Penutupan TMMD 104, TNI Bakal Gelar Pesta Rakyat

Suarakendari.com-Waktu berjalan demikian cepat, tak terasa sebulan sudah para prajurit bekerja menuntaskan pekerjaan-pekerjaan fisik maupun non fisik, dan tinggal di rumah-rumah warga sebagai anak asuh. Acara penutupan TMMD yang bakal digelar besok (Rabu, 27/03/2019 ) sudah di depan mata.

Kali ini, penutupan TMMD akan dimeriahkan oleh tarian kolosal “Mondau”, yang bakal melibatkan 150 siswa-siswi sekolah menengah yang ada di Kecamatan Anggotoa, atraksi Sasingaan, Kuda Lumping, dan juga lomba tumpeng yang diikuti 14 desa.

Format Pesta Rakyat yang dipilih bukan tanpa alasan. Dansatgas TMMD 104 Konawe,Letkol Cpn Fajar LH Wijaya, menjelaskan makna dan alasan gelar penutupan tersebut.

“Upacara penutupan TMMD ini merupakan pesta rakyat, artinya, kita angkat budaya-budaya lokal, kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Kabupaten Konawe terutama Kecamatan Anggotoa. Misalnya nanti akan ada pagelaran kuda lumping. Jadi akan disuguhkan kuda lumping kepada para tamu undangan, sambil menunggu persiapan upacara,” ujarnya, Senin (25/3/2019).

Saat upacara akan dimulai, para tamu undangan akan disambut dengan Tari Mondotambe. Setelah disambut dengan tarian khas suku Tolaki tersebut, tamu undangan akan disuguhkan dengan tari Sisingaan.

“TNI sangat paham dan menyadari, bahwa sinergi dengan tradisi dan kearifan lokal adalah kunci sukses pelaksanaan kegiatan TMMD ini, ” katanya.

Pangdam Hasannuddin dan Gubernur Sultra, direncanakan berkenan hadir dalam acara penutupan TMMD 104 Konawe. UT

Kolaborasi TNI dan Mahasiswa dalam Membangun Desa di TMMD 104 Konawe

Suarakendari.com-Kegiatan KKNP (Kuliah Kerja Nyata Profesi), yang diadakan mahasiswa STIKES (Sekolah Tinggi Kesehatan) Mandala Wiluya, Kendari, juga berkolaborasi dengan para prajurit TNI melalui gelar TMMD 104 kali ini.

Kolaborasi yang dilakukan tersebut dalam bentuk kegiatan penyuluhan kesehatan, dan ikut serta membantu kegiatan fisik, seperti renovasi masjid dan gereja.

Kontribusi mahasiswa itu diapresiasi oleh Sekcam (Sekretaris Camat) Anggotoa, M. Agus Salim. “Pemerintah serta masyarakat sangat bersyukur dan mengapresiasi tinggi atas apa yang diperbuat mahasiswa KKNP di Kecamatan Anggotoa ini,” katanya.

Sementara itu, Iksan (23), mahasiswa yang bertindak selaku Koordinator Kecamatan (Korcam) KKNP wilayah Kecamatan Anggotoa, menyampaikan terima kasihnya atas bantuan dan dukungan TNI dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan mahasiswa selama ini.

“Saya sebagai Korcam, selalu dihubungi untuk selalu ikut berpartisipasi dalam kegiatan TMMD. Dukungan satgas dalam mendatangkan masyarakat sangat membantu sekali ,” katanya.

Penyuluhan kesehatan yang dilakukan mahasiswa diantaranya penyuluhan pencegahan DBD, dan Malaria. Selain itu, mahasiswa dibantu satgas TMMD 104, juga turut serta dalam pembuatan saluran pembuangan limbah untuk warga masyarakat. (UT)

Tari Kolosal Mondau akan Meriahkan Penutupan TMMD 104 Konawe

Suarakendari.com-Persiapan pementasan kesenian dalam rangka penutupan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) 104 di Konawe mulai dilakukan. Salah satu atraksi budaya yang akan memeriahkan acara tersebut adalah pementasan tari kolosal “Mondau”.

Tarian ini akan melibatkan 150 penari, yang berasal dari siswa sekolah menengah kelas X-XII di Kecamatan Anggotoa. Mereka mulai berlatih dan mengadakan persiapan hari Minggu, (24/3/2019), bertempat di lapangan Kecamatan Anggotoa.

Mondau sendiri dalam bahasa daerah suku Tolaki yang berdiam di Sulawesi Tenggara, berarti bertani/berladang. Tarian ini merupakan simbol ungkapan rasa syukur TNI bersama masyarakat, dalam kegiatan TMMD yang berjalan sukses dengan dukungan semua pihak.

Saat ditanya mengenai pementasan tari ini,
Dansatgas TMMD 104 Konawe, Letkol Cpn Fajar Wijaya, menjelaskan, “Kami ingin mengangkat dan menyegarkan kembali kearifan lokal masyarakat Konawe, sebagaimana visi Kabupaten Konawe yaitu Mondau (bertani), Walaka (beternak) dan Aepe (membuat kolam ikan)”

Program “Sejuta Sapi” yang dicanangkan Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa, misalnya, mendapatkan dukungan penuh dari TNI dalam TMMD 104 ini, dalam bentuk kegiatan IB (Inseminasi Buatan) dan peningkatan JUT (Jalan Usaha Tani). UT

Angkat Kearifan Lokal, TNI Sukses Laksanakan TMMD 104 Konawe

Suarakendari.com-Ada tiga sendi local wisdom (kearifan lokal), yang diangkat TNI menjadi pijakan mendasar dalam melaksanakan kegiatan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-104 di Konawe, Sulawesi Tenggara.

“Kami mencoba mewujudkan konsep local wisdom seperti Mandau (bertani), Walaka (beternak) dan Aepe (membuat kolam ikan) yang merupakan tiga sendi kearifan lokal di Konawe ini. Wujudnya adalah peningkatan jalan desa dan JUT (Jalan Usaha Tani), renovasi tempat ibadah dan tentunya totalitas kami dalam melakukan IB (Inseminasi Buatan),” kata Dansatgas TMMD 104 Konawe, Letkol Cpn Fajar LH Wijaya (Senin, 25/03/2019).

Dengan 5 orang Babinsa (Bintara Pembina Desa) yang mampu melaksanakan IB secara mandiri, tingkat IB dapat dinaikkan sampai 200%. “Target 240 sapi IB, sudah terlaksana hari ini”, jelas Dansatgas.

Konsep kearifan lokal yang diambil sebagai nilai generik, tidak saja dilakukan TNI dalam pekerjaan-pekerjaan fisik, namun juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari bersama warga. Prajurit TNI ikut membantu warga dengan menjadi guru ngaji anak-anak, termasuk ikut membantu pekerjaan sehari-hari warga dimana mereka tinggal.

Hal ini memberikan kesan yang sangat mendalam dalam hati masyarakat, yang menjadi kunci sukses pelaksanaan TMMD kali ini.

“Kami sangat terkesan sekali dengan kehadiran bapak-bapak TNI di desa kami ini. Alhamdulillah, menyatu dan memberikan manfaat yang nyata. Kalau kami sendiri, maunya TMMD ini jangan berakhir dulu,” ujar Yasinan Kariadi, Kepala Desa Nario Indah. 4

Tebarkan Rahmat untuk Semesta, Pijakan Dasar TNI dalam Kegiatan TMMD

Suarakendari.com-Dalam melaksanakan TMMD 104 di Konawe, Sulawesi Tenggara, TNI juga menggali konsep local wisdom (kearifan lokal) yang ada dalam kehidupan masyarakat. Misalnya konsep Mandau (bertani), Walaka (berternak) dan Aepe (menambak/membuat kolam ikan). Program renovasi masjid dan gereja, misalnya juga mengangkat kearifan lokal dalam bentuk gotong-royong antar warga.

“Semua program TMMD ini, baik dalam pekerjaan fisik maupun non-fisik, bergerak atas kerangka ini, yaitu menebarkan rahmat, kemanfaatan bagi masyarakat, tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras dan identitas lain yang mereka miliki”, kata Dansatgas TMMD 104 Konawe, Letkol Cpn Fajar LH Wijaya, Senin (24/03/2019).

“Dalam ajaran Islam yang saya anut, konsepsi ini disebut sebagai rahmatan lil ‘aalamiin, menebarkan rahmat seluruh alam, untuk semesta,” tambah perwira kelahiran Jombang, yang juga seorang qari’ handal ini.

Yulius Bari, tokoh gereja “Pancaran Kasih”, yang bangunannya menjadi salah satu target pekerjaan renovasi, mengatakan, ” Bantuan TNI dan masyarakat, termasuk warga Muslim di Kecamatan Anggotoa , sangat berkesan bagi kami. Semoga ini bisa kita pertahankan bersama-sama,” katanya.

Mengadopsi nilai-nilai kearifan lokal secara moderat, menjadi salah satu kunci suksesnya pelaksanaan TMMD kali ini, yang akan berakhir pada 27 Maret 2019, Rabu besok.UT

Tumpeng, Tradisi Khas Akan Meriahkan Penutupan TMMD 104 Konawe

Suarakendari.com-Acara penutupan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-104 sudah mulai dipersiapkan. Tidak saja mengisinya dengan kegiatan semacam tarian dan atraksi budaya, penutupan kali ini juga akan dimeriahkan dengan lomba tumpeng.

Lomba ini akan diikuti oleh 14 desa yang ada di Kecamatan Anggotoa. Tradisi khas Jawa, dimana potongan nasi kuning berbentuk gunungan, dengan ragam pernak-pernik yang menghiasinya, akan dinilai oleh tim dari unsur pemerintah daerah.

“Ini cara kami untuk terus mengangkat kearifan lokal sebagai bagian dari identitas bangsa. Tumpengan ini adalah salah satu contohnya,” kata Dansatgas TMMD 104 Konawe, Letkol Cpn Fajar LH Wijaya. UT

Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Dukung Kegiatan TMMD di 11 Lokasi

Suarakendari.com-Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), melalui unit Pusat Krisis Kesehatan (PKK), memberikan dukungan penuh pada pelaksanaan TMMD 104 ini. Ada 11 lokasi yang mendapatkan dukungan PKK pada event TMMD ke-104.

“Sejak 2015, Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI aktif terlibat dalam kegiatan pengobatan gratis dan layanan kesehatan lainnya. Pada TMMD ini, kami turun di 11 lokasi,” kata Setiorini, SKM, MKM, Kepala Sub Bagian Program Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.

Kabupaten Konawe menjadi salah satu lokasi TMMD 104 yang mendapatkan dukungan pada periode kali ini. Ia berharap adanya kegiatan ini bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat Kecamatan Anggotoa di Kabupaten Konawe.

Dansatgas 104 Konawe, Letkol Cpn Fajar Lutvi Haris Wijaya, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan Kemenkes RI pada kegiatan TMMD ini.

“Sinergi antar instansi pemerintah dan TNI, baik yang ada di pusat dan daerah, tentu sangat diperlukan. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat akhirnya bisa mendapatkan manfaat secara langsung melalui pelayanan kesehatan gratis,” pungkasnya. (UT)

Apiknya Harmonisasi Antar Instansi Pemerintah di Event TMMD

Suarakendari.com-Dalam sebuah kegiatan yang melibatkan banyak pihak, koordinasi dan sinergi antar instansi menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan. Harmonisasi yang baik tersebut dapat terlihat dalam kegiatan pengobatan gratis, pemeriksaan kesehatan dan sunatan massal yang diadakan pada TMMD 104 di Konawe, Sulawesi Tenggara.

Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Pusat, yang diwakili oleh unit Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI (PKK Kemenkes), bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, dan Detasemen Kesehatan (Denkes) TNI Korem 143 Halu Oleo.

Setiorini, SKM, MKM, Kepala Sub Bagian Program Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, menyatakan instansinya turun di 11 lokasi TMMD 104. “Pada TMMD ini, kami turun di 11 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia,” katanya.

Pihak Denkes dan Dinkes Konawe juga menyambut baik acara ini. “Tim Detasemen Kesehatan selalu terlibat dalam kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan saat TMMD. Bukan hanya untuk tim medis sunatan saja, namun sebelum adanya kegiatan pemeriksaan kesehatan, kami sudah lakukan investigasi penyakit yang umumnya diderita warga di sekitar lokasi kegiatan TMMD. Ini smemudahkan kami menyediakan obat-obatan medis,” ujar Mayor Usman, yang mewakili TNI. (UT)

Serda Hamrullah, Prajurit yang Mampu Menjadi Inseminator Sapi

Hamrullah (39 tahun), prajurit TNI yang sehari-hari berdinas di Koramil 1417-02 Wawotobi, tidak menyangka akan bisa menjadi inseminator (petugas inseminasi buatan – Red). Selama ini, tugas-tugas keprajuritan dengan disiplin militer saja yang dikerjakannya sehari-hari.

Bintara berpangkat Serda (Sersan Dua) ini mengaku sangat terkesan atas tugas tambahannya menjadi petugas IB (Inseminasi Buatan) sapi milik peternak. “Alhamdulillah, penugasan ini saya jalani dengan sepenuh hati. Tentu, ini benar-benar merupakan pengalaman baru dan pertama buat saya, sangat senang bisa membantu peternak di sini,” katanya.

Hamrullah termasuk dalam daftar 5 orang Babinsa (Bintara Pembina Desa) yang mendapatkan pelatihan IB di Dinas Peternakan Kabupaten Konawe, pada Desember – Februari 2019 lalu. Pelatihan itu merupakan bentuk totalitas dukungan Kodim 1417/KDI pada pelaksanaan TMMD ke-104 di Konawe.

“Ini adalah hal pertama dalam sejarah TMMD selama ini. Komitmen kami dalam mendukung program “Sejuta Sapi” pemerintah Kabupaten Konawe, kami lakukan dengan penuh totalitas,” demikian tegas Dansatgas TMMD 104 Konawe, Letkol Cpn Fajar Lutvi Haris Wijaya.

Hamrullah sendiri berkeinginan menjadi peternak sapi, saat dirinya pensiun dari TNI. “Suatu saat nanti, saya akan beternak sapi,” kata Hamrullah, “setidaknya saat ini, ilmu itu sudah kami dapatkan dan memberikan kemanfaatan kepada masyarakat,” jawabnya. UT

Ingin Jadi Istri TNI, Mahasiswi ini Tersipu Malu

Suarakendari.com – Tawa riuh rendah hadirin peserta acara talkshow “Surya di Merekah di Ufuk Konawe” (Rabu, 20 Maret 2019) meledak saat pemandu acara menanyakan, “Siapa yang ingin jadi istri TNI?”. Bayu Firmansyah, sang pemandu acara dari RRI (Radio Republik Indonesia) Sultra, kemudian berjalan ke arah seorang mahasiswi yang tampak tersipu malu.

“Ya, saya suka dengan kekompakan dan sikap disiplin prajurit TNI, termasuk seragamnya. Dan sepertinya lebih setia…,” jawab Santi (21 tahun), mahasiswi jurusan pertanian Universitas Lakidende (Unilaki), sambil tersenyum.

Bayu kemudian memancing dengan pertanyaan lain, “Apa siap dengan suka-duka menjadi istri prajurit? Gak gampang lho..,” candanya. Santi hanya menganggukkan kepala. Di belakang, tampak beberapa temannya berbisik-bisik sambil tertawa.

Sesi tanya-jawab dipandu secara interaktif oleh pemandu acara. Menampilkan tiga narasumber, acara talkshow bertajuk “Surya Merekah di ufuk Konawe” ini diformat sebagai media sambung rasa antara masyarakat, TNI dan Pemerintah Daerah.

Event ini terselenggara berkat kerjasama antara RRI Sultra dan Kodim 1417/KDI. RRI mendukung penuh acara ini, yang juga disiarkan secara live melalui channel Pro 1 FM RRI.UT