Dinas Pendidikan dan Olah Raga Bantah Ada Penganiayaan Siswa

Suarakendari.com-Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kota Kendari Sartini Sarlita membantah jika kepala SD negeri 19 kendari telah melakukan penganiayaan terhadap siswanya sendiri.

Hal ini berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak kepala sekolah yang telah memberikan keterangan kepada Dinas Pendidikan Kota Kendari.

Menurutnya dugaan tindakan penganiayaan itu bukanlah tindakan penganiayaan tetapi merupakan salah satu cara mendidik bagi siswa sebagai orang tua di dalam lingkungan sekolah.

“Kepala sekolah Sudah melapor, kami Sudah mediasi dengan salah seorang peseta didik, yang katanya dianiaya, sebenarnya tidak dianiaya pak, namanya juga orang tua dan anak, kan guru itu orang tua ke dua dari rumah, ungkapnya.

Dari keterangan pelaku, Sartini mengatakan, kepala sekolah tidak menampar siswa tersebut  melainkan saat hendak di tampar korban mengelak dan akhirnya terbentur tembok sekolah sehingga mengakibatkan memar di bagian wajah korban, begitupula dengan siswa yang mengalami luka di bagian kepala akibat paku.

“Guru itu, (sambil menampar kearah jurnalis) begini toh, secara spontanitas anak itu melarikan mukanya maka tersentuhlan dinding, sehingga biru barulha sedikit disini, (muka). Bebernya

Sebelumnya, dugaan tindakan penganiayaan dilakukan oleh oknum kepala sekolah dasar (SD) 19 kendari Zainuddin, telah dilaporkan orang tua siswa, dan di tangani oleh aparat kepolisian sektor (Polsek) mandonga, Hal itu berdasarkan laporan polisi nomor: LP/57/II/2019/SPKT.C/Sek Mdg Res Kendari, pertanggal 23 februari lalu.

Dalam laporan tersebut, pelaku diduga menampar korban bersama 6  rekan lainnya, akibat tamparan tersebut dua  korban mengalami luka dan memar di bagian pipi kanan, dan satu korban lainnya mengalami pendarahan di bagian kepala. akibat terbentur tembok sekolah. UT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.