Bangun Negeri

Baubau Kota Penghubung, Seluruh Wilayahnya Harus Diakses dengan Mudah

×

Baubau Kota Penghubung, Seluruh Wilayahnya Harus Diakses dengan Mudah

Sebarkan artikel ini

BAUBAU, suarakendari.com– Kota Baubau telah menjadi wilayah penghubung timur Indonesia ke Barat Indonesia, begitu juga utara ke selatan Indonesia. Oleh sebab itu, kalau menjadi wilayah penghubung, harusnya konektivitasnya itu lancar dan tidak boleh ada di wilayah di Kota Baubau yang susah dijangkau, baik darat,udara apalagi laut. Hal ini diungkapkan Pj Wali Kota Baubau Dr Muh Rasman Manafi, SP, M.Si saat pelaksanaan pesta adat Kasambu-Sambu di Kelurahan Kolese dan Halal Bi Halal di Kelurahan Lowu-Lowu Minggu (14/4/2024).

Untuk itu kata dia, pada perencanaan pembangunan harus memastikan semua titik di Kota Baubau dapat di akses secara mudah, bukan hanya dari laut dan udara namun juga jaringan internet di semua wilayah kelurahan yang ada di Kota Baubau (termasuk dua kelurahan yang saat ini  akses internetnya kurang baik) harus dapat diakses dengan baik.

Karena itu, jikalau ada wilayah Kota Baubau di 43 kelurahan ini yang sulit terjangkau atau menjangkaunya berat maka itu adalah tanggung jawab Pemkot Baubau untuk memudahkan  akses 43 kelurahan itu alias  dapat terjangkau dengan mudah.

”Saya mempunyai data bahwa terdapat 2 kelurahan susah sekali internet. Kominfo pastikan 2 kelurahan ini akses internetnya harus bagus karena bagaimana mungkin kita membangun Kota Baubau kalau konektivitasnya kita tidak bangun,mau kita bikin pabrik sebesar apapun kalau aksesnya itu terganggu tidak akan berkembang itu wilayah ,”ungkap Rasman Manafi

”Sama halnya, misalnya kalau saya mau ke Katobengke atau saya mau ke Surawolio, harusnya saya mengakses ke sana itu sama mudahnya dengan saya datang ke Kolese atau ke Lowu-lowu Nah mengakses itu kan yang utama adalah jalannya. Saya sudah sampaikan, saya perintahkan ke OPD Kota Baubau, jadikan prioritas. Kalau 10 tahun lalu sudah diaspal, harusnya 5 tahun lalu ini sudah diaspal juga jalan yang menuju wilayah ini. Dan ini akan menjadi prioritas. Kalau 10 tahun lalu sudah diaspal, harusnya ini sudah diaspal juga jalan yang menuju wilayah ini akan menjadi prioritas,’ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam 20 tahun kedepan, pihaknya sudah merencanakan Baubau untuk menjadi wilayah maritim penghubung antar timur Indonesia dan barat Indonesia. Sesungguhnya ini rencana untuk menjadikan Baubau seperti itu bukan baru tahun ini. Tetapi sejak 400 tahun yang lalu, BauBau masih menjadi ibu kota kerajaan Buton, ibu kota Kesultanan Buton,ibu kota Kabupaten Sulawesi Tenggara,ibu kota Kabupaten Buton dan sampai hari ini menjadi Kota baubau.

Sementara itu, terkait dengan acara pesta adat orang nomor satu di Kota Baubau ini menjelaskan, hal ini adalah sebuah bagian dalam upaya melestarikan budaya untuk memperkuat silaturahim, memperkuat kerukunan antar masyarakat, sehingga ini sangat baik, tentu juga bisa di lakukan wilayah-wilayah lain bagaimana dia membuat suatu kegiatan adatnya dilestarikan sekaligus memperkuat hubungan silaturahim antar masyarakat apalagi wilayah Kota Baubau yang sangat beragam.

Demikian pula dengan setiap lebaran ada moment halal bi halal juga baik sekalian ketemu semua yang pulang kampung bisa ketemu sama keluarga-keluarganya dan sangat baik jika dilestarikan di Kota Baubau sebagai negeri yang sudah tua, punya banyak budaya.”Harapan saya terus ini di pertahankan, kemudian yang paling penting jangan sampai membebani masyarakat. Tapi kalau dalam bentuk rasa syukur saya kira setiap orang itu ingin menyumbangkan yang terbaik buat keluarganya, buat masyarakatnya,”tutupnya. SK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *