untuk memberikan hak suaranya, memilih salah satu pasang dari dua pasang calon tersebut.

Nur Alam yang didampingi oleh istrinya, Tina Nur Alan juga putri sulungnya, Giona mendatangi TPS 01 yang terletak di Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Kadia, Kota Kendari sekitar pukul 10.00 WITA.

Kedatangan Nur Alam hari itu tentu saja sebagai salah satu warga masyarakat yang akan memilih pasangan yang dipercayanya dapat memimpin negeri ini selama lima tahun mendatang.

“Saya bersama istri dan anak sulung saya mendatangi TPS ini untuk memberikan hal suara kami, karena kami sadar bahwa satu suara akan menentukan nasib bangsa ini,” kata Nur Alan usai memberikan hak suaranya. (LINA)