KULINER EKSTRIM DARI TANAH KONAWE

0

Makan ulat bagi  sebagaian orang  memang menjijikkan. Namun tidak bagi sebagain masyarakat di daratan Konawe tradisi makan ulat sagu sudah ada sejak dulu. Tentu saja bukan ulat sembarangan melainkan ulat sagu yang dikenal kaya protein. Dalam bahasa tolaki disebut Uwato.

Mencari ulat sagu bagi Bio bukanlah pekerjaan rutin yang dilakoni. Warga di salah satu desa di Kecamatan Lambuya  ini punya kegiatan musiman mencari ulat sagu yang banyak terdapat di batang sagu mati. Ulat sagu dalam istilah etnis tolaki konawe disebut uwato.

Bagi Bio mencari ulat   tidaklah sulit, cukup membawa sebilah kampak lalu membongkar batang sagu yang telah ditebang. Sebelumnya pohon sagu yang dipilih yakni pohon yang baru saja ditebang atau telah diolah.

Ulat sagu biasanya terselip diantara bongkahan batang sagu bagian dalam. Proses pembusukan batang pohon sagu menjadi tempat ulat sagu hidup.

Menurut pemuda ini, ulat sagu merupakan sari pati dari pohon sagu, karena itu ulat sagu dapat dimakan mentah meski tanpa lebih dulu melalui proses dimasak atau dibakar.

Dahulu ulat sagumejadi santapan sebagaian warga, terutama mereka yang tengah membuat sagu. Ulat sagu dikonsumsi sebagai pengganti ikan. Biasanya pencarian ulat berangsung saat panen sagu tengah berlangsung. Namun seiring waktu /kini ulat  sagu kian jarang dinikmati. SK

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.