Desa Wisata Masa Depan Industri Pariwisata Konawe Selatan

0

foto: Imran Amir

Suarakendari.com-Kabupaten Konawe Selatan merupakan salah satu kabupaten terluas di Propinsi Sulawesi Tenggara, dengan luas wilayah daratan mencapai 451.420 Ha atau 11,83 persen dari luas wilayah daratan Sulawesi Tenggara. Sedangkan luas wilayah perairan (laut) ± 9.368 Km2.

Secara demografis Kabupaten Konawe Selatan memiliki jumlah penduduk sebesar kurang lebih 300 ribu jiwa dan merupakan terbesar kedua setelah Kota Kendari. Ada banyak lokasi wisata di daerah Konawe Selatan, tentu saja ditunjang dengan beragam adat istiadat, budaya hingga tradisi masyarakat menjadi keunggulan tersendiri. Begitu pula dengan hasil kerajinan lokal dan kekayaan alam yang dimiliki di daerah ini, menjadi ikon yang bisa lebih dikenal masyarakat luas.

Ruruhi Project sebagai organisasi komunitas yang menaruh perhatian khusus pada pengembangan sektor wisata berbasis masyarakat memandang setiap desa di Kabupaten Konawe Selatan memiliki potensi untuk dijadikan komoditas wisata unggulan. Peda posisi itu jika dikelola secara serius, maka akan dapat diarahkan pada pengembangan kepariwisataan, bahkan menjadi destinasi khusus yang pada akhirnya dapat mengundang wisatawan lebih banyak ke Konawe Selatan.

“Mengingat bahwa potensi alam dan budaya yang khas tersebut tersebar hampir di sebagian besar wilayah pedesaan di Kabupaten Konawe Selatan, maka besar kemungkinan untuk dikembangkan konsep desa wisata (village torurism),”kata Isna, program officer Rururhi Project.

Hal ini didukung oleh keberadaan potensi flora-fauna di sekitarnya dan didukung oleh panorama alam, diantaranya, potensi Wisata alam laut Pulau Hari, Desa Terapung di Desa Bungin, Kecamatan Tinanggea, Savana dan Potensi Rawa di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, Desa Wisata Namu di Kecamatan Laonti, Air Terjun Moramo, Wisata Rafting di Kecamatan Laeya, Desa Adat di Desa Benua dan Desa Jati Bali, Sentra Kerajinan Kriya di Pangan Jaya, Kecamatan Laeya dan Kecamatan Basala dan lain sebagainya. Sehingga dalam pengelolaan tersebut perlu didukung oleh sarana prasarana pengunjung yang memadai dalam pengembangan sarana prasarana penunjang pariwisata.

foto: Jojon

Diungkapkan Isna, Desa Namu, Desa Jati Bali dan Desa Benua merupakan desa yang panorama alam dan kultur budayanya masih terlihat kental, terbukti bahwa Desa Jati Bali dan Desa Benua adalah sentra pariwisata berbasis budaya di Konawe Selatan. Sedangkan Desa Namu merupakan desa berbasis masyarakat wisata alam laut dan pesisir. Di Desa Namu juga merupakan laboratorium alam yang merupakan sarana yang lengkap untuk mendapatkan aneka informasi terutama flora dan fauna. Berdasarkan pada karakteristik dan potensi wilayahnya, maka Desa Namu, Desa Jati Bali dan Desa Benua merupakan desa yang memungkinkan untuk dikembangkan menjadi obyek kajian desa wisata (village tourism).

Konsep Desa Wisata merupakan suatu wilayah pedesaan yang memiliki potensi keunikan dan daya tarik wisata yang khas. Kriteria suatu desa dapat dikembangan menjadi desa wisata, apabila memiliki beberapa faktor-faktor pendukung antara lain; (1) Memiliki potensi produk dan daya tarik, (2) memiliki dukungan sumber daya manusia (SDM), (3) motivasi kuat dari masyarakat, (4) memiliki dukungan sarana dan prasarana yang memadai, (5) mempunyai fasilitas pendukung kegiatan wisata, (6) mempunyai kelembagaan yang mengatur kegiatan wisata, dan (7) ketersediaan lahan/area yang dimungkinkan untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata. Mengacu pada kriteria pengembangan desa wisata di atas, maka desa Namu di Kecamatan Laonti, Desa Benua, Kecamatan Benua dan Desa Jati Bali di Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata.

Karena itu dibutuhkan Rencana Startegis Desa Wisata (village tourisme) di Kabupaten Konawe Selatan ini dimaksudkan sebagai upaya untuk merumuskan rencana strategis pengembangan desa wisata yang berbasis pada keunikan dan sektor unggulan lokal (pertanian, peternakan, jasa dll) serta melalui pendekatan partisipatif masyarakat. SK

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.