MERIAHNYA TRADISI KARIA’A DI WAKATOBI

Masyarakat wakatobi, Sulawesi Tenggara memiliki tradisi turun temurun yang disebut Kariaa. Kariaa dalam bahasa setempat berarti gembira atau meriah. Kegiatan kariaa merupakan gabungan dari berapa unsur kegiatan tradisi adat dan budaya yang dilakonkan secara massal diantaranya trasisi pingitan bagi gadis yang beranjak dewasa, tradisi potong rambut bagi bayi hingga sunatan massa bagi anak laki-laki. Kegiatan karia dibuka dengan peragaan tarian tamburu atau tari bendera yang diperagakan penari laki-laki mengelilingi kampung, tari ini merupakan tari menyambut para peserta kariaa. Berikut liputannya.

WISATAWAN MANCANEGARA NIKMATI TRADISI PEKANDE KANDEA

Puluhan turis mancenegara disuguhkan tradisi pekande kandea atau tradisi penyuguhan makanan tradisional. Para turis tampak duduk bersila dan menikmati aneka makanan tradisional asal Pulau Buton. Tradisi pekande-kandea ini merupakan tradisi masyarakat buton yang masih lestari hingga saat ini, pekande-kandea merupakan tradisi penghormatan bagi tamu. Berikut liputannya.

YUK LIBURAN KE PANTAI SENJA

PULAU SENJA ADALAH DESTINASI WISATA DI WILAYAH ADMINISTRASI DESA WAWATU, KECAMATAN MORAMO UTARA, KABUPATEN KONAWE SELATAN. Tempatnya yang tidak terlalu jauh dari kota kendari dan transportasi yang mudah menjadikan Pulau Senja jadi Destinasi weekend favorit banyak traveler. Hanya berjarak sekitar 50 km dari kota Kendari dan dapat di tempuh dengan perjalanan darat, naik motor atau menaiki mobil selama 45 menit. Berikut liputannya.

Bagi orang-orang di sekitar Kota Kendari tempat ini tentu menjadi salah satu destinasi yang rekomended, pulau senja punya pantai dengan pasir putih yang cantik, punya struktur batu cadas bak candi di atas laut, punya area untuk snorkeling dan kaya akan biodiversity yang dapat kamu temukan di sana.

DISAYANGKAN, OBYEK WISATA PULAU HARI TERLANTAR

Jika saja dikelola dengan benar, maka Konawe Selatan sebenarnya akan mampu mendulang pundi-pundi uang dari sector pariwisata. Bentang alamnya dipenuhi obyek wisata dari pantai, laut, hutan alam hingga budaya dan adat istiadat menjadikan daerah ini cukup kaya raya.Sayang pengelolaan yang tidak terkosep dengan baik membuat pariwisata daerah ini redup, seolah hidup segan mati tak mau.    Salah satu obyek andalan yang sebenarnya sagat potensial digarap adalah Pulau Hari. Aset pariwisata Konawe Selatan ini sudah dikenal luas, sebagai obyek wisata bahari. Pulau dengan pasir putih ini dikenal sebagai lokasi yang indah dan menjadi salah satu lokasi snorling/dive yang baik mengingat kondisi karangnya yang masih terjaga.Namun disayangkan Pulau Hari dibiarkan terbengkalai, pihak dinas urung mengelolanya. Padahal di atas pulau sudah berdiri sejumlah infrastruktur pendukung wisata, seperti dermaga, villa dan dll.

“Sangat disayangkan pulau ini tidak terkelola dengan baik,”kata Iman, pengunjung wisata.

Potensi Wisata Pulau Hari

Bagi pengunjung pulau hari memang sangat eksotik dan memiliki akses yang cukup dekat dengan Kota Kendari. Betapa tidak, hamparan pasir putih bersih bak karpet melapisi pulau  karang. Saat air surut akan semakin terlihat melingkari pulau. Hari masih begitu pagi saat kaki menjejak pulau yang tak seberapa luas ini. Disini Anda bisa menyaksikan hutan-hutan kecil yang masih alami, sebab pulau ini belum ada sentuhan bangunan modern ataupun bangunan tradisional sama sekali. Disekeliling pulau ini, terdapat beberapa spot atau titik penyelaman, khusus bagi para wisatan pengemar wisata atau olah raga selam atau para diver. Hari Permukaan air yang jernih membuat para pengunjung bisa memandang dengan jelas gugusan karang besar dan kecil yang terdapat di dasar laut..

Sedangkan untuk pengunjung yang hobi dengan diving atau snorkeling, pada kedalaman tujuh hingga delapan meter, beningnya air membuat mata telanjang pun mampu menembus pemandangan taman laut dengan warna-warna yang cantik dan menawan. Terdapat 15 site penyelaman di pulau ini.

Di sekitar site diving, sejumlah ikan yang cantik akan menemani Anda berenang. Beberapa clown fish lucu yang mirip dengan Nemo, banyak dijumpai disini. Adapun jenis ikan Angel. Beberapa jenis ikan yang masuk dalam kategori hampir punah ada di sini, di antaranya ikan Sunu, Kerapu, Sotong, Gurita, Lobster, dan bila beruntung, pengunjung bisa melihat atraksi penyu.

Binatang laut yang tak kalah menarik adalah Kelinci Laut atau biasa dikenal Nudibranch dan Electrik Clamp, bentuknya adalah kerang laut yang mengeluarkan cahaya pada malam hari. Hewan ini bisa dijumpai pada kedalaman enam hingga delapan meter.

Saat ini, ada dua club diving lokal yang setiap hari sabtu hingga minggu intens mengeksporasi tantangan di pulau ini. Sedang untuk wisatawan nasional dan internasional , hampir setiap tahun pasti ada yang berkunjung.

Akses munuju pulu hari, dari kota Kendari, hanya membutuhkan waktu satu jam dengan menggunakan boat yang  banyak terdapat di pelabuhan rakyat  dekat area kompleks Pasar Sentral Kota Lama, Kendari. TM

Bupati Konsel Resmikan Kampung Kreatif “Kamelia”

Suarakendari.com-Bupati Konawe Selatan H. Surunuddin Dangga, Kamis (22/11) meresmikan Kampung Kreatif Limbah Kayu (Kamelia) di Desa Pangan Jaya, Kecamatan Lainea. Turut hadir di kegiatan tersebut, sejumlah SKPD lingkup Pemkab Konawe Selatan, perwakilan Badan Usaha Milik Negara PT Permodalan Nasional Madani (PT PNM), PERUSDA konsel, para kepala desa, camat dan para pengrajin kriya Desa Iwoimendoro dan pengrajin Desa Pangan Jaya.

Peresmian kampung kreatif ini sekaligus penutupan klasterisasi meubel dan handycraft dari Badan Usaha Milik Negara PT Permodalan Nasional Madani yang sudah bekerja selama enam bulan bersama Dinas PAriwisata dan Ekonomi Kreatif mendampingi masyakat pengrajin kriya di Desa Pangan Jaya.

Dalam sambutannya Bupati Konawe Selatan, H. Surunuddin Dangga mengatakan, saat ini pemerintah konawe selatan tengah mendorong produk-produk unggulan desa salah satunya di Desa Pangan Jaya. Di desa ini selain pertanian, unggulan lainnya adalah industri kreatif. “Jadi penguatan organisasi melalui kampung kreatif ini adalah cara kita untuk mendorong penguatan ekonomi daerah sebagai satu kesatuan dan kebersamaan dalam menciptakan ekonomi baru, agar masyarakat lebih tertarik sebagai produk unggulan daerah,”kata Surunuddin.

Saat ini, lanjut Surunuddin, di Konawe Selatan lokasi pengrajin limbah kayu yang menjadi binaan pemda konsel, yakni di Desa Iwoimendoro, Kecamatan Basala dan Desa Pangan Jaya, Kecamatan Lainea. “Nanti rencananya kita akan terus perluas dan mendorong desa-desa lain yang juga memiliki potensi yang sama. Upaya yang dilakukan Pemda selain membangun kerjasama dengan BUMN seperti PNM untuk membantu permodalan bagi usaha kecil, juga telah mengupayakan adanya bantuan peralatan pengrajin melalui kerjasama Bekraf Pusat dengan harapan bisa menghasilkan produk yang lebih baik,”jelasnya.

Berikutnya, kata Surunuddin, pemda akan berupaya mencarikan pasar agar produk pengrajin kita bisa terjual. Salah satu upaya membuka jaringan pasar bagi pengrajian adalah pasar lokal. “Kita bisa membantu pengrajin dengan membuka pasar di wilayah kita dulu, jangan memasarkan jauh-jauh sementara kita sendiri belum pakai, kan ada banyak sekolah kita seperti PAUD, TK yang bisa menggunakan produk ini dan itu wajib digunakan produk lokal ini,”jelasnya.

Sementara itu perwakilan PT PNM yang secara khusus hadir menyambut baik peresmian Kampung Kreatif Kamelia. “Kami dari PT PNM sangat senang atas launching kampung kreatif ini. karena apa yang dilakukan PNM selama enam bulan sebelumnya kita membina industri mebel dan handycraft di desa pangan jaya ini ditindaklanjuti oleh Pemkab Konawe Selatan, walaun enam bulan itu belum apa-apa bagi PNM dan sifatnya hanya sebagai pemantik saja, jadi lanjutan menjadi kampung kreatif ini akan bagus sekali. Jadi apa yang PNM sudah lakukan kemarin tidak sia-sia. Harapan kami setelah kampung kreatif dilaunching, aktifitas dan kreatifitas limbah kayu di Desa Pangan Jaya ini akan lebih terkenal lagi. Kalau lebih terkenal lagi berarti pasarnya akan lebih terbuka sehingga akan lebih baik untuk industri kecil menengah di desa pangan jaya,”kata Octo Wibisono, Wakadiv PKU PT PNM.

“Alhamdulillah launching Kampung Kreatif Limbah Kayu “Kamelia” yang difasilitasi oleh PT. PNM Persero dan dilaunching oleh Bapak Bupati Konawe Selatan. Terimakasih yang tak terhingga untuk Bpk Bupati dan semua pihak yang telah bersinergi mewujudkan terwujudnya kampung kreatif limbah kayu “Kamelia”. Semoga Inovasi kampung Kreatif Limbah Kayu ” Kamelia “menjadi cikal bakal Kemajuan ekonomi kreatif diKonawe selatan utk mewujudkan Desa Maju Konsel Hebat,”kata Suartin Sianti, Kepala Bidang Ekraf Dinas Pariwisata Konawe Selatan. SK

Sensasi Memancing di Rumah Bagang

Memancing di sungai atau di laut mungkin sudah biasa, namun memancing di rumah bagang patut dicoba sebagai menjadi alternatif pilihan diwaktu liburan anda di akhir pecan. Selain bisa memilih ikan berbagai jenis sesuka hati, Anda juga menikmati ikan bakar hasil pancingan sambil terus mengulurkan kail ke laut.
Ya,inilah yang dilakukan sekelompok warga di pesisir desa, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara yang memanfaatkan waktu liburan akhir pekan mereka dengan memancing di sebuah rumah bagang milik Sarifudin, warga nelayan setempat.
Rumah bagang sendiri berukuran 6 x 8 meter persegi, merupakan rumah panggung terbuat dari kayu yang berdiri kokoh di atas laut dan di bagian bawah rumah disimpan berbagai jenis ikan laut. ikan-ikan berbagai jenis dan ukuran ini disimpan dalam kolam air yang diseluruh sisinya di pasangi jaring -jaring yang berfungsi sebagai pembatas agar ikan tidak lari.
Memancing di bagang yang penuh ikan ini memang memiliki sensasi tersendiri bagi para pemancing, sebab di rumah bagang ini para pemancing bisa memilih jenis dan ukuran ikan hidup yang akan dipancingnya. Cara memancing pun sedikit berbeda dimana kail harus di turunkan melalui celah lantai rumah yang terbuat dari kayu. Tak hanya itu hasil pancingan yang masih hidup dapat langsung di bakar di perapian yang sudah disiapkan pemilik bagang.
Sarifudin pemilik bagang mengaku setiap minggunya, rumah bagang miliknya selalu di kunjungi para pemancing yang berasal dari Kota Kendari. Selain menawarkan paket ikan murah memancing di rumah bagang juga terasa alami karena didukung panorama alam laut yang alam sehinggai membuat orang yang datang betah duduk berlama-lama di rumah bagang.
Perairan laut konawe selatan memang menyimpan surga ikan bagi nelayan setempat. Apalagi di sepanjang pesisir daerah kecamatan laonti belum banyak dikembangkan rumah bagang seperti milik Sarifudin tersebut. Pemerintah konawe selatan masih berusaha mengembang pemberdayaan rumah bagang yang dapat mensejahterakan warga setempat.

Spot Wisata Dibangun di Desa Sumber Sari

Suarakendari.com- Pembangunan spot wisata mulai dikebut di Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramno, Kabupaten Konawe Selatan. Pembangunan dilakukan atas prakarsa para penggiat wisata di desa sumber sari yang bekerjasama dengan Jurusan IT Fakultas Teknik Universitas Haluoleo dan Komunitas Ruruhi Project.

Spot wisata yang dibangun diantaranya, papan branding selamat datang di Desa Wisata Sumber Sari, spot selfie kupu-kupu dan taman wisata desa yang terletak di areal persawahan desa sumber sari. Spot-spot wisata ini sebagai pemantik giat wisata desa yang bertujuan untuk menggerakkan ekonomi desa dan menjaga kulitas lingkungan hisup di desa sumber sari.

“Pembangunan spot wisata ini adalah gerakan mendorong desa sumber sari untuk maju dan berkembang sesuai potensi yang dimiliki,”kata Isnawati, penggiat wisata desa sekligus dosen pembimbing dari mahasiswa IT Fakultas Teknik UHO.

Selanjutnya, pembangunan spot wisata masih akan diteruskan dengan membangun spot wisata seperti jembatan bambu di atas sawah dan pembangunan cafe sawah yang dapat menarik minat wisatawan lokal untuk berkunjung.

Menggenjot pembangun wisata di sumber sari tentu punya potensi besar, mengingat, sumber sari merupakan yang dilewati wisatwan saat berwisata ke air terjun moramo. “Dengan kata lain, desa sumber sari adalah penyangga pariwisata air terjun moramo,”jelasnya. SK