Kultur

Mengenal Sero, Alat Tangkap Ramah Lingkungan Suku Bajo

×

Mengenal Sero, Alat Tangkap Ramah Lingkungan Suku Bajo

Sebarkan artikel ini
Laut adalah rumah bagi nelayan pesisir sultra
Alat tangkap sero. Foto: parman d’tiang

Suku Bajo  lebih dikenal sebagai suku laut, dimana mereka menjadikan laut sebagai tempat untuk mereka menggantungkan hidup, sehingga luasnya laut dapat mereka fungsikan untuk berbagai kepentingan yang berhubungan dengan aktifitas nelayan.

Di lautan ini pula para nelayan Bajo  memasang berbagai alat untuk menangkap ikan.
Salah satu alat tangkap yang di gunakan oleh nelayan adalah sero.

Sero di pasang di tengah laut dengan kedalaman 4 meter, sero berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar 10 meter, menggunakan sayap yang memanjang ke depan. Untuk bahan penyangganya di gunakan tiang yang terbuat dari kayu setinggi 5-6 meter.

Dalam bahasa Bajo disebut balas bila. Kayu yang di pasang tersebut dilengkapi dengan jaring sepanjang lingkaran sero. Selain balas bila, di sero juga di kenal sebutan Panajo yaitu ujung sero yang di pasangkan tanda, dengan tali dihubungkan ke badan sero dan pamangkungang yaitu tempat penampungan ikan setelah ikan masuk ke dalam sero.

Sero dipasang tidak boleh di sembarang tempat. Untuk mendapatkan hasil yang melimpah, sero harus dipasang di tempat yang menjadi lalu lintas ikan ketika melakukan migrasi. Untuk mengetahui daerah-daerah yang menjadi tempat ikan bermigrasi, nelayan menggunakan pengetahuan dan pengalaman yang diketahui sejak lama.

Sebagian besar tempat memasang sero yang ada saat ini merupakan warisan dari orang tua atau nenek moyang nelayan Bajo. Mereka menemukannya sejak lama, dan dipasangkanlah sero, kemudian tempat tersebut di wariskan secara turun temurun.

Dalam kepemilikan tempat pemasangan sero tersebut, ada yang di kenal dengan sebutan Dapu Patannangan, sebagai pemilik dari sero tersebut. Sk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *