Ruas Jalan Rusak akibat Banjir segera Diperbaiki

SUARKENDARI.COM-Dinas Pekerjaan Umum Kota Kendari melakukan pendataan jumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan akibat banjir. Kerusakan jalan antara lain karena permukaan jalan yang retak dan berlubang.Kondisi ini tentu mengganggu arus lalulintas dalam kota.

“Untuk sementara kami masih melakukan identifikasi dan pendataan titik kerusakan jalan,”jelas Tigor Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kota Kendari kepada jurnalis.

Secepatnya, lanjut Tigor jalan-jalan yang rusak akan perbaiki, karena, cukup membahayakan pengendara. “Tentu sangat membahayakan, jadi secepatnya harus diperbaiki,”ujarnya.

Untuk perbaikan jalan ini, Pemerintah Kota sudah menyiapkan anggaran sebesar satu miliar rupiah  dan diutamakan adalah perbaikan pada jalan utama yang lalu lintasnya padat. SK

Pemkot Kendari Masih Andalkan TPA Puuwatu Raih Adipura

SUARAKENDARI.COM-Pemerintah Kota Kendari masih mengandalkan TPA Puwatu untuk meraih Adipura, hal itu terlihat dalam persentase Walikota Kendari dihadapan Dewan Adipura di Hotel Sultan Jakarta, Selasa (6/5/2017).

Dalam paparannya Walikota Kendari Asrun menjelaskan pemerintah Kota Kendari terus meningkatkan pengelolaan TPA Puwatu, jika sebelumnya pengelolaan sampah menggunakan sistem controlled landfill, maka saat ini sudah menggunakan sanitari landfill.

“Saat ini kita sudah menggunakan sistem sanitary landfill di TPA Puwatu, Insya Allah gas metan yang dihasilkan lebih besar dari sebelumnya, kami juga sudah membangun flying fox dan out bond sebagai sarana wisata di TPA, Pemanfaatan gas metan ini juga kami telah duplikasi dalam bentuk TPA komunal di Pasar PKL dan Perumahan PNS Baruga” ujarnya.

Untuk menampung lebih banyak warga tidak mampu, menurut walikota dua priode ini, pemerintah kota menambah jumlah pemukiman di kampung mandiri energi disekitar TPA Puwatu. Sehingga saat ini lebih dari 200 unit rumah yang dibangun di kampung mandiri energi.

Selain itu lanjut walikota meskipun Kendari belum terjadi macet, Pemerintah kota sudah mulai menggunakan transportasi masal bernama translulo. “Ini juga bagian dari mendukung program green transportasi” ucapnya.

Dari sisi pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH), selain menjadikan taman kota sebagai taman aktif, pemerintah kota juga terus menyediakan RTH bagi warga, seperti tracking mangrove, Bungkutoko, Lahundape Teluk Kendari dan Purirano, serta Kebun Raya Kendari.

Diakhir persentasenya walikota menyampaikan sejumlah program inovasi yang akan dikerjakan pemerintahan selanjutnya, diantaranya pembangunan waduk sungai wanggu untuk mengatasi banjir dan sebagai sumber air baku dan Pembuatan Aquarium disekitar teluk Kendari.ALIN

Warga Masih Dihantui Bencana Banjir

SUARAKENDARI.COM-Hujan yang tak kunjung reda membuat warga Kota Kendari kembali dihantui akan datangnya bencana banjir susulan. Pasalnya, banjir yang terjadi  akhir Mei lalu  masih menyisakan pekerjaan rumah bagi sebagian warga yang rumahnya terendam banjir.

Seperti diketahui Badan Metereologi dan Geofisika (BMG) kembali merilis peringatan dini cuaca di Sultra Tanggal 03 Juni 2017 jam 14.00 WITA. Masih berpotensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Kota Kendari, Buton Utara, Buton, Raha, Wakatobi, Konawe Selatan, Kolaka timur pada jam 14.15 Wita. Kondisi ini diprakirakan hingga jam 16.30 WITA dan meluas ke Wilayah Buton Tengah, Muna Barat, Kolaka Utara.  SK

Mengurai Penyebab Banjir di Kendari

SUARAKENDARI.COM-Banjir bandang yang terjadi disejumlah anak sungai di Kota Kendari memiliki beberapa penyebab, pertama, pola perubahan cuaca ektrim dimana intensitas hujan cukup tinggi di kawasan Timur Indonesia sebab, hujan yang ddikuti bencana banjir juga terjadi di sejumlah wilayah provinsi di Indonesia. Berdasarkan pantauan update prakiraan cuaca yang dirili Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG), di Sultra, hujan turun merata di seluruh wilayah. Dampaknya, bencana banjir  terdapat di sejumlah kawasan termasuk kota kendari.

Kedua, kerusakan kawasan hutan oleh perambahan dan alih fungsi hutan untuk perkebunan (kebun sawit, kebun rakyat, tambang di sejumlah wiilayah di Sultra memberi andil besar pada terjadinya kerusakan lingkungan yang cukup parah dalam satu dekade akibat pemberian perijian yang sporadis oleh pemerintah daerah kabupaten, tanpa memperhatikan kulitas lingkungan. Hampir separuh Wilayah hutan di perbatasan kota kendari (konsel-konawe-konawe utara) sudah berubah fungsi jadi kebun sawit.

Ketiga, pendangkalan teluk kendari menjadi problem panjang yang disebabkan oleh sedimentasi lumpur dan timbunan sampah (tong sampah raksasa warga kendari) dan prediksi akan menjadi deratan semakin nyata. Ditambah dengan aktifitas mafia tanah yg mengkapling teluk dan diperjualbelikan hingga terbitnya sertifikat tanas di atas laut menjadi hantu bagi bencana di masa depan sebab, semakin lama kawasan teluk semakin terdesak oleh pembangunan perumahan yang menghilangkan biodiversity dan lahan resapan air kota.

Ke empat, pembangunan perumahan dan perhotelan/ruko yang serampangan disepanjang daerah aliran sungai ikut andil  merusak bentang alam di wilayah daerah aliran sungai. Ironisnya, aktifitas  ini tidak mendapat perhatian serius pemerntah. Termasuk hilangnya sebagian biofori tanah akibat pembangunan lantai beton. Kondisi ini telah diingatkan banyak pakar lingkungan di Sulawesi Tenggara, salah satunya yang pernah disampaikan DR.H.Laode Alwi dalam berbagai kesempatan diskusi yang digelar jurnalis di Kendari.

Ke lima, tersumbatnya sebagian besar drainase jalan oleh timbunan lumpur dan sampah. Ini disebabkan minimnya kesadaran masyarakat akan permbaikan lingkungan di wilayah tempatnya bermukim, termasuk minimnya pengawasan intansi /dinas terkait.

Ke enam, topografi wilayah Kota Kendari yang berada dikerendahan menyebabkan, luapan air dari hulu cukup besar.SK

BPBD Rilis Data Kerugian Bencana di Kendari

SUARAKENDARI.COM-Bencana banjir dan tanah longsor menimpa wilayah Kota Kendari kini dalam pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendari. Untuk sementara total kerugian akibat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kota Kendari diperkirakan mencapai Rp 75 miliar.

“Total kerugian itu dihimpun dari hasil pendataan dilapangan oleh petugas BPBD di sejumlah kecamatan di Kota Kendari sejak tanggal 12 sampai dengan 31 Mei 2017,”kata Suhardin, Kepala BPBD Kendari.

BPBD juga mencatat sejumlah wilayah yang cukup parah terkena banjir, diantaranya Kecamatan Kendari, Kendari Barat, Mandonga, Kadia dan Lepo-lepo seputaran Sungai Wanggu.

“Pastinya data ini masih bersumber dari data BPBD dan kami masih menunggu data dari masing-masing camat se-Kota Kendari,”katanya.SK

Imran Siap Kampanyekan Asrun di Pilgub Sultra

SUARAKENDARI.COM-Siapa tak kenal sosok Drs.H Imran MSi di Sulawesi Tenggara? Ya. khususnya di daratan Sultra, nama Imran memang tidak asing, sebab pria kelahiran Uluiwoi, Kolaka itu pernah menjabat Bupati Konawe Selatan selama dua periode.

Nah, pada momen pemilihan kepala daerah (pilkada) Sulawesi Tenggara yang dihelat 2018 mendatang, Imran yang kini menjadi Ketua Partai Gerindra Sulawesi Tenggara menjagokan DR.Ir.H. Asrun, M.Eng untuk maju menjadi calon gubernur Sultra.

Ia bahkan melihat sosok Asrun lebih siap jadi gubernur pasca Nur Alam. “Pak Asrun lebih siap jadi gubernur Sultra, saya siap mengkampanyekan pak asrun di wilayah konawe raya,”kata Imran.

“Di konawe ini saya akan turun gunung bersama pak asrun, karena saya tau mana yang bagus dan tidak. Kalau jelek saya akan bilang terang-terangan. Tapi, karena saya tau rekam jejaknya makanya saya dukung Pak Asrun,”tambah Imran.

Imran mengaku, dirinya  dan keluarga sudah bergabung dalam tim pemenangan Asrun. “Saya mau kita semua bersatu, saya juga akan kumpul juga keluarga di Konsel,”tegasnya.SK

Pemkot Tetapkan Besaran Zakat Fitra di Kendari

SUARAKENDARI.COM-Pemerintah Kota Kendari menetapkan besaran zakat fitrah tahun 2017. Ketetapan ini  didasarkan pada hasil musyawarah dengan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) dan Kantor Kementrain Agama  dan Badan Amil Zakat Nasional Kota Kendari, yang digelar Kamis (1/6).

Adapun besaran zakat pada ramadhan 1438 Hijriah ini adalah; untuk masyarakat yang mengkonsumsi beras dengan kualitas terbaik ditetapkan sebesar 32 ribu rupiah per orang. Sedangkan untuk beras super atau beras kepala ditetapkan sebesar 30 ribu rupiah per orang. Untuk beras ciliwung ditetapkan 28.000 rupiah per orang.   Sedangkan untuk masyarakat yang mengkonsumsi jagung, sagu dan ubi maka ditetapkan besaran zakaat fitra sebesar 18 ribu rupiah per orang.  Besaran zakat fitrah ini setara dengan 3,5 liter beras. Untuk pembayaran zakat fitrah tahun ini dilaksanakan di masjid atau kelurahan lokasi PHBI yang sebelumnya telah ditunjuk oleh pemerintah dan badan zakat. SK

Asrun Siap Maju di Pilgub Sultra

SUARAKENDARI.COM-DR. Ir. H.Asrun, M.Eng semakin mantap menyatakan  kesiapannya untuk maju sebagai calon gubernur Sulawesi Tenggara, 2018 mendatang.

“Ini momen yang paling tepat, karena, masa jabatan saya berakhir tidak jauh beda dengan proses pencalonan gubernur, dan kita tidak lawan incumbent,”katanya dihadapan ratusan orang saat buka puasa bersama.

Asrun mengaku ingin memperluas cakupan pelayanan ke tingkat Sultras setelah dua periode melayani warga kota Kendari sebagai Walikota Kendari.

” Sultra masih membutuhkan pembangunan infrastruktur dan itu sesuai keahlian saya,”katanya.

Terkait pintu partai yang akan dipakai maju Asrun mengaku siap melalui pintu Partai Amanat Nasional (PAN).  “Dari segi pintu, kita yang paling siap dengan partai PAN apalagi pak Imran sudah bersama kita, Insya Allah Partai Gerindra juga sama kita,”ujarnya.

“Untuk itu, Saya sama pak Imran kesini minta dukungan bapak ibu untuk maju sebagai calon gubernur tahun 2018,”kata Asrun.SK

Banjir Rendam Perumahan Dosen di Kampus Lama UHO

SUARAKENDARI.COM-Kompleks perumahan dosen di kawasan Kampus Lama Universitas Haluoleo (UHO) tak luput dari bencana banjir, Rabu (31/5) siang. Banjir merendam hampir seluruh rumah di wilayah ini akibat  meluapnya anak sungai lahundape, Kendari. “Ini banjir kedua bulan ini akibat meluapnya sungai lahundape,”kata Tin, warga kompek UHO.

Wilayah yang berada di kerendahan dan minimnya saluran pembuangan air membuat kawasan ini menjadi salah satu titik rawan banjir. Terlebih adanya aktifitas pembangunan perhotelan di sepanjang jalur baypass membuat daerah ini tak lagi memiliki daerah resapan. Akibat banjir, sejumlah warga terpaksa harus menyelamatkan barang berharga mereka. SK

Walikota Pantau Sejumlah Lokasi Banjir

SUARAKENDARI.COM-Banjir yang melanda sebagian besar wilayah Kota Kendari membuat Wali Kota Kendari, DR. Ir.H.Asrun,M.Eng langsung turun ke lokasi guna memantau langsung kondisi lokasi banjir , Rabu (31/5).

Sejumlah  lokasi banjir yang dipantau diantaranya di wilayah Kelurahan Kemaraya, Jalan Sasolo di Kelurahan Benubenua, Jalan fajar Merantau dan Jalan Syech Yusuf.

Pada kesempatan itu mengaku prihatin dengan terjadinya  banjir di sejumlah wilayah yang dipimpinnya. “Banjir akibat intensitas hujan yang tinggi selama beberapa hari membuat meluapnya sejumlah anak sungai,” katanya.

Menurutnya, dibutuhkan penanganan konfrehensif mengatasi banjir khususnya penanganan anak sungai yang melintasi kota Kendari diantaranya, kali Sodohoa, Kali Mandonga-Alolama, Kali Lahundape, kali Kampung Salo.

Kondisi itu kata Asrun, diperparah karena ada warga yang membangun dibantaran sungai sehingga mempersempit Sungai.

Untuk penanganan jangan pendek bencana, pemerintah kota mengerahkan alat berat untuk mengatasi sumbatan pada beberapa saluran air maupun sungai dalam kota serta melakukan pendataan kerugian dari kerusakan yang ditimbulkan banjir. ALIN