Istri Asrun Sayangkan Sikap KPK

0

Suarakendari.com- Sriyatin ,isteri calon kepala daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, nomor urut dua Asrun yang kini jadi tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) menyayangkan sikap komisi anti rasuah yang tidak memberikan hak suara bagi suaminya untuk memilih di pemilihan kepala daerah langsung. Hal ini diungkapkan sriyatin usai mencoblos di tps 9 kelurahan lahundape / kecamatan kendari , Sulawesi Tenggara, Rabu pagi (27 juli 2018).

Menurut sri yatin seharusnya KPK dapat memberikan kesempatan pada suaminya, untuk menyalurkan hak suara nya sebagai warga negara, walau berstatus tersangka.

Meski begitu Sriyatin tetap menghormati keputusan KPK tersebut yang dinilai memiliki pertimbangan tersendiri, serta optimis pasangan asrun huga dapat terpilih di pilkada serentak.

“Harusnya beliau diberi kesempatan memilih, karena be;iau pasti sangat ingin menyalurkan hak pilihnya. Tapi kami optimis masih bisa memenangkan pilkada ,”kata Sriyatin.

Dalam tabel daftar pemilih tetap, Cakada Asrun mendapat kartu pemilih dari petugas pemilihan suara di TPS 9, Kelurahan Lahundape dan berada dalam daftar urut DPT 229.

Juswan, Ketua PPS setempat membenarkan jika Asrun mendapat surat suara di TPS 9. “Pak Asrun memilih di tps 9 ini, karena telah mendapat kertas suara sesuai domisili beliau, tapi saya tidak tau apakah beliau akan datang memilih atau tidak,”katanya.

Sesuai data di tps sembilan sendiri terdapat 493 wajib pilih yang menyalurkan hak suaranya di pilkada serentak tahun ini.

Pada plikada serentak di sulawesi tenggara diikuti tiga pasang calon masing-masing, nomor urut satu pasangan Ali Mazi-Lukman Abunawas, pasangan calon urut dua ditempat pasangan Asrun-Hugua dan pasangan urut tiga masing-masing Rusda Mahmud- Syafei Kahar. Semnetara untuk jumlah pemilih sesuai dpt di sulawesi tenggara terdapat 1.628.320 suara. SK

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.