Biaya Mengurus STNK Hilang Hanya 50 Ribu Rupiah

Kelengkapan surat-surat kendaraan memang sangat penting dalam aktifitas berkendara di jalan raya. Bukan saja wajib bagi pengendara, tetapi juga sebagai bukti kepemilikan sah. Banyak pemilik kendaraan yang tanpa sengaja kehilangan surat kendaraan mereka. Nah, bagi Anda yang Surat Nomor Tanda Kendaraan (STNK) hilang, kini tak perlu pusing.

Dilansir dari Divisi Humas Polri, Senin (22/6), untuk mengurus STNK hilang mengurusnya hanya diperlukan Rp 50 ribu. Anda sudah bisa mendapatkan surat kendaraan motor anda yang baru.

Divisi Humas Mabes Polri menjelaskan syarat-syarat pengurusan STNK yang hilang. Berikut surat-surat yang diperlukan.

1. KTP Pemilik kendaraan yang tertera

2. Foto copy dari Surat Tanda Nomor Kendaraan yang hilang

3. Surat Tanda Hilang baik dari Polsek ataupun Polres setempat.

4. BPKB asli maupun foto copy juga harus anda bawa.

Berikut langkahnya di Samsat wilayah masing-masing.

1. Anda terlebih dahulu diwajibkan untuk cek fisik kendaraan, setelah itu foto copy hasil tes fisik kendaraan tersebut.

2. Isi formulir dengan lengkap dan benar.

3. Mengurus Cek Blokir (Mengurus Surat Keterangan STNK Hilang dari Samsat), berisi keterangan keabsahan STNK terkait, misalnya tidak diblokir atau dalam pencarian. Lampirkan hasil cek fisik kendaraan.

4. Mengurus pembuatan baru di loket BBN II. (Lampirkan semua persyaratan data dan Surat Keterangan Hilang dari Samsat).

5. Jika anda belum membayar pajak motor tahunan pada pembuatan STNK baru, maka anda diwajibkan untuk membayar pajak. Tapi jika anda sudah membayar biaya pajak ini maka bebas biaya pajak.

6. Membayar biaya untuk proses pembuatan sebesar Rp. 50.000.

7. Anda tinggal menunggu jadi, kemudian pengambilan Surat Tanda Nomor Kendaraan dan Surat Ketetapan Pajak Daerah.MDK/SK

Presiden Jokowi: Tangkap dan Penjarakan para Bandar Narkoba !

SUARAKENDARI.COM-Presiden Jokowi dengan tegas memerintahkan agar aparat penegak hukum untuk terus bekerja keras memerangi peredaran narkotika di Indonesia.

“Terus bekerja keras perangi kejahatan narkoba, sekali lagi tangkap dan penjarakan mereka yang menjadi bandar narkoba,”tegas Jokowi dihadapan undangan pada perayaan hari anti narkotika internasional yang berlangsung di Istana Negara jumat (26/6) pagi.

Himbauan Presiden Jokowi tersebut terkait fakta makin maraknya peredaran narkotika dan makin meningkatnya angka penderita narkoba yang mencapai 5,2 juta orang. Presiden juga mennghimbau agar para bandar dihukum berat agar ada afek jera.SK

Personil Slank Ikut Peringati Hari Inti Narkotika Internasional di Istana Negara

SUARAKENDARI.COM-Personil group musik legendaris Indonesia Slank turut hadir memperingati Hari Anti Narkotika Internasional yang diselenggarakan di Istana Negara, Jumat (26/6) pagi tadi.

Personil slank yang terdiri Kaka dan Bimbim, tampak duduk membaur bersama ratusan undangan. Kehadiran personil slank tampaknya mendapat perhatian luas dari awak media yang meliput di istana.

Mereka juga dengan tekun mendengarkan paparan tentang kondisi penyalahgunaan narkoba di Indonesia yang dibacakan Kepala Badan Narkotika Nasional Anang Iskandar. SK

Presiden Jokowi Peringati Hari Anti Narkoba Internasional

SUARAKENDARI.COM-Presiden Indonesia, Joko Widodo, bersama manteri kabinet kerja dan duta besar negara sahabat memperingati Hari Anti Narkotika Internasional di Istana Negara, Jumat (26/6) pagi.

Dalam sambutannya, presiden jokowi menghimbau pentingnya pemberantasan narkoba, mengingatkan kejahatan narkoba adalah kejahatan ordinary crime (luar biasa) dimana sangat sistematis dan menjangkau seluruh lapisan usia. Selain unsur kejahatan tetapi juga sebagai upaya pengobatan atau rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba.

Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN), saat ini di Indonesia terdapat sekitar 55,2 juta orang yang menjadi pecandu narkoba. SK