Peristiwa

Mengintip Persiapan Rapat Kerja Nasional III Ikatan Dokter Indonesia dan Rakernas XVI Ikatan Istri Dokter Indonesia di Kendari

×

Mengintip Persiapan Rapat Kerja Nasional III Ikatan Dokter Indonesia dan Rakernas XVI Ikatan Istri Dokter Indonesia di Kendari

Sebarkan artikel ini

Kendari, suarakendari.com-Kota Kendari menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Kerja Nasional III Ikatan Dokter Indonesia dan Rakernas XVI Ikatan Istri Dokter Indonesia. Sejumlah agenda telah disiapkan untuk mengisi kegiatan ini. Rakernas IDI dan IIDI dimulai hari Rabu (22/11/2023)

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Istri Dokter Indonesia Haslinda Daulay Abidinsyah menjelaskan Rakernas IIDI yang berlangsung di Kota Kendari, mereka akan menjalankan sejumlah agenda, mulai dari rapat evaluasi, penyusunan program kerja dan mengeluarkan rekomendasi.

Menurutnya, dalam menjalankan organisasi IIDI, mereka memiliki tiga program unggulan yang siap dikolaborasikan dengan stakeholder di daerah, untuk menyehatkan masyarakat terkhusus remaja dan keluarganya. Program itu yakni, mensosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sosialisasi penyakit menular dan ketahanan keluarga.

“Ini penting bagi kita, karena dalam program ketahanan keluarga itu kita bergerak mensosialisasikan pentingnya mencegah stunting di masyarakat Indonesia ini, kemudian menjelaskan bagaimana reproduksi remaja harus sehat apabila dia menjelang pernikahannya dan kita juga menghindari pernikahan dini dan yang paling penting lagi bagaimana kita mengajarkan para remaja supaya mereka mengenal financial untuk masa depannya,” jelasnya, dalam acara pembukaan Rakernas.

Menurutnya, Rakernas ini juga merupakan ajang silaturahmi untuk menunjukkan beranekaragam seni dan budaya serta kearifan lokal yang ada di Indonesia.

Rencana kolaborasi IIDI, mendapatkan respon positif dari Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tenggara, WA Ode Munana Asrun Lio. Dia mengatakan saat ini Sulawesi Tenggara berada pada posisi ke 9 daerah terbanyak kasus stunting di Indonesia. Jumlah ini sudah membaik dari sebelumnya di posisi 5.

Ketua Darma Wanita Persatuan ini mengaku, hasil kunjungannya di salah satu daerah di Kabupaten Buton yang memiliki cukup banyak kasus stunting, kondisi masyarakatnya cukup memprihatinkan, sehingga butuh dukungan banyak pihak.

“Semoga kami bisa bekerjasama dengan ikatan istri dokter yang di Kendari khususnya untuk kita bahu-membahu menuntaskan masalah yang dihadapi oleh perempuan-perempuan di daerah-daerah yang stuntingnya cukup tinggi,” pintanya.

Menurutnya, salah satu penyebab stunting adalah kurangnya pengetahuan dalam mempersiapkan generasi berkualitas.

Selain itu, Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Tenggara ini juga memperkenalkan sejumlah makan khas non beras yang menyehatkan serta mengajak para peserta berbelanja kain tenun khas Sulawesi Tenggara.

Rencananya Rakernas IIDI akan berlangsung hingga tanggal 24 November. Ketua IIDI Kota Kendari Ulfiandani Sultriany Imran menjelaskan, sejumlah agenda telah mereka susun selama pelaksanaan Rakernas.

Acara dimulai dengan welcome dinner yang diselenggarakan di Balai Kota Kendari tanggal 21 November, pembukaan Rakernas IDI dan IIDI tanggal 22 November, pameran produk khas daerah dan pameran foto kegiatan IIDI selama berlangsung Rakernas, malam keakraban dan seni tanggal 23 November, olahraga dan kunjungan ke posyandu Nyiur Melambai di Kelurahan Purirano Kecamatan Kendari, Kota Kendari, city tour dan gala dinner sekaligus penutupan tanggal 24 November.

“Salah satu tujuan Rakernas ini yaitu menyusun hasil reker yang merupakan materi yang diajukan dalam muktamar IIDI mendatang,” katanya.

Sebelumnya, Pj. Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu menyambut baik acara Rakernas IDI dan IIDI 2023 ini. Selain akan mendorong pertumbuhan perekonomian dan pariwisata Kota Kendari, pelaksanaan acara Rakernas ini diharapkan dapat mempererat dan membangun tali silaturahmi antar dokter Indonesia serta maju bersama-sama membangun kesehatan bangsa.

Untuk diketahui, Rakernas IDI dan IIDI ini, diikuti sekira 500 dokter umum, dokter spesialis, guru besar kedokteran dari seluruh Indonesia yang mewakili 35 IDI wilayah, 37 perhimpunan spesialis, 55 keseminatan dan 44 IIDI cabang se Indonesia hadir di kota yang juga dikenal dengan julukan Kota Lulo ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *