Ini Hasil dari Pertemuan 1.000 Tokoh Lintas Agama

0

SUARAKENDARI.COM-Pertemuan 1000 tokoh agama di Kendari yang dibuka Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Lukman Hakim Syaifuddin, membahas berbagai isu-isu terkini terkait kehidupan antar umat beragama di Indonesia.
Menag Lukman Hakim mengatakan ada dua elemen penting yang menentukan baik buruknya kehidupan di muka bumi, yakni ulama dan umara.”Bila kedua kedua elemen itu mengarahkan umat pada kebaikan, maka baik pulah kehidupan di muka bumi ini,” katanya.

Sebaliknya, kata dia, jika kedua kedua elemen tersebut berperilaku buruk, maka buruk pulah kehidupan umat di muka ini.Oleh karena itu kata dia, kedua elemen tersebut, ulama dan umara, memiliki tanggung jawab yang sangat penting dalam menentukan baik buruknya kehidupan umat beragama di muka bumi. Sepanjang kedua elemen tersebut mengajarkan atau mengarahkan umat kepada hal-hal kebajikan, maka menjadi kewajiban seluruh umat untuk mematahi atau menjalankan kebajikan itu.

Ia mengatakan, setiap pemeluk agama atau penganut keperayaan memiliki cara yang berbeda-beda dalam menjalankan ajaran agama atau kepercayaannya.

“Setiap agama memiliki kesamaan dan pandangan yang sama dalam hal keburukan atau kejahatan. Semua agama tidak membenarkan umatnya untuk melakukan pencurian, berzina atau melakukan tindak kekerasan terhadap orang lain. Semua agama sama-sama melarang umatnya untuk berbuat keburukan-keburukan seperti itu. Melalui pertemuan 1.000 tokoh lintas agama di daerah ini diharapkan dapat melahirkan kesepakatan antarumat beragama untuk bersama-sama menjaga, melindungi dan memelihara kerukunan antarumat beragama yang sudah terjalin dengan baik. Untuk alasan apa pun, tidak dibenarkan melakukan tindak kekerasan yang merugikan banyak pihak, bahkan sampai menelan korban jiwa seperti yang terjadi di Paris atau Libanon baru-baru ini,”urainya.

Sementara itu, Gubernur Sultra, H Nur Alam saat memberikan sambutan mengatakan di negara ini ada dua kementerian yang sangat strategis dalam mengatasi berbagai persoalan bangsa, yakni Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Agama. “Kementerian Dalam Negeri mengatur pemerintah hingga ke tingkat desa, sedangkan Kementerian Agama mengatur kehidupan seluruh umat beragama di negara ini,” katanya.

Oleh karena itu, kalau kedua kementerian ini sudah menjalankan tugasnya dengan baik kata dia, maka semua urusan di negara ini boleh dibilang beres.

Dalam laporannya, Kakanwil Kenterian Agama Sultra, Muhammad Ali Irfan melaporkan bahwa pertemuan 1.000 tokoh lintas agama di Kendari itu selain diikuti oleh tokoh-tokoh agama, juga diikuti organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan, mahasiswa, organisasi pers dan utusan sejumlah media di Kota Kendari.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara Brigjen Pol Agung Sabar Santoso mengimbau tokoh lintas agama, tokoh adat dan warga untuk menyukseskan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) di tujuh kabupaten di provinsi itu.

“Penyelenggaraan pilkada serentak di tujuh kabupaten di daerah ini merupakan bagian dari agenda nasional yang harus disukseskan karena menelan biaya yang tidak sedikit,” katanya saat menjadi pemateri pada pertemuan 1.000 tokoh lintas agama di Kendari, Senin.

Menurut Kapolda, kesuksesan penyelenggaraan pilkada di setiap daerah sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat, terutama tokoh-tokoh lintas agama, tokoh adat dan masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan di tengah masyarakat.

Aparat keamanan yang diberi tanggung jawab menjaga dan mengendalikan keamanan, kata dia, hanya memberi dukungan penuh dalam menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat.SK/AN

Leave A Reply

Your email address will not be published.