Suwandi Andi: Soal Pembangunan, Jaman Kaimoeddin Lebih Kejam

0

SUARAKENDARI.COM – Penyataan mengejutkan datang dari Ketua Komisi 1 DPRD Sultra, Suwandi Andi. Di hadapan warga Kota Lama yang melakukan hearing penolakan atas penggusuran rumah warga Kota Lama, anggota dewan yang sudah dua priode ini mengungkap, jika bicara soal pembangunan di Sultra, maka  jaman Gubernur Sultra dipimpin La Ode Kaimoeddin jauh lebih kejam, dibanding Gubernur Nur Alam.

“Dulu, saat saya masih kuliah dan masih di jalanan, kamipernah berunjuk rasa hingga 42 kali dalam satu bulan. Kami menolak penggusuran tanah warga yang dilakukan Pak Kaimoeddin atas nama pembangunan untuk kepentingan publik. Jadi dia libas siapa saja yang bertahan. Bagi saya, jaman Kaimoeddin itu sangat kejam, ahkan, ada yang tidak diganti rugi. Tapi setelah sekian lama asas manfaat dari pembangunan yang dilakukan beliau ternyata kita nikmati hari ini,”kata Suwandi.

Berbeda di era Gubernur Nur Alam yang masih memberikan ruang komunikasi dan tentu saja ganti rugi bagi warga yang terkena dampak pembangunan. “Jadi, kembali lagi semua pembangunan yang dilakukan pemerintah adalah demi  kepentingan umum,”ujarnya.

Bagi politisi PAN ini, pembangunan yang dilakukan pemerintah Sultra tak sepenuhnya merugikan masyarakat, karena masih ada ruang komunikasi dan ganti rugi yang layak bagi warga setelah melakukan langkah-langkah verifikasi. “Saya kira pemerintah tetap memperhatikan hak-hak masyarakat dengan ketentuan bagi yang bersertifikat pasti diganti rugi,”jelasnya.

Terkait unsur kesejarahan, Suwandi mengaku, warga Kota Lama tentu sangat paham dengan keberadaan sejarah dan lingkungan sekitar, sedangkan anggota dewan hanya mengetahui sepenggal tentang cerita sejarah kota lama. “Kami semua adalah pendatang, dibanding bapak ibu yang sudah bermukim bermukim lama dan sangat  mengetahui tentang sejarah kota lama. Meski begitu,  dewan tentu punya referensi  informasi dari banyak kalangan, termasuk  warga asli kendari dan para ahli sejarah juga punya cerita atau versi tentang  kota lama ini, sehingga pembahasannya harus benar-benar konfrehensip,”jelasnya. SK

Leave A Reply

Your email address will not be published.