Beri Uang Untuk Anak Jalanan Disanksi

KENDARI, SUARAKENDARI.Com-Pemerintah Kota Kendari mengambil sikap tegas dengan membuat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pemberian uang kepada Anak Jalanan (Anjal). Kedepannya, jika terdapat seseorang memberikan uang kepada anjal, maka akan diberikan sanksi.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kota Kendari, Hamsir Madjid, mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mengusulkan kepada DPRD Kota Kendari untuk membuat Perda terkait pemberian sanksi kepada pemberi uang.

“Kami juga menyesalkan banyaknya anjal yang ada di Kota Kendari, bahkan jumlahnya semakin banyak, padahal kami juga sudah berupaya untuk melakukan pendekatan kepada mereka (Anjal,red),” kata Hamsir.

Menurutnya, jumlah anjal yang semakin bertambah disebabkan ada yang mengkoordinir, sehingga belum tentu semua anjal yang ada di Kota Kendari berasal dari keluarga yang tidak mampu, masih perlu dipertanyakan.

Pihaknya juga telah beberapa kali melakukan razia kepada anjal, tapi tetap saja, jumlahnya tidak berkurang, namun bertambah.

Terkait sanksi yang akan diberikan bagi yang memberikan uang kepada anjal, belum diketahui secara pasti, apakah akan didenda atau sanksi lainnya.

“Kalau masalah sanksinya, nanti akan dibahas, mungkin saja akan diberikan denda, tapi besarannya berapa saya juga belum tahu pasti,” ujarnya.

Terlepas dari sanksi yang akan diberikan kepada si pemberi uang, pihaknya yakin jika tidak ada yang memberikan uang, maka jumlah anjal pasti akan berkurang. Pasalnya, jumlah anjal yang semakin bertambah disebabkan dari masyarakat yang masih memberikan uang, sehingga manja dan hanya ingin menjadi peminta-minta di jalan.

Selain mengatur sanksi, pada tahun 2014, pihaknya juga akan mengedarkan spanduk yang berupa himbauan kepada sebagian besar masyarakat agar tidak memberikan uang kepada anjal untuk mengurangi kebiasaan buruknya.

Upaya pembinaan dan pemberian keterampilan kepada anjal juga terus dilakukan, agar kedepannya memiliki keterampilan khusus sebagai bekal masa depan.

“Rencananya setelah perda tersebut sudah kami berlakukan, kami juga akan tetap memberikan pembinaan, sehingga ada keterampilan khusus yang dimiliki, jadi tidak berpikir lagi untuk menjadi anjal,” ujarnya.

Ia berharap agar upaya yang dilakukan oleh pemerintah dengan merancang perda mendapat dukungan dari masyarakat, sehingga bisa menertibkan semua anjal yang ada di Kota Kendari. (LINA)

Fenomena Air Tawar di Karang Pantai Nirwana

 BAUBAU, SUARAKENDARI.Com-Nama Pantai Nirwana dikenal marsyarakat Sulawesi Tenggara, khususnya, masyarakat Kota Baubau sebagai lokasi wisata pantai  dengan pasir putihnya yang terkenal.

 Namun siapa sangka pantai ini, ternyata menyimpan pesona lain yakni pesona air tawar yang keluar dari celah batu karang. Anehnya air tawar tawar terus mengalir,kendati air laut tengah pasang. Bagi warga, sumber mata air ini disebut  beroa atau sumber mata air.

 Sumber air ini, tentu saja membawa berkah bagi warga Kecamatan Sulaa yang berdiam di tepi pantai nirwana.Warga setempat memanfaatkan sumber air tawar untuk kegiatan mencuci piring dan memandikan anak-anak.

 Warga tidak perlu menggali  terlalu dalam, cukup menggali pasir sedalam lima sampai sepuluh centimeter yang berada di celah karang dan air akan keluar sendiri.

 Inilah yang dilakoni Wa Lia dan sejumlah bocah perempuan lainnya. Mereka mengambil air cuci dari lubang berdiameter dua puluh sentimeter lalu mencuci piring bersama-sama.

Wa Lia mengaku setiap hari mencuci piring di sana. “Saya dan adik saya sellu mencuci piring dan mandi di karang ini,”katanya.

 Hal yang sama diungkapkan,Wa Ode Suhana yang sore itu tengah memandikan anaknya. ”Sejak lama kami sudah dimanfaatkan sumber air ini bersama warga lainnya. Keberadaan sumber mata air ini sangat membantu warga,  apalagi air bersih sangat sulit diperoleh di wilayah ini. ungkapWaode Suhana, warga pantai nirwana.

 Namanya saja sumber kehidupan, maka  sumber mata air begitu dipelihara oleh warga setempat, karena itu para pengunjung pantai dilarang melintas ke kawasan itu apalagi membuang hajat. MIL

Pembangunan Gedung SMP Negeri 19 Dikebut

KENDARI, SUARAKENDARI.Com-Penyelesaian pendirian bangunan SMP negri 19 Kendari saat ini baru mencapai 50%, bangunan ini diharapkan rampung sebelum bulan Maret mendatang.

 Kepala SMP Negri 19 Kendari Aksan mengaku terus mengupayakan penyelesaian pembangunan ruang kantor, ruang kelas, WC dan rumah penjaga sekolah.

“Saat ini pendirian bangunan SMP negri 19 Kendari baru sekitar 50% dan diharapkan bisa rampung bulan sebelum maret sesuai kontrak,” tuturnya .

Dana Pendirian bangunan SMPN 19 Kendari berasal dari bantuan blockgrant kementrian pendidikan dan kebudayaan RI sebesar Rp. 1,1 Milyar.

 Meskipun bangunan sekolahnya belum rampung, namun SMPN 19 Kendari sudah memiliki sekitar 79 orang siswa yang dititip di SMPN 4 kendari dan SMPN 17 Kendari. Untuk sementara waktu para siswa tersebut melakukan seluruh proses belajar di dua sekolah itu.

 Kepala sekolah berharap para siswanya dan 10 orang gurunya bisa melakukan proses belajar mengajar di sekolahnya sendiri bulan Maret mendatang. ALIN

Swiss-Belhotel Kendari Sajikan Menu Pizza

 

KENDARI, SUARAKENDARI.Com-Swiss-Belhotel Kendari yang merupakan salah satu hotel berbintang yang ada saat ini terus berupaya untuk memberikan fasilitas yang lengkap bagi tamu hotel dan masyarakat Kota Kendari.

Berbagai jenis sajian makanan yang ada di Swiss-Belhotel Kendari saat ini tidak perlu diragukan lagi. Meskipun demikian, pihak hotel terus berupaya untuk memperbaiki kualitas layanan dan sajian yang diberikan.

Wahidin, F&B Manager Swiss-Belhotel Kendari, mengatakan bahwa saat ini pihaknya menghadirkan menu Pizza Corner sebagai pelengkap sajian hidangan yang selama ini belum ada di hotel tersebut.

Pihaknya menyadari bahwa Pizza sudah menjadi menu andalan bagi pencinta kuliner makanan, Pizza di Kota Kendari juga bukan lagi merupakan menu makanan yang baru. Namun, pihaknya tidak ingin kalah, sehingga menyajikan pizza yang agak berbeda.

“Kalau selama ini kita kenal pizza yang ada itu adonan rotinya cukup tebal, itu merupakan Pizza Amerika, sementara yang ada di hotel kami memang agak tipis tapi tetap gurih, pizza ini merupakan asli Pizza Itali, sehingga memang agak berbeda dengan menu pizza yang sudah hadir,” terang Wahidin saat launching menu Pizza, Kamis lalu.

Sebagai langkah awal, pihak Swiss-Belhotel Kendari menyajikan tiga menu pizza berbeda antara lain, Delizioso Pollo Pizza, Quattro Stagioni Pizza dan Seafood Pizza.

Tidak hanya itu, keunikan lain pizza yang dimiliki hotel ternama ini, dengan mengangkat brand Home Made Pizza maka pihaknya memberikan keleluasaan kepada para konsumen untuk memesan sesuai dengan selera masing-masing.

“Kami memberikan salah satu layanan khusus, bagi konsumen kami bisa memesan sesuai dengan seleranya, misalnya mau dicampur dengan menua apa, entah itu mau dimakan ditempat atau dibawa pulang, tnggal pesan kepada koki kami,” ujarnya. (LINA)

Hentikan Perdagangan Primata!

KENDARI, SUARAKENDARI.Com-Seruan penghentian perdagangan primata diteriakkan oleh aktivis lingkungan di berbagai daerah bertepatan dengan Hari Primata Indonesia yang diperingati setiap tanggal 30 Januari. Seruan itu dilakukan karena perdagangan primata menjadi ancaman paling serius terhadap kelestarian primata Indonesia, setelah kerusakan habitat. Lebih dari 95% primata yang diperdagangkan di Indonesia itu adalah hasil tangkapan dari alam. Proses penangkapan, pengangkutan dan perdagangan primata itu seringkali juga kejam. Ada banyak primata yang mati selama proses tersebut.

Salah satu jenis primata yang kini marak diperdagangkan adalah kukang (Nycticebus sp). Kukang yang diperdagangkan itu banyak yang sudah dicabuti gigi taringnya oleh pemburu, agar memberi kesan bahwa kukang adalah binatang yang jinak dan tidak menggigit. Kukang yang aktif di malam hari itu menjadi favorit primata yang diperdagangkan karena bentuknya yang lucu dan terkesan jinak. Sepanjang tahun 2013 ProFauna Indonesia mencatat sedikitnya ada 40 kasus perdagangan kukang secara online.
Terdapat ±200 jenis primata di dunia, dan 40 jenis atau hampir 25 % diantaranya hidup di Indonesia. Pada tahun 2000 Badan Konservasi internasional IUCN menerbitkan daftar 25 jenis primata yang paling terancam punah di dunia. Dari 25 jenis primata tersebut, empat diantaranya adalah primata asal Indonesia yaitu Orangutan Sumatera (Pongo abelii), Tarsius Siau (Tarsius tumpara), Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) dan Simakubo (Simias cocolor). Primata tersebut akan benar-benar punah dari alam jika tidak ada upaya nyata untuk menyelamatkannya.

Momen Hari Primata Indonesia ini digunakan oleh aktivis lingkungan untuk mengajak masyarakat membantu upaya pelestarian primata Indonesia, salah satu caranya dengan tidak memperjualbelikan primata. Jangan beli primata. Primata sebagai satwa peliharaan di rumah juga rawan menyebabkan terjadinya penularan penyakit (zoonosis) seperti TBC, hepatitis dan herpes. Membiarkan primata hidup di habitat alaminya, adalah pilihan bijak yang bisa dilakukan setiap orang untuk alasan kelestarian primata dan kesehatan masyarakat.

Aktivis juga mendesak pemerirntah untuk lebih serius menangani perdagangan primata yang dilindungi. Masih banyak primata yang dilindungi undang-undang yang diperdagangkan. Menurut UU Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, perdagangan primata yang dilindungi itu dilarang dan pelakunya bisa diancam dengan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta.

Lantas bagaimana dengan jenis primata yang ada di Sulawesi?! Pulau Sulawesi memiliki 12 jenis Primata endemik, salah satunya adalah marga Tarsius. Yang oleh masyarakat Sulawesi di kenal sebagai binatang hantu karena ukuran tubuhnya yang kecil dengan mata yang lebar dan aktif melakukan kegiatan pada malam hari (nokturnal). Tarsius berukuran tubuh mungil dengan berat 110-120 gr dengan panjang tubuh 115-120 mm. Hewan ini bisa dijumpai di hutan-hutan primer, sekunder bahkan di perkebunan tepi hutan. Tarsius juga hidup secara berkelompok pada pohon-pohon atau semak-semak tetapi tidak bersarang, bergerak dengan meloncat dari pohon yang satu ke pohon yang lain, serta berkomunikasi dengan menggunakan suara yang nyaring terhadap kelompoknnya.

Selain perburun dan perdagangan, saat ini keberadaan Tarcius di pulau sulawesi menjadi terancam akibat massifnya pembukaan hutan yang menjadi habitat alaminya untuk industri ekstraktif, tambang dan perkebunan skala besar(sawit)… “Hentikan perburuan dan perdagangan Tarcius. Stop perdagangan primata. Dan, mari selamatkan hutan indonesia!!,”Himbau Imance Rahman. MAN

Setiap Hari, 1035 Meter Kubik Sampah Diproduksi Warga Kota

KENDARI, SUARAKENDARI.Com-Pertumbuhan penduduk kota kendari yang terus berkembang saat ini menjadi sekitar 360.000 jiwa berdampak terhadap peningkatan produksi sampah. Kepala Dinas kebersihan Tin Farida mengungkapkan setiap harinya produksi sampah di kota kendari sekitar 1035 meter kubik, dari jumlah itu hanya sekitar 70% yang bisa diangkut oleh dinas kebersihan.

“Jadi setiap penduduk menghasilkan sampah 2,5 liter perhari, itu standar nasional, bahkan ada yang mengatakan kalau kota itu sudah 3 liter perhari perjiwa” tuturnya.

Sumbangan sampah terbanyak berasal dari sejumlah pasar dan limbah rumah tangga. Dinas kebersihan berharap sampah yang tidak terangkut bisa diolah oleh masyarakat seperti pembuatan kompos atau kerajinan tangan, sehingga bisa memberikan nilai ekonomi buat warga dan mengurangi jumlah sampah di daerah timbulan.

“Kita harapkan semua sampah itu bisa tertangani setiap harinya, olehnya itu kita sekarang tiada henti-hentinya kita melakukan sosialisasi, pelatihan, jadi ada kegiatan-kegiatan yang sifatnya nonfisik untuk penguatan di daerah timbulan sampah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam rangka penanganan sampah” ungkap mantan kepala BLH kota kendari ini.

Selain melibatkan masyarakat, dinas Kebersihan Kota Kendari juga terus menambah armadanya Untuk mengatasi produksi sampah yang terus meningkat, tahun 2014 ini dinas kebersihan menambah 2 unit Amrol atau kendaraan penganggkut container bersama 10 unit container. Saat ini armada pengangkut sampah dinas kebersihan berjumlah 34 unit, tambahan armada ini diharapkan bisa mengurangi tumpukan sampah di tempat pembuangan sampah sementara (TPS). ALIN

Dinas Kebersihan Siapkan Genset 40 KVA di KME

KENDARI, SUARAKENDARI.Com-Dinas kebersihan kota Kendari sedang melakukan ujicoba terhadap mesin gensetnya untuk menyuplai listrik ke pemukiman warga di Kawasan Mandiri Energy (KME) TPA Puwatu.

Genset berkekuatan 40 KVA itu dirakit dari mesin mobil dengan penambahan  sebuah mesin dynamo yang digerakkan dengan bahan bakar gas metan dari sampah di TPA Puuwatu .

Demikian diungkapkan kepala dinas kebersihan Kota Kendari Tin Farida saat  melihat uji coba mesin genset .

“Kami sudah siap menyalurkan listrik kerumah warga, kami tinggal menunggu dari SDA untuk menyelesaikan pemasangan instalasi di rumah warga” tuturnya.

Kepala bagian sumberdaya alam (SDA) kota Kendari Syaharir mengaku mereka baru menyelesaikan pemasangan instalasi pada 6 kopel rumah dari 63 kopel rumah di kawasan itu.

Ia meminta waktu sekitar 1 bulan untuk merampungkan semua instalasi di KME.”kami butuh waktu sekitar 1 bulan untuk menuntaskan pemasangan instalasi, kami juga butuh bantuan personil agar pekerjaannya bisa segera rampung” ungkapnya.

Selain pemasangan instalasi dirumah warga, bagian SDA juga akan memasang beberapa unit tiang listrik dan lampu jalan dikawasan itu. Rencananya 126 unit rumah di KME masing-masing akan di pasangi listrik berdaya 450 watt.ALIN

 

Dilaporkan Sang Istri, Pengguna Sabu Ditangkap Polisi

KOLAKA, SUARA KENDARI.Com- Kepolisian Sektor (Polsek) Pomalaa, Sulawesi Tenggara meringkus Hendra Wijaya alias Alan (29) karena membawa dua paket sabu-sabu yang disimpan ke dalam bungkusan rokok. Lelaki ini ditangkap di jalan poros Pomalaa – Kolaka, tepatnya di Desa Pelambua Kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka.

 

Kepala Polsek Pomalaa Inspektur Polisi Satu (Iptu) Achmad Ardhy menyatakan, penangkapan pelaku bermula dari laporan istrinya sendiri yang menyebutkan bila Alan  sering memakai narkoba jenis sabu-sabu di rumah kosnya yang ada di Kecamatan Pomalaa. Bahkan, istri pelaku  membawa beberapa bekas paket sabu-sabu yang telah digunakan pelaku selama ini ke kantor polisi.

 

Setelah mendapat laporan, personel Polsek Pomalaa langsung menunggu pelaku di pinggir jalan dan menghentikan mobil yang dibawa oleh pelaku. Saat itulah, polisi langsung melakukan penggerebekan. Dari tangan Alan, aparat mendapatkan dua paket sabu-sabu seharga Rp 300 ribu per paket yang disembunyikan pelaku di dalam bungkusan rokoknya.

 

Usaha polisi pun tidak sampai di situ. Mereka langsung melakukan penggeledahan di rumah kos pelaku. Di sana, mereka mendapatkan dua unit handphone,   satu paket alat hisap sabu-sabu, dan puluhan plastik kosong tempat menyimpan sabu-sabu yang sudah digunakan . Di hadapan polisi, warga Dusun II Desa Horodopi Kecamatan Benua Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) ini mengaku mendapatkan barang haram itu dari seorang pemasok yang ada di Kolaka.

 

“Untuk itu, kami terus melakukan pengejaran kepada pemasok tersebut. Identitasnya sudah kami ketahui dan demi kepentingan penyelidikan, kami tidak bisa beberkan kepada teman teman wartawan,” katanya, Rabu (29/01/2014).

 

Pihaknya telah melakukan tes urine kepada tersangka dan hasilnya negatif. Maka dari itu, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku kini harus meringkuk di sel Polres Kolaka. Lelaki yang bekerja sebagai operator ekskavator ini dijerat dengan Pasal 112 dan Pasal 127 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

 

Alan sendiri mengakui jika dua paket sabu-sabu itu adalah miliknya. Alan mengaku telah memakai narkoba jenis sabu-sabu selama tiga bulan. “Adapun sabu-sabu itu saya dapatkan dari pemasok yang tinggak di Kolaka,” tutupnya. ABDI

 

Mahasiswa Ngamuk , Tuduh Rektor Korupsi

KENDARI, SUARAKENDARI.Com – puluhan mahasiswa dari berbagai jurusan Universitas Muhammadiyah kendari (UMK), yang tergabung dalam keluarga besar mahasiswa universitas Muhammadiyah Kendari menggugat, mengamuk dan menghancurkan fasilitas kampus, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (29/1).

Dalam aksinya mahasiswa mendesak Rektor Universitas muhamadiyah Kendari, mundur dari jabatannya karena diduga menyalahgunakan anggaran kampus. Puluhan mahasiswa dari berbagai jurusan UMK tersebut, mendatangi gedung rektorat kampus mereka, di depan kantor rektor mahasiswa yang bermaksud menyegel dan melumpuhkan aktifitas rektorat juga perkuliahan terlibat adu mulut dengan pembantu rektor dan sejumlah staff.

kedua pihak sempat terlibat aksi saling kejar dan saling pukul, bentrokan pun meluas hingga ke gedung sekretariat ikatan mahasiswa muhammadiyah Digedung tersebut aksi anarkis mahasiswa berlanjut sejumlah kaca jendela dan beberapa fasilitas kampus dilempari dan dihancurkan. Kemarahan mahasiswa memuncak ketika beredar isu bahwa sejumlah aktivis mahasiswa yang kerap berunjuk rasa dikampus, terkait protes kebijakan rektor akan dikenakan sanksi skorsing hingga drop out (DO – Red).

Kamarudin salah seorang mahasiswa mengatakan, unjuk rasa kali ini yang di gelar mahasiswa, murni karena adanya dugaan korupsi yang di lakukan oleh rektor universitas muhamaddiyah kendari, Dr . Rifai nur M. Hum “sebenarnya melihat kondisi kampus hari ini, tidak sebenarnya mahasiswa yang melakukan demonstrasi menuntut rektor mundur tidak sebenarnya mengeluarkan keputusan droop out (do – red).

“kenapa kita di do karena alibi yang dikeluarkan rektor bahwa kami telah mengganggu citra akademik. tapi kami bukan liat dari sisi itunya, kami melakukan demonstrasi hari ini karena nyata-nyata rektor telah melakukan korupsi senilai 450 juta” , ujar Kamarudin.

Unjuk rasa mahasiswa ini digelar untuk mendesak rektor Muhamadiyah kendari , agar meletakkan jabatan karena diduga telah menyalahgunakan kewenangan dalam pengelolaan anggaran kampus tersebut terkait aksi dan tudingan mahasiswa bahwa rektor mereka melakuk penyalahgunaan anggaran , pihak rektorat enggan memberikan tanggapan. MAN

Menolak Direposisi, Puluhan Mantan Pejabat Kolaka Bakar SK

KOLAKA, SUARAKENDARI.com, Puluhan pegawai negeri sipil yang ada di Kolaka, Sulawesi Tenggara melakukan aksi demonstrasi. Mereka yang berdemo ini adalah para mantan pejabat Kolaka yang menolak direposisi oleh Bupati Kolaka, Ahmad Safei. Dalam aksi demonstarasinya, puluhan mantan perjabat ini membakar surat keputusan Bupati yang mengatur tentang reposisi pejabat. Bahkan sebuah geranda mayat yang sebelumnya telah dipersiapkan juga ikut dibakar.

Dalam orasinya, Samsul Bahri Madjid, mantan asisten I Kolaka ini menilai seharusnya Bupati Kolaka bisa lebih bijak lagi dalam mengeluarkan keputusan. Bahkan dia menilai reposisi yang dilakukan oleh Ahmad Safei juga tidak sah. Sebab menurutnya yang bisa menetapkan salah atau benanrya surat kepututsan yang dikeluarkan oleh serang pejabat Bupati adalah kewenangan dari Pengadilan tata usaha Negara.

 “Saya akan menyampaikan beberapa hal yang memang harus kami katakana dalam aksi ini. Keputusan surat Bupati Kolaka pada tanggal 20 Januari yang lalu yang dimana mereposisi kembali para pegawai kami anggap tidak sah. Kalau memang SK yang dikeluarkan oleh plt. Bupati tahun lalu tidak sah maka SK reposisi yang dikeluarkan oleh Bupati devinitif ini juga tidak sah. Kalau mau selesaikan dipengadilan,” katanya, Selasa.

 Bahkan mereka yang menamakan gerakan Forum PNS Anti Reposisi ini mewmberikan waktu tiga hari kepada Bupati Kolaka untuk mencabvut kembali SK reposisi. “Kami berikan waktu selama tiga hari untuk kembali mencabut SK itu. Kalau tidak kami akan kembali melakukan aksi yang lebih besar lagi. Terlebih lagi akan menimbulkan rasa tidak percaya kepada pemerintah saat ini,” tambahnya.

 Sebelummnya Bupati Kolaka, Ahmad Safei telah melakukan reposisi ratusan pegawai negeri sipil sewsuai dengan surat edaran Kementerian dalam negeri beberapa bulan lalu. Sebab proses pelantikan dan mutasi jabatan yang dilakukan pelaksana tugas bupati sebelumnya sebagai nbesar tanpa persetujuan Kementerian dalam Negeri. ABDI