Dokter dan Bidan PTT Dapat Insentif dari Pemkab Konsel

0

Suarakendari.com-Kabar gembira bagi dokter dan bidan PTT yang bertugas di wilayah pemerintahan Konawe Selatan (Konsel). Mulai tahun 2016 mendatang, para ujung tombak pelayanan kesehatan itu akan menerima insentif tambahan yang dananya bersumber dari APBD Konsel.

” Sebelumnya kan tidak ada, jadi setelah kami hitung-hitung, anggaran keseluruhannya itu tidak banyak. Jadi kita sudah masukkan di RAPBD 2016 yang dalam waktu dekat akan kita bahas bersama rekan-rekan di lembaga legislatif,” kata Pj Bupati Irawan Laliasa saat bertatap muka dengan sejumlah dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Konsel, Sabtu.

Mengenai nominal anggaran, Bupati mengakui jumlahnya tidak banyak karena jumlahnya yang hanya Rp.500.000,- sampai dengan Rp.1.000.000,- untuk dokter tergantung dari lokasi kerjanya dan untuk bidan PTT sebesar Rp.100.000.

” Kalau lihat nominal memang tidak banyak, tapi ini langkah maju dalam mewujudkan apresiasi pemerintah daerah Konsel kepada tenaga kesehatan kita, karena sebelumnya insentif dokter dan bidan PTT itu hanya bersumber dari 
APBN,” katanya.

Hal tersebut dilakukan pria yang juga Kadispenda Sultra ini mengingat sektor kesehatan adalah sektor yang paling menjadi fokus dan titik beratnya dalam menjalankan amanah sebagai Pj Bupati Konsel.” Kami tidak tutup mata melihat loyalitas dan pengabdian para dokter dan bidan PTT utamanya yang berada di 
pelosok atau daerah terpencil. Kalau pasien tidak mendapatkan penanganan yang profesional kan bisa fatal akibatnya,” katanya 
Hal tersebut juga merupakan jawaban langsung dari Bupati terhadap keinginan atau usulan dari ketua IDI Konsel, Dr Muhammad Agung Zain yang mengaku dalam beberapa tahun terakhir, ketika ada penerimaan dokter PTT diseluruh Indonesia yang dilakukan secara online, wilayah Konsel merupakan salah satu wilayah yang bukan favorit para dokter terkait dengan stimulan atau rangsangan yang ditawarkan Pemkab Konsel kepada para dokter.

“Dengan keseriusan dan ketegasan 
dari Bupati, kami merasa banggga, karena bukan hanya nominal rupiah yang menjadi acuan tetapi juga bagaimana apresiasi dari sebuah pemerintahan daerah terhadap profesi kami,” tukasnya. (Adhanto Thayeb/HumasKonsel)

Leave A Reply

Your email address will not be published.