Peristiwa

Menjadi Masyarakat yang Tanggap Pada Bencana Banjir

×

Menjadi Masyarakat yang Tanggap Pada Bencana Banjir

Sebarkan artikel ini

Kendari, suarakendari.com-Bencana hidrometereologi berupa banjir dan tanah longsor melanda sebagian wilayah Indonesia dalam sepekan terakhir. Dilaporkan puluhan ribu rumah terendam dengan ratusan ribu orang terdampak. Ratusan hektare lahan persawahan tergenang. Begitu pula banjir merendam rumah sakit dan gedung sekolah. Beberapa orang dilaporkan meninggal dunia.

Di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, hujan deras sejak Senin (04/03) menyebabkan 11 kelurahan kebanjiran dengan ketinggian hingga dua meter. Dilaporkan 715 rumah terendam banjir dan satu orang meninggal. Di Kabupaten Konawe banjir merendam ratusan rumah dan membuat jalur transsulawesi selama sehari terendam banjir membuat arus lalulintas di daerah ini terganggu.

Di Kota Padang dan sekitarnya di Sumatra Barat, sebanyak 10 kecamatan terendam air dengan ketinggian hingga dua meter. Selain banjir, di Kabupaten Pesisir Selatan, banjir bandang menyebabkan 10 orang hilang.

Di Kota Cirebon, Jawa Barat, banjir sejak Selasa (05/03/2024) lalu telah merendam 42.617 rumah dan 160.414 jiwa terdampak di sembilan kecamatan. Dua orang dilaporkan meninggal dunia.

Banjir juga menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, akibat hujar deras sejak Kamis (05/03/2024).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat atau angin kencang masih akan terjadi pada periode Jumat (08/03) hingga Kamis (14/03).

Tanggap Bencana

Banjir merupakan musibah yang kerap muncul di Indonesia, terutama pada musim penghujan seperti saat ini. Seperti yang terjadi belakangan, banjir melanda sebagian wilayah Indonesia dan menimbulkan kerugian yang besar bagi masyarakat yang terdampak. Tidak hanya rumah dan lahan pertanian yang terendam air, namun juga korban jiwa yang meninggal akibat banjir.

Terkait dengan bencana banjir,  masyarakat harus bisa menjadi lebih tanggap akan situasi sekitar. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai langkah awal dalam menghadapi bencana banjir. Pertama, masyarakat dapat mempersiapkan diri dengan membuat perlengkapan yang memadai seperti flashligth, baterai cadangan, makanan kering serta air mineral yang cukup. Kedua, lebih baik mengikuti arahan dan instruksi dari petugas medis dan petugas terkait bencana banjir. Ketiga, selalu update berita dan informasi terkait situasi perkembangan banjir.

Selain itu, menjadi masyarakat tanggap pada bencana banjir harus dimulai dengan kesadaran diri dan juga kepedulian pada lingkungan sekitar. Mengurangi penggunaan plastik dapat memperkecil risiko banjir yang disebabkan karena tersumbatnya saluran air oleh sampah plastik. Selain itu, memperhatikan penggunaan tabung-tangki air yang pas pada atap rumah atau bangunan sekitar dapat membantu memaksimalkan fungsi pengaliran air saat hujan turun.

“Meskipun banjir adalah musibah yang tidak diinginkan, namun kita sebagai manusia yang beradab harus bisa berbuat tindakan yang bermanfaat dalam situasi kritis tersebut. Kita harus mampu menjadi masyarakat yang tanggap dan peduli pada lingkungan sekitar. Tidak ada salahnya bagaimana kita berperan aktif bersama-sama dalam upaya pencegahan dan penanganan banjir agar tidak terjadi kerugian yang lebih besar. Dengan begitu, daerah atau kota kita bisa lebih aman dan nyaman bagi kita dan generasi selanjutnya,”kata Firman, pemerhati lingkungan di Kendari. Sk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *