Harga Singkong Melonjak

KENDARI, SUARAKENDARI.Com- Harga ubi kayu atau singkong di pasar tradisional melonjak naik, menyusul menipisnya pasokan di pasaran. Harga yang biasanya dijual 60 ribu perkarung, kini naik dua kali lipat.

“Harganya bervariasi dari 120 ribu hingga 160 ribu perkarung,”kata Karsono, seorang distributor singkong yang ditemui Suara Kendari di pasar Mandonga.

Karsono yang biasanya mengantar hasil bumi ke pasar-pasar tradisional ini mengaku kesulitan memperoleh singkong dari petani menyusul berkurangnya hasil panen.

“Mungkin Sebagian besar petani singkong belum mau memanen karena belum waktunya, juga karena maraknya hama babi yang merusak tanaman petani,”katanya.

Kenaikan harga singkong berimbas pada pedagang gorengan yang terpaksa menaikan harga jualan mereka. “Kenaikan bahan baku singkong mau tak mau kami juga harus menyesuaikan dengan menaikkan harga gorengan,”demikian Pia, seorang pedagang gorengan di kawasan Mandonga. SR

Marak Kasus Pencurian, Warga Resah

KONSEL, SUARAKENDARI.Com-Maraknya aksi pencurian membuat warga di Kelurahan Punggaluku, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, resah. Pasalnya, aksi pencurian di rumah dan toko warga hampir terjadi setiap minggu, bahkan pelaku pencurian sempat terekam CCTV namun hingga kini belum tertangkap.

“Pencurinya benar-benar lihai, malah ada rumah yang dua kali kebobolan pencuri. Terus terang ini meresahkan,kata Sulhan warga yang juga menjadi korban pencurian. “Kami menghimbau agar kepolisian dapat mengungkap dan menangkap pelaku,”tambahnya.ST

Perang Baleho Caleg Kembali Marak

KENDARI, SUARAKENDARI.Com-Kurang dua bulan menjelang pesta demokrasi Pemilu 2014 perang baleho para calon legislatif kembali marak di jalan-jalan ibu Kota Sulawesi Tenggara. Para caleg berlomba memasang baleho dan stiker mereka di tempat-tempat umum. Mereka seolah tidak lagi pusing dengan himbauan penyelenggara pemilu agar tidak menempel peraga kampanye di lokasi yang tidak bolehkan, seperti pohon, tiang listrik, fasilitas sekolah dan gedung pemerintah.

“Tapi faktanya para caleg memasang stiker, baleho mereka di tempat yang tidak dibolehkan, inikah bertentangan dengan aturan,”kata Udin seorang warga di Kelurahan Kemaraya.

Pantauan Suara Kendari disejumlah lokasi di Kendari, khususnya disepanjang jalan alternatif nampak baleho para caleg menempel dipepohonan dan digantung di tiang listrik sehingga mengganggu pemandangan kota.JS

Pencapaian swasembada Daging Sapi di Konsel

KONSEL,SUARAKENDARI.Com- Dinas Pertanian dan Petenakan Kabupaten Konawe Selatan terus meningkatkan pengembangan program peternakan sapi didaerah itu. Pemerintah Konsel berkomitmen akan memberikan bantuan kepada masyarakat Konawe Selatan sebagai perangsang bagaimana mereka bisa berusaha khususnya dalam bidang peternakan sapi. Peningkatan daging sapi dengan memperbanyak pengembangan sapi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan daging sapi di Kabupaten Konawe Selatan.

“Dengan meningkatkan produksi pangan, masyarakat bisa bersinergi dengan visi Konawe Selatan yang minapolitan. Sebab apa gunanya visi minapolitan kalau banyak orang yang tidak makan/kekurangan gizi,”kata pejabat berwenang di Dinas Pertanian Konsel.

Dalam keberlanjutan visi Konawe Selatan yang minapolitan pemerintah berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada masyarakat sebagai perangsang bagaimana dia berusaha khususnya dalam bidang peternakan sapi.SP

Jalan Berdebu Warga Protes

KENDARI, SUARAKENDARI.Com-Debu tebal yang berasal dari mobil truk yang melintas di sepanjang Jalan Bersih Hatiku, Kelurahan Tobuha, Kecamatan Mandonga membuat warga geram dan melakukan protes. Pasalnya, sudah sekitar tiga tahun, masyarakat didera penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) karena truk pengangkut tanah yang beroperasi di sekitar wilayah mereka.

Hal ini diungkapkan Syahruddin, tokoh masyarakat setempat mewakili puluhan warganya.

“Banyak warga yang sakit, selain itu sudah banyak warga yang mengeluh, rumah yang dipenuhi debu dan ternak yang tidak jarang mati. Selain itu, tidak ada penyiraman jalan dari pihak perusahaan yang melakukan pengangkutan tanah,” kata Syahruddin.

Dikatakannnya, ratusan kali truk yang lalu lalang dan mengadakan pengangkutan harusnya melewati rute di wilayah Alolama. Namun, truk-truk ini, menurut Syahdruddin, tidak melewati wilayah Alolama karena dihalang warga setempat.

“Sementara itu, ada biaya penyiraman untuk tiap harinya, namun dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu. Jadi, kami tidak bisa berbuat banyak,” tambahnya.

Salah seorang warga lainnya, Suradi, mengatakan, sangat sedikit dari sopir-sopir truk yang melewati wilayah pemukiman warga, mau memperlambat kendaraan mereka. Sehingga, debu beterbangan masuk rumah. Tak jarang, pipa saluran air yang melintang di tengah jalan raya rusak karena terinjak truk.

Diketahui dari warga, ada lima perusahaan truk yang melakukan proses penggalian dan pengangkutan tanah di wilayah mereka. Kelimanya yaitu, PO Putri Gowa, Sasmita, Adi Putra, Wasupra, Poasia dan PO Hasnur. Namun, kompensasi berupa biaya penyiraman jalanan berdebu dari kelima perusahaan ini tidak jelas. Sampai saat ini, belum ada tanggapan dari Pemerintah Kota Kendari.YS

Pencuri Cilik Lintas Propinsi Dibekuk Polisi

KENDARI, SUARAKENDARI.Com-Dua orang remaja pelaku pencurian motor berumur belasan tahun asal Sulawesi Selatan (Sulsesl) dibekuk tim Buru Sergap (Buser) gabungan Polda dan Polres Kendari, jumat (31/1) sekitar pukul 01.30 Wita. Kedua pencuri bernama Muhammad Risal (16) dan Ari Adinra Putra alias Ari (17).

Keduanya dibekuk di sebuah bengkel di Lorong Kadia, Kecamatan Kadia ketika hendak menjual motor Yamaha Mio Sporty warna hitam hasil curian. Saat itu, Ari dan Risal, sudah membuat janji dengan salah satu pembeli. Saat mendatangi bengkel motor, keduanya lalu disergap.

Setelah diinterogasi dan dibawa jalan-jalan diseputaran Kota Kendari, keduanya lalu mengaku sudah mencuri tiga buah motor. Tiga buah motor ini diakui dicuri di rumah RSUD Bahteramas. Ketiganya yakni, motor Suzuki Satria FU warna putih, Yamaha Soul warna hitam hijau dan Yamaha Mio Sporty warna hitam.

Namun, sampai Sabtu (1/2), Satuan Resmob Polda dan Polres Kendari baru berhasil mengamankan motor Yamaha Mio Sporty warna hitam dengan nomor rangka H3228D40CBJ04009 dan nomor mesin 28D – 3063947. Pemiliknya adalah Puji Santoso yang bertempat di Jalan Durian Kelurahan Sakuli Kecamatana Latambaga, Kolaka.

“Motor satria FU saya jual Rp 2 juta di Bombana, saya butuh uang untuk makan dan minum sebab saya tidak punya keluarga di Kendari,” kata Rizal.

Sementara itu, diakui Rizal yang leher dan badannya dipenuhi gambar tindikan tato khas anak punk, motor Yamaha Mio Soul ditilang polisi saat melakukan sweeping di wilayah hukum Polres Unaaha sekitar beberapa bulan lalu.

Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Agung Basuki, dikonfirmasi Sabtu (1/2) mengakui, keduanya dibekuk berdasarkan informasi masyarakat.

“Tim buser dan Resmob Polda sudah bekerja masksimal. Selain itu, kedua anak ini merupakan pencuri lintas propinsi, dimana mereka datang ke Kendari tanpa ada pekerjaan jelas,” kata Agung.

Lapas Kendari Bentuk Tim Berantas Narkoba

Kepala Seksi Bimibingan Napi dan Anak Didik Lapas Kendari, Herianto, menyatakan bakal mencari dan membentuk tim untuk mengungkap pemilik urine dengan kandungan zat narkoba itu.

“Kami akan bentuk tim dan menemukan penyebabnya. Selama ini kami sudah tegas dan akan seterusnya melakukan pemberantasan narkotika,” tegas Herianto. Dia menjelaskan, sejauh ini sudah ada upaya ketat untuk memberantas penggunaan narkoba di Lapas Kendari.

Upaya membawa masuk narkoba ke dalam lingkungan lapas pun beberapa kali digagalkan. Dalam tes urine kali ini, sekitar 50 pegawai dan warga lapas ikut serta, delapan di antaranya adalah perempuan.KIKI

Dua Warga Binaan Lapas Kendari Positif Konsumsi Narkoba

KENDARI, SUARAKENDARI. Com — Badan Narkotika Provinsi Sulawesi Tenggara mendapatkan dua hasil tes urine di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kendari positif mengandung zat narkoba. Tes urine digelar untuk petugas, pegawai, dan warga binaan lapas.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNP Sultra, La Mala, mengatakan, dua hasil tes urine di lapas itu mengandung amphetamine dan metamphetamine. Menurut dia, kandungan narkoba itu didapatkan dari urine dua laki-laki, tetapi dia menolak mengungkap identitas mereka.

“Kami sengaja tidak memublikasikan. Biarlah ditangani pihak Lapas Kendari dan hasil ini akan kami berikan kepada Lapas Kendari untuk ditindaklanjuti,” kata La Mala saat dikonfirmasi, Jumat (31/1/2014).

La Mala mengatakan, tes urine ini merupakan wujud kerja sama BNP Sultra dengan Kementerian Hukum dan HAM. Dalam MoU, kedua instansi sepakat untuk saling mengawasi dan berpartisipasi memberantas narkoba.

Pemeriksaan urine di lapas tersebut berlangsung mendadak. Bahkan Kepala Lapas Kendari, Lukman Amin, dan beberapa stafnya mengaku tidak mendapat pemberitahuan akan ada tes urine ini.

“Namun, kami menyambut baik terkait tes urine ini. Kami upayakan bersih dari narkoba, ada pegawai lapas yang terlibat narkoba, kami pecat dan tidak main-main. Hal ini merupakan komitmen kami dengan BNNP Sultra,” kata Lukman Amin. KIKI

Bertekat Besarkan PPP Sultra

KENDARI, SUARAKENDARI.Com- La Ode Songko mengatakan bahwa amanah yang diembannya saat ini bukanlah amanah yang ringan, melainkan ia sadar bahwa ia harus mengembalikan kejayaan partai seperti dulu.

“Amanah ini memang bukan amanah yang ringan, tapi saya yakin, jika semua kader bersatu, maka tidak ada alasan bagi kita semua untuk tidak memenangkan pemilu 2014,” ujarnya. Songko menghimbau seluruh kader Partai Berlambang kabah untu bahu membahu membesarkan partai dan menjalankan seluruh amanah partai.(LINA)

Habil Harap PPP Sultra Bisa Bersaing

KENDARI, SUARAKENDARI.Com- Habil Marati, selaku mantan pelaksana DPW Sultra, mengatakan bahwa DPW memiliki peran yang sangat penting untuk membesarkan partai dalam menyongsong pemilihan yang sudah didepan mata.

“Pokoknya ketua yang baru ini harus rajin-rajin turun lapangan karena kita sudah tidak punya waktu yang banyak lagi,” pesannya.

Ia juga percaya bahwa kepemimpinan PPP dibawah tangan La Ode Songko akan semakin membaik, sehingga seluruh kader harus selalu optimis.LINA