Bupati Konsel Resmikan Kampung Kreatif “Kamelia”

Suarakendari.com-Bupati Konawe Selatan H. Surunuddin Dangga, Kamis (22/11) meresmikan Kampung Kreatif Limbah Kayu (Kamelia) di Desa Pangan Jaya, Kecamatan Lainea. Turut hadir di kegiatan tersebut, sejumlah SKPD lingkup Pemkab Konawe Selatan, perwakilan Badan Usaha Milik Negara PT Permodalan Nasional Madani (PT PNM), PERUSDA konsel, para kepala desa, camat dan para pengrajin kriya Desa Iwoimendoro dan pengrajin Desa Pangan Jaya.

Peresmian kampung kreatif ini sekaligus penutupan klasterisasi meubel dan handycraft dari Badan Usaha Milik Negara PT Permodalan Nasional Madani yang sudah bekerja selama enam bulan bersama Dinas PAriwisata dan Ekonomi Kreatif mendampingi masyakat pengrajin kriya di Desa Pangan Jaya.

Dalam sambutannya Bupati Konawe Selatan, H. Surunuddin Dangga mengatakan, saat ini pemerintah konawe selatan tengah mendorong produk-produk unggulan desa salah satunya di Desa Pangan Jaya. Di desa ini selain pertanian, unggulan lainnya adalah industri kreatif. “Jadi penguatan organisasi melalui kampung kreatif ini adalah cara kita untuk mendorong penguatan ekonomi daerah sebagai satu kesatuan dan kebersamaan dalam menciptakan ekonomi baru, agar masyarakat lebih tertarik sebagai produk unggulan daerah,”kata Surunuddin.

Saat ini, lanjut Surunuddin, di Konawe Selatan lokasi pengrajin limbah kayu yang menjadi binaan pemda konsel, yakni di Desa Iwoimendoro, Kecamatan Basala dan Desa Pangan Jaya, Kecamatan Lainea. “Nanti rencananya kita akan terus perluas dan mendorong desa-desa lain yang juga memiliki potensi yang sama. Upaya yang dilakukan Pemda selain membangun kerjasama dengan BUMN seperti PNM untuk membantu permodalan bagi usaha kecil, juga telah mengupayakan adanya bantuan peralatan pengrajin melalui kerjasama Bekraf Pusat dengan harapan bisa menghasilkan produk yang lebih baik,”jelasnya.

Berikutnya, kata Surunuddin, pemda akan berupaya mencarikan pasar agar produk pengrajin kita bisa terjual. Salah satu upaya membuka jaringan pasar bagi pengrajian adalah pasar lokal. “Kita bisa membantu pengrajin dengan membuka pasar di wilayah kita dulu, jangan memasarkan jauh-jauh sementara kita sendiri belum pakai, kan ada banyak sekolah kita seperti PAUD, TK yang bisa menggunakan produk ini dan itu wajib digunakan produk lokal ini,”jelasnya.

Sementara itu perwakilan PT PNM yang secara khusus hadir menyambut baik peresmian Kampung Kreatif Kamelia. “Kami dari PT PNM sangat senang atas launching kampung kreatif ini. karena apa yang dilakukan PNM selama enam bulan sebelumnya kita membina industri mebel dan handycraft di desa pangan jaya ini ditindaklanjuti oleh Pemkab Konawe Selatan, walaun enam bulan itu belum apa-apa bagi PNM dan sifatnya hanya sebagai pemantik saja, jadi lanjutan menjadi kampung kreatif ini akan bagus sekali. Jadi apa yang PNM sudah lakukan kemarin tidak sia-sia. Harapan kami setelah kampung kreatif dilaunching, aktifitas dan kreatifitas limbah kayu di Desa Pangan Jaya ini akan lebih terkenal lagi. Kalau lebih terkenal lagi berarti pasarnya akan lebih terbuka sehingga akan lebih baik untuk industri kecil menengah di desa pangan jaya,”kata Octo Wibisono, Wakadiv PKU PT PNM.

“Alhamdulillah launching Kampung Kreatif Limbah Kayu “Kamelia” yang difasilitasi oleh PT. PNM Persero dan dilaunching oleh Bapak Bupati Konawe Selatan. Terimakasih yang tak terhingga untuk Bpk Bupati dan semua pihak yang telah bersinergi mewujudkan terwujudnya kampung kreatif limbah kayu “Kamelia”. Semoga Inovasi kampung Kreatif Limbah Kayu ” Kamelia “menjadi cikal bakal Kemajuan ekonomi kreatif diKonawe selatan utk mewujudkan Desa Maju Konsel Hebat,”kata Suartin Sianti, Kepala Bidang Ekraf Dinas Pariwisata Konawe Selatan. SK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.