Saat Prajurit TNI Menjadi Guru Ngaji

Gadis cilik usia sekolah dasar itu membuka buku pelajaran Iqra (tuntunan membaca al Quran), di hadapan pria dengan peci putih, namun berkaos loreng militer. Sesaat kemudian, pria itu terdengar mengajari si cilik, yang bernama Kesya, sambil sesekali tangannya menunjuk huruf-huruf Arab di buku itu.

Thomas, nama pria berpeci putih, sehari-hari adalah prajurit TNI yang berdinas di Koramil 02 Wawotobi. Namun saat ini (Senin, 18 Maret 2019), ia adalah guru mengaji Kesya di rumahnya, Desa Karandu pelosok Konawe, Sulawesi Tenggara.

Menetap di rumah keluarga Roswani, sebagai orang tua asuh selama pelaksanaan TMMD, Thomas dan rekan sesama prajurit tinggal selama sebulan penuh di rumah-rumah penduduk yang bertindak sebagai orang tua asuh mereka selama melakukan kegiatan.

“Setiap malam saya diajar mengaji oleh bapak tentara yang tinggal di rumah, saya sangat senang,” ungkap Kesya, sambil melanjutkan, “Yang saya tahu, tentara itu tegas dan disiplin, tapi ternyata juga mempunyai pengetahuan agama yang luas,” ucapnya sambil tersenyum.

Thomas mengatakan, kegiatan TMMD yang berlangsung dari tanggal 26 Februari – 27 Maret 2019 ini, sangat mendekatkan antara TNI dengan rakyat. Para prajurit yang setiap hari hidup dalam  dengan kehidupan dan disiplin keras ala militer, menampilkan sisi-sisi lain mereka yang acap kali tidak terlihat.

Salah satunya dengan menjadi guru ngaji anak-anak warga di lokasi TMMD. Hal ini diakuinya menambah kedekatan dan hubungan erat dengan warga yang menjadi orang tua asuh.

Ini di-amin-kan oleh Dansatgas TMMD 104 Konawe, Letkol CPN Fajar Lutvi Haris Wijaya. “Prajurit TNI akan lebih dekat dengan orang tua asuh dan anggota keluarganya , termasuk juga dengan masyarakat lainnya, ” ujar perwira yang  menjabat sebagai Dandim 1417 Kendari ini. (UT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.