Polsek Unaaha Amankan Pelaku Curanmor

* Modus Pinjam Kendaraan

Suarakendari.com-Polres Konawe,Jajaran Polsek Unaaha Polres Konawe berhasil mengamankan Pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dengan modus pinjam pakai an. Odan zakaria alias Odan bersama barang bukti Motor Yamaha Mio M3 DT 3130 MD warna merah hitam.

Kronologis kejadian berlangsung sekitar bulan lalu tepatnya tanggal 27 Maret 2017 sekitar jam 19.00 Wita bertempat di Komleks Ekx MTQ Kendari. Awalnya sekitar pukul 22.00 wita, pelaku meminjam motor korban  Yasin yang beralamat di Mandonga Kendari dengan alasan untuk keluar makan. Namun motor yang dipinjam pelaku tidak kembali.

“Pagi tadi, kita mendapat informasi dari Bripka Asnawir personil polsek pondidaha bahwa kendaraan tersebut berada di BTN Wawonggole unaaha, berdasarkan informasi dari ibu korban. Kemudian personil polsek unaaha langsung menuju TKP di BTN Wawonggole dan memeriksa ciri-ciri kendaraan dengan plat sementara DT 3130 MD Merk Yamaha Mio 125, Warna merah hitam, lampu Stop Resing warna biru No. Rangka MH35E8860HJ078I00 No. Mesin E3R2E-1294786, dan Kenalpot sudah di rubah oleh Pelaku,”kata  Iptu Sumarno, Kapolsek Unaaha.

“Saat ini Pelaku dan barang bukti kita amankan di Mako Polsek Unaaha, guna pengembangan lebih lanjut dan ternyata Pelaku sudah sering melakukan Curanmor dengan modus yang sama yaitu dengan cara meminjam pakai Kenderaan bermotor,”ungkapnya. YJ

Kapolda Sultra Minta Paslon Pilkada Hormati Putusan MK

SUARAKENDARI.COM-Kapolda Sulawesi Tenggara, Brigjen pol Andap Budhi Revianto meminta semua pasangan calon agar menghargai putusan yang telah dihasilkan Mahkamah Konstitusi atas perkara pemilihan kepala daerah Kota Kendari.  “Sebagaimana diketahui bersama sehubungan proses penyelenggaraan Pilkada diwilayah kita yang Alhamdulillah dapat terlaksana dan sampai saat ini berlangsung dengan aman dan kondusif. Tentunya ini dapat berjalan dengan lancar berkat dukungan para pihak serta kepedulian dan atensi dari semua pihak, tak terkecuali peran media dalam mengemas dan menyampaikan informasi kepada masyarakat,”katanya.

Selaku Kapolda Sultra,  Brigjen pol Andap Budhi Revianto mengapresiasi atas kerjasama dari semua pihak atas terlaksananya Pilkada yang aman dan kondusif. Dalam dinamikanya, ada empat kabupaten kota wilayah yang terdapat pasangan calonnya mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi, yaitu Buton Selatan, Kendari, Buton Tengah dan Bombana.

“Kami juga mengapresiasi karena penyelesaikan perselisihan ditempuh melalui jalur hukum sesuai konstitusi negara kita tercinta. Kita ikuti prosesnya dan kami berharap agar menghormati apapun keputusan yang telah ditetapkan,”ujarnya.

” Hari Senin kemaren dan hari ini Selasa telah diputuskan Mahkamah Konstitusi menindak lanjut gugatan Pilkada yang ada (hanya tinggal Kab Bombana saya yang belum). Saya berharap dan sekaligus menghimbau serta mengajak seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Tenggara menghormati dan menghargai keputusan dari Mahkamah Konstitusi,”tambahnya.

Dalam kesempatan itu, kapolda juga menghimbau kepada pihak yang menang hendaknya tidak melakukan euforia yang berlebihan, wujudkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan kegiatan tasyakuran melalui kegiatan doa bersama. Sementara kepada pihak yang kalah, hendaknya dapat menerima dengan hati yang ikhlas dan lapang dada. “Saya mengajak, mari kita rajut dan satukan kembali rasa persatuan dan kesatuan serta persaudaraan demi keberlangsungan dan terwujudnya pembangunan nasional. Mari kita bersama sama menjaga kondusifitas diwilayah kita sehingga tercapai Sulawesi Tenggara yang aman dan damai. Terima kasih atas dukungan dan kerjasama diantara kita,”harapnya. YJ

Polsek Andoolo Amankan Puluhan Botol Jenever dan Bir

SUARAKENDARI.COM-Petugas polsek Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan menggelar razia minuman keras (miras) dengan sasaran warung penjual miras. Dipimpim Kapolsek Andoolo Iptu Sadike menggerebek warung yang diduga menjual miras, Kamis,  30/13/17 sekitarpukul 09.00 wita di sejumlah titik di wilayah hukum Sektor Andoolo.

Saat razia. Polsek Andoolo mengamankan ratusan botol miras tanpa ijin ditoko Anugrah Desa Mataupe Kecamatan Andoolo Barat dengan berbagai jenis diantaranya 36 botol bir hitam dan 168 botol jenever sekaligus mengamankan  pemilik miras TS, 43 tahun. “Saat ini miras diamankan di Polsek Andoolo dan pemiliknya sementara dalam proses penyidikan,” jelas Kapolsek Andoolo. YJ

Diduga Rugikan Perusahaan Rp 1 Miliar, Empat Orang Ditangkap Polisi

SUARAKENDARI.COM-Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Kendari mengamankan empat orang yang diduga melakukan aksi penipuan dan penggelapan bernisial AA, AS, PA dan MF.

Kasus ini terungkap Februari 2017 lalu. Para pelaku diamankan setelah mendapat laporan dari pihak perusahaan tempat para pelaku menyicil motor yang merugikan perusahaan hampir Rp 1 miliar.

Kepada polisi, AA mengaku telah merencanakan perbuatannya sejak tahun 2015. Berbekal pengalaman bekerja di perusahaan pembiayaan, AA memutuskan membuat perusahaan baru. Karena kekurangan anggota, AA lalu merekrut AS, PA dan MF.

Dalam perusahaan itu, AA bertindak selaku direktur, AS sebagai marketing, PA adalah surveyor dan MF adalah debt collector-nya. “Kami kerja seperti pembiayaan. Mencari konsumen untuk membeli motor dari kami. Motor itu kami ambil dari pembiayaan dan kami jual kembali dengan harga murah,” ujar AA.

Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Yunar HP Sirait mengatakan selama kurang lebih dua tahun pelaku berhasil menjual sebanyak 480 unit motor di beberapa derah di Sultra.

Dari hasil menjual motor hasil penggelapan dari perusahaan pembiayaan bisa menghasilkan uang sampai Rp 20 juta per unit. Paling rendah Rp 15 juta untuk tipe motor kecil. “Pasal yang disangkakan Pasal 378 tentang penipuan dan penggelapan. Aksi mereka ini sudah bertahun-tahun dan baru terungkap tahun ini. Karena bingung tidak ada konsumen lagi,” kata AKP Yunar. YJ

Diduga Dibunuh, Mayat Pelajar Ditemukan di Pantai

SUARAKENDARI.COM- Warga Desa Kadacaua, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara geger dengan penemuan mayat yang diduga seorang pelajar di Pantai Membuku,  Kamis(30/3/2017), sekitar jam 09.30 wita.

“Kami menemukan mayat dalam keadaan tertelungkup dan tidak jauh dari tempat korban ditemukan warga juga menemukan darah segar yang tertutup pasir,”ungkap salah seorang warga yang berada di tempat kejadian perkara.

Penemuan timbunan darah ini memperkuat dugaan adanya tindakan kriminal atas diri korban.  Atas penemuan mayat tersebut,  warga langsung melaporkan ke  polsek terdekat.

usai mendapat laporan, aparat  polsek kulisusu dipimpin Kapolsek Kulisusu AKP Muh.Risal langsung mendatangi lokasi kejadian melakukan pengamanan dengan memasang garis polisi  serta olah TKP  di tempat kejadian.

Hasil penyidikan awal terhadap korban di temukan luka robek dibagian belakang telinga kiri,dan saat ini korban sudah di bawah ke RSUD Butur untuk di lakukan visum. YJ

Operasi Preman di Konsel, Ratusan Botol Miras Diamankan

SUARAKENDARI.COM-Sejak diberlakukannya operasi premanisme, Polres Konsel terus melakukan razia dengan membentuk satuan tugas- satuan tugas (satgas). Razia yang dilakukan Rabu (malam) tanggal 29 Maret 2017 jam 08.00 wita membuahkan hasil dengan mengamankan ratusan botol miras berbagai jenis diantaranya’ minuman jenis jenever 600 botol, bir bintang 396 botol, topi bintang 131 botol milik Jumain Hamzah, 40 tahun, alamat desa Lerepako, Kecamatan Laeya, kios azizah.

Satgas lainpun juga menemukan berupa jenever 24 botol, bir bintang 41 botol, topi bintang botol dengan pemilik Irfan, 27 tahun, wiraswasta,  di Desa Anduna, Kecamatan Laeya (kios Indri).

Satgas terus bergerak yang dipimpin Kasat Reskrim Iptu Ismail dan Kasat Intel Iptu Azis Lama dan mengamankan bir bintang 14 botol, bir hitam kecil 22 botol dan bir hitam besar 20 botol, dengan pemilik Dewi, 20 tahun, wiraswasta, desa Anduna (kios desi). Selain menyita miras, para pemilik miras diproses hukum lebih lanjut.

Di lain tempat razia juga dilaksanakan di SPBU Punggaluku dipimpin Kasat Sabhara AKP Jumadir dengan hasil beberapa tilang karena dokumen kendaraan yang tidak lengkap.

Kapolres Konsel AKBP Yeyen Lesmana, S. IK melalui Wakapolres Kompol Ndaru Istimawan, S.IK pada saat AAP mengatakan pelaksanaan razia dilakukan dengan tegas, serius tetapi tetap humanis, jaga keselamatan diri serta peka dan tanggap pada saat pelaksanaan razia.

Diakhir kegiatan pada apel konsolidasi (lengkap) Wakapolres mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan razia dan ini terus berkelanjutan termasuk Polsek-Polsek jajaran. YJ

 

Terkait Bahan Peledak, Ditpolair Polda Sultra Tahan Sepuluh Nelayan

SUARAKENDARI.COM-Kepolisian Polda Sulawesi Tenggara menahan sebuah kapal motor nelayan yang dinahkodai AR (28) tahun dan sembilan ABK, warga nelayan asal kabupaten bombana berlayar dari Sinjai Sulawesi Selatan saat hendak  menuju perairan Papua untuk mencari ikan.

Dari hasil pemeriksaan diatas kapal, oleh subdit gakkum ditpolair polda sultra, menemukan enam karung isi 25 kg amonium nitrate, detonator, sumbu peledak, botol kosong, serbuk korek kayu,  gulungan selang sumbu dan dua pak korek kayu.

“Sejumlah bahan peledak tersebut akan di olah dan dikemas kedalam wadah berupa botol hingga menjadi bom siap pakai oleh nelayan dalam mencari ikan diwilayah perairan.

“Penggunaan bahan peledak jenis amonium nitrate sangat dilarang oleh undang-undang negara ri, dan membahayakan jiwa, juga merusak ekosistem biota laut yang berdampak kerugian negara dan masyarakat.” ucap kasubdit gakkum

Melalui konfirmasi Kabid Humas Polda Sultra AKBP Sunarto, membenarkan adanya proses penegakan hukum oleh jajaran Subdit Gakkum Dit polair Polda Sultra terhadap sepuluh ABK kapal nelayan Anugrah 02 yang ditemukan sedang berlayar di wilayah perairan selat kabaena dari sinjai sulsel tujuan peraiaran papua. Kapal memuat  bahan peledak jenis amonium nitrate dan tanpa dilengkapi dokumen perikanan yang sah.

“Saat ini sepuluh ABK  dan barang bukti diamankan di mako polair untuk kepentingan penyidikan,”katanya.

Adapun ancaman pidana yang persangkakan pada para tersangka yakni, Undang-undang RI Nomor 45 tentang perikanan dan undang-undang darurat no.12 tahun 1951 tentang bahan peledak dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun.. YS

Komplotan Perampok Diringkus Polisi

Komplotan perampok yang berhasil diringkus polisi. foto: YS

SUARAKENDARI.COM Team gabungan buru sergab (Buser) Sat Reskrim dan Sat Intel Polres Kendari berhasil meringkus komplotan pencurian dengan pemberatan yang berjumlah 6 (enam) orang. Kasat Reskrim Polres Kendari,AKP Yunar Sirait mengatakan kejadian penangkapan tersebut berlangsung pada Rabu (28/03/17), sekitar pukul 17.40 wita, di Jalan Buburanda Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari. Keenam pelaku yaitu Ag (36 tahun), MR (38 tahun), BH (33 tahun), JP (35 tahun), AC (33 tahun) dan BR (42 tahun).

Bersama dengan pelaku di temukan barang bukti 10 unit hand phone berbagai merk, 6 buah dompet berisi atm, 9 bilah sajam serta sebuah tas dan berbagai jenis uang dolar.

Komplotan ini biasa melakukan aksinya di rumah rumah masyarakat dengan mengunakan modus saling bekerja sama satu sama lain dan masing masing mempunyai peran dalam melakukan aksinya seperti halnya pelaku utama sebagai eksekutor, pelaku diantar oleh rekannya ke TKP yang kemudian ditinggalkan dan menunggu telpon dari rekanya apabila sudah berhasil melakukan pencurian untuk dijemput kembali dan itu lakukan oleh 6 orang dengan menggunakan 3 unit motor.

Dalam komplotan pencurian tersebut terdapat dua orang residivis pencurian terhadap Nasabah Bank diantaranya adalah BH dan AC, pelaku tersebut dapat dikenakan pasal berlapis “Mereka saat ini masih menjalani pemeriksaan di Sat Reskrim Polres Kendari guna dilakukan pengembangan apakah komplotan memiliki jaringan yang lain,” jelas AKP Yunar. YS

Jelang Pencoblasan Pilwali Kendari, Kampanye Hitam hingga Dugaan Bom Dilancarkan

Suasana kediaman pribadi Wali Kota Kendari usai mendapat serangan ledakan yang diduga bom. Dokumentasi foto milik Laode LIKU/FB

Suarakendari.com-Menjelang pencoblosan pilkada serentak tensi politik di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara  nampaknya mengalami  peningkatan eskalasi. Tak hanya perang program yang dilancarkan melalui mimbar kampanye resmi yang digelar tempat umum, tetapi juga meningkatnya eskalasi “kampanye hitam” oleh sejumlah oknum tidak beranggung jawab, serta adanya aksi tidak terpuji sejumlah oknum yang sengaja memperkeruh suasana dengan melakukan aksi teror dengan ledakan yang diduga bom yang bertujuan  membuat suasana jadi tidak kondusif. Ledakan yang duga  bom meledak di rumah kediaman pribadi Wali Kota Kendari, DR. Ir H. Asrun, M.Eng, Kamis pagi sekitar pukul 07.00 wita. Membuat sejumlah aparat keamanan khsususnya tim anti teror diterjunkan. Belakangan diketahui sesuai hasil olah TKP polisi, ledakan ternyataberasal dari tabung gas di dapur rumah walikota.

Pada pagi yang sama, sejumlah warga dikejutkan dengan beredarnya sejumlah pamlet yang bertuliskan himbauan untuk tidak mencoblos salah satu calon yang diduga terlibat korupsi. Oleh pelaku, pamlet tersebut dibuang ke jalan raya dan lorong-lorong pemukiman warga, diantaranya di Kelurahan Lahundape   dan Keluraahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat.  Aksi kampanye hitam dan teror bom ini tentu saja menjadi catatan buruk bagi penyelenggaraan pemilukada serentak di Indonesia khususnya di Kota Kendari.   Sejumlah pihak menyeyangkan sikap tidak terpuji ini. “Kami sangat sayangkan aksi-aksi tidak terpuji seperti ini terjadi menjelalang pilkada,”kata Andi, warga Kelurahan Lahundape.  SK

Jaksa Siap Masuk Desa

S.Djoko Susilo SH.HM Kepala Kejati Sulawesi Tenggara. Dok foto diambil dari situs www.kejatisultra.go.id

Suarakendari.com-Upaya pembenahan dan penegakan hukum terus dilakukan institusi kejaksaan tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara dengan berencana menurunkan tim kejaksaan ke pelosok pedesaan. Hal ini diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara, Sugeng Djoko Susilo SH MH  kepada sejumlah wartawan televisi saat melakukan silaturahmi di Kantor Kejati Sultra. “Jaksa masuk desa menjadi program kami tahun ini,”katanya.

Menurut Kajati, langkah menurunkan aparat jaksa ke pedesaan adalah langkah sosialisasi taat hukum bagi warga negara khususnya masyarakat di pedesaan. Apalagi adanya alokasi dana desa yang bersumber dari anggaran negara sangat rentan terjadinya penyelewengan oleh oknum-oknum di desa. “Jadi kehadiran jaksa tidak untuk penindakan, melainkan melakukan tindakan pencegahan, dengan banyak melakukan sosialisasi,”jelasnya.   (SK)