Peristiwa

Kedaulatan Perempuan

×

Kedaulatan Perempuan

Sebarkan artikel ini

Tanggal 22 Desember merupakan peringatan Kongres Perempuan Pertama di Indonesia yang dilakukan pada 22-25 Desember 1928, yang selanjutnya oleh pemerintah RI dijadikan peringatan Hari Ibu, melalui Dekrit Presiden RI No.316 Tahun 1953 yang dikeluarkan Presiden Soekarno.

Solidaritas Perempuan Kendari menulis pesan kedaulatan perempuan di hari ibu, bahwa, di balik politik Ibuisme yang diciptakan negara, ada sejarah panjang perjuangan gerakan perempuan dalam merebut kedaulatannya, juga semangat kemerdekaan yang mereka bawa sejalan dengan sumpah pemuda. Dalam Kongres ini para perempuan bertemu dan berkomitmen untuk memperjuangkan keadilan untuk perempuan Indonesia lebih-lebih di bidang Pendidikan dan Perkawinan.

Permasalahan-permasalahan yang dibahas dalam kongres tersebut antara lain kedudukan perempuan dalam perkawinan, perempuan ditunjuk, dikawin dan diceraikan di luar kemauannya, poligami, dan pendidikan bagi anak perempuan.

Hingga saat ini, gerakan perempuan masih menjadi semangat kolektif yang terus diperjuangkan. Gerakan perempuan hari ini telah menunjukkan bila perjuangan perempuan tidak hanya pada urusan domestik semata, tetapi juga mencakup seluruh dimensi kehidupan.

Di tengah kekerasan yang dilakukan oleh negara, perempuan hari ini masih terus memperjuangkan ruang hidupnya dari cengkraman kuasa yang melanggengkan sistem yang patriarkis dan berpihak pada kepentingan kapitalis yang merenggut kehidupan perempuan. Sehingga, sebagai bagian dari gerakan perempuan, mari terus saling menjaga semangat kolektivitas dan bersama-sama memperkuat gerakan untuk melawan patriarki dan kapitalisme.

Selamat memperingati dan merefleksikan kembali gerakan perempuan. Hidup perempuan!

#PerempuanBerdaulat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *