Hitung Cepat Pilkada Sultra, Pasangan Ali Mazi-Lukman Unggul 42,52 Persen

Suarakendari.com-Hasil perhitungan cepat atau quick count pilkada gubernur Sulawesi Tenggara yang di lakukan oleh salah satu lembaga survey, The Haluoleo Institute menempatkan pasangan no urut satu Ali Mazi-Lukman Abunawas unggul dengan perolehan suara 42,52 persen, sementara no urut dua Asrun-Hugua 25,15 persen dan pasangan nomor urut tiga Rusda-Syafey,memperoleh 32,46 persen.
Hal ini terungkap dalam konfrensi pers rabu sore 27 juni 2018 dengan jumlah total suara yang masuk 95 koma 13 persen.
“Hasiil perhtungan cepat inidilakukan berdasarkan hasil perolehan suara 6 daerah pemilihan di 17 kabupten kota yang ada di wilayah sulawesi tenggara dimana pasangan no urut 1 menang telak di dapil 4 yakni kota bau ba, kabupaten buton, buton tengah, buton selatan dan wakatobi mencapai 60 ,54 persen,”kata Naslim Sarlinto, Ketua The Haluoleo Institute.
Namun dengan perhutungan semenetara ini, para calon diminta untuk tidak berpuas diri dulu karena bukanlah hasil tetap, dimana hasil resmi akan di lakukan oleh pihak KPUD provinsi Sultra nantinnya.SK

Korban Banjir Antusias Mencoblos di Pilgub Sultra

Suarakendari.com-Demi memberikan hak suaranya di pemilihan calon Gubernur Sultra warga korban banjir di Kota Kendari , Rabu pagi 27 juni 2018,antusias melakukan pencoblosan di tenda darurat yang berada di tengah tenda pengungsian. Warga pun banyak hanya menggunakan KTP dalam memilih dikarenakan surat panggilan hilang akibat banjir.

Dengan menggunakaan perahu karet,warga korban banjir yang berada di kawasan kali wanggu kelurahan lepo lepo, Kota Kendari, demi melakukan pencoblosan, wwarga terlihat antusias memberikan hak suara mereka di TPS 8 sebuah tenda darurat yang didirikan persis ditengah kawasan tenda pengungsian.

Warga korban banjir menyalurkan suara hanya dengan memperlihatkan KTP karena kartu surat panggilan yang mereka terima hilang akibat banjir dan diperbolehkan oleh pihak penyelenggara pilkada.

“Saya hanya memperlihatkan KTP suarat suara hilang karena banjir,”kata Arham, warga korban banjir.

Setelah melakukan pencoblosan mereka kembali kentenda untuk melakukan aktifitas , dimana air masih belum surut dan puluhan rumah warga masih terendam banjir , merekapun masih bertahan di pengungsian.

Jumlah wajib pilih yang berada di tps 8 ini merupakan korban banjir mencapai 363 wajib pilih, selain itu juga beberapa personil kepolisian terlihat membantu warga dan melakukan pengamanan penyelenggaraan pilkada ini. SK

Istri Asrun Sayangkan Sikap KPK

Suarakendari.com- Sriyatin ,isteri calon kepala daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, nomor urut dua Asrun yang kini jadi tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) menyayangkan sikap komisi anti rasuah yang tidak memberikan hak suara bagi suaminya untuk memilih di pemilihan kepala daerah langsung. Hal ini diungkapkan sriyatin usai mencoblos di tps 9 kelurahan lahundape / kecamatan kendari , Sulawesi Tenggara, Rabu pagi (27 juli 2018).

Menurut sri yatin seharusnya KPK dapat memberikan kesempatan pada suaminya, untuk menyalurkan hak suara nya sebagai warga negara, walau berstatus tersangka.

Meski begitu Sriyatin tetap menghormati keputusan KPK tersebut yang dinilai memiliki pertimbangan tersendiri, serta optimis pasangan asrun huga dapat terpilih di pilkada serentak.

“Harusnya beliau diberi kesempatan memilih, karena be;iau pasti sangat ingin menyalurkan hak pilihnya. Tapi kami optimis masih bisa memenangkan pilkada ,”kata Sriyatin.

Dalam tabel daftar pemilih tetap, Cakada Asrun mendapat kartu pemilih dari petugas pemilihan suara di TPS 9, Kelurahan Lahundape dan berada dalam daftar urut DPT 229.

Juswan, Ketua PPS setempat membenarkan jika Asrun mendapat surat suara di TPS 9. “Pak Asrun memilih di tps 9 ini, karena telah mendapat kertas suara sesuai domisili beliau, tapi saya tidak tau apakah beliau akan datang memilih atau tidak,”katanya.

Sesuai data di tps sembilan sendiri terdapat 493 wajib pilih yang menyalurkan hak suaranya di pilkada serentak tahun ini.

Pada plikada serentak di sulawesi tenggara diikuti tiga pasang calon masing-masing, nomor urut satu pasangan Ali Mazi-Lukman Abunawas, pasangan calon urut dua ditempat pasangan Asrun-Hugua dan pasangan urut tiga masing-masing Rusda Mahmud- Syafei Kahar. Semnetara untuk jumlah pemilih sesuai dpt di sulawesi tenggara terdapat 1.628.320 suara. SK

Hugua Optimis Menang Pilkada

Suarakendari.com- Ir Hugua, calon Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara nomor urut dua tetap optimis dapat memenangkan pemilihan langsung kepala daerah di bumi anoa, meski pasangannya, Ir Aasrun kini menjadi tersangka koruspsi dan mendekam di tahanan komisi pemberantasan korupsi ( KPK) di Jakarta.

Di tengah hujan yang mengguyur kota kendari, tak menyurutkan langkah Hugua untuk mendatangi tempat pemungutan suara untuk menyalurkan hak pilihnya, Rabu , pagi (27 juni 2018). Wakil cakada Hugua , datang sekitar pukul 11.00 pagi di temani isteri dan dua anaknya setelah mendapat kartu pemilih dari petugas pemilihan suara di TPS 12, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi tenggara.

Pada pilkada kali ini, Hugua harus bekerja ekstra setelah pasangannya, Asrun yang maju sebagai calon gubernur sulawesi tenggara ditangkap KPK pada pada Februari 2018 silam .

Aasrun ditangkap KPK bersama anaknya Ardriatma Dwi Putra yang juga Wali Kota Kendari akibat terlibat dugaan suap dengan salah satu pengusaha di kendari. Kasus tersebut tentu menjadi isu hangat yang menjadi bola panas menjelang pemilihan berlangsung.

Kendati demikian, Hugua mengaku tidak gentar dan tetap optmis memenangkan pemilihan gubernur sulawesi tenggara. Ia mengaku di pilkada ini akan mengukir sejarah/ bahwa seorang tersangka belum tentu bersalah dan asrun masih dicintai pendukungnya.

“Kami optimis masih bisa memenangkan pilkada di sulawesi tenggara dan akan mencatat sejarah bahwa seorang tersangka belum tentu bersalah dan akan membuktikan asrun akanmemenangkan pemilihan,”ungkapnya.

Hugua juga mengaku jika dirinya sudah sempat bertemu kepada asrun jauh sebelum pencoblosan. Kepada dirinya, Asrun menitip pesan agar terus berjuang mememenangkan pilkada serentak.

Di pilkada Sulawesi Tenggara 2018, pasangan asrun- hugua diusung lima partai politik diantaranya/ PDIP bersama partai amanat nasional (PAN), partai keadilan sejahtera (PKS), Partai Hanura, dan Partai Gerindra.

Pada plikada serentak disulawesi tenggara diikuti tiga pasang calon, masing-masing nomor urut satu pasangan ali mazi-lukman abunawas, pasangan calon urut dua ditempat pasangan asrun-hugua dan pasangan urut tiga masing-masing rusda mahmud- syafei kahar. Semnetara untuk jumlah pemilih sesuai dpt di sulawesi tenggara terdapat satu 1.628 suara. SK

PSU Pilkada Bombana, Pasangan Tafdil -Johan Unggul Suara

SUARAKENDARI.COM-Pemilihan Suara Ulang di 7 TPS Pilkada Bombana menempat Pasangan H.Tafdil – Johan Salim dipastikan unggul dari rivalnya, Kasra Jaru Munara-Man Arfah, yang berlangsung Rabu (7/6). Dari tujuh TPS pasangan Tafdil-Johan unggul 980  suara, sedangkan pasangan Kasra Jaru Munara-Man Arfah meraih 794 suara.

Tafdil kepada wartawan mengatakan kemenangan yang diraihnya  merupakan kemenangan semua warga Bombana. “Ini adalah kemenangan seluruh masyarakat Bombana,”ujarnya.

PSU dilakukan di 7 TPS masing-masing: TPS 2 Desa Tahi Ite, Kecamatan Rarowatu;  TPS 1 Desa Larette, Kecamatan Poleang Tenggara;  TPS 1 Desa Marampuka (TPS  Lemo), Kecamatan Poleang Tenggara;  TPS 2 Desa Marampuka (TPD 2 Larette), Kecamatan Poleang Tenggara;  TPS 1 Desa Lamoare, Kecamatan Poleang Tenggara,
TPS 1 Desa Hukaea, Kecamatan Rarowatu Utara; dan  TPS 2 Desa Lantari, Kecamatan Lantari Jaya. SK

BPBD Rilis Data Kerugian Bencana di Kendari

SUARAKENDARI.COM-Bencana banjir dan tanah longsor menimpa wilayah Kota Kendari kini dalam pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendari. Untuk sementara total kerugian akibat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kota Kendari diperkirakan mencapai Rp 75 miliar.

“Total kerugian itu dihimpun dari hasil pendataan dilapangan oleh petugas BPBD di sejumlah kecamatan di Kota Kendari sejak tanggal 12 sampai dengan 31 Mei 2017,”kata Suhardin, Kepala BPBD Kendari.

BPBD juga mencatat sejumlah wilayah yang cukup parah terkena banjir, diantaranya Kecamatan Kendari, Kendari Barat, Mandonga, Kadia dan Lepo-lepo seputaran Sungai Wanggu.

“Pastinya data ini masih bersumber dari data BPBD dan kami masih menunggu data dari masing-masing camat se-Kota Kendari,”katanya.SK

Imran Siap Kampanyekan Asrun di Pilgub Sultra

SUARAKENDARI.COM-Siapa tak kenal sosok Drs.H Imran MSi di Sulawesi Tenggara? Ya. khususnya di daratan Sultra, nama Imran memang tidak asing, sebab pria kelahiran Uluiwoi, Kolaka itu pernah menjabat Bupati Konawe Selatan selama dua periode.

Nah, pada momen pemilihan kepala daerah (pilkada) Sulawesi Tenggara yang dihelat 2018 mendatang, Imran yang kini menjadi Ketua Partai Gerindra Sulawesi Tenggara menjagokan DR.Ir.H. Asrun, M.Eng untuk maju menjadi calon gubernur Sultra.

Ia bahkan melihat sosok Asrun lebih siap jadi gubernur pasca Nur Alam. “Pak Asrun lebih siap jadi gubernur Sultra, saya siap mengkampanyekan pak asrun di wilayah konawe raya,”kata Imran.

“Di konawe ini saya akan turun gunung bersama pak asrun, karena saya tau mana yang bagus dan tidak. Kalau jelek saya akan bilang terang-terangan. Tapi, karena saya tau rekam jejaknya makanya saya dukung Pak Asrun,”tambah Imran.

Imran mengaku, dirinya  dan keluarga sudah bergabung dalam tim pemenangan Asrun. “Saya mau kita semua bersatu, saya juga akan kumpul juga keluarga di Konsel,”tegasnya.SK

Asrun Siap Maju di Pilgub Sultra

SUARAKENDARI.COM-DR. Ir. H.Asrun, M.Eng semakin mantap menyatakan  kesiapannya untuk maju sebagai calon gubernur Sulawesi Tenggara, 2018 mendatang.

“Ini momen yang paling tepat, karena, masa jabatan saya berakhir tidak jauh beda dengan proses pencalonan gubernur, dan kita tidak lawan incumbent,”katanya dihadapan ratusan orang saat buka puasa bersama.

Asrun mengaku ingin memperluas cakupan pelayanan ke tingkat Sultras setelah dua periode melayani warga kota Kendari sebagai Walikota Kendari.

” Sultra masih membutuhkan pembangunan infrastruktur dan itu sesuai keahlian saya,”katanya.

Terkait pintu partai yang akan dipakai maju Asrun mengaku siap melalui pintu Partai Amanat Nasional (PAN).  “Dari segi pintu, kita yang paling siap dengan partai PAN apalagi pak Imran sudah bersama kita, Insya Allah Partai Gerindra juga sama kita,”ujarnya.

“Untuk itu, Saya sama pak Imran kesini minta dukungan bapak ibu untuk maju sebagai calon gubernur tahun 2018,”kata Asrun.SK

Asrun Silaturahmi dengan Ribuan Warga Moramo

SUARAKENDARI.COM-Lebih dari 1000 warga kecamatan moramo dan moramo barat memadati lokasi silaturahmi Calon Gubernur Sultra DR.Ir. H.Asrun, MEng, di Desa Moramo, Kecamatan Moramo.

Tak sekedar bersilarurahmi bersama warga, Asrun juga memanfaatkan waktu untuk kembali bernostalgia  di daerah yang kerap dilaluinya  sejak kecil hingga menjadi pejabat.

“Daerah ini bukan wilayah baru bagi saya, ini wilayah ini pertama kali bapak saya mengajar.  daerah ini bukan wilayah baru bagi saya, ini wilayah ini pertama kali bapak saya mengajar,”ungkap Asrun, dihadapan warga.

“Ruas jalan ini Tobimeita- Lapuko, Lapuko Awunio, Awonio -Amolengu dan Labuan tembus Bau-bau. Dulu jalan kabupaten saya yang angkat jadi jalan propinsi dan saat ini jadi jalan nasional. Kesempatan ini jangan kita abaikan, karena ini momen yang tepat untuk saya maju sebagai calon gubernur,”kata Asrun.

Pada kesempatan ini Asrun juga melantik puluhan relawannya yang ada di dua kecamatan ini.ALIN

Jelang Pencoblasan Pilwali Kendari, Kampanye Hitam hingga Dugaan Bom Dilancarkan

Suasana kediaman pribadi Wali Kota Kendari usai mendapat serangan ledakan yang diduga bom. Dokumentasi foto milik Laode LIKU/FB

Suarakendari.com-Menjelang pencoblosan pilkada serentak tensi politik di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara  nampaknya mengalami  peningkatan eskalasi. Tak hanya perang program yang dilancarkan melalui mimbar kampanye resmi yang digelar tempat umum, tetapi juga meningkatnya eskalasi “kampanye hitam” oleh sejumlah oknum tidak beranggung jawab, serta adanya aksi tidak terpuji sejumlah oknum yang sengaja memperkeruh suasana dengan melakukan aksi teror dengan ledakan yang diduga bom yang bertujuan  membuat suasana jadi tidak kondusif. Ledakan yang duga  bom meledak di rumah kediaman pribadi Wali Kota Kendari, DR. Ir H. Asrun, M.Eng, Kamis pagi sekitar pukul 07.00 wita. Membuat sejumlah aparat keamanan khsususnya tim anti teror diterjunkan. Belakangan diketahui sesuai hasil olah TKP polisi, ledakan ternyataberasal dari tabung gas di dapur rumah walikota.

Pada pagi yang sama, sejumlah warga dikejutkan dengan beredarnya sejumlah pamlet yang bertuliskan himbauan untuk tidak mencoblos salah satu calon yang diduga terlibat korupsi. Oleh pelaku, pamlet tersebut dibuang ke jalan raya dan lorong-lorong pemukiman warga, diantaranya di Kelurahan Lahundape   dan Keluraahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat.  Aksi kampanye hitam dan teror bom ini tentu saja menjadi catatan buruk bagi penyelenggaraan pemilukada serentak di Indonesia khususnya di Kota Kendari.   Sejumlah pihak menyeyangkan sikap tidak terpuji ini. “Kami sangat sayangkan aksi-aksi tidak terpuji seperti ini terjadi menjelalang pilkada,”kata Andi, warga Kelurahan Lahundape.  SK