SEHARI BERSAMA KAPAL KEMANUSIAAN

Ahad pagi di penghujung 2018 lalu, Saya berkesempatan mengikuti perjalanan kapal kemanusiaan milik Asia Moslem Charity Foundation (AMCF) bersama rombongan ibu-ibu PKK Konawe Selatan yang mendukung kegiatan kemanusiaan ini. Pelabuhan lapuko menjadi titik berangkat. Saya penasaran Ingin segera melihat wujud kapal ini.

Sekitar lima belasan menit menanti, kapal akhirnya muncul diujung tanjung. Ternyata berupa speed boad berukuran sedang. Kapasitas muat kapal tak lebih dari 20 orang sudah temasuk nakhoda dan ABK . Speed boat dibuat dari bahan yang ringan fiberglass mungkin agar lebih mendukung kecepatan kapal dan bisa bermanuver lebih mudah.

Biasanya, jika sebuah speed boat dirancang sebagai wahana rekreasi, penampilan kokpit didesain terbuka dengan sejumlah tempat duduk penumpang sehinga suasana lebih menyenangkan saat menikmati pemandangan alam laut. Jika diperuntukkan sebagai kapal penumpang atau sebagai wahana fast boat antar pulau, maka semua di desain tertutup untuk kenyamanan penumpang menghindarai adanya terik matahari dan melindungi dari hujan.

Tim AMCF lebih memilih Speedboat model kedua ini karena dirancang khusus untuk fast boat antarpulau. Desain depan kapal selalu berbentuk lancip untuk mengurangi hambatan., dengan kecepatan yang dihasilkan speed boat tersebut maka cukup efektif mendistribusikan barang-barang lebih cepat juga lebih fleksibel, mudah berlabuh di berbagai tempat.

Tentu ini pengalaman pertama Saya bersama kapal kemanusiaan. Kapal terawat baik. Kebersihan dalam ruang kapal cukup terjaga, mungkin karena kapalnya baru plus awak kapal yang patuh SOP. Masuk geladak saja harus buka alas kaki.

Kapal dilengkapi pendingin udara, jadi penumpang tak diperkenankan merokok dalam ruang. Masuk ke dalam kapal tak ubahnya sebuah rumah, dimana terdapat dua ranjang susun yg terletak bagian tengah. Sedangkan di bagian depan kursi panjang di sisi kiri kanan. Satu kursi panjang lainnya disimpan di bagian belakang, mungkin di desain khusus untuk penumpang yang hoby mancing. Dapur mungil serta MCK menjadi pelengkap dari speed yang saya taksir seharga 6 miliar rupiah ini. Jadi memang cukup nyaman berada dalam kapal bantuan negara dubai dan emirat arab ini.

Di kapal saya berbincang dengan pak Sulaiman, coordinator kapal kemanusiaan wilayah Sulawesi Tenggara. Beliau mengatakan, di Sulawesi Tenggara kapal kemanusiaan pertama bergerak di Kabupaten Konawe Selatan tepatnya di Kecamatan Laonti. Ada empat desa yang masuk dalam program bantuan AMCF masing-masing Desa Labuan Beropa, Tambeanga,Wandaeha dan LabotaOne.

Program AMCF ini mendapat dukungan pemerintah Konawe Selatan, DPRD dan tim penggerak PKK Konawe Selatan serta pemerintah desa. “Kami berterimakasih pada Bapak Bupati Konawe Selatan, anggota dewan dan ibu penggerak PKK yang sudah memberikan dukungan kepada kami dalam menjalankan misi kemanusiaan di wilayah ini,”ujar Sulaiman.

Di laonti Kapal Kemanusiaan membawa kebutuhan dasar logistik berupa sembako, dan melakukan kegiatan sosial berupa perbaikan MCK serta membantu pembangunan rumah bagi warga kurang mampu. Kegiatan lain yakni, pelayanan medis bagi masyarakat, serta bimbingan spiritual keagamaan bagi warga. Warga pun menyambut antusias.

Saya banyak mendengar berita tentang Kapal Kemanusiaan yang digawangi Yayasan Muslim Asia (AMCF). Beberapa waktu lalu kapal ini sempat menjalankan misi kemanusiaan di Palu membantu penanganan korban musibah bencana gempa dan tsunami. Untuk mengetahui lebih jauh saya menyempatkan mengogling tentang sepak terjang AMCF khususnya di Indonesia. dan saya mendapatkan banyak informasi di sana, terutama tentang misi yang diemban AMCF melalui kegiatan kapal kemanusiaan ini.

Bagi saya ini luar biasa. Ternyata Kapal Kemanusiaan telah menyambangi banyak sekali desa-desa terpencil di sepanjang garis pantai yang tidak bisa dilalui jalur darat. Tak ubahnya, misi kemanusiaan yang diemban lembaga-lembaga lain, seperti ACT, bulan sabit dll, AMCF juga menjadi garda terdepan membantu di daerah-daerah terisolir.Tim Kemanusiaan AMCF Sulawesi Tenggara menjangkau wilayah pesisir bersama tim medis. Rencananya Tim Kemanusiaan akan bertugas di Konawe Selatan hingga awal tahun depan sebelum bergeser ke wilayah konawe kepulauan. (Yos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.