MAN 1 Kolaka Raih Juara Nasional Karya Ilmiah

Siswa Madrasah Aliyah (MAN) 1 Kolaka, Sulawesi Tenggara menjadi juara tiga Nasional pada kegiatan seminar chemurgy Innovation Summit 2019 yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Tehnik Bionergi dan Kemurgi Institut Teknologi Bandung, Sabtu (6/4/19).

Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kolaka diwakili Oleh Khumaerah dan Nabila Salsabillah, merupakan satu satunya perwakilan peserta dari Wilayah Sulawesi, dan mampu meraih prestasi sebagai Juara tiga Nasional pada kegiatan itu.

“Kami bersaing dari 10 peserta dari wilayah di seluruh indonesia, dan alhamdulilah mampu meraih juara tiga, dan hasil sansat membanggakan arena kami merupakan peseta dari wilayah sulaeesi yang mampu bersaing dengan daerah lain di pulse jawa dan Bali, ungkap Hera peserta seminar chemurgy Innovation Summit 2019 asal Kolaka, Sulawesi Tenggara.

MAN 1 Kolaka, berhasil meraih juara ke tiga usai dibabak Final bersaing dengan SMAN 5 Denpasar sebagai Juara I dan SMA Al Hikmah asal Surabaya sebagai juara II dan beberapa Sekolah unggulan terbaik di Indonesia.

Sementara itu, guru pembimbing yang mendampingi Siswa yang berprestasi tersebut Rasna, menjelaskan bahwa, Siswa MAN 1 Kolaka ini, berhasil meraih juara III usai dibabak Final memaparkan karya Ilmiahnya yang berjudul RE-USAP, Rice Husk Soap Sebagai Upaya Manifest dalam meningkatkan nilai guna limbah sekam padi”. Bebernya.

Sebelum dilaksanakan seminar ini, seluruh SMA dan sederajat mengikuti sleeks national dan panitia menetapkan sebanyak 10 sekolah menjadi peserta lomba karya tulis ilmiah chemurgy Innovation Summit 2019.

Kompotisi-seminar bertemakan potensi biomassa indonesia dalam mewujudkan kemandirian ekonomi, dan diharapkan agar pemuda dapat memahami potensi besar biomassa indonesia serta dapat mengelolah dengan bijak.

Acara ini juga diharapkan menjadi wadah kolaborasi para pemuda, pihak swasta dan pemerintah untuk membangun negeri dengan memanfaatkan kekayaan alam biomassa indonésia demi tercapainya kemandirian ekonomi indonesia. UT

Dugaan Plagiat Rektor Terpilih UHO Mulai Diusut

SUARAKENDARI.COM-Dugaan kejahatan ilmiah yang menyeret Muhamad Zamrun rektor terpilih Universitas Halu Oleo (UHO) kini tengah diusut tim perguruan tinggi negeri di Indonesia. Tim  pengusut terdiri dari  ahli dari universitas Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Diponegoro (Undip). Pengusutan ini tak lepas dari adnya laporan dari berbagai pihak terutama dari internal UHO pasca pemilihan rektor, Juni 2017 lalu.

Reaksi atas dugaan kejahatan ilmiah tersebut, juga memantik reaksi dari sejumlah kelompok, baik mahasiswa maupun alumni perguruan tinggi terbesar di Sulawesi Tenggara tersebut. Mereka meminta agar pemerintah pusat dalam hal ini kementrian terkait untuk segera mengusut tuntas dugaan kasus plagiat yang menyeret Muhamad Zamrud tersebut.

Sebagai langkah antispasi massa meminta Menteri Ristek segera menunda pelantikan rektor terpilih UHO karena dinilai bertentangan peraturan dan telah mencederai nilai-nilai akademisi. “Dugaan plagiat ini tentu  sangat memalukan dan mencederai nilai-nilai akademisi, dan untuk itu harus diusut tuntas,”kata Abd Jabar, mahasiswa UHO.

Kejahatan plagiat di perguruan tinggi diatur jelas dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi.

Pencegahan kejahatan ilmiah juga diatur dalam Undang-Undang RI Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen, UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan RI No. 19/2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi.

Dalam kamus bahasa Indonesia, plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain.SK

123 Foundation Bangun Perpustakaan Desa di Konawe Selatan

SUARAKENDARI.COM-Duduk melantai tak membuat belasan anak-anak merasa bosan. Mereka nampak tenang membaca buku  di ruang yang tak seberapa luas itu. Di sana buku-buku dengan aneka judul tersusun rapi meski jumlahnya belum seberapa banyak.  Perpustakaan mini milik Pemerintah Desa Pamandati, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan baru saja diresmikan oleh Camat Lainea, diklaim sebagai perpusatakaan pertama yang digagas kelompok yang menyebut diri 123 Foundation, komunitas pemerhati pendidikan yang merupakan alumni SMA di Kota Kendari .

“Alhamdulillah peresmian Perpustakaan Desa Pamandati Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan oleh camat Lainea. Perpustakaan desa pertama di Konsel. Terimakasih yang tak terhingga untuk yang sudah menyumbang buku, tenaga,”kata Isna Gunfa, salah satu pendiri Komunitas 123 Foundation.

Menurut Isna, perpustakaan tersebut masih sangat sederhana. Buku-buku juga masih terbatas dengan berbagai macam buku mulai dongeng tradisional, buku terkait lingkungan seperti penanggulangan sampah, mangrove, tips parenting, dan lain-lain. Meski begitu keberadaan perpustakaan diyakini akan sangat bermanfaat bagi warga desa. “Semoga Perpustakaan desa ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Pamandati dan sekitarnya,’katanya.

Pihak komunitas juga memberikan apresiasi besar untuk Kepala Desa Pamandati, Hamid yang sangat merespon dan menggerakkan warganya dari usia dini tentang pentingnya transformasi informasi, pengetahuan dan pengalaman melalui pustaka. “Ternyata semakin banyak pemimpin  wilayah yang peduli dengan kemajuan daerahnya. Ini merupakan sumbangsih 123 Foundation untuk negeri yang bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2017.

Perpustakaan desa ini digagas oleh 123 Foundation yang merupakan alumni salah satu SMA Negeri di Kota Kendari. Anggotanya yang sudah berhasil dan kerja tersebar diberbagai kota membuat mereka jarang bertemu. Ide membangun perpustakaan desa ini bermula dari kegiatan  reuni, kemudian tercetuslah untuk mendirikan perpustakaan desa sebagai salah satu kegiataanya.

“Kitapun seyogyanya mencontoh apa yang dilakukan oleh teman-teman dari 123 Foundation, bahwasannya untuk reuni tidak harus dirayakan dengan kumpul-kumpul dan berfoya-foya. Namun dengan melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat kepada masyarakat,”kata Rizal Adi Saputra melalui media social miliknya. SK

Delapan Guru Berprestasi Diberi Penghargaan

SUARAKENDARI.COM-Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam memberikan penghargaan pada delapan guru berprestasi, saat memperingati hari bhakti Pekerjaan Umum ke-70 dan hari Guru Nasional ke 21 tingkat Provinsi Sultra tahun 2015 di pelataran kantor gubernur, Senin (7/12).

Sebanyak delapan guru yang mendapat penghargaan tersebut meliputi, guru berprestasi, guru idolaku, guru berdedikasi di daerah khusus, guru berdedikasi pendidikan khusus, guru penerima tunjangan di daerah khusus, guru penerima peningkatan kualifikasi akademik, guru peningkatan kualifikasi dan Guru penerima isentif non PNS.

Dalam amanahnya, Gubernur mengharapkan guru untuk terus bekerja giat dan meningkatkan kualitas layanan mereka terhadap anak didik, sebagai wujud pengabdian terhadap bangsa. SK/AN

UHO akan Bangun Marine Techno Park

SUARAKENDARI.COM-Langkah besar dilakukan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari tahun 2016 mendatang. Universitas terbesar di Sulawesi tenggara tersebut akan membangun pusat penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang kelautan atau marine techno park.

“Pembangunan `marine techno park` ini berlokasi  di Desa Lalowaru Kecamatan Moramo Utara dengan luas lahan sekitar 9 hektare,” kata Prof La Sara di Kendari,  Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UHO Kendari pada wartawan.

Saat ini, lanjut La Sara, pihaknya  tengah menunggu persetujuan pendanaan dari pemerintah pusat. “Kalau sudah `fix` kita langsung kerjakan di tahun 2016,”ujarnya.

Sebagai tahap awal dari rencana pembangunan marine techno park tersebut, UHO melalui Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan telah mendesain bentuk teknologi yang akan dikembangkan di lokasi tersebut.
UHO sebagai penyedia sumber daya manusia di bidang perikanan dan kelautan, telah mempersiapkan pembangunan pusat penelitian tersebut.

“Dengan adanya tehno park ini, selain akan memudahkan mahasiswa dan dosen untuk melakukan penelitian, juga kita gunakan untuk menunjang peningkatan produksi pada sektor perikanan dan kelautan di Sultra,” ujarnya.

Oleh karena itu,di kawasan tersebut juga nantinya dibangun laboratorium penelitian terpadu yang akan memberikan kesempatan yang luas kepada para peniliti untuk melakukan berbagai penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat khususnya dalam mengembangkan potensi kelautan.SK/AN

Catat, Orang Tua Murid Tidak Dibebankan Biaya Pembangunan Sarana Pendidikan

SUARAKENDARI.COM-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara menegaskan, Orang tua murid atau masyarakat didik tidak boleh dibebankan biaya untuk pembangunan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah karena negara telah mengalokasikan anggaran walaupun belum maksimal.

“Yang jelas Komite sekolah dibolehkan memfasilitasi keterlibatan orang tua murid dalam mendukung pembiayaan pendidikan di sekolah tetapi jangan yang bersifat fisik, seperti membangun pagar dan taman. Orang tua murid melalui wadah komite sekolah hanya memungkinkan untuk berpatisipasi membiayai tambahan jam belajar dan mengajar,” kata Damsid, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra pada wartawan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang akan menerima tanggungjawab pengelolaan sekolah menengah umum (SMU) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) pada tahun 2016 bertekad menata pelibatan orang tua dalam pengelolaan pendidikan.

Nah, Di daerah mesti ada regulasi berupa peraturan daerah atau peraturan gubernur (pergub) tentang tata cara atau mekanisme pelibatan orang tua dalam penyelenggaraan pendidikan tingkat SMU/SMK.  Peralihan urusan pendidikan dari pemerintah kabupaten/kota ke pemerintah provinsi sebagaimana diamanahkan UU Nomor 23 Tahun 2014 semata-mata untuk optimalisasi pengorganisasian.

“Jika disederhanakan maka hakekat UU Nomor 23 adalah optimalisasi penanganan pendidikan yang lebih fokus dan terarah pada setiap tingkatan. Oleh karena itu, Provinsi Sultra pasti siap melaksanakan pengalihan tersebut karena perintah undang-undang, meskipun implementasinya baru akan dilakukan pada 2016,”jelas Damsid.

Pendataan aset gedung, tanah serta sumber daya guru dan tata usaha menyambut pengalihan pengelolaan SMU/SMK sederajat dari pemerintah kabupaten/kota ke Pemerintah Provinsi Sultra sedang berjalan. Sedangkan pengelolaan lembaga pendidikan setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sekolah dasar (SD), lembaga pendidikan non formal dilimpahkan ke pemerintah Kabupaten/kota.

Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Sultra Yaudu Salam Ajo mengatakan pihaknya optimistis pengalihan urusan pendidikan SMU dari Pemerintah kabupaten/kota ke pemerintah provinsi akan sukses. “Penanganan urusan pendidikan setingkat SMU mutlak menjadi kewenangan pemerintah provinsi karena sudah diundang-undangkan. Pasti sukses karena lebih fokus,” kata Yaudu, politisi PKS.

Sumber pembiayaan pendidikan tingkat menengah yang akan mendorong sukses pelaksanaan pendidikan menengah, antara lain, bantuan operasional pendidikan (BOP) dan dana sertifikasi guru. SK/AN

 

Wali Kota Buka Konfrensi ke II PGRI Kendari

SUARAKENDARI.COM-Memilih pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) periode 2015-2020, PGRI Kota Kendari menggelar Konfrensi ke II yang berlangsung di salah satu hotel di Kendari Sabtu (17/10/2015).

Wali kota Kendari DR Ir H Asrun MEng saat  membuka kegiatan tersebut memberikan apresiasi pada pengurus PGRI yang sudah bekerja selama ini. Ia meminta agar pengurus baru nanti bisa mengembangkan organisasi ini dan bersama-sama menyelesaikan persoalan guru dan masalah pendidikan di kota Kendari, utamanya pemberlakukan standarisasi guru.

“Empat standar minimal yang harus di penuhi guru, pertama harus memiliki kualifikasi akademik minimal S1 atau D4, kedua menguasai empat kompetensi guru secara utuh yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan professional, ketiga memiliki sertifikat pendidikan dan ke empat sehat jasmani dan rohani” ujarnya.

Wali kota juga meminta para guru untuk terus belajar, apalagi dengan kemajuan teknologi seperti saat ini, bisa jadi siswa lebih tau dari pada guru. Jika terjadi seperti itu, maka saran walikota agar para guru harus mengakuinya sehingga tidak terjadi keributan dalam proses belajar mengajar.

Ketua panitia kegiatan La Ode Usaha mengatakan konfrensi ke II PGRI Kota Kendari ini terdiri dari seminar pendidikan dan pemilihan ketua dan pengurus PGRI periode 2015-2020. “Seminar bisa di ikuti semua anggota PGRI sedangkan pemilihan ketua dan pengurus hanya boleh diikuti pemegang suara yaitu pengurus ranting” katanya.

Pada seminar pendidikan ini menghadirkan Ketua DPRD Kota Kendari, Wakil Wali kota Kendari, Ketua PGRI Sultra dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari. Kegiatan ini di ikuti pengurus PGRI baik yang bernaung di dinas Pendidikan dan Kebudayaan maupun di bawah Kementerian Agama. ALIN

Dana Siswa Miskin di Kendari Diduga Disunat

SUARAKENDARI.COM-Organisasi Rumpun Perempuan Sulawesi Tenggara, Selasa (12/10) siang, mendatangi kantor DPRD Kota Kendari melaporkan dugaan pemotongan dana bantuan siswa miskin oleh sejumlah pengelola sekolah. Dugaan pemotongan dana sekitar 50 ribu sampai 100 ribu per siswa.

Kedatangan sejumlah pengurus rumpun perempuan ini ditemui langsung oleh Ketua DPRD Kota Kendari Abdul Razak.

Organisasi Rumpun Perempuan Sultra menilai potongan dana itu adalah ilegal yang harus diusut, kendati alasannya untuk pengembangan fasilitas sekolah.

“Ini sudah keterlaluan, kok dana pendidikan orang miskin dipotong-potong. Kami meminta dewan turun tangan melakukan tugas pengawasan masalah ini ,”jelas Husnawati, Direktur Rumpun Perempuan Sultra.

Sementara Ketua DPRD Kota Kendari, Abd Razak, berjanji akan menindak lanjuti laporan tersebut dengan melalukan pemantauan langsung ke sekolah-sekolah.

Data rumpun perempuan sultra menyebutkan, dana bantuan siswa miskin yang di kucurkan pemerintah sebesar Rp 450 ribu untuk murid sekolah dasar dan Rp 750 ribu siswa SMP dan 1 juta rupiah untuk SMA per satu semester setiap tahun. YJ

112 Perguruan Tinggi Ikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional di Kendari

Suarakendari.com-Sebanyak 1821 mahasiswa dari 112 perguruan tinggi negeri se indonesia hadir dalam pembukaan pekan ilmiah mahasiswa nasional ke 28 tahun 2015 yang di gelar di universitas haluoleo kendari.

Kegiatan pekan ilmiah mahasiswa nasional ke 28 di buka secara langsung oleh direktor jenderal pembelajaran dan kemahasiswan kementerian riset teknologi dan pendidikan tinggi.

Acara pembukaan berlangsung meriah yang di pusatkan di lapangan sepak bola universitas haluoleo kendari yang di hadiri gubernur sulawesi tenggara, Nur Alam, serta muspida seperti ketua DPRD, kapolda, dan kepala pengadilan tinggi sulawesi tenggara.

Sebelum acara pembukaan berlangsung di awali dengan pawai peserta pekan ilmiah mahasiswa nasional dari 112 perguruan tinggi.

Pembukaan resmi pekan ilmiah mahasiswa nasional ke 28 tahun 2015 di tandai dengan pemukulan gong oleh gubernur sulawesi tenggara yang di saksikan dirjen pembelajaran dan kemahasiswaan kemenristek dan pendidikan tinggi.

Gubernur sulawesi tenggara, Nur Alam dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan pekan ilmiah mahasiswa nasional ke 28 yang di gelar di provinsi sulawesi tenggara.

“Dengan adanya kegiatan pekan ilmiah mahasiswa tingkat nasional bisa menjadi ajang mengapresiasikan keahlian yang di miliki para mahasiswa utamanya dalam menciptakan penelitian yang bisa bermanfaat bagi masyarakat,”kata Nur Alam.

Direktur jenderal pembelajaran dan kemahasiswaan Profesor Intan Ahmad P.Hd mengatakan kegiatan pekan ilmiah mahasiswa yang bertaraf nasional telah menghasilkan ratusan hingga ribuan karya inovasi mahasiswa dan berperan penting dalam membangun kreatifitas dan penalaran ilmiah mahasiswa perguruan tinggi di seluruh indonesia.

” kementerian ristek dan pendidikan tinggi memberikan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada mahasiswa yang hadir dalam pekan ilmiah mahasiswa nasional ke 28 tahun 2015 untuk berkompetisi dan belajar mengasah kreatifitas ilmiah” demikian Profesor Intan Ahmad,P,Hd, Dirjen pembelajaran & kemahasiswaan kemenristek & dikti.

Sementara itu rektor universitas haluoleo kendari Profesor Umsman rianse mengatakan menyambut positif kegiatan pekan ilmiah mahasiswa nasional ke 28 yang di pusatkan di universitas haluoleo.
Dirinya berharap kegiatan ini bisa berjalan lancar dan sesuai harapan serta mampu berbuat yang terbaik demi mengharumkan nama baik daerah sulawesi tenggara. YJ

PGRI Tolak Rencana Pemerintah Menghapus Tunjangan Profesi Guru

Suarakendari.com -Kabar tentang  rencana pemerintah yang ingin menghapus tunjangan profesi guru (TPG) membuat para guru kecewa. Bahkan  organisasi   Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dengan lantang menentang rencana tersebut.

Seperti disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Sulistiyo, bahwa, rencana tersebut bukan saja merugikan guru tetapi juga melanggar janji Preseiden Jokowi yang  tidak akan menghapus tunjangan itu.

Menurut Sulistiyo, pada saat menjelang Pilpres 2014 silam, Jokowi sempat berkunjung ke Kantor PB PGRI dan  saat itu Jokowi berjanji bahwa TPG tidak akan dihapus, bahkan akan ditambah.

“Saat itu Pak Jokowi  meminta agar PGRI meluruskan SMS yang beredar menjelang pilpres tersebut yang menyatakan jika dirinya terpilih menjadi presiden TPG akan dihapus. Dan pada saat Rakorpimnas PGRI akhir Juni 2014 silam, Jokowi kembali menyatakan di depan peserta Rakorpimnas, bahwa tidak akan menghapus tunjangan profesi guru jika kelak terpilih,”ungkap Sulistiyo, dalam siaran persnya.

“Jadi jika Kemendikbud akan menghapus TPG, berarti Anies Baswedan, telah memberikan andil besar sehingga Presiden Jokowi membohongi guru,” tegas Sulistiyo.

Adapun dasar hukum pemerintah ingin menghapus TPG karena adanya UU ASN, Sulistiyo mengatakan, ada pemahaman yang salah dari pejabat Kemendikbud. Sebab TPG dan TPD (Tunjangan Profesi Dosen) harus tetap diberikan karena hal itu merupakan amanat UU Nor 14/2015 tentang Guru dan Dosen (UUGD).

Dalam UUGD tertulis sangat jelas bahwa guru (termasuk dosen) yang telah memperoleh sertifikat pendidikan (mengikuti sertifikasi) akan memperoleh satu kali gaji pokok. Diketahui, sampai saat ini sekitar 1,6 juta guru telah memperoleh TPG. Masih sekitar 1,5 juta guru belum memperolehnya.

“Sangat jelas bahwa untuk mengatur dan mengelola guru ya dasarnya UUGD bukan ASN. Kecuali guru sebagai PNS, jika ada hal yang belum diatur dalam UGD. Perlu diingat, tidak semua guru adalah ASN. Guru di sekolah swasta, guru tetap termasuk guru honorer itu tidak termasuk ASN. Mereka punya hak memperoleh TPG tetapi belum diatur penghasilan lainnya menurut ASN,” ujarnya.

Sulistiyo memberi contoh, jika ada orang mencuri kayu milik Perhutani, orang tersebut tidak dikenai pasal korupsi walau kayu itu milik pemerintah, tetapi UU Perhutani. Sama halnya juga jika orang membeli bahan bakar subsidi, pada hal dia tidak berhak memakainya, orang yang bersangkutan tidak dikenaikan pasal korupsi tetapi UU Migas.

“PGRI tentu percaya dan akan memegang janji teguh Jokowi. Jika guru dibohongi, tentu PGRI tidak tinggal diam, terlebih kalau penghasilan pegawai dan pejabat lain naik, malah guru turun, karena TPG dihapus. Jangan salahkan guru jika mereka berbondong-bondong mendatangi Istana menangih janji presiden,” kata Sulistiyo mengancam.

Seperti diketahui, Kemendikbud merencanakan akan menghapus TPG. Penyebabnya, ada guru yang sudah menerima TPG tapi belum bermutu baik. TPG juga akan dihapus karena di UU ASN PNS hanya akan menerima tunjangan kinerja. (SK/Sindonews)