NASIB PANGAN LOKAL SULTRA

Tak dipungkiri pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang selalu meningkat seiring perkembangan zaman. Perkembangan peradaban manusia dan masuknya budaya luar ke Indonesia mengakibatkan terciptanya berbagai macam jenis makanan baru sehingga makanan lokal yang bersifat tradisional semakin ditinggalkan oleh masyarakat.

            Tak terkecuali di Indonesia khususnya di Sulawesi Tenggara dimana negeri ini memiliki berbagai macam kuliner khas di setiap daerahnya, dan banyak dari makanan tersebut masih tergolong sangat tradisional. Seiring waktu, pola hidup masyarakat sedikit demi sedikit berubah dan mulai tergiur dengan makanan modern. Ini tentunya menjadi pukulan besar terhadap pangan lokal. Hal ini terjadi juga di daerah Sulawesi Tenggara dengan suku yang dominan diantaranya adalah suku Tolaki, Buton, Muna, Wakatobi, Wawonii dan masih banyak lagi. Setiap suku di Sulawesi Tenggara ini memiliki budaya pangan lokal yang berbeda-beda namun masih memiliki kemiripan baik dari segi bahan, proses pembuatan maupun cara mengonsumsinya.

            Daerah Muna misalnya memiliki beragam makanan khas daerah yang tergolong tradisional diantaranya adalah kabuto, kambuse, kambewe, kasoami atau kahogo, kapusu, kaparende, kadada katembe atau sayur bening khas Muna dan lain sebagainya. Beberapa dari makanan ini sudah tidak dikenal lagi oleh masyarakat khususnya generasi muda yang lebih memilih makanan bersifat modern. Hal ini akan berakibat pada hilangnya budaya panagan lokal, padahal tanpa disadari makanan lokal tiap daerah merupakan kekayaan bagi daerah tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan berbagai upaya untuk mempertahankan berbagai pangan lokal tersebut mulai dari penanaman kesadaran kepada masyarakat bahkan dengan cara memasarkan pangan lokal tersebut kepada masyarakat umum dengan membuat inovasi atau penambahan variasi dan peningkatan kualitas bahan pangan daerah agar dapat diterima dengan baik oleh semua masyarakat. SK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.