Luar Biasa, Short Movie Lokal Kendari Ini Ditonton Jutaan Orang

. Dok foto: Jumail Nick/FB

Suarakendari.com-Film pendek bernuasa lokal Kendari kini tengah viral di media social facebook. Short movie bergendre drama komedi yang diproduksi dengan peralatan yang cukup sederhana ini, bahkan mengalahkan seluruh film lokal yang pernah di produksi di bumi anoa dengan jumlah penonton mencapai 1 juta lebih penonton. Menariknya, para pemeran di film tersebut adalah orang-orang baru yang notabene tidak pernah terlibat produksi film sebelumnya.

Jumail Nick, salah satu pemeran film lokal mengatakan sangat senang dengan apresiasi yang diberikan para penonton atas film-film pendek yang mereka produksi. “Ya, saya senang karena film ini bisa diterima di masyarakat dengan baik,”katanya, saat ditemui di Hotel Plaza In, Kamis (14/12/17).

Film-film yang ditampilkan Juali Nick dan kawan-kawan tersebut memang terbilang cukup sederhana dan mengangkat kisah atau realita kehidupan seosial sehari-hari masyarakat di Kota Kendari. Film berdurasi pendek tersebut disuguhkan dengan bahasa khas suku Tolaki tentu saja dengan kemasan yang cukup sederhana pula. “Kami mengambil gambar dengan peralatan seadanya, seperti peralatan syuting yang hanya menggunakan handphone saja,”tambah pria yanga akrab disapa Umhe ini. Ke depan Jumail Nick berharap agar timnya dapat memproduksi film lebih serius tentu dengan dengan peralatan yang memadai.

Sepanjang bulan Desember 2017, Jumail dan kawan-kawan sudah memproduksi 5 film pendek diantaranya Film berjudul Mososangge 1, Mosangge 2. Film ini sendiri sengaja dibuat berbahasa tolaki sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya tolaki. SK

Band WALI Bakal Meriahkan Festival Keraton ASEAN

SUARAKENDARI.COM, Group musi ibu kota Band WALI akan ikut memeriahkan Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN yang akan berlangsung di Kota Kendari pada tanggal 12 hingga 15 November 2015 mendatang.

Damsid, selaku Wakil Ketua Panitia mengatakan bahwa Band Wali dipilih sebagai salah satu band yang akan ikut memeriahkan kegiatan Festival Keraton, karena band ini dinilai masih ada kaitannya dengan kegiatan tersebut.

“Lagu-lagu dari Band Wali kita ketahui biasa memadu padankan antara nilai spiritual, sehingga kami memilih band ini untuk ikut menghibur tamu-tamu kita dari luar,” terangnya.

Tidak hanya diperuntukkan bagi tamu-tamu kerajaan yang datang dari luar negeri maupun dalam negeri, tetapi masyarakat umum juga diberikan kesempatan yang sama untuk bisa ikut bergabung memeriahkan kegiatan tersebut dan ikut merasakan hiburan yang disuguhkan oleh band ibu kota.

Ia berharap dengan kehadiran salah satu band ibu kota itu, bisa membuat acara Festival Keraton lebih meriah lagi. (LINA).

Personil Slank Ikut Peringati Hari Inti Narkotika Internasional di Istana Negara

SUARAKENDARI.COM-Personil group musik legendaris Indonesia Slank turut hadir memperingati Hari Anti Narkotika Internasional yang diselenggarakan di Istana Negara, Jumat (26/6) pagi tadi.

Personil slank yang terdiri Kaka dan Bimbim, tampak duduk membaur bersama ratusan undangan. Kehadiran personil slank tampaknya mendapat perhatian luas dari awak media yang meliput di istana.

Mereka juga dengan tekun mendengarkan paparan tentang kondisi penyalahgunaan narkoba di Indonesia yang dibacakan Kepala Badan Narkotika Nasional Anang Iskandar. SK

Kondisi Permandian Batu Gong Memprihatinkan

KONAWE,SUARAKENDARI.COM-Pemandangan miris terlihat di area obyek wisata Pantai Batu Gong, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sultra. Sepanjang pntai terlihat kotor akibat banyaknya sampah menumpuk di atas pasir pantai. Sampah yang terdiri dari plastik dan dedaunan terbawa oleh air laut dan bermuara ke pantai.

Belum lagi deretan gazebo alias rumah pantai yang berjajar sepanjng pantai juga tampak tidak terawat kian menambah kusam panorama obyek wisata andalan sultra ini. Belum lagi jalan masuk ke areal obyek wisata yang rusak berat membuat pengunjung memilih mencari lokasi wisata lain.

Wakatobi Bakal Lahirkan Sineas Potensial

WAKATOBI, SUARAKENDARI.Com-Kabupaten Wakatobi diprediksi bakal melahirkan sineas-sineas muda andalan.  Hal ini berkat dukungan pemerintah yang cukup besar menyelenggarakan kegiatan penguatan kapasitas generasi muda melalui workshop sinema. Berbagai agenda kegiatan mulai workshop, screening film, tekhnik pengambilan gambar underwater, tekhnik penyutradaraan film dan pembuatan scenario mulai dari feature, documenter, short film hingga layar lebar dengan menghadirkan para ahli sineas Indonesia.

Bupati Wakatobi Ir. Hugua menegaskan, dirinya yakin putra putri dan generasi masa depan wakatobi, mampu mengangkat nama wakatobi tidak hanya di lingkup nasional namun juga internasional melalui karya seni sinematography.

Didampingi 2 sutradara kondang yang sedang naik daun dengan karya mereka yaitu Faozan Rizal sutradara “film Soekarno” dan Rahabi Mandra sutrada “ Film 2014” yang januari 2014 filmnya mulai tayang di bioskop – bioskop tanah air, bersama Ayudia Bing Slamet Aktris Muda Tanah Air, hugua berkomitmen sebagai pemerintah maupun pribadi akan mendukung pengembangan bakat para Sineas – Sineas wakatobi yang telah menimbah ilmu dalam kegiatan ini, bahkan Tahun depan siap melakukan pendanaan untuk sebuah karya Film Dokumenter ataupun fiksi yang seluruhnya di buat oleh pemuda pemudi atau sineas asli warga Wakatobi khususnya yang telah menjadi alumni kegiatan Festival Film Wakatobi 2013 ini.

Rahabi Mandra seorang Sutradara Muda Berbakat dengan karya “Film  2014” yang sebentar lagi akan tayang di bioskop – bioskop tanah air juga saat berbicara di hadapan para peserta Festival kali ini mengungkapkan apresiasi yang tinggi, bahwa wakatobi dengan komitmen pembangunan yang telah diterapkan pemerintahannya saat ini, tetap memandang dunia perfilman menjadi salah satu bagian penting yang juga dapat membangun wakatobi dari dispilin seni keahlian tersendiri. Rahabi juga bangga dengan pemikiran masa depan masyarakat dan pemerintah wakatobi untuk menuju era Biodivercity yang belum banyak dipikirkan oleh daerah lain yag mungkin lebih maju, modern disbanding wakatobi yang terpencil seperti ini.

“ Kita tidak perlu pesimis dengan awal keberangkatan kita untuk menjadi seorang filmaker, rekan-rekan diwakatobi harus optimis bahwa tidak ada kata tidak bisa untuk generasi sineas baru wakatobi bisa mengikuti jejak kami baik yang pelajar maupun masyarakat umum, karena kami yakin wakatobi punya otensi banyak dengan alamnya yang bisa dijadikan inspirasi untuk dapat menghasilkan sebuah karya film yang berkualitas “, ujar Abi sapaan akrab sang sutradara “film 2014” ini.

Sementara itu Faozan Rizal selaku sutradara “Film Soekarno” memberikan gambaran bagaimana menjadi seorang DOP ( Director Of Photograpy) Dalam pembuatan sebuah Film, kemudian bagaimana berbicara warna, enggel gambar, hingga penysusunan scenario yang sederhana namun berkualitas, Fozan juga mengulas tentang pembuatan “Film Soekarno” kaitannya dengan matweri workshop Festival Film Wakatobi 2013 kali ini.

Ayudia Bing Slamet Aktris Muda berbakat tanah air, memasuki sesi sharing pendapat tentang dunia film dalam kegiatan Puncak Festival Film wakatobi 2013 ini, menceritakan suka duka dibalik layar film, serta member semangat kepada generasi muda wakatobi khususnya sineas muda untuk terus berkarya dan tidak pesimis dengan terpencilnya daerah wakatobi jauh dari suasana ke ibu kotaan mengaku bangga bisa untuk ke dua kalinya menginjakkan kaki ke wakatobi, Ayudia yakin wakatobi punya magnet tersendiri untuk mendatangkan orang dengan keistimewaan yang luar biasa atas alam, budaya dan masyarakatnya.

Dari hasil Festival Film Wakatobi 2013 kali ini, menghasilkan 6 karya Film Feature/Semi Dokumenter  terbaik dari 12 Film yang mengikuti lomba, yang dibagi dalam 2 kategori yaitu umum dan pelajar. INO