Peristiwa

Dituding Potong Uang Perjalanan Staf, Karo Pemerintahan dan Otoda Setda Sultra Angkat Suara

×

Dituding Potong Uang Perjalanan Staf, Karo Pemerintahan dan Otoda Setda Sultra Angkat Suara

Sebarkan artikel ini

 

Kendari, suarakendari.com-Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (Otda) Sekretaris Daerah (Setda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Muliadi, membantah bahwa ada pemotongan biaya perjalanan dinas staf di lingkup Biro yang dipimpinnya. Ia menegaskan bahwa pernyataan yang muncul di media online tentang pemotongan 50% perjalanan dinas pada tahun 2023 adalah fitnah belaka.

Menurut Muliadi, tidak pernah ada pemintaan untuk memotong sedikitpun dari uang perjalanan staf. “Bahwa terkait hal yang dituduhkan tersebut tidak benar adanya, dan sepersen pun uang perjalanan staf tidak pernah saya minta uang mereka yang cair. Hal ini bisa dipertanyakan kepada setiap staff,” kata Muliadi, kepada media, Rabu (8/11/2023).

Ia bahkan akan melakukan rapat staf pada hari Jumat untuk mengklarifikasi tuduhan tersebut dan memperjelas kepada staf siapa, kapan, dan berapa besar nilai yang dibolak-balik oleh Biro.

Muliadi melanjutkan, dugaan yang mengatakan perjalanan tahun 2023 ini ada pemotongan 50% perjalanan dinas juga sama sekali tidak benar.

” Ini adalah fitnah dan Jumat nanti kami akan melakukan rapat staf dan kami akan menghadirkan media untuk mengklarifikasi hal itu dan memperjelas kepada staf siapa, kapan dan berapa besar nilai yang kami potong perjalanannya dan kami ambil,” jelasnya.

Namun, beberapa kegiatan bersifat sosial kemasyarakatan seperti kegiatan bakti sosial penghijauan dan pengumuman hewan qurban membutuhkan dana, dan pihak Biro akan mengadakan rapat staf untuk mendengarkan kebutuhan dan persetujuan staf. Tidak ada unsur paksaan dalam kegiatan tersebut. Semua yang dilakukan oleh staf adalah atas kesepakatan bersama dalam sebuah tim.

“Jika ada kegiatan yang bersifat sosial kemasyarakatan yang menimbulkan pendanaan Kami lakukan terlebih dahulu mengadakan rapat staf untuk secara bersama-sama bergotong royong menuntaskannya, misalnya, untuk kegiatan Qurban, kegiatan baksos penghijauan di jalan Toronipa. Padamkegiatan ini Kami semua bersepakat dan tidak berkeberatan untuk saling membantu. Serta hal-hal lain yang bersifat sosial Kami selalu melakukan rapat untuk mendengarkan kehendak staf dan persetujuan staf dan tidak ada unsur paksaan,” urai Muliadi.

Tuduhan pemotongan biaya perjalanan staf ini jelas merugikan reputasi dan psikologis keluarganya. Muliadi menegaskan bahwa ia akan melakukan pertemuan dengan staf untuk membahas issu ini dan berusaha memulihkan nama baiknya.

“Saya akan lakukan pertemuan dengan staff untuk membahas ini. Jujur kami dirugikan,” pungkasnya. Ys

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *