Walikota Kendari Resmikan Karamba Abalon

KENDARI, SUARA KENDARI.COM, Walikota Kendari, Asrun, meresmikan pengoperasian karamba budidaya abalon dengan menggunakan metode “Sea Ranching”, di Kelurahan Purirano, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (23/1/2014).

Menurutnya, pengoperasian budidaya abalon merupakan salah satu budidaya yang mendukung program pemerintah, dimana pengembangan usaha budidaya dengan orientasi pada tiga aspek utama meliputi  aspek produksi, sarana pendidikan dan ekowisata yang berkawasan lingkungan.

“Kita ketahui bersama bahwa potensi kawasan laut yang kita miliki sangat besar, sehingga harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, selain usaha perikanan kita juga memiliki karamba abalon yang akan mendukung potensi kawasan laut kita,” kata Asrun.

Tentu dengan adanya karamba ini akan semakin mendukung budidaya laut yang akan di Kota Kendari dengan mengambil konsep “Smart Green City”. Ia juga berharap dengan adanya karamba abalon tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat untuk meningkatkan taraf hidupnya.

“Mudah-mudahan kegiatan usaha ini benar-benar dapat dikelolah dan dimanfaatkan dengan baik guna meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat,” harapnya. (LINA)

Nelayan Terima Bantuan Sarana Perikanan

KENDARI, SUARA KENDARI.COM, Pemerintah Kota Kendari memberikan bantuan sarana perikanan kepada sejumlah nelayan yang telah terpilih, untuk mengembangkan produktivitas hasil tangkapnya, di Kelurahan Purirano, Kamis (23/1/2014).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota kendari, Agus Salim, mengatakan bahwa bantuan yang diberikan hari itu, merupakan paket bantuan Tahun Anggaran 2013 yang sudah melalui seleksi. Beberapa paket bantuan yang diberikan antara lain, bantuan Dana BLM Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP), bantuan ini diberikan kepada 11 Kelompok Usaha Bersama (KUB) dengan total anggaran Rp. 1,1 Miliar, setiap kelompok mendapatkan sebesar Rp. 100 juta, bantuan kapal Non-Inkamina sebanyak 2 unit dengan anggaran Rp. 1,3 Miliar. Sarana perikanan yang bersumber dari DAK dan APBD meliputi, sarana perikanan tangkap dengan total anggaran Rp. 1.172.000.000,- bantuan sarana pengolahan ikan dengan anggaran Rp. 130 juta, serta sarana perikanan budidaya dengan bantuan Rp. 1.112.000.000,-.

Menurutnya, bantuan yang diberikan kepada nelayan tersebut sudah melalui proses seleksi yang didasarkan pada Musrenbang mulai tingkat kelurahan hingga kota, juga masukan dari reses yang dilakukan anggota DPRD Kota Kendari. Tidak hanya itu, pihaknya juga telah melakukan identifikasi secara teknis dan diverifikasi oleh tenaga teknis bersama penyuluh perikanan serta aparat ditingkat kelurahan guna melihat kelayakan teknis. Tentu melalui bantuan yang diberikan hari itu, dapat membantu bagi nelayan untuk meningkatkan produktivitasnya agar dapat hidup layak.

Walikota Kendari, Asrun, dalam kesempatan itu juga menuturkan bahwa bentuan yang diberikan merupakan kepedulian untuk masyarakat baik bagi nelayan maupun pembudidaya ikan serta pengolah hasil perikanan. “Dengan bantuan yang kami serahkan hari ini dapat menjadi motivasi untuk mendorong produksi dan produktivitas usaha bagi nelayan.” katanya. Asrun berharap agar bantuan yang diberikan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin bagi nelayan. “Saya menyimpan harapan kepada semua penerima bantuan hari ini agar bantuan ini betul-betul dikelolah dan dimanfaatkan dengan baik sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan tingkat kesejahteraan masyarakat,” harapnya. (LINA)

Rumah Sakit Umum Abunawas Berbenah

KENDARI, SUARAKENDARI.Com – Demi meingkatkan kualitas pelayanan, Rumah Sakit Umum Abunawas terus berbenah. Ditahun pertama ini prioritas pembenahan akan dilakukan di ruangan VVIP dan Ruang Kelas I.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Ali Aksa, menuturkan bahwa pembenahan RS Abunawas akan dilakukan selama tiga tahun kedepan dengan menggunakan APBD Kota Kendari.

“Rencananya pembangunan ini bersifat multi years, jadi akan kami lakukan dalam kurun waktu tiga tahun mendatang, tahun pertama ini akan kami prioritaskan ruangan VVIP dan Ruang Kelas I,” terangnya.

Menurutnya, salah satu pusat perhatian pemerintah untuk mewujudkan Kota Kendari sebagai kota metropolitan harus ditunjang dengan sarana kesehatan, sehingga jika ada yang sakit tidak perlu berobat ke luar daerah untuk mendapatkan fasilitas yang memadai.

Estimasi anggaran yang akan digunakan untuk pembangunan Rumah Sakit Abunawas sekitar Rp. 40 Milyar yang akan digunakan selama tiga tahun mendatang.

“Kedepannya rumah sakit kita ini akan sangat layak, didukung dengan fasilitas dan ruangan yang akan dibangun sedemikian rupa, akan kita fokuskan untuk pembangunan VIP, VVIP dan eksekutif kelas,” terangnya. (LINA)

Pasar Baru Ditarget Rampung 2015

KENDARI, SUARA KENDARI.Com – Pasca kebakaran yang menghanguskan Pasar Baru pada akhir 2010 silam, pembangunan dikawasan Jl.MT Haryono akan menjadi pusat perhatian pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Musibah itu menjadi pusat perhatian pemerintah setempat. Pasalnya, ratusan pedagang yang menjadi korban dalam musibah tersebut tentu menggantungkan hidupnya dari hasil berdagang di pasar itu.

“Untuk pasar baru rencananya kami targetkan pada 2015 mendatang, saat ini masih dalam tahap pembangunan, kami tetap konsen untuk memikirkan pembangunan pasar baru,” jelas Wali Kota Kendari, Asrun, Rabu (22/1/2014).

Saat ini, pemerintah masih konsentrasi untuk finalisasi pembangunan Pasar Sentral Kota yang sebentar lagi akan segera difungsikan.

“Satu-satu kita selesaikan, saat ini Pasar Sentral Kota akan segera difungsikan, nanti setelah selesai Pasar Sentral Kota, baru kita akan resmikan lagi Pasar Baru, yang jelas saat ini kita upayakan untuk Pasar Sentral Kota difungsikan dulu,” ujarnya.

Lanjutnya, pemerintah akan tetap pada komitmennya untuk kembali memfungsikan Pasar Baru, yang saat ini semua pedagangnya direlokasi di pasar panjang.

Ia juga berharap ketika Pasar Baru sudah mulai difungsikan kembali, agar semua pedagangnya bisa kembali berjualan di Pasar Baru.

“Tentu kami berharap agar semua pedagang yang saat ini berjualan di Pasar Panjang, bisa kembali berjualan di pasar Baru ketika pasar tersebut sudah mulai kami fungsikan, yang jelas kami upayakan tahun 2015 mendatang sudah bisa difungsikan,” katanya. (LINA)

PHK Massal Karyawan Tambang dan Tenaga Honorer, Picu Peningkatan Pengganguran di Sultra

KENDARI, SUARAKENDARI.Com – Surat edaran Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) tentang larangan pengusulan dan pengangkatan tenaga honorer tertanggal 9 Januari 2014, diprediksi akan memicu peningkatan jumlah angka pengangguran.

Tenaga honorer di Provinsi Sultra tercatat melebihi 2000. Para tenaga honorer tersebut tersebar di setiap SKPD. Tenaga honorer paling banyak tersebar di sekretariat DPRD Sultra. Jumlahnya tercatat sebanyak 208 tenaga honorer.

Sekretaris DPRD Sultra, Nasruan, menjelaskan dari 208 tenaga honorer yang ada, 130 orang diantaranya akan diberhentikan. Sedangkan sisanya yang berjumlah 78 orang masih tetap diakomodir karena sudah masuk dalam kategori 1 (K1) dan kategori 2 (K2).

Ia mengungkapkan, pihaknya tidak berani mengusulkan 130 nama itu untuk tetap dipertahankan sebagai honorer, karena bisa menjadi temuan dan akan menjadi pelanggaran hukum.

Pasalnya, hanya K1 dan K2 yang bisa dianggarkan dalam APBD. Menurutnya jika dipaksakan untuk membayar gaji para honorer diyakini Mendagri tidak menyetujui laporan keuangan Pemda.

“Tenaga honorer itu dibayarkan Rp1 juta perbulan. Dengan adanya larangan itu, kami tidak bisa lagi mengusulkan tenaga honorer karena saya bisa dipenjara nanti,” Ungkap Nasruan di DPRD Sultra, Rabu (22/1/2014).

Ia menjelaskan, surat gubernur Sultra untuk menguatkan peraturan Menteri Dalam Negeri RI terkait pelarangan pengangkatan tenaga honorer di daerah.

Nasruan mengaku prihatin dengan situasi ini. Pasalnya tidak sedikit tenaga honorer yang berkualitas dan justru lebih giat bekerja ketimbang para pegawai yang telah berstatus sebagai PNS.

Pantauan di sekretariat DPRD Sultra, sejak adanya surat edaran itu, tenaga honorer yang biasa ramai di gedung wakil rakyat, kini mulai sepi.

Angka pengganguran juga dipengaruhi dengan adanya PHK massal di sejumlah perusahaan tambang di Sultra, menyusul berlakunya peraturan menteri Eenergi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 7 tahun 2012 tentang larangan ekspor bahan tambang dalam bentuk mentah.

Dengan berlakunya permen tersebut sejumlah perusahaan tambang Nikel di berbagai daerah di Sultra terpaksa tutup hingga jangka waktu yang belum ditentukan. Sehingga para karyawan otomatis diberhentikan.

Hal itu diakui oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sultra, Ilham Latif.

“Jumlah pencari kerja di Sultra meningkat tajam. Sudah ribuan orang karyawan perusahaan tambang nikel di Sultra yang terkena PHK. Saat ini sudah membengak mencapai 34.000 orang lebih,” ungkap Ilham.

Namun sebagian besar perusahaan tambang yang melakukan PHK terhadap karyawan tersebut tidak melaporkannya kepada pihak Dinas Tenaga Kerja.

Di wilayah Provinsi Sultra ada sekitar 500 perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan nikel. Dari jumlah perusahaan tersebut, yang memiliki industri pengolahan nikel hanya satu, yakni PT Aneka Tambang Tbk. (KIKI)

Aksi Timbun Solar Masih Marak di Kota Kendari

KENDARI, SUARAKENDARI.Com – Aksi mencari keuntungan dengan cara memanfaatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar masih terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Rabu (22/1) pagi, sekitar pukul 08.00 Wita, Tim Reserse Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Kendari, menangkap seorang penimbun BBM jenis solar berinisial MT (44) di kediamannnya di BTN Latjinta II Kecamatan Baruga, Kendari.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kendari, AKP Agung Basuki, mengatakan menemukan barang bukti berupa 16 jerigen solar, satu drum berisi solar serta sebuah minibus jenis Avanza bernomor plat DD 1998 JY. Barang bukti tersebut kemudian langsung diamankan petugas.

“Dari 16 jerigen terhitung 768 liter solar dan satu tangki modifikasi yang kami temukan di TKP, saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan dan barang bukti telah kami sita,” Ungkap Agung.

Menurutnya, pelaku mendapat bahan bakar jenis solar dari para pengantri di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan harga Rp. 240.000 per jerigen dengan kapasitas 33 liter.

“aksi penimbunan BBM jenis solar di Kendari masih terbilang marak. Sebab dalam satu bulan ini saja, polisi telah mengungkapkan tiga kasus penimbunan solar”, Kata Anjar

Akibat perbuatannya tersangka harus mendekam di sel Polres Kendari. Ia dijerat melanggar Pasal 55 Jo. Pasal 53 Undang Undang Nomor 12 Tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman pidana enam tahun penjara. (KIKI)

Kerap Pamer Senjata Tajam, Seorang Pemuda Diamankan Polisi

KENDARI, SUARAKENDARI.Com – Kerap pamer senjata tajam dan mengancam warga, Seorang pemuda di Kota Kendari , Sulawesi Tenggara terpaksa harus berurusan dengan Polisi.

Fendi (19) ditahan polisi atas dasar kepemilikan sejumlah anak panah yang terbuat dari besi, Sabtu (19/1) sekitar pukul 20.30 Wita.

Saat itu sebenarnya Fandi tidak sendiri. Ia bersama sejumlah rekannya. Sayangnya, saat disergap polisi fandi tidak berkutik. Sementara rekan-rekannya berhasil meloloskan diri dan kabur ke sejumlah arah.

Saat diinterogasi, Fandi mulanya memilih bungkam. Tetapi polisi tidak kehabisan akal. Fandi lantas digelandang ke mapolsek Kemaraya. Ia mengaku tidak tahu-menahu perihal

“Saya tidak tahu pak, apa kegunaannya. Saya hanya bawa-bawa saja,” katanya didepan penyidik.

“Pelaku yang kini sudah berstatus sebagai tersangka, ditangkap saat bersama rekan-rekannya yang lain. Namun, beberapa rekannya lari. Meraka diketahui bawa sajam,” kata Kanit Reskrim Polsek Kemaraya, Aiptu Supratman Ambon.

Hingga saat ini aparat Polsek Kemaraya terus memburu rekan-rekan Fendi. Pasalnya, ada laporan warga bahwa Fendi dan rekan-rekannya kerap pamer senjata tajam dan mengancam warga.

Fendi kini disangka dengan undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam. Ia terancam hukuman 12 tahun penjara. (YUS)

Kaget Anaknya Dikeroyok Warga, Iptu Binta Meninggal

KENDARI, SUARA KENDARI.Com – Brigadir Dua (Bripda) Zulkifli (21), anggota Polda Sultra, dikeroyok oleh 25 warga di Jalan DI Panjaitan Nomor 29, Kecamatan Baruga, Kendari, Senin (20/1/) sekitar pukul 21.30 Wita.

mendapat kabar anaknya dikeroyok warga, ayah kandung korban yang juga seorang polisi, Inspektur Satu Binta Salili, langsung mendatangi Markas Polres Kendari malam itu juga.

Melihat wajah anaknya babak belur akibat penggeroyokan, Binta langsung terkena serangan jantung, dan saat itu juga sang bapak menghembuskan nafas terakhirnya di kantor Polres Kendari.

Kapolres Kendari, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Anjar Wicaksana Sudiharjo SIK mengatakan, ayah korban yang bertugas di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sultra meninggal pada pukul 22.15. Saat itu, jenazah Salili langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diperiksa.

“Hasil pemeriksaan dokter, Iptu Binta Salili itu terkena serangan jantung,” ungkap Anjar, Selasa (21/1).

Menurutnya, kejadian penggeroyokan terhadap Zulkifli dan seorang rekannya, Fredianto terjadi saat mereka hendak bertamu di kamar kos temannya, Sem di Jalan DI Panjaitan Kendari. Saat Zulkifli memarkir motornya, Usman Husen (26) langsung marah tanpa diketahui alasannya. Saat itu, keadaan jadi tidak terkendali dan perkelahian pun tidak bisa dihindari.

Istri Usman, Sandra (22) mengira Zulkifli dan Fredianto adalah maling. Ia langsung berteriak maling hingga puluhan warga datang dan langsung mengeroyok Bripda Zulkifli dan Fredianto sahabatnya.

“Zulkifli dan Fredianto dikeroyok masa yang berjumlah kurang lebih 25 orang,” kata Anjar.

Saat ini, kepolisian telah memeriksa lima orang saksi, dan tiga di antaranya telah dijadikan sebagai tersangka. Mereka adalah Usman Husen (26), Ruslan (28), dan Rusli (36). Ketiganya merupakan saudara kandung yang diduga melakukan pemukulan terhadap kedua korban. Sedangkan Sandra (22) dan Samiun dijadikan sebagai saksi.

“Kami telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka untuk ditindaklanjuti,” terang Kapolres. (kiki)

BNNP Sultra Ciduk Empat Pengguna Sabu

KENDARI, SUARAKENDARI.Com – Petugas Badan Narkotika Nasional (BNNP) Provinsi Sultra, menangkap empat pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

Dari tangan pelaku petugas berhasil menyita barang bukti berupa sabu sebanyak delapan paket kecil dan uang tunai sebesar Rp 1, 4 juta, telepon genggam dan beberapa lembar kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Pelaku kedapatan memiliki dan menyimpan narkoba pada hari Senin (20/4). Keempat pelaku yang ditangkap masing – masing berinisial il,in, el dan di. Mereka di tangkap di sebuah lokasi rental mobil di jalan Saosao, Kelurahan bende, Kendari.

Kini petugas mengintensifkan pemeriksaan terhadap dua pelaku yang di duga sebagai bandar narkoba sementara dua pelaku lainnya diduga sebagai pembeli.

Kepala BNNP Sultra LM Yusuf mengatakan, keempat pelaku yang ditangkap berdasarkan laporan masyarakat yang resah dengan maraknya peredaran narkoba.

Petugas yang mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan, lalu menangkap keempat pelaku beserta barang bukti narkoba.

“Dari hasil pemeriksaan urine dan darah dari ke empat pelaku dinyatakan positif,” terang LM Yusuf, Selasa ( 21/1/2014).

Kini keempat pelaku, harus mendekam dalam sel tahanan BNNP sambil menunggu pelimpahan Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Keempatnya dijerat pasal 112 dan 114 tentang kepemilikan narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. (KIKI)

Jurnalis Kompas TV Pimpin AJI Kendari

KENDARI, SUARA KENDARI.Com – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kendari yang merupakan salah satu organisasi bagi jurnalis yang diakui Dewan Pers, kembali melakukan pemilihan terhadap kepengurusan AJI Kendari Periode 2013-2016.

Dalam pemilihan kali ini, pasangan Zainal Ishaq-Suwarjono unggul mengalahkan pasangan Ishak Junaedy-Arifuddin Mangka, dengan perolehan suara sebanyak 26, sementara pasangan Ishak Junaedy-Arifuddin Mangka hanya mendapatkan 7 hak suara. Sebelumnya, AJI Kendari dipimpin oleh Midwan dan Zainal Ishaq sebagai sekretaris.

Pemilihan anggota AJI kali ini diikuti oleh 33 peserta anggota AJI yang tidak hanya berasal dari Kota Kendari, melainkan beberapa wartawan daerah yang berasal dari Kabupaten Konawe, Bombana dan Kolaka Timur.

Midwan selaku Ketua AJI Kendari Demisioner mengatakan, sebagai anggota AJI, maka seluruh anggotanya harus tetap menjaga independensinya, apalagi momentum pemilu yang sudah semakin dekat.

“Kita harus tetap menjaga bagaimana nilai-bilai dan moral tetap menjadi bagian dari AJI dan kita harus tetap bertekad agar AJI bisa menjadi parameter yang baik bagi organisasi wartawan lainnya,” pesannya.

Menurutnya, anggota AJI harus bisa membuktikan bahwa AJI merupakan suatu organisasi yang selalu mengedepankan independensinya dan tidak dapat dibeli hanya untuk kepentingan pribadi atau kepentingan politik menjelang pemilu 2014.

Abraham, perwakilan AJI Indonesia juga berpesan kepada anggota AJI khususnya AJI Kota Kendari agar terus menjaga integritasnya dan terus melakukan verifikasi terhadap anggota AJI yang ada saat ini.

“Pemilihan dan penerimaan anggota AJI ini harus diverivikasi, kita harus membuktikan bahwa pengurus AJI merupakan jurnalis handal dan jelas medianya, tidak ada anggota AJI yang bukan jurnalis apalagi wartawan bodrex,” ujarnya.

Sementara itu, jurnalis Kompas TV, Zainal Ishaq, yang baru saja terpilih mengatakan bahwa ia dan sekretarisnya, Suwarjono, akan berusaha untuk tetap menjaga nilai-nilai dan semangat perjuangan AJI.

“kami berkomitmen untuk menjalankan seluruh program yang telah dipercayakan oleh AJI Indonesia. Selain mengembangkan kapasitas jurnalis didaerah sultra, yang tidak kalah penting adalah tetap menjaga integritas,” katanya.

Sebelumnya pelaksanaan konferta atau pemilihan ketua yang baru tersebut, dua hari sebelumnya AJI Kendari telah melakukan training penulisan berita lingkungan dan penerimaan anggota AJI, sehingga saat ini jumlah anggota AJI Kendari yakni sebanyak 91 jurnalis yang berasal dari beberapa media berbeda. (LINA)