PENCURI BESI BERAKSI DI PT ANTAM, TEREKAM CCTV

Lima orang karyawan outsourcing atau karyawan kontrak yang bekerja di PT. Aantam, tbk. UBPN Sulawesi Tenggara  diamankan polisi karena mencuri besi perusahaan bumn tersebut. Kepada polisi kelimanya mengaku telah melakukan pencurian besi sejak 15 september 2018 lalu  dan telah merugikan perusahaan negara hingga ratusan juta rupiah.

Dari  rekaman cctv yang memperlihatkan lima orang karyawan outsourcing /atau karyawan kontrak yang bekerja di showroom milik PT. Aantam, tbk. UBPN Sulawesi Tenggara saat melakukan pencurian besi. Kelimanya diamankan polisi pada Senin malam (21/1/ 2019) dengan tersangka masing-masing bernama Wahyudin (32) dan Marhadi (35)  selaku inisiator serta Kurniawan (31),  Sakti (35), dan Felix Darmanto (30) atas kasus mencuri besi perusahaan bumn tersebut.

Peristiwa itu terungkap bermula saat wahyudin (32) otak pelaku bersama dua rekannya bernama kurniawan dan sakti  melakukan pencurian besi sebanyak tujuh kali. Keduanya beraksi sejak medio September hingga Desember 2018 lalu di showroom PT Antam. Sementara, Marhadi yang juga karyawan outsourcing  bersama Felix Darmanto  juga melakukan pencurian besi di lokasi yang sama  pada 19 Januari 2019. Wahyudi bersama komplotannya  merugikan perusahaan BUMN PT Antam hingga 100 juta rupiah.  Sementara Marhadi bersama seorang rekannya yang melakukan pencurian besi  dengan total kerugian hingga 18 juta rupiah.

Kapolsek Pomalaa AKP Gazali Yusuf mengatakan, dua komplotan pencurian besi tersebut menggunakan mobil open setiap kali beraksi  dan menjual hasil curiannya di Kota Kendari.

Hingga kini polisi terus mendalami kasus tersebut  termasuk tempat penjualan besi tua di kota kendari. Kelima tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. YS

DITRESKRIMSUS POLDA SULTRA SITA RATUSAN KOSMETIK ILEGAL TANPA IZIN EDAR

Suarakendari.com-Subdit I Indagsi Direktorat Reskrimsus Polda Sultra kembali mengamankan pelaku tindak pidana yang mengedarkan sediaan farmasi jenis kosmetik yang tidak memiliki izin edar.

Penangkapan tersebut bermula pada hari Kamis, 17 Januari 2019, saat personel Subdit I Indagsi mendapatkan informasi bahwa ada seseorang yang akan membawa ratusan kosmetik tanpa izin edar yang akan diperjualbelikan.

Berdasarkan informasi tersebut, personel Subdit I langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku di tkp Jalan Malaka, Kelurahan Kambu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari disekitaran bundaran tank. Pelaku berinisial RY (32) yang sehari-harinya bekerja sebagai PNS.

“Total ada 329 pcs yang terdiri dari 22 jenis kosmetik berbagai merk,” ungkap Kasubdit I Indagsi, Kompol Bungin Masokan Misalayuk, S.H., S.I.K., M.Si saat menggelar konferensi pers di gedung Subdit Indagsi bersama BPOM Kendari, Senin 21 Januari 2019.

Hasil pemeriksaan terhadap pelaku dalam melancarkan aksinya yakni dengan menggunakan register dan label palsu semata-mata untuk meyakinkan konsumen terhadap produk yang dijualnya tersebut.

Kosmetik tersebut didapatkan dari Makassar dan telah diedarkan disejumlah tempat di Kota Kendari. Pelaku yang juga bertindak sebagai pengedar kosmetik dikenakan UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009, Pasal 197 Jo 106 ayat 1, ancaman pidana 5 tahun penjara. YS

BAWA SABU 5 KG, SOPIR ANGKOT ASAL SULSEL DITANGKAP PETUGAS BNNP SULTRA

Seorang kurir sabu, asal Sulawesi Selatan  yang membawa dan memiliki sabu seberat 5 kilogram di ciduk petugas bnnp sulawesi tenggara. Pelaku ditangkap petugas  saat tengah menunggu seseorang untuk menyerahkan sabu yang di bawanya.

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara menangkap seorang kurir narkoba jenis sabu,  berinisial MA  yang merupakan warga Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan. Dari tangan pelaku  petugas berhasil  menyita dan mengamankan narkoba jenis sabu  yang tersimpan dalam wadah plastik besar  dengan berat total 5 kilogram,

Kepala BNNP Sulawesi Tenggara,  Brigjen Polisi Bambang Priyambadha mengatakan. penangkapan pelaku berdasarkan penyelidikan  yang sudah dilakukan dua bulan lamanya.

Dalam penyelidikan itu, pihak BNNP Sulawesi Tenggara mendapatkan informasi  akan ada pengiriman sabu sebanyak 5 kilogram  yang di bawa pelaku, melalui jalur laut, yakni dari pelabuhan fery bajoe Sulawesi Selatan menuju pelabuhan fery Kolaka di Sulawesi Tenggara. Dari informasi itu kemudian pelaku M-A  ditangkap di sebuah warung makan  di perbatasan antara Kota Kendari dan kabupaten Konawe  saat tengah menunggu pengambilan barang dari seseorang.

Brigjen pol.Bambang Priyambadha, Kepala BNNP Sultra menjelaskan penyitaan barang bukti sabu oleh BNNP sulawesi tenggara itu  adalah yang terbesar di awal tahun 2019. “Petugas masih terus melakukan pengembangan atas penyitaan 5 kilogram sabu  guna mengungkap jaringan peredaran narkoba yang dilakukan pelaku,”ungkapnya.  Pelaku yang berprofesi sebagai sopir angkutan umum terancam pasal 114 subsider 112 undang – undang narkotika nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal seumur hidup dan maksimal hukuman mati. YS

Kisah Polisi Sigap Menangkap Pencuri

SUARAKENDARI.COM-Tugas pelayanan di wilayah hukum dipraktekkan Bripka Yupi dengan baik, setelah berhasil menangkap seorang pelaku pencurian dalam waktu singkat.

Berawal saat Bripka Yupi bertamu di salah saru rumah warga di daerah binaannya di Kelurahan Sodoha (19/4),  tiba-tiba Ia mendengar ada teriakan dari salah satu warga bahwa ada aksi pencurian. Mendengar hal itu Bripka Yupi menuju ke sumber suara tersebut. “Tiba-tiba Saya melihat pelaku berlari ke arah jalan raya, lalu saya kejar  dan Alhamdulillah berhasil meringkusnya,”cerita Yupi yang juga bertugas sebagai bhabinkamtibmas .

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti uang hasil curian.

Agar tidak menjadi bulan bulanan massa, Bripka Yupi kemudian membawa pelaku pencurian ke markas Polsek Mandonga untuk dilakukan proses hukum. Atas tindakan  tersebut Bripka Yupi mendapatkan apresiasi dan ucapan terimah kasih dari Kapolres Kendari AKBP Sigid Hariadi, S.I.K. YJ

Polisi Serahkan Barang Bukti Motor Hasil Curian ke Pemiliknya

*Polisi Serahkan Motor hasil Curian Kepada Pemiliknya Dengan Status Pinjam Pakai.

SUARAKENDARI.COM-Senyum sumringah ditunjukkan perempuan berjilbab ini saat diwawancarai awak media. Eva, begitu disebut namanya antusias hadir di Polda setelah diberitau bahwa motornya sudah diketemukan. “Terima kasih kepada pak Polisi, saya sungguh ga
menyangka motor saya bisa ditemukan kembali dan proses pinjam pakainya cepat direspon petugas”, ungkap Eva dengan gembira di kantor Ditkrimum tadi pagi Rabu (19/4).

Bersama tiga korban lainnya, yaitu Muhammad Said, Muhammad Faezar, dan Novita akhirnya bisa bernapas lega karena menemukan motornya yang hilang.

Keempat korban telah mengambil dan menerima kembali kendaraannya di Direktorat Kriminal Umum Polda Sultra. Kabid Humas Polda Sutra AKBP Sunarto mengatakan, status motor yang telah diserahkan tersebut adalah pinjam pakai. Mereka para korban ini telah mengajukan permohonan pinjam pakai barang bukti kepada pihak penyidik. Dan menurut pertimbamgan penyidik dapat diberikan pinjam pakai.

“Jadi status kendaraan ini adalah Barang Bukti, dipinjam pakaikan selama proses hukumnya masih berjalan, karenanya kita pesankan kepada pemilik untuk tidak merubah bentuk maupun warna. Kemudian harus ada kesediaan untuk bisa dihadirkan sewaktu waktu untuk kepentingan penyidikan” kata mantan Kapolres Muna ini.

Novita, salah satu korban yang telah mengambil kembali kendaraannya setelah hilang berminggu-minggu, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada pihak Polda Sultra yang berhasil mengamankan pelaku yang telah mencuri kendaraan roda dua miliknya.

“Saya tidak sangka kalau ini motorku bisa kembali. Saya juga sudah ikhlaskan sebenarnya tapi Alhamdulillah karena bisa kembali,, agar dihukum yang berat saja itu pelakunya” ungkap mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Kota Kendari itu.

Hal yang sama juga diutarakan Muhammad Said. Warga Kelurahan Bonggoeya ini merasa sangat senang karena motor miliknya bisa kembali. “Motor saya ini hilang sekitar sepuluh hari lalu. Ini motor dicuri di rumah saya waktu itu. Memang waktu hilang saya langsung melapor di Polres Kendari. Tapi saya kaget waktu dihubungi kemarin
kalau motor saya sudah didapat kembali,” kata petani jagung tersebut.

Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Sultra AKBP Ilham Saparona mengatakan, pihaknya masih menunggu masyarakat yang merasa telah kehilangan motor untuk mengecek di Polda Sultra. Kalau memang motornya ada disana, pihak yang bersangkutan harus membawa bukti kepemilikan seperti BPKB dan STNK. “Kalau memang dalam pengecekan nomor rangka dan nomer mesin cocok dengan surat-surat yang mereka bawa ya motornya
kita serahkan dengan status pinjam pakai, dengan syarat mengajukan permohonan pinjam pakai” jelas mantan Kapolres Kendari ini.

Selain empat motor tersebut, masih ada 38 unit motor yang diamankan di Ditres Krimum Polda Sultra. 38 unit motor tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus curanmor selama tiga bulan awal selama tahun 2017 yang terhitung dari Januari hingga Maret. Selain 38 unit barang bukti berupa kendaraan roda dua, turut diamankan pula tersangkanya yang berjumlah 31 orang. 31 orang tersebut saat ini telah mendekam di tahanan Polda Sultra.

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Sunarto menghimbau warga masyarakat agar lebih waspada dan lebih hati hati memarkirkan kendaraan.

“Melihat dari kasus ini, kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati lagi. Kalau perlu, tambahkan kunci pengaman pada kendaraannya, bisa ditambah gembok atau alarm,” himbau Narto. YJ

Polda Sultra Tangkap 31 Pelaku Pencurian Motor

SUARAKENDARI.COM-Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara
(Sultra) dan jajaran telah mengulung 31 pelaku Curanmor dan Selama periode triwulan I Januari hingga Maret, telah berhasil mengamankan 42 unit kendaraan roda dua berbagai jenis merk.

Dalam Press konfrence yang dilaksanakan Rabu (19/4), Wakil Direktur Dirkrimum Polda Sultra, AKBP Ilham Saparona Sik mengatakan pengungkapan kasus pencurian motor ini merupakan tangkapan oleh Ditreskrimum dan jajaran selama tri wulan I Januari hingga Maret tahun 2017.

“Untuk keseluruhan, pengungkapan kasus ini berasal dari Polda Sultra beserta jajaran yakni Polres Kendari, Bau Bau, Wakatobi, dan Kolaka. Untuk Polda ada 29 unit, dan sisanya di polres-polres yang saya sebutkan tadi,” kata Ilham Saparona di Media Centre.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sultra AKBP Sunarto dalam penjelasannya menghimbau kepada masyarakat pemilik maupun pemakai kendaraan khususnya roda dua untuk lebih waspada saat memarkir kendaraannya.

“Dari kasus yang terjadi ini rata-rata pencuri mengambil motor yang sedang parkir dan mudah untuk dicongkel. Jadi kita himbau agar masyarakat bisa menambah pengaman motor yang dimilikinya, kunci bawaan pabrik sangat rawan dicongkel dengan kunci T seperti yang dipergumakan para pelaku ini. Berikan tambahan kunci atau kunci
ganda”, ungkap Sunarto dalam himbauannya.

Mantan Kapolres Baubau ini juga menghimbau kepada warga masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan roda duanya agar segera melakukan pengecekan di Polda Sultra.

“Kalau memang ada masyarakat yang datang kemudian membawa BPKB dan STNK yang cocok dengan nomor rangka dan nomet mesin, kita akan proses dan bantu pinjam pakai selama tidak menyulitkan proses penyidikan perkaranya”, jelas Sunarto. YJ

 

Barang Bukti Sabu Seberat 146 Gram Dimusnahkan

SUARAKENDARI.COM-Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Sultra memusnahkan ratusan gram barang bukti narkotika jenis Shabu, Kegiatan ini dilakukan untuk menunjukkan keseriusan polisi dalam memerangi bahaya narkoba di Indonesia, khususnya di wilayah Sultra.

Disaksikan pihak Kejaksaan Negeri Kendari, BNNP Sultra, BPOM Sultra dan Dinas Kesehatan Kota Kendari serta Kuasa Hukum Tersangka dan Tersangka turut serta menyaksikan rangkaian pemusnahan barang haram tersebut, Selasa (18/4) di alun-alun RSUD Kota Kendari.

Terkait Barang bukti yang dimusnahkan ini merupakan hasil kerja keras penyidik jajaran reserse narkoba polda sultra dalam operasi pengggeladahan di atas kapal KM. Uki Raya 23 di pelabuhan penyebrangan Kota Kendari dengan tersangka inisial “MR dan YR. dihadapan tersangka dan kuasa hukumnya, Barang Bukti Narkotika jenis sabu sebanyak dua bungkus di musnahkan melalui tungku incenerator RSUD Kota Kendari.

Hasil uji Laboratorium Forensik Polri Cabang Makassar menyatakan, Barang bukti tersebut positif Narkotika mengandung Metamfetamine terdaftar dalam golongan 1 nomor urut 61 Lampiran Peraturan Mentri Kesehatan RI nomor 2 tahun 2017 tentang perubahan penggolongan narkotika di dalam lampiran UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam sambutan Direktur Reserse Narkoba Kombes Sumarto mengatakan, pemusnahan ini menunjukkan kebersamaan, komitmen dan tekat kepada semua pihak terkait dalam memberantas Narkoba, dan tidak henti-hentinya melakukan pencegahan dalam rangka pemberantasan narkoba. Kaitannya dalam hal ini, maka amanat undang undang, penyidik diberikan kewajiban untuk melakukan proses penyidikan tindak pidana bersama kriminal justice sistem mempunyai kewajiban untuk melakukan pemusnahan barang bukti sebagaimana yang di amanatkan dalam Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Kegiatan ini dimaksudkan agar mempunyai efek jera terhadap pelaku maupun kepada masyarakat bahwa wilayah kita sudah sedemikian rupa menjadi daerah pasar narkotika yang masuk dari daerah lain seperti yang akan di musnahkan ini dan ini tidak terlepas dari peran serta masyarakat Sultra. Oleh karena itu mari kita semua berkomitmen membantu pemerintah dalam mengurangi bahkan mentiadakan peredaran narkotika, sudah begitu banyak penyalah guna diwilayah kita sehingga kita harus berupaya secara maksimal melakukan upaya diantaranya upaya rehabilitasi,”paparnya.

Sunarto menambahkan, bahwa, barang bukti yang dimusnahkan ini secara keseluruhan seberat 146,5 gram terdiri dari dua bungkus dan untuk kaitannya dala proses penyidikan dan pembuktian dalam persidangan nanti sudah ada yang disisihkan dari masing-masing barang bukti tersebut. “Ini merupakan hasil sitaan atas penangkapan pada tanggal 2 April 2017 yang lalu yang telah mendapat penetapan dari kejaksaan dan paling lama tujuh hari untuk dimusnahkan barang bukti ini,”jelasnya.

” Saya berharap, buat kita semua untuk lebih berhati-hati terhadap bahaya penyalahgunaan dan perederan gelap narkoba, jadi semua pihak utnuk dapat memberikan informasi sekecil apupun kepada aparat untuk ditindak lanjuti dalam rangka pemberantasan peredaran narkoba di wilayah Sultra ini,” tutup Sumarto. YJ

Polda Sultra Rilis Data Terbaru Pengungkapan Kasus Narkoba

SUARAKENDARI.COM-Direktorat narkoba Polda Sultra melaksanakan merilis data terbaru terkait pengungkapan kasus narkoba di wilayah hukum Polda Sultra.
Dir Narkoba Polda Sultra Kombes Pol. Sumarto, M.Si. mengungkapkan, bahwa, direktorat narkoba telah melakukan penanggulangan kejahatan narkotika sebagai upaya memberantas narkoba. Untuk triwulan pertama 2017 saja, penyalahgunaan narkoba dari data yang ada cukup banyak untuk di wilayah sultra.
Dari data tersebut untuk wilayah kendari saja kasus yang di tangani mencapai 20 kasus dan untuk jajaran polda sultra serta jajaran Satres Narkoba Direktorat Narkoba menangani sebanyak 45 kasus narkoba dan kesemuanya dalam proses untuk di lakukan penindakan.
“Direktorat narkoba polda sultra membuat pola untuk mewaspadai serta mempersempit jalur masuknya narkoba baik itu yang ada di dalam wilayah sultra maupun di luar sultra yang mana para pengedar ataupun kurir membuat atau merencanakan jalur masuknya narkoba,”jelasnya.
Sementara Kasubbit 1 Direktorat narkobaAkbp Ld.kadimu mengatakan, bahwa, pengungkapan jaringan ini adalah merupakan pemain sekaligus jaringan baru yang berasal dari Jawa Timur. “Selama ini jaringan pengedaran narkoba masuk melalui wilayah sulsel namun kali ini jaringan narkoba tersebut masuk melalui jawa timur,”ungkapnya.
Ld Kadimu menambahkan, pihaknya berhasil menangkap salah satu pengedar yang masuk menggunakan jalur udara dengan menumpang salah satu penerbangan dengan menyimpan narkoba tersebut di dalam ransel. YJ

Polisi Tangkap 11 Nelayan Pemilik Bahan Peledak

SUARAKENDARI.CO-Dit pol Air Polda Sultra menggelar jumpa pers terkait pengungkapan bahan peledak (handak) Rabu,( 04/42017) sekitar pukul 14.00 wita. Kegiatan yang dihadiri oleh kapolda sultra Brigjen pol Adap Budhi Revianto S.IK, Wakpolda Sultra Kombes Pol Budi Priyambadha,SH,M.Hum,Dir Pol Air Kombes Pol Andi Anugrah,S.ik berserta pejabat utama polda sultra berlangsung di mako pol air. Melalui press rilis yang dilakukan di mako pol air tersebut Kapolda sultra memberikan ucapan selamat kepada Dit Pol Air Polda Sultra Atas keberhasilan pengungkapan kasus (handak) tersebut.

Penggungkapan Kasus Handak tersebut berawal dari pemeriksaan kapal motor nelayan(KMN) Anugrah AS 02 Gt.18 di wilayah perairan selat kabaena, kab. Bombana. Subdit gakkum Dit Pol air polda sultra berhasil mengamankan 10 (sepuluh) orang tersangka yang berada didalam kapal tersebut.

Selain mengamankan 10 orang tersangka subdit gakkum dit pol air juga mengamnkan barang bukti 1 Satu buah kapal yang tidak dilengkapi dengan dokumen perikanan dan pada saat di periksa didalam kapal tersebut di temukan 9 (Sembilan) karung yang berisi botol kosong sejumlah 329 buah, 1 (satu) buah Detonator, 6 (enam Karung Amonium Nitrat dengan Total 150 Kg, 2 (Dua) Pak Korek Api Kayu, 3 Katong penutup botol yang terbuat dari sandal jepit, 1 unit kompresor, 129 Buah sumbuh Bahan peledak, 1 Buah Pelastik kecil yang berisis bubuk korek api, 1 Buah besi penekan dan 1 Buah gulungan selang sumbuh. 410 ( empat Ratus sepuluh) Buah dan 2 (dua) Buah Kotak korek api kayu berisi detonator tanpa penutup sebanyak 9 (Sembilan) Buah.

Adapun tersangka akan dikenakan pidana sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat 1 UU Darurat No 12 tahun 1951 tentang bahan peledak Sub Pasal 104 Jo Pasal 113 Jo Pasal 57 ayat 2 UURI No. 7 tahun 2014 tentang perdagangan dengan ancaman hukuman 5 tahun ”.YJ

Brimob Sultra Disposal Barang Bukti Bahan Peledak

SUARAKENDARI.COM-Menindak lanjuti penemuan barang bukti berupa bahan peledak oleh Direktorat Polisi Perairan Polda Sultra,Satuan Brimob Polda Sultra melakukan uji coba peledakan atau pendisposalan terhadap bahan peledak yang di sita dan diamankan subdit penegakan hukum Ditpolair Polda Sultra diselat Kabaena Kabupaten Bombana.

Kegiatan uji coba barang bukti bahan peledak disaksikan oleh Kapolda Sultra Brigjen Pol Andap Budhi Revianto,S.ik.

Dansat Brimob Polda Sultra,Kombes Polisi Kasero Manggolo mengatakan,pihaknya sengaja melakukan peledakan atau disposal terhadap barang bukti bahan baku pembuat bom,hanya untuk mengetahui daya ledaknya.

“Dari kedua botol yang berisikan bahan peledak tersebut, keduannya memiliki daya ledak yang berbeda karena detonator yang digunakan yakni detonator pabrik dan detonator rakitan,”terang Dansat Brimob.

“Detonator pabrik yang diledakan pertama memiliki daya ledak yang kuat sedangkan bahan peledak yang diledakkan kedua mengunakan detonator rakitan dan memiliki daya ledak yang rendah,” jelasnya. YJ