RSUD Kendari Punya Lima Gedung Baru

SUARA KENDARI-Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) Kendari menambah lima gedung baru dengan standar kualitas  cukup baik. Pembangunan lima gedung ini menelan anggaran Rp 14,8 milyar dan telah diresmikan Wali Kota kendari DR.Ir.H.Asrun, M.Eng. Anggaran pembangunan gedung baru RSUD Kendari sendiri bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) Kota Kendari 2016.

Selain sarana gedung baru, Pemkot Kendari juga menyediakan fasilitas tempat tidur sebanyak 154 buah yang didistribusikan ke Kelas III sebanyak 97, kelas II sebanyak 24, kelas I sebanyak 17 buah dan VIP 16 buah.

“Komitmen yang kuat  dari semua pihak dalam mendukung terselenggaranya pelayanan kesehatan lebih baik sehingga pembangunan dapat terwujud dalam waktu singkat. Setelah diresmikan, sarana kesehatan ini langsung dimanfaatkan pihak pengelola rumah sakit,”kata Asrun.

Direktur RSUD Kota Kendari dr. Asrida mengungkapkan, pembangunan lima sarana baru ini merupakan upaya mengantisipasi meningkatnya jumlah pasien dari tahun ke tahun. Peningkatan dapat dilihat dari grafik kenaikan jumlah pasien dari tahun ke tahun. Pada tahun 2012 misalnya, jumlah pasien RSUD Kendari  hanya 7.091 orang dan pada 2016 mencapai 11.018 pasien. SK

Rumah Singgah/Aman untuk Perempuan Korban Kekerasan dan Anak Terlantar Diresmikan

SUARA KENDARI-Wali Kota Kendari, DR.Ir.H. Asrun, M.Eng.SC meresmikan rumah singgah atau aman  bagi perempuan korban kekerasan dan anak terlantar/ anak-anak jalanan, Jumat (22/9) pagi. Rumah yang dapat menampung puluhan  orang tersebut terbilang megah dan difasilitasi berbagai keperluan bagi anak jalanan, seperti tempat tidur, tevisi, kamar mandi dan dapur. Rumah yang beralamat di Jalan Brigjen ZA Sugianto, Kota Kendari, diharapkan dapat menjadi rumah aman bagi perempuan korban kekerasan sekaligus rumah singgah bagi para anak-anak terlantar dan anak jalanan agar dapat menimba pendidikan dan keterampilan.

“Alhamdulillah satu kesyukuran, selesai sudah pembangunan rumah aman bagi perempuan korban kekerasan dan anak jalanan.  Satu persembahan dari saya buat mereka anaknya-anak yang masih beratapkan langit. Ini akan menjadi tempat yang aman bagi mereka. Tempat mereka belajar, tempat mereka berkumpul. Kalau sudah ada tempat mereka yang refresentatif seperti ini, tinggal tugas kita bagaimana mengawal mereka meraih mimpi-mimpi mereka,”ungkap Asrun.

Pembangunan rumah khusus anak-anak jalanan tersebut merupakan kepedulian dan  perhatian besar pemerintah kota khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kendari atas nasib perempuan korban kekerasan dan anak-anak jalanan yang saat ini terus menjamur di Kendari.

Para anak-anak jalanan ini kebanyakan telah putus sekolah akibat ketidakmampuan ekonomi orang tua mereka. Dari pendataan pemkot, diketahui pula jika anak-anak jalanan di Keota Kendari datang dari berbagai daerah pelosok kabupaten di sekitar Kendari, seperti Konawe, Konawe Selatan, Muna dan Kolaka. SK

Menanti Pagelaran IOX Celebes 2017 di Kendari

SUARAKENDARI-Indonesia Offroad Expedition (IOX) Celebes 2017 segera digelar kembali. Ivent berskala nasional ini rencananya digelar 7 hingga 21 Oktober 2017 mendatang dan kali ini berlangsung di Kota Kendari. Ajang ekspedisi mobil bermesin tangguh mengambil rute cukup panjang  dengan jarak tempuh sejauh 1.840 kilometer.

Menariknya IOX Celebes ini akan mempromosikan pariwisata Sulawesi Tenggara khsusnya Kota Kendari dan sekitarnya. Kegiatan IOX Celebes 2017 nantinya akan diikuti puluhan kendaraan offroad yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia. DR.Ir.H.Asrun, M.Eng memberi apresiasi rencana ivent IOX Celebes 2017 yang dianggap sebagai ivent yang dapat mempromosikan pariwisata daerah.

“Ini ajang promosi potensi wisata mengingat para peserta berasal dari berbagai macam daerah, untuk memamerkan potensi-potensi pariwisata yang dimiliki Sultra khususnya Kota Kendari,”kata Asrun.

Berikut jalur yang akan dilewati peserta ivent  IOX Celebes 2017: Kota Kendari – Pondidaha – Meluhu- Lasolo- Tetewatu- Pondoa-Routa- Matarombeo- Matano- Ranteangin- Towuti- Rantepao- Soppeng- Maros – Kota Makassar. SK

Target PBB Kota Kendari 2017 sebesar Rp 18 Miliar

Suarakendari.com-Badan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kendari akan memaksimalkan penagihan Pajak Bumi dan Bangunan masyarakat sebagai langkah meminimalisir oknum yang abai bayar pajak. Tahun ini, Badan BPPRD Kota Kendari menarget Rp 18 miliar dari sektor PBB. Target itu akan dikumpulkan dari sekitar 17.000 total wajib pajak. Sementara itu, capaian hingga Agustus ini baru sebesar 40 persen atau sekira Rp 8 miliar lebih.

Untuk itu, Pihak  BPPRD Kendari menghimbau warga agar tidak telat membayar PBB mengingat batas akhir Pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) yang  jatuh tempo pada akhir September mendatang.

Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Kendari menegaskan sanksi denda akan dikenakan sebesar dua persen dari nilai pokok objek pajak miliknya. “kami akan kenakan denda kalau lewat dari jatuh tempo,” ujar Maman, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Kendari .

SK

RSUD Kendari Hadirkan Kualitas Pelayanan Prima

Tak bisa dipungkiri, di era Asrun-Musadar memimpin Kota Kendari telah memberi dampak membaiknya pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari.  Pihak manajemen rumah sakit yang dipimpin dr.Asridah Mukkadim terus menggenjot pembangunan serta memperbaiki manajemen rumah hingga benar-benar prima  sesuai harapan publik.

Dari segi pelayanan RSUD Kota Kendari misalnya, dr.Asridah mengaku kini  semakin membaik. Hal itu terlihat dari meningkatkannya pasien rujukan dari luar daerah membukti  membaiknya kualitas pelayanan di rumah sakitb tersebut.

Saat ini sekitar 37 persen pasien RSUD Kendari datang dari luar daerah yang artinya  rumah sakit tersebut telah menjadi pilihan terbaik bagi para pasien.

“Alhamdulillah, kita sudah terakreditasi dari KARS bahkan dengan kategori bintang satu. Saya rasa, tidak berlebihan jika kita ingin naik tipe,”kata Asridah.

Upaya manajemen RSUD Kota Kendari meningkatkan level pelayanan memang dalam beberapa bulan terakhir terus dimaksimalkan dengan meningkatkan capaian akreditasi sehingga mendapatkan predikat bintang satu serta menarget menjadi rumah sakit tipe B. SK

Mendorong Ruang Terbuka Hijau di Wilayah Bungkutoko

SUARAKENDARI.COM-Program Green City yang dijalankan  Pemerintah Kota Kendari patut diapresiasi  sebagai upaya  menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota ini.  Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari bersama sejumlah penggiat lingkungan kembali  menanam bunga di sepanjang median jalan Poros Bungkutoko (Jembatan Talia). Sebanyak 500 pohon bunga berbagai jenis ditanam.

Ratna Sakai, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK Kota Kendari mengatakan terdapat 200 bunga jenis terompet kuning dan 300 bunga jelita menambah koleksi taman di median jalan tersebut. .

Aksi tanam bunga sebagai upaya memanfaatkan taman median yang digagas oleh Wali Kota Kendari, Asrun  sepanjang satu kilo meter. “Kini sudah 600 meter yang tertanami bunga,” ungkap Ratna.

Menurut Ratna, RTH merupakan suatu bentuk pemanfaatan lahan pada satu kawasan yang diperuntukan untuk penghijauan tanaman. Klasifikasi bentuk RTH umumnya antara lain RTH Konservasi/Lindung dan RTH Binaan.

Ruang terbuka hijau adalah area memanjang/jalur dan/atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam.

Penyediaan dan pemanfaatan RTH dalam RTRW Kota/RDTR Kota/RTR Kawasan Strategis Kota/RTR Kawasan Perkotaan, dimaksudkan untuk menjamin tersedianya ruang yang cukup bagi:

  • kawasan konservasi untuk kelestarian hidrologis;
  • kawasan pengendalian air larian dengan menyediakan kolam retensi;
  • area pengembangan keanekaragaman hayati;
  • area penciptaan iklim mikro dan pereduksi polutan di kawasan perkotaan;
  • tempat rekreasi dan olahraga masyarakat;
  • tempat pemakaman umum;
  • pembatas perkembangan kota ke arah yang tidak diharapkan;
  • pengamanan sumber daya baik alam, buatan maupun historis;
  • penyediaan RTH yang bersifat privat, melalui pembatasan kepadatan serta kriteria pemanfaatannya;
  • area mitigasi/evakuasi bencana; dan
  • ruang penempatan pertandaan (signage) sesuai dengan peraturan perundangan dan tidak mengganggu fungsi utama RTH tersebut. SK

Nur Alam dan Asrun Saling Memaafkan di Hari Raya Idul Fitri

SUARAKENDARI.COM-Momentum hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah dimanfaatkan umat muslim untuk saling bermaaf-maafan. Hal ini pula yang diperlihatkan para pemimpin di Sulawesi Tenggara, seperti halnya yang dilakukan Gubernur Sulawesi Tenggara H.Nur Alam dan Wali Kota Kendari, H.Asrun yang pada lebaran 2017 ini bertemu dan saling memaafkan. Bahkan, keduanya tampak  saling berpelukan akrab dan berkomunikasi panjang lebar.  Momen pertemuan dua pemimpin ini tentu saja menarik perhatian publik, mengingat kedua pemimpin selama ini jarang melakukan pertemuan, selain di pertemuan formal.

Saat bersilaturahim, Asrun hadir didampingi istrinya Sri Yastin dan wali kota kendari terpilih Adriatma Dwi Putra didampingi istrinya, dr Siska. .  Tampak pula, Bupati Konawe Selatan H.Surunudin Dangga hadir mempererat tali silaturahim.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, mengatakan Hari Raya Idul Fitri 2017 merupakan momentum yang baik untuk saling maaf memaafkan untuk semua komponen masyarakat termasuk para ulil amri. Hal ini menanggapi berbagai pertanyaan terkait hubungan dirinya dengan Wali Kota Kendari, DR.Ir.H.Asrun, M.Eng SC.

“Saya dan Beliau (Asrun,Red) tidak ada masalah, Kami selama ini baik-baik saja. Begitu pula  hubungan  kekeluargaan juga masih terpelihara dengan baik,” kata Nur Alam kepada jurnalis usai menerima kunjungan silaturahmi Wali Kota Kendari, Asrun, di Rujab Gubernur Sultra.

Nur Alam mengungkap, bahwa, tiap tahunnya Asrun kerap hadir dalam silaturahmi terbuka antar pemimpin daerah. “Saya pikir inilah momentum yang tempat  untuk kita saling maaf-memaafkan, mencairkan kevakuman, mencairkan kepenatan dari berbagai dinamika sosial dan politik yang terjadi selama ini,” kata Nur Alam.

Terkait peniliaian publik yang menilai adanya  perseteruan antara dirinya dan Asrun adalah  hal yang biasa. “Itu hal biasa, mungkin karena kesibukan masing-masing jadi  kadang menimbulkan opini publik seakan-akan itu terjadi sesuatu kerenggangan, padahal itu tidak,”ujarnya sembari tersenyum.SK/AN

Warga Harus Cerdas Gunakan Media Sosial

SUARAKENDARI.COM-Wali Kota Kendari, DR.Ir.H.Asrun,M.Eng menyesalkan adanya warga Kota Kendari yang  melakukan ujaran kebencian atau menebar fitnah terhadap Kapolri Jenderal Tito Karnavian di media social facebook. Asrun menghimbau  warga untuk cerdas menggunakan media  social dan tidak melakukan hal yang bertentangan dengan aturan yang ada.

“Masyarakat harusnya bijak menggunakan media social, tidak untuk mengumbar kebencian atau fitnah. Terutama di bulan puasa saat ini, sepatutnya masyarakat memperbanyak amal,”kata Asrun.

“Penting itu (MUI). Supaya kejadian serupa (pelecehan Kapolri) jangan terulang lagi. Saya sesalkan ada warga Kendari yang berbuat demikian. Kita harus hindari komentar-komentar tidak etis,” ujar Asrun dihadapan wartawan.

Menurutnya, budaya hormat-mengormati harus dijunjung tinggi dalam berinteraksi di media sosial. Hal tersebut sesuai dengan visi pembangunan Kota Kendari yakni menciptakan Kendari Kota Bertakwa. SK

Walikota Tinjau Lokasi Kebakaran

Kondisi gedung kantor walikota usai dilalap si jago merah. foto: Wenk AKatsuki/FB

SUARAKENDARI.COM-Wali Kota Kendari, DR.Ir.H.Asrun,M.Eng meninjau lokasi  kebakaran kantor Wali Kota Kendari, Senin (12/6/2017). Asrun mengamati dengan cermat puing-puing sisa kebakaran di gedung bagian umum tersebut. Sejumlah pejabat SKPD juga namapk di lokasi kebakaran.

Kepada sejumlah wartawan,  Asrun menjelaskan, penyebab utama  kebakaran diduga karena adanya korsleting listrik, mengingat kondisi bangunan di kantor tersebut sudah berusia tua sehingga instalasi banyak yang rusak.

“Ini kan gedung tua jadi kemungkinan banyak kabel yang sudah tidak terawat. Saya kira ini murni kecelakaan. Kemungkinan terbesar penyebab kebakaran adalah korlesting arus listrik,” kata Asrun.

Walikota juga meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki penyebab musibah kebakaran tersebut. “Kita tunggu hasil penyelidikan polisi dan semoga secepatnya dapat diketahui penyebab kebakaran ini,”tambahnya.

Soal kerugian, walikota dua periode tersebut  belum dapat memastikan jumlahnya. SK

Si Jago Merah Lalap Gedung di Kantor Walikota Kendari

Pemadam memamdam api di gedung kantor walikota kendari. foto: Darmono Wrj/FB

SUARAKENDARI.COM-Kebakaran melanda kantor Walikota Kendari, Senin (12/6) pagi. Lima ruangan di bangunan bagian umum sekretariat daerah Kota Kendari dan ruang bendahara ludes dilalap si jago merah. Menyebabkan, seluruh arsip dan fasilitas seperti meja dan komputer di ruang tersebut ludes terbakar.

Api baru reda setelah, tim memadam kebakaran kendari yang datang dan berhasil memadamkan api.

Sejumlah saksi mata dari petugas satpol pp yang menjalankan tugas malam, mengaku baru menyadari adanya kebakaran saat usai makan sahur.

Hingga kini belum diketahui penyebab kebakaran yang melanda ruang bagian umum dan bendahara. Polisi masih melakukan penyelidikan kasus ini. SK