Bandara Haluoleo Tambah Fasilitas Garbarata

SUARAKENDARI.COM-Demi kenyamanan penumpang, pihak otorita Bandara Haluoleo Kendari kembali akan menambah fasilitas Garbarata atau jembatan penghubung penumpang menuju pesawat yang sebelumnya hanya berjumlah dua unit.
Kepala Bandar Udara Haluoleo Kendari, Kolonel Penerbang Sarmanto mengatakan dengan di tambahnya 1 unit garbarata maka bisa menambah frekuensi pesawat yang akan parkir di landasan.

“Sejak pengelolaan operasional Bandara Haluoleo Kendari diserahkan dari Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara kepada Kementerian Perhubungan pihak Unit Pelayanan Bandara Udara Haluoleo Kendari terus bekerja membenahi fasilitas, hal ini demi peningkatan kenyamanan penumpang.Salah satunya adalah menambah 1 garbarata atau jembatan penghubung ruang tunggu penumpang dan pintu pesawat,”kata Kolonel.pnb Sarmanto.

Garbarata Bandara Haluoleo yang dibangun menggunakan dana APBN kementerian perhubungan, baru akan di fungsikan sekitar akhir bulan Januari ini.YJ

Kendari Beach Dua Dibangun di Lapulu

SUARAKENDARI.COM-Jika selama ini warga mengenal Kendari Beach sebagai pusat kongkow-kongkow anak muda. Kini pemerintah Kota Kendari membangun lokasi baru yang juga bernama sama yakni Kendari Beach 2. Lokasinya terletak kawasan Kelurahan Lapulu, berdekatan dengan jembatan kuning yang menghubungkan Lapulu dan Bungkutoko.

Di kawasan Kendari Beach 2 justeru jauh lebih eksotik karena kita bisa menyaksikan kapal-kapal berbagai ukuran melewati perairan teluk kendari. Selain itu, warga juga bisa menyaksikan matahari terbenam di sisi barat teluk kendari. Dan pada malam hari, warga dimanjakan dengan kerlap-kerlip lampu rumah warga hingga ke perbukitan di seberang teluk kendari.

Saat ini, sejumlah pedagang kaki lima yang berjualan aneka makanan atau kuliner sudah mulai bertebaran mengambil tempat berdagang di sepanjang bibir pantai. Pantauan Suara Kendari, sejumlah warga khususnya yang berasal dari Andonohu dan Kota lama banyak yang meluangklan waktu ke lokasi ini guna bersantai bersama keluarga.

Pembangunan Kendari Beach 2 mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kota Kendari La Ode Ashar. Ia berharap agar pengembangan ruang publik di Kendari Beach 2 bisa menjadi alternatif bagi warga dan para wisatawan untuk menikmati keindahan Kota Kendari. SK

Perubahan Tarif Angkot Diumumkan Pekan Depan

SUARAKENDARI.COM- Pasca harga bbm di turunkan pemerintah pusat per 5 januari lalu tidak serta merta harga tarif angkutan umum juga turun. Dinas perhubungan kendari baru akan mengumumkan penurunan tarif angkutan kota pekan depan setelah melakukan pengecekan harga onderdil kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kendari Syarif Sajang, mengatakan, penurunan tarif angkutan di dasari beberapa faktor diantaranya harga onderdil kendaraan. “Saat ini pemerintah masih melakukan pengecekan harga onderdil kendaraan,”katanya.

Diperkirakan, kepastian penetapan penurunan tarif angkutan baru akan diumumkan pada pekan depan.

Menurut Syarif Sajang,ada pun penurunan tarif angkutan umum telah tertera dalam penyesuaian angka harga bahan bakar minyak yang sebelumnya telah di sepakati pihak organda dan pemerintah kota kendari.YJ

Harga Emas di Kendari Anjlok

SUARAKENDARI.COM-Turunnya harga minyak mentah dunia turut mempengaruhi harga BBM subsidi dan logam mulia, seperti emas. Di kendari perhiasan emas 23 karat dijual sekitar 500 ribu rupiah dari sebelumnya 520 sampai 540 ribu rupiah per gram.

Penjualan perhiasan emas di pasaran kendari per januari mengalami penurunan dibanding sebelumnya. Persentase penurunan harga perhiasan emas berkisar 10 sampai 30 persen. Perhiasan emas 22 karat rata – rata mulai di jual 400 ribu per gram dan 23 karat di kisaran 500 ribu rupiah per gram.

Turunnya harga emas diakui salah satu penjual emas di Mall Mandonga yang disebabkan pengaruh anjloknya harga minyak mentah dunia. Selama harga emas turun , warga masih cenderung melakukan penjualan emas di banding harus membeli. Ahmad, penjual emas mengaku fluktuasi harga emas di pasaran selama ini dominan dipengaruhi intensitas penjualan harga minyak mentah dan penguatan nilai tukar dollar.YJ

Warga Minta Pedagang Gunakan Nurani

Tahun Baru Harga Sembako Mengalami Kenaikan

SUARAKENDARI.COM-Awal tahun 2016 dibuka dengan kenaikan harga sejumlah bahan pokok (sembako) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Hal ini terpantau di sejumlah pasar tradisonal seperti pasar Mandonga dan Pasar Baruga.

Harga seperti telur misalnya, mengalami kenaikan signifikan, dari harga Rp 42 ribu per rak naik menjadi Rp 53 ribu. “Kenaikan harga telur ini berlaaku menjelang tahun baru,”kata Rina,pedagang telur di pasar Mandonga.

Selain telur, beras, minyak, gula dan sayur-sayuran juga mengalami kenaikan. Untuk beras jenis kepala untuk per sepuluh kilo kini berkisar 140 ribu rupiah.

Kondisi ini dikeluhkan para ibu rumah tangga. “Saya juga heran kena harga selalu saja terus mengalami kenaikan, bayangkan sayur per ikat sudah mencapai 5000 rupiah,”ujar Risna, ibu rumah tangga di Kelurahan Kemaraya.

Ia mengaku, saat ini belanja dengan uang Rp 100 ribu untuk sekali belanja terasa sangat sedikit, karena hanya bisa mendapatkan beberapa bahan pokok saja. “Untuk belanja kebutuhan dapur, uang seratus ribu tidak ada apa-apanya,hanya bisa dapat berapa potong ikan dan sayur saja,”kata Risna.

Ia berharap agar pemerintah dapat mengatasi kenaikan harga dan berharap agar pedagang sedikit menahan diri untuk tidak seenaknya menaikkan harga seenaknya. “Para pedangang saat menjual pakai dong hati nurani, jangan asal naikkan harga seenaknya, ingat masyarakat kecil sudah sangat susah saat ini,”tohok Risna. SK

Kabar Gembira Petani Kelapa, Harga Kopra Naik

SUARAKENDARI.COM-Kabar gembira bagi petani kelapa, sebab awal tahun ini harga kopra mengalami kenaikan yang mencapai Rp7.300 per kilogram. La Miko (24), salah satu petani kelapa di Kabupaten Buton Utara pun menyambut baik kenaikan harga kopra.

Ia mengaku penjualan kopra seharga Rp7.300 per kilogram menggembirakan karena terjadi diawal tahun 2016. “Saat pembelian kopra Rp6.000 per kilogram petani kehilangan gairah namun tidak mungkin hasil panen dibiarkan rusak,” kata La Miko.

Petani lainnya, Darna (46) mengatakan selain kelapa diolah menjadi kopra juga dapat bernilai ekonomi setelah diolah menjadi minyak kelapa.

“Kami berusaha mengolah buah kelapa menjadi minyak kelapa tradisional namun pasarannya terbatas. Kalau ada pembeli dalam jumlah banyak juga menguntungkan,” katanya.

Ia mengharapkan dukungan pemerintah daerah maupun organisasi pengusaha membangun kerjasama dengan petani untuk mengadakan teknologi hasil pertanian, khususnya pengolahan kelapa.

“Kita berharap organisasi seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) peduli dengan kebutuhan dan kendala yang dihadapi petani,” kata Darna.

Pedagang pengumpul kelapa Afner (57) mengatakan pasaran kelapa biji juga menggairahkan karena dapat dijual Rp5.500 per biji.

“Biasanya kelapa biji dijual dengan harga tertinggi Rp5.000 per biji namun akhir tahun 2015 permintaan tinggi sehingga harganya menggiurkan,” kata Afner. ANT/SK

PAD Jasa Parkir Meningkat Drastis

SUARAKENDARI.COM, Jasa parkir kini tidak bisa dipandang sebelah mata lagi, pasalnya hingga tahun 2015, pendapatan daerah dari sektor jasa parkir meningkat drastis. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Kendari, Nahwa Umar, saat ditemui di Ruang Kerjanya.

Menurutnya, jasa parkir pada tahun 2015 mengalami peningkatan yang sangat drastis dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Dikatakan Nahwa Umar, besarnya pendapatan yang dipungut dari jasa parkir pada tahun 2015 yakni sebesar dua milyar lebih.

“Memang peningkatan jasa parkir 2015 ini diluar dugaan kami jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2011 kami hanya memungut Rp. 183 Juta, kemudian pada tahun 2012 sebesar Rp. 366 Juta, tahun 2013 sebesar Rp. 364 Juta dan pada tahun 2014 sebesar Rp. 453 Juta, nah pada tahun 2015 ini jumlah mencapai dua milyar lebih,” terangnya.

Menurutnya, parkir elektronik yang sudah diterapkan di Mall Mandonga dan Lippo Plaza Kendari memberikan dampak yang sangat luar biasa bagi pendapatan daerah dari jasa parkir ini, sehingga pendapatan yang diterima pada tahun ini meningkat hingga 500 persen.

Untuk itu, pada tahun-tahun berikutnya pemerintah akan terus mendorong pusat-pusat berbelanjaan agar mau memasang parkir elektronik, sehingga pendapatan yang bisa diterima daerah bisa lebih besar lagi dari jumlah PAD yang didapat tahun ini.

“Kita akan mendorong agar semuanya mau menggunakan parkir elektronik, karena kita juga tahu bersama jika pendapatan yang kami terima itu akan dipergunakan untuk pembangunan Kota Kendari,” ujarnya. (LINA)

TPID Menilai Kenaikan Harga Bahan Pokok Masih Normal

SUARAKENDARI.COM-Tim Pemantau Inflasi Daerah Sulawesi Tenggara(TPID) dari Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi menemukan adanya lonjakan harga bahan pokok, meski persentasenya masih relatif normal.

Pengecekan harga dan persediaan bahan pokok yang dilakukan di beberapa swalayan dan pasar di kota kendari, Rabu siang.

Dari pantauan, sejumlah bahan kebutuhan pokok seperti bumbu dapur dan gula pasir yang kini di jual Rp 14.000 per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp 13.500.

“Persentase kenaikan harga menurut tim pemantau inflasi tidak terlalu signifikan dan masih dalam kewajaran,”kata Muhamad Ali, Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sultra.

Pemantauan harga di sejumlah tempat, terkait persediaan stok bahan pokok jelang natal dan tahun baru.

TPID memprediksi akan ada lonjakan permintaan jelang dua momen besar jelang penutup tahun 2015.YJ

 

BI: Pertumbuhan Ekonomi Sultra Andalkan Proyek Pemerintah

SUARAKENDARI.COM-Angka pertumbuhan ekonomi sulawesi tenggara tahun 2015 meningkat di banding tahun 2014. Proyek pembangunan pemerintah menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi di sulawesi tenggara, khususnya di sektor pengerjaan proyek infrastruktur. Hal ini diungkapkan Deputi Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sulawesi Tenggara, Harisuddin.

“ Adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi sulawesi tenggara di banding tahun sebelumnya. Angka pertumbuhan itu mencapai hampir 7 persen dari sebelumnya hanya sekitar 5 koma 86 persen,”katanya.

Indikator peningkatan pertumbuhan ekonomi digenjot dari sektor pembangunan infrastruktur proyek pemerintah. Di tunjang sejumlah sektor lain seperti, pertanian dan komoditas serta pertambangan melalui operasional smelter.

Mudahnya regulasi perijinan dan investasi oleh pemeirntah diprediksi menjadi tolak ukur peningkatan sektor ekonomi daerah.YJ

Fakta di Balik Bisnis Air Kemasan

SUARA KENDARI.COM- Depot air minum isi ulang adalah salah satu bisnis yang sangat menjanjikan. Bagaimana tidak? Keuntungan yang diperoleh dari usaha ini bahkan bisa mencapai Rp 12 juta setiap bulannya. Namun, setiap usaha yang dilakoni setiap orang, selalu saja ada yang melakukannya dengan cara yang curang ada juga yang melakukannya sudah sesuai dengan standar.

Dibeberapa tempat pengisian air minum isi ulang, ditemukan ada saja pelaku-pelaku yang karena ingin memperoleh keuntungan yang lebih besar, mereka dengan sengaja tidak menggunakan alat yang di dalamnya terdapat sinar ultra violet (UV). Padahal, menurut standar untuk memperoleh air minum yang sehat, alat ini sangat diperlukan untuk membunuh bakteri-bakteri yang bisa menyebabkan penyakit diare dan disentri. Mereka melakukan itu, karena alat itu memakai listrik yang cukup besar, sehingga untuk meminimalisir biaya, makanya alat ini jarang digunakan oleh pengusaha-pengusaha galon.

Seperti yang dilakukan oleh AN (27), salah satu karyawan depot air minum isi ulang yang terletak di wilayah Kelurahan Mandonga. Dari pantauan tim investigasi, ia dengan sengaja tidak menekan saklar yang menghidupkan alat UV itu. Dengan terburu-burunya, AN mengambil galon yang masih melekat di atas sadel bundelan besi yang dibuatnya agar dapat membawa galon lebih banyak dan langsung mengisinya. Mengapa galon itu tidak dicuci, padahal belum tentu galonnya bersih ? Dengan cekatan, satu persatu galon dinaikan ke atas motor dan bergegas pergi menuju ke arah jalan Syeck Yusuf.

Jika faktanya seperti yang ditemukan itu, masyarakat mesti berhati-hati dalam mengkonsunsi air munim isi ulang. Pasalnya, beberapa depot tidak mengikuti standar kelayakan usaha ini. Seperti, alat yang digunakan harus berkualitas. Filternya pun harus disesuaikan dengan bahan baku yang digunakan.

Dinas Kesehatan Kota Kendari, sebagai instansi yang melakukan pengawasan dan pemeriksaan kualitas air yang digunakan oleh pengusaha depot air minum isi ulang, setiap tiga bulannya akan mengunjungi seluruh depot untuk memantau bahan baku yang digunakan.

Kepala Seksi Bina P2PL Dinas Kesehatan Kota Kendari, Erny SKM, Mkes, mengatakan, dalam memulai usaha tersebut, para pelaku usaha mendatangi Dinkes untuk mengurus surat layak sehat. Setelah mengisi formulir, petugas P2PL akan turun ke lokasi untuk mengambil sampel air kemudian dibawa ke laboratorium.

“Ketika hasil laboratoriumnya keluar, dan sama sekali tidak ditemukan bakteri ekoli, maka Dinkes akan mengeluarkan layak sehat pada usaha tersebut. Namun hal itu tidak berhenti disitu saja. Tiap tiga bulannya, petugas kami akan mengecek kembali depot-depot galon itu, jangan sampai sudah ada bakteri yang ada di dalamnya,” ungkap Erny.

Ia juga mengatakan, ada beberapa pemilik depot air minum isi ulang ini, beroperasi sambil menunggu hasil layak sehat dari Dinkes Kota Kendari. Jika harus mengikuti prosedur, hal itu jelas pelanggaran. Namun, karena si pengusahanya yang tidak perduli, Dinkes Kota Kendari juga tidak bisa berkata apa-apa.

Terkait bahan baku air yang digunakan, baik air yang diperoleh dari PDAM atau didapatkan dari sumur bor, tidak akan mempengaruhi standar pemeriksaan dari Dinkes. Karena, uji kelayakan yang dilakukan adalah pada bahan baku air yang digunakan dan air yang siap dikonsumsi oleh masyarakat. Selain itu, dalam mengeluarkan layak sehat dari depot air minum isi ulang, Dinkes Kota Kendari hanya melakukan uji ke bahan bakunya saja, sedangkan fasilitasnya tidak menjadi penialian.

“Beberapa depot isi ulang dalam memfilter air yang dijualnya, bahan yang digunakan yakni RO. Memang juga, agar mesin yang dimiliki oleh depot ini awet, maka bahan baku air yang digunakan baiknya air yang diperoleh dari PDAM. Pasalnya, air itu sudah dilakukan penyaringan terlebih dahulu. Sehingga, kadar kapur lebih kecil dibanding jika menggunakan air dari sumur bor,” jelas Erny.

Jika mengikuti prosedur standar kesehatan dari depot isi ulang air mineral ini, wadahnya (galon), di isi ketika masyarakat datang ke tempat itu. Jika terlebih dahulu dilakukan pengisian, akan terindikasi adanya bakteri Ekoli didalamnya. Apalagi kalau galon tersebut sudah seminggu berada di Depot. Hal ini juga, menghindari perilaku nakal dari karyawan depot isi ulang air mineral yang ingin pekerjaannya cepat selesai, namun tidak memperhatikan kehigienisan dari kemasan itu. SK