Perusda Konsel Gelar RUPS, Bukukan Pendapatan Terbaik di 2018

Suarakendari.com-Perusahaan daerah (Perusda) Konawe Selatan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun Buku 2018 di Hotel Same, Kota Kendari, Minggu (31/3) pagi. RUPS tahun ini kembali dihadiri Bupati Konawe Selatan, Surunuddin Dangga, ST MT selaku perwakilan pemegang saham Perusda Konsel mewakili Pemerintah Daerah (Konawe Selatan), jajaran Badan Pengawas, jajaran direksi, SKPD dan pihak auditor serta  para karyawan.

RUPS yang digelar untuk kali ketiga ini dalam rangka mendengarkan laporan pertanggung jawaban direksi atas kondisi keuangan perusahaan dan keuntungan yang diperoleh perusda tahun 2018, serta perolehan besaran pembagian deviden untuk pemegang saham dalam hal ini Pemda Konawe Selatan.

“Ini RUPS ke tiga Perusda Konsel yang merupakan rapat tahunan dalam rangka melaporkan kondisi perusahaan secara keseluruhan, terutama berkaitan dengan perolehan pendapatan perusahaan selama satu tahun,”kata Arief Rachman, Direktur Utama Perusda Konawe Selatan.  

Dalam laporannya dihadapan pemegang saham dan badan pengawas,  Arief Rachman SE menjelaskan, pada tahun 2018 Perusda Konsel berhasil membukukan catatan pendapat terbaiknya dengan mengalami kenaikan pendapatan sebesar 85 persen atau sebesar Rp 8,058,689,381, dibanding sesi tahun 2017 dimana kenaikan pendapatan mencapai Rp 4,355,244,423 ,-.

Tren kenaikan di 2018 ini diikuti adanya  kenaikan laba yang cukup signifikan sebesar 179 persen dibanding tahun lalu, yakni mencapai Rp. 3.761.320.787,70  sedangan tahun 2017 kenaikan laba berada pada posisi Rp.1,346,952,000.

Dengan demikian porsi pembagian laba berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2011 pasal 72 ayat 1 dan 2 adalah laba rugi tahun berjalan 2018 Perusda Konsel mencapai Rp.3.761.320.787,70 meliputi deviden ke Pemda Konawe Selatan sebesar 55 persen atau Rp.2.068.726.433,30 dan cadangan umum sebesar 45 persen atau sebesar Rp.1.692.594.354,50.

Menariknya, tren kenaikan pendapan dan laba ini diikuti pada kenaikan asset perusahaan. Adapun total kenaikan aset Perusda Konsel tahun 2018 mencapai 41 persen.

Perolehan pendapatan terbesar Perusda Konsel tersebut, kata Arief berada usaha jasa pelabuhan tambang di dua lokasi yakni di Tinanggea dan Palangga Selatan. “Kami sangat berharap tren kenaikan pendapatan ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,”ujarnya optimis.

Sementara itu,  Bupati Konawe Selatan saat memberikan sambutan, menekankan pentingnya profesionalisme kerja sebagai upaya peningkatan dan perbaikan kualitas  manajemen perusahaan sehingga dapat meningkatkan pendapatan perusahaan.

” Jaman sekarang ini maju mundurnya satu perusahaan itu adalah perusahaan yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan mampu melihat peluang  bisnis terutama yang berkaitan dengan produksi usaha, sehingga kita tidak bisa lagi secara konvensional. Kita harus menggunakan cara-cara yang lebih terarah dan terjaga sesuai perkembangan jaman,”jelas Surunuddin.

Apalagi, lanjut Surunuddin, perusda memiliki misi yakni mendorong  tugas-tugas yang tidak bisa dilaksanakan  oleh pemerintah daerah yang tujuannya  memberikan kesejahteraan rakyat, sehingga perusahaan ini harus tetap sehat dan membuka lapangan kerja untuk masyarakat konsel.

Menurutnya, ke depan akan ada banyak peluang-peluang usaha yang bisa digarap perusda khususnya di bidang pertanian dan perkebunan. “Usaha perkebunan kelapa dan pertanian khususnya padi adalah peluag yang harus bisa digarap ke depan oleh Perusda. Untuk itu, sekali lagi mari kita sama-sama rawat dan besarkan ini perusahaan,”ajaknya.

Seperti diketahui sejumlah usaha kini tengah dijalankan Perusda Konsel yakni, usaha jasa pelabuhan tambang di Kecamatan Tinanggea/palangga selatan, usaha hatchary/hasil perikanan di Kecamatan Kolono Timur serta usaha pariwisata dan hotel yang kini tengah di bangun  di Kecamatan Andoolo dan Kolono Timur.   SK

UNTUNG MANIS BISNIS BUAH NAGA DI KONAWE SELATAN

Kecamatan Lalembuu, kini menjadi sentra penghasil buah naga di Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara menyusul pengembangbiakan tanaman buah naga oleh sejumlah desa. Banyak petani kini merasakan manisnya keuntungan dari bertani buah naga. Berikut hasil reportase tim suarakendari.com.

KOLONO TIMUR PUNYA KAWASAN PKL

Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan terus berbenah. Daerah berpenduduk kurang lebih 1000 jiwa ini kini punya Kawasan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang pembangunannya telah rampung dan telah diresmikan oleh Bupati Konawe Selatan, Surunuddin Dangga , Senin (7/1).


“Keberadaan pasar PKL ini diharapkan dapat mendorong kemajuan ekonomi di wilayah Kolono Timur dan disekitarnya,”kata Surunuddin.

Kawasan PKL ini dibangunan dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) di Kementrian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (Kemenkop UMKM) senilsi Rp. 451.930.000. Lapak di dalam kawasan PKL ini diprioritaskan untuk warga kurang mampu.

Konawe Selatan adalah satu-satunya kabupaten di Sultra yang dapat bantuan dari Kementerian langsung khususn untuk pembangunan bangunan penataan kawasan PKL dan itu berada di wilayah kolono timur yang merupakan gerbang strategis perekonomian antar kawasan kabupaten. Di sisi kiri lapak PKL merupakan daerah pelabuhan fery yang menghubungkan Kabupaten Konawe Selatan dengan Kabupaten Buton Utara dan kabupaten Muna dan Kota Baubau. Sehingga beradaan kawasan PKL cukup strategis untuk perputaran ekonomi daerah. SK

KONDA COCOK JADI LOKASI WISATA PEMANCINGAN

Sebenarnya bisnis ikan air tawar di Keccamatan Konda ini telah ada sejak lama, hanya saja pelaku bisnis masih dapat dihitung jari. Semula dikembangkan oleh satu orang, namun kini semakin berkembang. Terdapat lebih dari tujuh lokasi dengan luas empang berbeda-beda. Setiap pemilik empang membuat petak-petak empang dengan saluran air yang terawat baik. Di isi dengan ikan yang berbeda jenis pula. Ada yang khusus mengembangkan ikan lele, nila dan mas.

Lokasi milih warga transmigran ini, tak hanya beranfaat untuk bisnis ikan, namun juga menumbuhkan munat para wisatawan local untuk menikmati liburan. Selain disuguhkan pemandangan empang ikan di lokasi ini warga juga dapat menikmati aneka suguhan makanan dengan menu ikan air tawar yang gurih. Dan saat musim buah kita akan dapat menikmati buah-buahan segar seperti rambutan dan durian di tempat ini, karena di sisi sepanjang empat para pemilik menanam pohon produktif seperti  aneka buah-buahan.

Keberadaan kampung air tawar ini telah dipantau lama oleh Pemerintah Daerah Konawe Selatan melalui
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dan tentu saja dengan langsung memberikan bantuan, baik bantuan modal usaha maupun pendampingan. Tak hanya itu Kecamatan Konda kini menjadi salah satu penyangga program minadesa yang digagas pemerintah konsel saat ini.

“Kegiatan perikanan air tawar di Konda menjadi prospek bagi daerah Konsel dan ini salah satu wilayah penyanggah program minapolitan sekaligus wisata ,”kata Tahir seorang petugas perikanan Konsel.

Saat itu sejumlah wartawan berkesempatan melihat langsung lokasi empang air tawar yang luasnya berhektar-hektar itu, sekaligus menyaksikan panen ikan lele di Lambusa. Panen dilakukan dengan cara menguras air empang lebih dahulu, lalu membiarkan ikan keluar melalui pipa saluran air. Di mulut saluran para pekerja memasang jarring dan karung agar ikan dapat langsung diangkut ke dalam boks ikan. Satu empang yang luasnya enam kali delapan meter dapat menampung ikan sebanyak dua ribu ekor yang jika ditimbang beratnya dapat mencapai ratusan kilo gram. SK

AKTIFITAS TAMBANG BATU RUSAK PARIWISATA PANTAI SENJA

Kegiatan pertambangan batu gunung telah merusak sebagai area wisata di pantai senja. foto: yoshasrul

Pulau senja adalah destinasi wisata di wilayah administrasi Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan. Tempatnya yang tidak terlalu jauh dari kota kendari dan transportasi yang mudah menjadikan Pulau Senja jadi Destinasi weekend favorit banyak traveler. Hanya berjarak sekitar 50 km dari kota Kendari dan dapat di tempuh dengan perjalanan darat, naik motor atau menaiki mobil selama 45 menit.

Bagi orang-orang di sekitar Kota Kendari tempat ini tentu menjadi salah satu destinasi yang rekomended, pulau senja punya pantai dengan pasir putih yang cantik, punya struktur batu cadas bak candi di atas laut, punya area untuk snorkeling dan kaya akan biodiversity yang dapat kamu temukan di sana.

Selain waktu dan transportasi yang mendukung tentu dari segi budget tidak terlalu menguras dompet, dengan catatan pergi ke pulau itu ramai-ramai patungan sewa kapal.

Sayang, di balik keindahan panorama yang dimiliki, keberadaan pulau senja kini dalam kondisi terancam oleh aktivitas tambang batu yang kini marak di Kecamatan Moramo Utara dan sebagaian kawasan hutan menjadi rusak. Bahkan operasi tambang batu kini sudah mencapai pesisir, sebentar lagi menghancurkan taman batu di pesisir laut moramo utara dan mengancam pesona pulau senja yang indah. “Sayang seribu sayang Tuhan memberi keindahan, manusia yang menghancurkan. kita tak mampu menjaga potensi kita sendiri tentu sangatlah disayangkan. ibarat tuan rumah yang menghancurkan rumahnya sendiri,”kata Dhany, pemerhati lingkungan. SK

Bupati Konsel Resmikan Kampung Kreatif “Kamelia”

Suarakendari.com-Bupati Konawe Selatan H. Surunuddin Dangga, Kamis (22/11) meresmikan Kampung Kreatif Limbah Kayu (Kamelia) di Desa Pangan Jaya, Kecamatan Lainea. Turut hadir di kegiatan tersebut, sejumlah SKPD lingkup Pemkab Konawe Selatan, perwakilan Badan Usaha Milik Negara PT Permodalan Nasional Madani (PT PNM), PERUSDA konsel, para kepala desa, camat dan para pengrajin kriya Desa Iwoimendoro dan pengrajin Desa Pangan Jaya.

Peresmian kampung kreatif ini sekaligus penutupan klasterisasi meubel dan handycraft dari Badan Usaha Milik Negara PT Permodalan Nasional Madani yang sudah bekerja selama enam bulan bersama Dinas PAriwisata dan Ekonomi Kreatif mendampingi masyakat pengrajin kriya di Desa Pangan Jaya.

Dalam sambutannya Bupati Konawe Selatan, H. Surunuddin Dangga mengatakan, saat ini pemerintah konawe selatan tengah mendorong produk-produk unggulan desa salah satunya di Desa Pangan Jaya. Di desa ini selain pertanian, unggulan lainnya adalah industri kreatif. “Jadi penguatan organisasi melalui kampung kreatif ini adalah cara kita untuk mendorong penguatan ekonomi daerah sebagai satu kesatuan dan kebersamaan dalam menciptakan ekonomi baru, agar masyarakat lebih tertarik sebagai produk unggulan daerah,”kata Surunuddin.

Saat ini, lanjut Surunuddin, di Konawe Selatan lokasi pengrajin limbah kayu yang menjadi binaan pemda konsel, yakni di Desa Iwoimendoro, Kecamatan Basala dan Desa Pangan Jaya, Kecamatan Lainea. “Nanti rencananya kita akan terus perluas dan mendorong desa-desa lain yang juga memiliki potensi yang sama. Upaya yang dilakukan Pemda selain membangun kerjasama dengan BUMN seperti PNM untuk membantu permodalan bagi usaha kecil, juga telah mengupayakan adanya bantuan peralatan pengrajin melalui kerjasama Bekraf Pusat dengan harapan bisa menghasilkan produk yang lebih baik,”jelasnya.

Berikutnya, kata Surunuddin, pemda akan berupaya mencarikan pasar agar produk pengrajin kita bisa terjual. Salah satu upaya membuka jaringan pasar bagi pengrajian adalah pasar lokal. “Kita bisa membantu pengrajin dengan membuka pasar di wilayah kita dulu, jangan memasarkan jauh-jauh sementara kita sendiri belum pakai, kan ada banyak sekolah kita seperti PAUD, TK yang bisa menggunakan produk ini dan itu wajib digunakan produk lokal ini,”jelasnya.

Sementara itu perwakilan PT PNM yang secara khusus hadir menyambut baik peresmian Kampung Kreatif Kamelia. “Kami dari PT PNM sangat senang atas launching kampung kreatif ini. karena apa yang dilakukan PNM selama enam bulan sebelumnya kita membina industri mebel dan handycraft di desa pangan jaya ini ditindaklanjuti oleh Pemkab Konawe Selatan, walaun enam bulan itu belum apa-apa bagi PNM dan sifatnya hanya sebagai pemantik saja, jadi lanjutan menjadi kampung kreatif ini akan bagus sekali. Jadi apa yang PNM sudah lakukan kemarin tidak sia-sia. Harapan kami setelah kampung kreatif dilaunching, aktifitas dan kreatifitas limbah kayu di Desa Pangan Jaya ini akan lebih terkenal lagi. Kalau lebih terkenal lagi berarti pasarnya akan lebih terbuka sehingga akan lebih baik untuk industri kecil menengah di desa pangan jaya,”kata Octo Wibisono, Wakadiv PKU PT PNM.

“Alhamdulillah launching Kampung Kreatif Limbah Kayu “Kamelia” yang difasilitasi oleh PT. PNM Persero dan dilaunching oleh Bapak Bupati Konawe Selatan. Terimakasih yang tak terhingga untuk Bpk Bupati dan semua pihak yang telah bersinergi mewujudkan terwujudnya kampung kreatif limbah kayu “Kamelia”. Semoga Inovasi kampung Kreatif Limbah Kayu ” Kamelia “menjadi cikal bakal Kemajuan ekonomi kreatif diKonawe selatan utk mewujudkan Desa Maju Konsel Hebat,”kata Suartin Sianti, Kepala Bidang Ekraf Dinas Pariwisata Konawe Selatan. SK

Sensasi Memancing di Rumah Bagang

Memancing di sungai atau di laut mungkin sudah biasa, namun memancing di rumah bagang patut dicoba sebagai menjadi alternatif pilihan diwaktu liburan anda di akhir pecan. Selain bisa memilih ikan berbagai jenis sesuka hati, Anda juga menikmati ikan bakar hasil pancingan sambil terus mengulurkan kail ke laut.
Ya,inilah yang dilakukan sekelompok warga di pesisir desa, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara yang memanfaatkan waktu liburan akhir pekan mereka dengan memancing di sebuah rumah bagang milik Sarifudin, warga nelayan setempat.
Rumah bagang sendiri berukuran 6 x 8 meter persegi, merupakan rumah panggung terbuat dari kayu yang berdiri kokoh di atas laut dan di bagian bawah rumah disimpan berbagai jenis ikan laut. ikan-ikan berbagai jenis dan ukuran ini disimpan dalam kolam air yang diseluruh sisinya di pasangi jaring -jaring yang berfungsi sebagai pembatas agar ikan tidak lari.
Memancing di bagang yang penuh ikan ini memang memiliki sensasi tersendiri bagi para pemancing, sebab di rumah bagang ini para pemancing bisa memilih jenis dan ukuran ikan hidup yang akan dipancingnya. Cara memancing pun sedikit berbeda dimana kail harus di turunkan melalui celah lantai rumah yang terbuat dari kayu. Tak hanya itu hasil pancingan yang masih hidup dapat langsung di bakar di perapian yang sudah disiapkan pemilik bagang.
Sarifudin pemilik bagang mengaku setiap minggunya, rumah bagang miliknya selalu di kunjungi para pemancing yang berasal dari Kota Kendari. Selain menawarkan paket ikan murah memancing di rumah bagang juga terasa alami karena didukung panorama alam laut yang alam sehinggai membuat orang yang datang betah duduk berlama-lama di rumah bagang.
Perairan laut konawe selatan memang menyimpan surga ikan bagi nelayan setempat. Apalagi di sepanjang pesisir daerah kecamatan laonti belum banyak dikembangkan rumah bagang seperti milik Sarifudin tersebut. Pemerintah konawe selatan masih berusaha mengembang pemberdayaan rumah bagang yang dapat mensejahterakan warga setempat.

Kegiatan Bursa Inovasi Desa di Konsel Tak Sesuai Harapan

Suarakendari.com-Pelaksanaan kegiatan Bursa Inovasi Desa tak sesuai yang diharapkan seperti tujuannya sebagai forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Konawe Selatan ini digelar terkesan asal-asalan dan tidak profesional. “Terlihat jika kegiatan ini dilaksanakan secara tidak profesional alias asal jadi,”kata Iman, anggota tim Ruruhi Project selaku salah satu komunitas konsultan desa yang diundang di kegiatan tersebut.

Tidak profesionalnya panitia penyelenggara bursa inovasi desa terlihat dari kondisi persiapan di arena kegiatan bursa, panitia hanya menyediakan tenda besi sebanyak tiga lokal yang disulap sebagai bilik yang hanya dibatasi dengan tirai kain, sehingga suara antara bilik benar-benar berisik. Sebagian bilik tidak dilengkapi dengan alat pengeras suara, sehingga membuat forum konsultasi antara pelaku desa dan konsultan tidak berjalan baik.

Kegiatan konsultasi juga terkesan amburadul, sebab, para peserta inovasi desa tidak tertib dan terkesan ada pembiaran dari panitia. “Kegiatan benar-benar tidak tertib, peserta inovasi dibiarkan berkeliaran dan sebagian tidak tidak ambil peduli untuk melakukan konsultasi secara teratur,”ungkap Iman.

Dari sisi konten kegiatan juga dianggap tidak berjalan sesuai yang harapkan. Sebagaimana termaktub dalam maksud pelaksanaan Bursa Inovasi Desa yaitu untuk menjembatani kebutuhan pemerintah desa akan solusi bagi penyelesaian masalah, serta inisiatif atau altenatif kegiatan pembangunan desa dalam rangka penggunaan dana desa yang lebih efektif dan dan inovatif. “Sangat disayangkan, peserta bursa hanya datang mencatat menu yang dberikan tanpa berkonsultasi secara mendalam terkait potensi-potensi yang ada di desa mereka,”kata Iman.

Kegiatan-kegiatan yang akan dipamerkan dalam Bursa Inovasi Desa juga ikut disorot, yakni yang seharusnya berupa kegiatan-kegiatan yang bernilai inovatif dalam pembangunan desa. “Kita berharap ada ide-ide kreatif yang lahir dan berkembang di desa-desa dan bisa saling berbagi informasi. Tapi itu tidak muncul,”keluh Indah dari Komunitas Teras.

Kegiatan Bursa Inovasi Desa juga terkesan miskin ide, para konsultan seolah hadir hanya sebagai penjual produk. “Awalnya kita ingin ada konsultasi yang lebih mendalam dan tugas kami membantu pelaku desa untuk mengidentifikasi potensi desa mereka dan memberikan solusi pengelolaan desa,”ujarnya.

Kegiatan Bursa Inovasi Desa di Kabupaten Konawe Selatan berlangsung tiga hari (20-22 September 2018) merupakan kegiatan yang sudah berlangsung dua tahun dan menghadirkan kurang lebih 350 desa di konawe selatan.

Tujuan dari Bursa Inovasi Desa, antara lain sebagai berikut:

Mendiseminasikan informasi pokok terkait Program Inovasi Desa (PID) secara umum, serta Program Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa secara khusus.
Menginformasikan secara singkat pelaku-pelaku program di tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa.
Memperkenalkan inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa dalam menyelesaikan masalah dan menjalankan kegiatan pembangunan.
Membagi kegiatan inovasi yang telah di dokumentasikan dalam bentuk video maupun tulisan.
Membangun komitmen replikasi.
Menjaring inovasi yang belum terdokumentasi.
Membagi informasi Penyedia Jasa Layanan Teknis (PJLT).
Untuk diketahui bahwa Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Desa memiliki dua kewenangan khusus, yaitu kewenangan berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal skala Desa. Untuk mendukung desa dalam pelaksanaan kedua kewenangan tersebut, Pemerintah telah mengucurkan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) sejak tahun 2015. Dengan adanya kuncuran dana ke desa-desa, diharapkan desa berkemampuan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya secara efektif, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa.

Namun, disadari bahwa kapasitas Desa dalam menyelenggarakan pembangunan dalam perspektif “Desa Membangun”, masih terbatas. Keterbatasan itu tampak dalam kapasitas aparat Pemerintah Desa dan masyarakat, kualitas tata kelola Desa, maupun sistem pendukung yang mewujud melalui regulasi dan kebijakan Pemerintah yang terkait dengan Desa.

Sebagai dampaknya, kualitas perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pemanfaatan kegiatan pembangunan Desa kurang optimal dan kurang memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa.

Pembangunan desa lebih terfokus pada kegiatan infrastruktur seperti pembuatan rabat beton, pembangunan gedung, dll. Sedangkan, kegiatan-kegiatan yang bersifat pemberdayaan masyarakat porsinya dalam APBDes (Anggaran Pendapatan Belanja Desa) masih sangat minim.

Oleh karena itu, Program Inovasi Desa (PID) dimunculkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui peningkatan kapasitas desa dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas. SK

Sekolah Lapang Iklim Promosikan Budi Daya Jagung Cerdas Iklim

Suarakendari.com-Petani jagung peserta Sekolah Lapang Iklim (SLI) bersama Pemerintah Daerah Konawe Selatan mengakhiri rangkaian kegiatan SLI dengan menggelar Panen Raya di petak percontohan (demonstration plot/demoplot) di Kelurahan Punggaluku, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Senin (25 Juni 2018). Dalam Panen Raya petani menyampaikan testimoni dan berbagi pengalaman selama mengikuti SLI, sementara Badan Pusat Statistik melaporkan hasil ubinan (perkiraan panen) dari petak percontohan.

Secara keseluruhan, hasil pengubinan di tiga petak percontohanmemuaskan, dengan lebih dari 8 ton pipilan basah per hektar. Dengan asumsi penyusutan ke pipilan kering 20 persen, maka hasil petak percontohan 6,4 ton pipilan kering per hektar melampaui rata-rata produksi Konawe Selatan yaitu 4-5 ton pipilan kering per hektar.

SLI merupakan kegiatan pendampingan petani yang diselenggarakan oleh program USAID Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (USAID APIK) bekerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologidan Geofisika (BMKG), Dinas Pertanian, Badan Pengkajian Teknologi Pertanian, dan beberapa pihak lainnya.

Sebelumnya, SLI telah dilaksanakan untuk komoditas padi di Kelurahan Baruga, Kota Kendari pada Juli-Oktober 2017. Kali ini, SLI menyasar komoditas jagung dengan menggandeng pihak swasta yaitu Bank Sultra, Asuransi ACA, dan Syngenta. Komoditas jagung di Sulawesi Tenggara memiliki potensi yang besar dan produktivitasnya diharapkan meningkat guna memenuhi permintaan jagung nasional. Akan tetapi, produksi seringkali terkendala oleh perubahan cuaca ekstrem dan keterbatasan teknik budi daya. SLI jagung berupaya menjawab tantangan tersebut dengan menggunakan pendekatan pertanian cerdas iklim guna meningkatkan produktivitas dengan memperhitungkan faktor perubahan iklim.

Dalam SLI, petani menggunakan petak percontohan sebagai sarana belajar bersama. Ketiga puluh peserta melakukan pengamatan secara berkelompok setiap hari di petak tersebut untuk melihat kondisi dan pertumbuhan tanaman, parameter cuaca (suhu, kelembapan, curah hujan), serta mengamati organisme di sekitar kebun. Peserta bertemu setiap sepuluh hari untuk mendiskusikan dan menganalisis temuan di petak percontohan bersama para narasumber dan fasilitator untuk menentukan tindakan selanjutnya, sambil mendalami teknik budidaya cerdas iklim.

Faisal Habibie, prakirawan cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengatakan, “Selama ini penggunaan informasi cuaca oleh petani masih minim, oleh karenanya SLI berupaya mendekatkan petani dengan dengan informasi tersebut. Memang di awal pertemuan, masih banyak petani yang bingung, namun karena langsung mengamati kondisi dengan menggunakan termometer dan alat pengukur curah hujan, serta mendiskusikannya, maka mereka lebih cepat paham.

Manajer regional program USAID APIK Sulawesi Tenggara, Buttu Ma’dika menjelaskan, “Melalui SLI, petani tak hanya belajar teori namun langsung mempraktikkannya di petak percontohan, sehingga proses pembelajaran lebih menyeluruh melalui pengalaman di lapangan. Selain itu, dengan keterlibatan BMKG, Dinas Pertanian dan sektor swasta maka petani lebih memahami informasi cuaca dan iklim, akses permodalan, dan perlindungan usaha sehingga dapat mengambil langkah yang tepat untuk meningkatkan usaha tani mereka,” ujarnya.

Salah satu peserta SLI dari Desa Aepodu mengaku melalui SLI ia dapat menghemat pengeluaran usaha taninya. “Biasanya kami gunakan pupuk kimia seperti urea atau TSP. Namun dari SLI kami belajar membuat pupuk organik, yang bahan-bahannya mudah didapat. Kami juga membuat pestisida nabati untuk mengusir hama. Dengan begitu kami dapat memotong biaya, dan juga, bahan organik lebih ramah lingkungan,” jelasnya. Ida menambahkan oleh BMKG ia diajarkan membaca informasi cuaca, seperti suhu, curah hujan dan ketersediaan air di kebun, sehingga tahu kapan waktu yang tepat untuk menanam.

Sektor swasta yang terlibat mengaku gembira dengan SLI. Jakub Nugraha, Senior Vice President untuk Micro Insurance dari Asuransi ACA menilai SLI menjadi wadah masing-masing pihak untuk belajar satu sama lain. Menurutnya, melalui SLI petani mendapatkan informasi yang jelas tentang pentingnya asuransi pertanian.

Sementara itu Depid, Direktur Pemasaran Bank Sultra berharap dengan melek finansial, petani dapat memahami skema pinjaman modal dan mengelola usaha tani lebih baik.

Sustainable Productivity Manager Syngenta, Maria Benedikta menekankan bahwa dukungan terhadap SLI sejalan dengan komitmen Syngenta dalam mendorong ‘The Good Growth Plan’ untuk meningkatkan hasil panen dan memberdayakan petani kecil.

Panen Raya ytang digelar menandai berakhirnya kegiatan SLI jagung, namun berbagai rencana masih akan berlanjut.Para peserta SLI mengaku siap untuk menyebarluaskan pengetahuan yang didapat kepada petani lain di desanya. Sementara itu, Asuransi ACA dan Bank Sultra berencana untuk mendampingi terkait
permodalan dan perlindungan usaha. SK

Banjir Besar Landa Desa Lamokula

. Dokumentan foto: candra Suarakendari-Tingginya intensitas hujan membuat banjir melanda sejumlah daerah di Sulawesi Tenggara. Seperti tahun-tahun sebelumnya, banjir besar kerap menyambangi Desa Lamokula, Kecamata Moramo, Kabupaten Konawe Selatan. Banjir yang diakibatkan meluapnya sungai Lamokula ini merendam seratusan rumah dan memaksa penghuni rumah mengungsi ke lokasi yang aman, Senin (25/6/2018). Di desa ini terdapat tiga dusun yang terendam banjir setinggi satu sampai dua meter dan nyaris menenggelamkan rumah warga. SK