Ilegal Loging Marak, Debit Air Moramo Makin Kritis

0

Suarakendari.com-Pesona Air terjun moramo perlahan akan sirna, jika saja prakek ilegal logging yang terjadi disepanjang kawasan Tanjung Peropa terus terjadi. Ironisnya, praktik ini sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa ada upaya dinas terkait (dinas kehutanan-BKSDA Sultra) untuk mengatasi memberantasnya.

Kondisi ini tentu berdampak serius terhadap kelangsungan submer daya hayati di kawasan tersebut, termasuk berdampak pada kelangsungan pariwisata air terjun moramo. Dibanding saat pertama kali diperkenalkan, 20 tahun silam, debit air Moramo terbilang besar, tak hanya di musim hujan, di saat musim kemarau ketersediaan air tetap terjaga di kawasan ini, bahkan air menutupi seluruh lantai dinding air terjun. Berbeda dengan yang terjadi saat ini, debit air kian mengecil ditandai dengan hilangnya tutupan air di sebagian besar lantai air terjun. Ironisnya, sejumlah potongan gelondongan kayu jelas terlihat menumpuk di lantai air terjun.

Sumber di Desa Sumber Sari, KEcamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, membenarkan maraknya aktifitas ilegal logging di kawasan Tanjung Peropa, khusunya yang berada di sepanjang wilayah hulu sungai yang menghubungkan Air Terjun Moramo. “Hampir setiap hari mobil truk keluar masuk mengangkut kayu dari kawasan hutan peropa,”kata sumber yang layak dipercaya. Warga Sumber Sari sendiri tidak kuasa mengawasi praktek yang melawan hukum tersebut, sebab, diduga aktifitas oleh oknum aparat. “Kami tidak berani menegur mereka, karena itu ulah oknum aparat,”kata sumber lagi.

Informasi tentang perambahan hutan ini ternyata telah didengar pihak BKSDA Sultra. “Iya Pak, Kami sudah mendengar informasi praktik ilegal logging, hanya saja para pelaku sangat lihat dan selalu mengetahui kalau mau ada razia,”kata seorang petugas BKSDA yang enggan disebutkan namanya. BKSDA akan terus melakukan pengawasan dan memberantas ilegal loging di kawasan ini.

Air terjun moramo sendiri terletak kawasan suaka alam tanjung peropa. Pesonanya memang sangat memikat pengunjung wisata, sebab udara di sekitar air terjun terasa sejuk serta menghadirkan suasana tenteram bagi siapa saja yang berkunjung di sana.

Air terjun moramo merupakan air terjun bertingkat (cascade) yang indah dengan ketinggian sekitar 100 meter. Dari ketinggian tersebut, air mengalir melewati tujuh tingkatan utama. Di samping tujuh tingkatan utama tersebut, terdapat juga enam [uluh tingkatan kecil yang sekaligus berfungsi sebagai tempat penampungan air (semacam kolam air).

Dari sekian banyak kolam tersebut, hanya satu yang dapat dimanfaatkan untuk berenang, yaitu kolam yang terletak di tingkat kedua dari 7 tingkatan utama air terjun tersebut.

Keindahan panorama alam, air terjun, kicauan burung yang bersahutan dan berpadu dengan tarian kupu-kupu beraneka warna-warni, menjadi daya tarik kawasan air terjun moramo.

Daya pikat yang tidak kalah menariknya dari air terjun ini adalah pesona bebatuan yang membentuk tingkatan. Bebatuan yang membentuk tingkatan tersebut tidak licin meski dialiri air secara terus menerus, sehingga para wisatawan yang berkunjung ke lokasi tersebut dapat mendaki sampai ke puncak.

Jika beruntung, Anda dapat melihat pelangi sebagai biasan cahaya di sekitar air terjun. Tak heran, kendati cuma mitos, masyarakat setempat Nampak mempercayai jika tempat ini sebagai pemandian para bidadari karena keindahannya. Di samping itu, bebatuan tersebut juga memberi pesona yang menakjubkan ketika tersentuh oleh sinar mentari. bebatuan tersebut akan memancarkan kilauan warna-warni yang didominasi oleh warna hijau yang begitu indah.

Untuk mencapai lokasi wisata ini, dengan jarak tempuh enam puluh lima kilometer dari Kota Kendari, ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara, wisatawan melakukan perjalanan darat selama dua jam menggunakan angkutan umum atau kendaraan pribadi. Perjalanan dapat pula dimulai dari bandara walter monginsidi yang terletak di Kabupaten Konawe Selatan.Dari bandara tersebut/ dapat langsung menuju arah kecamatan moramo/ langsung ke desa sumber sari. Setelah sampai di pemberhentian akhir kendaraan, perjalanan dilanjutkan ke lokasi air terjun dengan berjalan kaki sejauh dua kilometer.

Di lokasi wisata ini sudah tersedia parkiran yang luas di sekitar lokasi bagi para wisatawan yang datang menggunakan mobil pribadi. Sayangnya, kurangnya perhatian pemerintah setempat membuat obyek wisata ini terkesan kurang terawatt. Sejumlah sarana wisata kini mengalami kerusakan dan tidak lagi bisa digunakana para pengunjung. SK

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.