Kalah Pilkada, Lima Pasang Calon Bupati/Wakil Bupati di Sultra Menggugat ke MK

SUARAKENDARI.COM-Menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi jalan terakhir dilakukan lima pasang calon bupati dan wakil bupati yang kalah di pilkada 9 Desember 2015 lalu.Ke lima pasang calon yang menggugat tersebut masing-masing, pasangan calon H. Aswad Sulaiman P – H. Abu Haera (Kab. Konawe Utara), pasangan Nur Sinapoy- (Kabupaten konawe Kepulauan), pasangan calon Haliana – Muhammad Syawal (Wakatobi), pasangan calon bupati/wakil bupati Ridwan Zakaria di Buton Utara dan terakhir pasangan calon bupati /wakil bupati Rusman Emba – Malik Ditu di pilkada Muna.

Ke lima pasang calon ini menggugat bersama 123 pasang calon kalah yang ikut pilkada serentak di seluruh indonesia.”Ada 123 perkaran yang didaftarkan, saya sudah ketemu dengan Ketua MK (Arief Hidayat). Dia sedang konsentrasi menyeleksi betul perkara yang diajukan. Terbukti dengan data-data atau tidak,” kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2015), seperti dikutip media nasional.

Kepala Biro Humas MK Ahmad Budi Djauhari mengatakan, MK akan mengumumkan berkas laporan pengadu lengkap atau tidak pada 31 Desember 2015. Pemohon yang belum melengkapi legal standing diberi waktu tambahan tiga hari. Sidang sengketa dimulai 7 Januari 2016.

Dalam situs resmi MK diulas, para calon kepala daerah masih dapat mengajukan gugatan selama 3 x 24 jam setelah pengumuman hasil perolehan suara oleh masing-masing KPU Kota/Kabupaten dan KPU Provinsi masing-masing. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan Pasal 157 ayat (5) UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Menjadi Undang-Undang (UU Pilkada) dan diatur pula dalam Peraturan MK Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pedoman Beracara dalam Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.

Meskipun UU Pilkada telah mengatur syarat pengajuan permohonan perselisihan hasil pemilihan kepala daerah (PHP Kada) melalui pembatasan jumlah selisih suara, sejumlah pasangan calon kepala daerah tetap mengajukan permohonan ke MK. Para pemohon tersebut mendalilkan sejumlah pelanggaran yang terjadi selama pelaksanaan pilkada yang mereka ikuti.SK/MK

Pedis, Calon PDIP Kalah di Wakatobi

SUARAKENDARI.COM-Kalah di wakatobi tentu menyakitkan, pasalnya, calon PDIP yang mengusung Haliana – Muhammad Syawal didukung langsung Hugua yang tidak lain Bupati Wakatobi sekaligus menjabat Ketua PDI Sultra. Melihat dukungan yang ada maka seharusnya pasangan ini berpotensi besar memenangkan pertarungan politik pilkada 9 Desember 2015 lalu. Namun hasil akhir dari proses politik terrnyata berkata lain, rakyat wakatobi rupanya lebih banyak menjatuhkan pilihan mereka ke pasangan Arhawi-Ilmiati.

Dari hasil pleno KPU Waktobi terdapat sekitar 777 selisih suara yang dimenangkan pasangan Arhawi-Ilmiati. Berdasarkan hasil pleno KPU Wakatobi posisi suara untuk pasangan Arhawi- Ilmiati sebesar 28.873 suara, sedangkan pasangan Haliana- Muhammad Syawal sebesar 28.096 suara.

Kekalahan pasangan Haliana – Muhammad Syawal terlihat setelah keduanya mendaftarkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) bersama puluhan pasangan calon lain di Indonesia yang kalah pilkada.

Puluhan kandidat yang bertarung di Pilkada Serentak 9 Desember lalu, tidak terima dengan kekalahan. Mereka langsung mendaftarkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Pelanggaran yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) masih menjadi isu utama yang didalilkan oleh para pemohon perkara sengketa hasil Pilkada 2015,” demikian informasi diperoleh dari website resmi MK, Minggu (20/12).

MK menerima permohonan gugatan hasil pilkada dari tiap daerah yang melakukan pemungutan suara dengan batas waktu 3×24 jam sejak diumumkan penetapan perolehan suara hasil pemilihan oleh KPU masing-masing daerah. (MK)

Berikut sebagian daftar para penggugat tersebut yang dikutip dari twitter resmi MK @Humas_MKRI:

1. Kab. LABUHANBATU SELATAN (H. Usman-Arwi Winata)2. Kota MEDAN (Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma)
3. Kab. OKU (Hj. Percha Leanpuri-H. M. Nasir Agun)
4. Kab. TANA TIDUNG (H. Akhmad Bey Yasin-H. Abdul Fatah Zulkarnain)
5. Kab. KONAWE UTARA (H. Aswad Sulaiman P.-H. Abu Haera)
BACA : Beredar Foto Adegan Hot di Alun-alun Tugu Malang
6. Kota GUNUNGSITOLI (Martinus Lase-Kemurnian Zebua)
7. Kota LABUHANBATU (H. Tigor Panusunan Siregar-H. Erik Adtrada Ritonga)
8. Kab. TANAH BUMBU (H. Abdul Hakim G.-Gusti Chapizi)
9. Kab. SERDANG BEDAGAI (Syahrianto-M. Riski R Hasibuan)
10. Kota SIBOLGA (Memori Eva Ulina Panggabean-Jansul Perdana Pasaribu)
BACA : Maskapai AirAsia Bantah Keluar Asap di Kabin Pesawat
11. Kab LIMA PULUH KOTA (H. Asyirwan Yunus-H. Ilson Cong)
12. Kab BUNGO (H. Sudirman Zaini-H. Andriansyah)
13. Kab NIAS (Faigi’asa Bawamenewi-Bezatulo Gulo)
14. Kab OGAN ILIR (H. Helmy Yahya-H. Muchendi Mahzareki)
15. Kab Berau (H. Ahmad Rifai-H. Fahmi Rizani)
16. Kota Balikpapan (Heru Bambang-Sirajudin)
BACA : Ketua Perindo Medan Dianiaya Hingga Tewas
17. Kab Indragiri Hulu (H. T. Mukhtaruddin-Hj. Aminah)
18. Kab Kotawaringin Timur (Muhammad Rudini-H. Supriadi M.T.)
19. Kab Kotabaru (H. M. Iqbal Yudiannoor-H. Sahiduddin)
20. Kab Pelalawan (Zukri-Abdul Anas Badrun)
21. Kab Rejang Lebong ( Fatrolazi-Hj. Nurul Khairiyah)
BACA : Baim Wong Posting Foto Bareng Maia Estianty
22. Kab Kuantan Singingi (Indra Putra-Komperensi)
23. Kota TANGERANG SELATAN (Ikhsan Modjo-Li Claudia Chandra)
24. Kota Bandar Lampung (H. Tobroni Harun-Komarunizar)
25. Kab. Pesisir Barat, Lampung (Aria Lukita Budiwan-H. Efan Tolan)
26. Kab Toba Samosir (Poltak Sitorus-Robinson Tampubolon)
27. Kab. Kutai Timur (Ardiansyah Sulaiman-Alfian Aswad)
28. Kab. Mahakam Ulu, Kaltim (Ruslan-Valentinus Tingang)
29. Kab. Gresik, Jawa Timur (H. Husnul Khuluq-Ach. Rubaie)
30. Kab. Malang, Jawa Timur (Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi)
31. Kab. Samosir, Sumut (Raun Sitanggang-Pardamean Gultom)
31. Kab. Samosir, Sumut (Raun Sitanggang-Pardamean Gultom)
32. Kab. Bengkulu Selatan (Reskan Effendi-Rini Susanto)
33. Kab Mamuju (Bustamin Bausat-Damris)
34. Kab. Ponorogo, Jawa Timur (Sugiri Sancoko-Sukirno)
35. Kab. Supiori, Papua (Yan Imbab-Dwi Saptawati Trikora Dewi)
36. Kab Tanah Datar (Edi Arman-Taufiq Idris)
37. Kab Boven Digoel (Yesaya Merasi-Paulinus Wanggimop)
38. Kab Banggai Laut (Sofyan Kaepa-Trin Lulumba)
39. Kab. Lebong (Kopli Ansori-Erlan Joni)
40. Kab. Muko Muko (Sapuan-Dedy Kurniawan; Wismen A. Razak-H. Bambang Afriadi)
41. Kab. Pemalang (Mukti Agung Wibowo-Afifudin)
42. Kab. Wakatobi (Haliana-Muhammad Syahwal)
43. Kab. Karangasem (I Wayan Sudirta-Ni Made Sumiati)
(SK/MK)

Tim SUARA Ajak Warga Konsel Jaga Suasana Kondusif

SUARAKENDARI.COM-Euforia kemenangan tak menjadikan tim pasangan Surunuddin-Arsalim larut dalam kegembiraan berlebihan. Bahkan, melalui tim kemenangannya, pasangan yang memperoleh 37,99 persen suara (versi quick count JSI) mengajak seluruh simpatisan agar menjaga suasana kondusif pascapilkada serentak di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

“Alhamdulillah, Kami sudah mendapatkan hasil perhitungan di semua kecamatan di Konawe Selatan, dan kami unggul dari pasangan lainnya,” kata Irham Kalenggo, Ketua Tim Pemenangan Surunuddin-Arsalim, di Kendari.

Kendati sudah memastikan menang dari pasangan lain, tetapi tetap menunggu hasil pleno dari KPU Konawe Selatan.

“Saya selaku ketua tim meminta kepada seluruh simpatisan agar tetap menjaga situasi keamanan di daerah ini agar tetap kondisif sambil menunggu hasil resmi dari KPU,” kata Irham.

Sebelumnya Jaringan Survei Indonesia (JSI), lembaga survei penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada), merilis pasangan Surunudin-Arsalin unggul di Kabupaten Konawe Selatan.

Sesuyai hasil quick count pasangan Surunudin-Arsalim yang diusung Partai Golkar, PBB dan Partai Hanura unggul 37,99 persen, disusul pasangan Muhammad Endang-Nurfa Thalib yang diusung Partai Demokrat dan PKB 31,23 persen.

Sementara pasangan Asnawi Syukur-Rustam Tamburaka yang diusung PDI-P, Partai Nasdem, Partai Gerindra, PKS dan PPP mengantongi 26,51 persen, dan pasangan perorangan Rusmin Abdul Gani-Muchlis 3,22 persen.SK/AN

Hasil Pilkada, PDIP Sultra Klaim Raih Kemenangan di Lima Kabupaten

SUARAKENDARI.COM-Meski belum ada hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara, namun Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah mengklaim kemenangan Pilkada diraih pada lima daerah pemilihan.

Seperti disampaikan Wakil Sekretaris PDI-P Sultra Made Suparna kepada wartawan di Kendari, bahwa, klaim kemenangan pasangan usungan PDI-P didasarkan pada data formulir C-1 yang dikuasai para saksi di setiap tempat pemungutan suara (TPS).

“PDI-P berhak dan bertanggungjawab merilis perolehan suara sementara para calon usungan PDI-P. Kami percaya dan yakini kebenaran data yang dimiliki saksi partai,” kata Made didampingi sejumlah pengurus partai tersebut.

Lima daerah pemilihan yang diklaim dimenangkan PDI-P adalah Kolaka Timur, Konawe Utara, Buton Utara, Muna dan Wakatobi.

Data perolehan suara sementara versi PDI-P Sultra untuk Kabupaten Muna mencatat pasangan Rusman Emba/Malik Ditu (PDI-P dan Partai Demokrat) 40.652 suara, pasangan Laode Baharuddin/La Pili (PAN, PKS, Gerindra) 39.035 suara dan Arwaha Adi Saputra/Laode Saemuna 4.215 suara.

Kabupaten Konawe Utara Aswad Sulaeman (Gerindra, PDI-P, Hanura) merebut 19.029 suara dan pasangan Ruksamin/Rauf (PBB, PAN, Golkar, PKS, Nasdem) 18.411 suara.

Konawe Selatan untuk pasangan Asnawi Syukur/Rustam Tamburaka (PAN, PDI-P, Nasdem, Gerindra, PKS, PPP) mengantongi 26,56 persen, pasangan Mh Endang/Nurfa Thalib (Partai Demokrat, PKB) 31,21 persen, Surunuddin Dangga/Arsalim (Golkar, PBB, Hanura) 38,23 persen, Rusmin Abdul Gani/Muchlis (perorangan) 4,23 persen.

Kabupaten Wakatobi untuk pasangan Arhawi Ruda/Ilmiati Daud (PAN, Golkar, Nasdem, PKS, Hanura, PKB, PBB, Gerindra) 49,20 persen dan pasangan Haliana/Muh Syawal (Partai Demokrat, PDI-P) 50,80 persen.

Kabupaten Kolaka Timur untuk pasangan Tony Herbiansyah/Andi Meria (Nasdem, Partai Demokrat, PDI-P) unggul 41,82 persen, Muh. Buddu/Ridwan Basbafal (Gerindra, Hanura, PPP) 29,35 persen, Wahyu Ade Pratama/Idul Fitri Syam (Golkar, PKPI, PKS, PKB) 25,34 persen, Syam Alam/Hj. Farida (PAN, PBB) 3,49 persen.

Sementara Kabupaten Buton Utara bagi pasangan Abu Hasan/Ramadio (Partai Demokrat, PKB, PDI-P) unggul 50,82 persen, Laode Manan Ganiu/Gamsir (perorangan) 0,37 persen dan pasangan Ridwan Zakaria/La Djiru (PAN, Hanura, PBB, Gerindra) 48,82 persen.

Konawe Kepulauan untuk pasangan Nur Sinapoi/Abdul Salam (PAN, PDI-P, PKS, Golkar) 8.631 suara, Ridwan Landipo/Kurdin Wahab (perorangan) 637 suara dan pasangan Amarulah/Andi Lutfi (Gerindra, PKPI, Demokrat) 11.667 suara. AN/SK

Pilkada Wakatobi, Dua Paslon Klaim Sama-sama Menang

SUARAKENDARI.COM-Seru dan menegangkan, menggambarkan betapa tingginya tensi politik pasca pemilihan kepala daerah di Kabupaten Wakatobi saat ini. Pasalnya, dari hasil perhitungan suara, kedua pasangan saling klaim kemenangan antara pasangan calon bupati/wakil bupati. Puncaknya ke dua kubu massa pendukung bahkan menggelar konvoi kemenangan keliling Wangiwangi, ibukota Kabupaten Wakatobi.

Dalam konfrensi pers, pasangan Aruhawi Ruda/Imiati Daud yang menggunakan akronim HATI mengklaim memperoleh suara sebesar 50,47 persen, sedangkan pesaingnya, pasangan Haliana/Muhammad Syawal (HALAL) hanya memperoleh 49,53 persen suara.

Klaim kemenangan pasangan HATI tersebut disampaikan tim suksesnya, Naslimin Sarlito Alimin, melalui konfrensi pers di posko pemenangan HATI di Wangiwangi. “Sesuai dengan hasil perhitungan cepat yang kami lakukan, pasangan HATI unggul 0,94 persen dari pasangan HALAL,” kata Naslimin.

Tak mau kalah, pasangan HALAL juga mengklaim memperoleh suara sebesar 50,67 persen, sedangkan pasangan HATI yang menjadi kompetitornya, hanya memperoleh suara sebesar 48,33 persen.

“Berdasarkan hasil tabulasi di setiap TPS yang dikumpulkan tim sukses, kami meraih kemenangan sebesar 2 persen lebih dari tim lawan atau HATI,” kata Haliana.

Saling klaim kemenangan dua pasangan calon ini membuat Bupati Wakatobi Hugua turun tangan. Ia mengimbau masyarakat terutama pendukung dua pasagan calon bupati-wakil bupati yang bertarung dalam pemilihan kepala daerah untuk menunggu keputusan Komisi Pemilihan Umum.

“Lembaga yang berwenang mengumumkan hasil perhitungan suara pilkada adalah KPU, bukan lembaga survei yang melakukan penghitungan cepat,” katanya.

Bupati Hugua menyampaikan imbauan tersebut karena di pilkada Wakatobi yang digelar serentak di seluruh Indonesia, Rabu kemarin dua pasangan calon bupati/wakil bupati yang berkompetisi sama-sama mengkalim menang.

Pasangan calon bupati/wakil bupati Aruhawi Ruda/Imiati Daud yang menggunakan akronim `HATI`, mengklaim menang dengan perolehan suara sebesar 50,47 persen.

Sementara kubu pasangan Haliana/Muhammad Syawal yang menggunakan akronim `HALAL` mengklaim menang dengan peroleh suara sebesar 50,80 persen, sedangkan pesaingnya, pasangan `HATI` hanya memperoleh 49,20 persen suara.

Menurut Hugua, perolehan suara berdasarkan hasil hitung cepat yang hanya berbeda di bawah angka satu persen, sulit ditentu pasangan mana yang jadi pemenang.

Oleh karena itu kata dia, masyarakat terutama massa pendukung kedua pasangan calon, agar menahan diri dan sabar menunggu keputusan akhir dari perhitungan manual di KPU.

“Percayakan hasil perhitungan suara manual kepada pihak KPU sebagai penyelenggara pilkada karena dalam menghitung perolehan suara setiap calon, KPU melibatkan saksi-saksi dari dua pasangan calon,” katanya. AN/SK

Surunudin Tumbangkan Kakak Gubernur Sultra

SUARAKENDARI.COM, Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Konawe Selatan, Surunudin Dangga-Arsalim (Suara) berhasil menumbangkan kakak Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam yakni pasangan Asnawi Syukur-Rustam Tamburaka (Harum).

Berdasarkan rilis yang disampaikan Asisten Manager JSI yang melakukan perhitungan cepat, pasangan Suara berhasil unggul dengan perolehan suara 37,99 persen kemudian disusul pasangan Muhammad Endang-Nurfa Thalib (Mantap) dengan perolehan 31,23 persen. Pasangan Harum berada pada posisi ketiga yakni sebesar 26,53 persen dan posisi terakhir diperoleh pasangan Abdul Gani Rusmin-Muhlis (Beramal) sebesar 4,25 persen.

Dikatakannya, data yang diperoleh tersebut dari 99,5 persen suara yang masuk dari 199 TPS dengan tingkat partisipasi pemilih sebesar 73 persen.

Ia juga tidak bisa memastikan kekalahan yang dialami oleh adik seorang gubernur disebabkan oleh alasan tertentu.

“Kalau masalah kemenangan itu bukan wewenang kami, kami hanya mengumpulkan data yang ada saja di lapangan, namanya juga anomali politik jadi bisa berubah-ubah,” terangnya di Hotel Clarion, Rabu (9/12/2015).

Seperti diketahui pula bahwa kemenangan yang diraih pasangan Suara merupakan kemenangan yang dinanti-nantikan selama kurang lebih 25 tahun yang telah berjuang di beberapa daerah pada pemilihan kepala daerah. (LINA)

Beramal Unggul di Konkep

SUARAKENDARI.COM, Pasangan Amrullah dan Muhhamd Lutfi atau yang lebih dikenal dengan akronim Amrullah menjadi pasangan yang unggul dibandingkan dua pasangan lainnya pada pemilihan kepala Daerah (Pilkada) serentak di kabupaten konawe Kepulauan (Konkep) yang diselenggarakan pada tanggal 9 Desember 2015. Asisten Manager Riset Jaringan Suara Indonesia (JSI), Andi Nugroho, mengatakan bahwa pasangan Beramal unggul dengan perolehan sementara sebesar 55,4 persen menyusul pasangan Nur Sinapoy dan Abdul Salam sebesar 41,4 persen kemudian posisi terakhir dari calon independen Ridwan Landipo dan Kurdin Wahab atau akronim Rinduku Awanii sebesar 3,12 persen. “Data yang masuk saat ini sudah 86,9 persen dengan tingkat partisipasi pemilih sebesar 71,67 persen, kemungkinan tingkat persentasi masih akan berubah tapi hanya bergeser sedikit dan tidak akan mengubah hasil kemenangan calon yang sudah kami sampaikan,” terangnya. Ia juga menambahkan karena letak geografis Konkep sebagai wilayah kepulauan, menyebabkan signal yang didapatkan tidak terlalu bagus, sehingga difokuskan pada koordinator camat tidak setiap TPS yang mengirim melainkan korcam yang melakukan koordinasi di semua TPS. (LINA)

Tony Herbiansyah – Andi Merya Nur Raih 42,19 % Suara di Koltim

Hasil Quick Count Pilkada Koltim Versi JSI

SUARAKENDARI.COM- Hasil perhitungan cepat (Quick Count) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kolaka Timur Koltim versi Jaringan Suara Indonesia (JSI) menempat pasangan Tony Herbiansyah – Andi Merya Nur berada di posisi teratas dengan perolehan 42,19 persen suara. Sementara diurutan kedua ditempati pasangan pasangan Wahyu Ade Pratama –Idul Fitri Syam dengan perolehan 27,89 persen dan ditempat ke tiga H. Budu- Ridwan Basnafal dengan perolehan 26,56 persen dan diurutan ke empat pasangan Syamsu alam- farida Harianti sebesar 3,33 persen suara.(sumber: Okezone.com)

Pasangan Surunuddin – Arsalim Raih 38,16 %

Hasil Quick Count Pilkada Konsel Versi JSI

SUARAKENDARI.COM- Hasil perhitungan cepat (Quick Count) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) versi Jaringan Suara Indonesia (JSI) menempat pasangan Surunudin Dangga – Arsalim berada di posisi teratas dengan perolehan 38,16 persen suara. Sementara diurutan kedua ditempati pasangan pasangan Muhammad Endang SA – Nurfa dengan perolehan 31,22 persen dan ditempat ke tiga pasangan Asnawi Syukur- Rustam Tamburaka dengan perolehan 26,36 persen dan diurutan ke empat pasangan Rusmin Abd Gani – Muhlis sebesar 4,26 persen suara. Data dari KPU Konawe Selatan tahun 2015 kumlah pemilih  mencapai kurang lebih 216.217 pemilih yang menyalurkan hak pilih di daerah itu. (sumber: okezone.com)

Gubernur Optimis Pelaksanaan Pilkada Seretak Berlangsung Lancar

SUARAKENDARI.COM-Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam  optimis pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 di tujuh daerah Sultra akan berjalan lancar, kalaupun ada masalah Tanggal 9 Desember 2015 dipastikan tetap dapat teratasi.

“InsyaAllah Kita perkirakan semua kabupaten yang pilkada akan berjalan lancar ,” katanya.

Pemerintah juga mengapresiasi, kerja sama semua pihak seperti kepolisian dan TNI terjalin dengan baik, begitu pula pemerintah daerah di kabupaten dan penyelenggara pemilu yang sudah mempersiapkan terselenggaranya pemungutan suara 9 Desember 2015.

Nur Alam berharap adanya peningkatan  pengawasan terhadap kemungkinan pelanggaran, seperti pelanggaran kriminal umum dalam pilkada dan jika itu terjadi  maka harus diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. “Semoga ini akan terus terjaga hingga hari pemilihan maupun setelah rekapitulasi perhitungan suara,” katanya. SK/AN