Lima Warga Negara China Ditahan Pihak Imigrasi Sultra

0

SUARAKENDARI.COM-Terbukti melanggar Undang-Undang Keimigrasian lima warga negara China ditahan oleh petugas Imigrasi Kelas-IA Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Rencanannya, kelima orang tersebut akan dideportasi ke negaranya.

“Kelima warga asing asal China itu ditangkap petugas pada dua wilayah kabupaten yakni Bombana dan Konawe,” kata Kepala Seksi Infokom dan Pengawasan Keimigrasin Kendari, Letehina di Kendari.

Menurut Letehina, warga negara China yang ditangkap petugas Imigrasi itu dianggap telah melanggar UU keimigrasian terkait visa kunjungan mereka yang tidak sesuai dengan kegiatan yang dilakukan di wilayah tersebut.

Ia mengatakan, dari lima warga asing yang semua laki-laki itu, dua ditangkap di Kabupaten Bombana dan tiga lainnya melakukan aktivitas di sektor pertambangan di kabupaten Konawe.

“Umur rata-rata warga China yang ditahan antara 26 tahun hingga ada yang mencapai 40 tahun. Salah satu dari lima warga itu bernama Youzhen (26),” ujar Lethehina seraya memperlihatkan paspor mereka.

Pantauan di kantor Imigrasi kelas IA Kendari, tiga dari lima warga China yang ditahan itu kini dalam proses identifikasi petugas di kantor Imigrasi, sebelum mereka dipualngkan (deportasi) ke negaranya.

Dikatakan, operasi penahanan warga asing di Sultra itu merupakan tindak lanjut dan surat dari Dirjen Keimigrasi Pusat terhadap penertiban dan pengawasan warga asing yang masuk di wilayah Indonesia khususnya di Sulawesi Tenggara.

Terkait jumlah warga asing yang ada dan bekerja di Sultra, Letehina mengatakan berdasarkan tugas dan wewenang Keimigrasian hanya sebatas untuk melakukan pengawasan terhadap orang asing yang masuk dan keluar, termasuk keberadaan serta kegiatannya di wilayah negara Indonesia.

“Berdasarkan hasil pantuan petugas kami, jumlah tenaga asing yang berada di Sultra sekitar 500-700 orang yang tersebar pada delapan kabupaten dan satu kota dari 17 kabupaten di Sultra,” ujarnya. SK/ANT

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.