Kultur

Mengenal Tradisi Kamomose Atau Tradisi Mencari Jodoh Setelah Lebaran di Buton Tengah

×

Mengenal Tradisi Kamomose Atau Tradisi Mencari Jodoh Setelah Lebaran di Buton Tengah

Sebarkan artikel ini

 

Buton Tengah, suarakendari.com – Warga Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah menggelar tradisi kamomose atau tradisi mencari jodoh senin malam (9/5/2022).

Tradisi itu di ikuti puluhan hingga ratusan anak gadis, yang menggunakan pakaian adat buton dan digelar usai lebaran Idul Fitri atau pun Idul Adha.

Tradisi itu dimulai ketika puluhan anak gadis yang menggunakan pakaian adat duduk memanjang hingga sepanjang seratus meter.

Di depan para gadis terdapat sebuah baskom besar yang didalamnya terdapat lilin.

Para pemuda baik tua maupun muda, berjalan mengelilingi para gadis sambil melempar kacang mentah ke dalam baskom milik gadis yang di inginkan.

Selain melempar kacang para lelaki biasanya juga melempar barang lainnya, seperti uang untuk menarik perhatian dari sang gadis.

Bila di respon maka si pemuda akan memberitahukan ke keluarganya untuk meminang gadis tersebut.

.

Adam, tokoh masyarakat menyebutkan tradisi kamomose sebagai ajang untuk mencari jodoh dan si lelaki memberitahukan kepada orang tuanya bila telah menemukan wanita yang disukainya.

“Tradisi mencari jodoh itu telah ada sejak zaman kesultanan buton dan masih dipertahankan hingga saat ini,”Ungkapnya.

Sementara itu, Astrid peserta tradisi kamomose mengatakan telah mengikuti tradisi kamomose sebanyak empat kali namun belum menemukan jodoh yang tepat.

“Sudah tahun ke empat saya ikut tradisi kamomose, namun belum menemukan jodoh yang tepat,”kata Astrid.

Nah bila Anda belum menemukan jodoh, mungkin bisa ikut serta dalam tradisi kamomose, yang digelar setiap tahunnya di buton tengah. Ys

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *