Perusda Konsel Gelar RUPS, Bukukan Pendapatan Terbaik di 2018

Suarakendari.com-Perusahaan daerah (Perusda) Konawe Selatan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun Buku 2018 di Hotel Same, Kota Kendari, Minggu (31/3) pagi. RUPS tahun ini kembali dihadiri Bupati Konawe Selatan, Surunuddin Dangga, ST MT selaku perwakilan pemegang saham Perusda Konsel mewakili Pemerintah Daerah (Konawe Selatan), jajaran Badan Pengawas, jajaran direksi, SKPD dan pihak auditor serta  para karyawan.

RUPS yang digelar untuk kali ketiga ini dalam rangka mendengarkan laporan pertanggung jawaban direksi atas kondisi keuangan perusahaan dan keuntungan yang diperoleh perusda tahun 2018, serta perolehan besaran pembagian deviden untuk pemegang saham dalam hal ini Pemda Konawe Selatan.

“Ini RUPS ke tiga Perusda Konsel yang merupakan rapat tahunan dalam rangka melaporkan kondisi perusahaan secara keseluruhan, terutama berkaitan dengan perolehan pendapatan perusahaan selama satu tahun,”kata Arief Rachman, Direktur Utama Perusda Konawe Selatan.  

Dalam laporannya dihadapan pemegang saham dan badan pengawas,  Arief Rachman SE menjelaskan, pada tahun 2018 Perusda Konsel berhasil membukukan catatan pendapat terbaiknya dengan mengalami kenaikan pendapatan sebesar 85 persen atau sebesar Rp 8,058,689,381, dibanding sesi tahun 2017 dimana kenaikan pendapatan mencapai Rp 4,355,244,423 ,-.

Tren kenaikan di 2018 ini diikuti adanya  kenaikan laba yang cukup signifikan sebesar 179 persen dibanding tahun lalu, yakni mencapai Rp. 3.761.320.787,70  sedangan tahun 2017 kenaikan laba berada pada posisi Rp.1,346,952,000.

Dengan demikian porsi pembagian laba berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2011 pasal 72 ayat 1 dan 2 adalah laba rugi tahun berjalan 2018 Perusda Konsel mencapai Rp.3.761.320.787,70 meliputi deviden ke Pemda Konawe Selatan sebesar 55 persen atau Rp.2.068.726.433,30 dan cadangan umum sebesar 45 persen atau sebesar Rp.1.692.594.354,50.

Menariknya, tren kenaikan pendapan dan laba ini diikuti pada kenaikan asset perusahaan. Adapun total kenaikan aset Perusda Konsel tahun 2018 mencapai 41 persen.

Perolehan pendapatan terbesar Perusda Konsel tersebut, kata Arief berada usaha jasa pelabuhan tambang di dua lokasi yakni di Tinanggea dan Palangga Selatan. “Kami sangat berharap tren kenaikan pendapatan ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,”ujarnya optimis.

Sementara itu,  Bupati Konawe Selatan saat memberikan sambutan, menekankan pentingnya profesionalisme kerja sebagai upaya peningkatan dan perbaikan kualitas  manajemen perusahaan sehingga dapat meningkatkan pendapatan perusahaan.

” Jaman sekarang ini maju mundurnya satu perusahaan itu adalah perusahaan yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan mampu melihat peluang  bisnis terutama yang berkaitan dengan produksi usaha, sehingga kita tidak bisa lagi secara konvensional. Kita harus menggunakan cara-cara yang lebih terarah dan terjaga sesuai perkembangan jaman,”jelas Surunuddin.

Apalagi, lanjut Surunuddin, perusda memiliki misi yakni mendorong  tugas-tugas yang tidak bisa dilaksanakan  oleh pemerintah daerah yang tujuannya  memberikan kesejahteraan rakyat, sehingga perusahaan ini harus tetap sehat dan membuka lapangan kerja untuk masyarakat konsel.

Menurutnya, ke depan akan ada banyak peluang-peluang usaha yang bisa digarap perusda khususnya di bidang pertanian dan perkebunan. “Usaha perkebunan kelapa dan pertanian khususnya padi adalah peluag yang harus bisa digarap ke depan oleh Perusda. Untuk itu, sekali lagi mari kita sama-sama rawat dan besarkan ini perusahaan,”ajaknya.

Seperti diketahui sejumlah usaha kini tengah dijalankan Perusda Konsel yakni, usaha jasa pelabuhan tambang di Kecamatan Tinanggea/palangga selatan, usaha hatchary/hasil perikanan di Kecamatan Kolono Timur serta usaha pariwisata dan hotel yang kini tengah di bangun  di Kecamatan Andoolo dan Kolono Timur.   SK

OLE OLE METE KHAS KENDARI

Seiring dengan semakin familiarnya ole-ole mete, para pelaku usaha mete di Kota Kendari semakin kreatif pula dalam membuat pilihannya diantaranya membuat mete dalam bentuk penganan atau cemilan. Namun membuat mete tidaklah mudah karena harus melalui sejumlah proses tahapan seperti memisahkan kulit mete gelondongan dengan biji bagian dalam. Kulit mete sendiri mengandung getah yang kuat dan sulit hilang, jika mengenai tangan bisa mengalami iritasi kulit. Konon kulit mete bisa diolah menjadi bahan bakar avtur.

Proses pemisahan kulit mete gelondongan memang tidak mudah, selain harus melalui proses pengupasan kulit, juga harus melalui penjemuran berulang-ulang. Karena kerumitan itulah, banyak pengusaha mete lebih memilih membeli mete jadi alias sudah melalui proses pengupasan kulit. Nah biji mete inilah yang diolah menjadi berbagai panganan khas yang bisa dibawa pulang.

Toko mete Mubarak, salah satu sentra penjualan mete terlaris di Kota Kendari, milik Muhaimin misalnya, di tempat ini pembeli bisa menyaksikan langsung proses pengemasan mete oleh para pekerja yang rata-rata masih mahasiswa ini.

Di tempat ini biji mete diolah melalui proses pemisahan antara biji mete utuh dan biji mete yang pecah. Biji mete utuh biasa disebut biji super dan biji pecah disebut mete biasa. Proses pemilahan ini dilakukan karena berpengaruh pada urusan harga.

Jika mete super dijual berkisar delapan puluh lima ribu rupiah per kilogram, maka biji biasa dijual dengan harga enam puluh ribu rupiah perkilogram. Biasanya saat hari raya, harga mete pun akan naik.

Bagi penjual mete, ada beberapa kiat agar mete terus dicari konsumen/ utamanya bagi para pembeli ole-ole. Agar jenis dagangan tidak menoton, Saleh dan kawan-kawan mengkreasikan produk mete dengan membuat penganan ringan, misalnya, kue tradisonal bagea dari sagu yang dipadu padangkan dengan biji mete/ begitu juga kue  baruasa dan teng-teng dan telah dikemas cantik. Pembelin juga memilih rasa mete yang berbeda seperti manis dan asin.

Mete dan aneka kue mete sangat laris manis, tatkala ada ivent-ivent lintas daerah. Dimana dengan adanya ivent ini maka banyak warga dari provinsi lain yang berdatangan. Tentunya mereka rata-rata membeli makanan khas dari kendari, sepulangnya ke daerah masing-masing.

Kebanyakan para pembeli yang berasal dari luar kota seperti makassar dan jawa, seperti yang diungkapkan Alex  salah satu penyuka mete asal Kota Makassar.

“Setiap kali ke Kendari saya selalu membeli mete untuk ole-ole,”kata Alex  penyuka mete.

Demikian pula Baharuddin, salah pelanggan mete Lombe Mubarak. “Gurih dan enak,”katanya.  

Di Sulawesi Tenggara sendiri, komoditi jambu mete banyak terdapat di daerah kepulauan, seperti pulau muna dan pulau buton. Tak heran produk satu ini menjadi komoditi perkebunan andalan  daerah berjuluk bumi anoa ini.SK

MENGAIS UNTUNG ATAP SAGU

Bagi masyarakat etnis tolaki tradisi pembuatan atap dari daun sagu boleh ibilang  merupakan warisan nenek moyang mereka demi melindungi diri dari terpaan hujan dan sinar matahari. Kendati arus modernisasi telah bergulir cepat, namun penggunaan atap tradisional ini tetap digunakan masyarakat.

Mudin, salah satu orang yang masih bertahan dengan bahan lama ini. Pria uzur yang berdomisili di Desa Ambesea Kabupaten Konawe Selatan  ini menghabiskan waktunya dengan membuat atap rumah. Keseluruhan bahan atap terbuat dari daun sagu yang dianyam secara apik. Bahan-bahan cukup mudah diperoleh sekitar rumahnya.

Bagi Mudin, pembuatan atap sagu cukup mudah. Pertama dengan mengumpulkan lembaran-lembaran  daun sagu yang telah lebih dulu dipisahkan dari tangkainya. lembaran daun pilihan haruslah daun tua. Panjang helai harus mencapai satu meter setengah agar daun dapat dilipat dua. Diantara  lipatan daun tersebut diselip bambu yang telah diraut dan kemudian dianyam dengan tali yang terbuat dari rotan.

Sebuah atap membutuhkan sedikitnya 20 lembar daun sagu yang disusun sejajar.  Nah, atap yang telah jadi kemudian dijemur hingga daun  berubah warna dari hijau menjadi coklat

Mudin mengaku menggeluti profesi pembuat atap sejak tiga puluh tahun silam, dari membuat atap ia bisa menghidupi keluarganya. Perlembar atap dijual mudin sebesar 1500 rupiah. ”Lumayan banyak yang memesan,”kata Mudin.

Sehari Mudin yang dibantu dua anaknya bisa menyelesaikan seratus atap  sagu.

Pembelinya, selain berasal dari desa juga mendapat pesanan dari desa-desa lain di Konawe Selatan.

Di desa ini, tak hanya Mudin yang membuat atap, melainkan sejumah warga lain juga berbisnis yang sama. ”Selain sya, ada beberapa warga di desa yang juga membuat atap,”katanya.

Sayangnya seiring waktu, tradisi membuat atap ini kian memudar. Selain Mudin dan rekan-rekannya di desa, tak banyak lagi  orang bisa membuat atap daun sagu. Ini disebabkan penggunaan atap seng lebih diminati warga ketimbang daun sagu yang dianggap tidak memiliki daya tahan yang lama. YY

Derasnya Bisnis Perhotelan di Kendari

SUARAKENDARI.COM-Sejak tahun lima tahun silam para pengamat ekonomi telah memprediksi, jika bisnis hotel di Kota Kendari akan tumbuh subur, seiring maraknya bisnis pertambangan di daerah ini. Prediksi yang tak meleset, karena faktanya, hampir bersamaan hotel-hotel baru mulai bermunculan dengan berbagai type, merek,golongan hotel. Ini tandai dengan berdirinya sejumlah hotel elit di Kendari. Sebutlah, seperti Swissbell Hotel, Horison Hotel dan  terakhir Hotel Clarion, hotel berbintang yang telah beroperasi kurang lebih tiga tahun.

 

Kondisi ini mengindikasikan membaiknya pertumbuhan ekonomi daerah ini. Keseriusan para pengusaha hotel dibuktikan dengan keberanian menanamkan investasi mereka di daerah ini. Seperti diketahui hampir sebagian besar pengusaha hotel atau pemilik hotel melibatkan pihak perbankan atau investor pada saat pembangunan hotelnya, dan salah satu hal yang pasti diminta pihak perbankan maupun investor sebelum mereka melakukan pendanaan usaha hotel, adalah study kelayakan  atau feasibility study usaha hotel tersebut. Hal ini penting mengingat apabila ditinjau dari aspek finansial ternyata usaha tersebut tidak layak maka sangat mungkin tidak ada pihak perbankan maupun investor yang mau mengucurkan dananya.

Pada tahun 2013, menjadi tahun persaingan usaha hotel di Kota Kendari, bahkan persaingan  cukup ketat.

Berdasarkan hasil kajian strategis, prospek usaha hotel di Kendari menemukan fakta, bahwa,  rata – rata tingkat hunian kamar hotel di kota ini cukup tinggi yaitu diatas 70% per tahun. Profitabilitas usaha hotel dipandang sebagai sebuah prospek memenuhi kelayakan finansial usaha sehingga para  pengusaha hotel memutuskan untuk tetap berinvestasi.Para pebisnis juga telah melakukan kajian strategis terlebih dahulu  sehingga keputusan untuk berbisnis hotel tidak akan sia-sia dan kerugian besar dapat dihindari.

Tapi pengamat perhotelan di Kendari Hendra Soekarno, pernah berpendapat lain, bahwa, perkembangan bisnis hotel belum terlalu menjanjikan. Kondisi ini berbeda dengan kondisi yang ada di kota-kota besar lainnya.

“Dua atau tiga tahun yang lalu, bisnis hotel yang ada di Sultra masih menjanjikan, jumlahnya juga tidak terlalu banyak, saya belum punya data pastinya, kalau tidak salah dibawah angka 70, tapi beberapa tahun ini daerah kita dimasuki hotel-hotel yang punya franchise sendiri dan cukup benefit,” katanya.

Diakuinya, pertumbuhan hotel yang ada di Sultra sebagai salah satu perkembangan ekonomi, namun jika tidak diimbangi dengan sesuatu yang bisa mendatangkan tamu, maka pengusaha hotel dipastikan gulung tikar.

Hendra menuturkan, pembangunan hotel perlu dikoordinasikan dengan pihak pemerintah, sehingga tidak kian menjamur, sementara tidak ada wisata yang bisa diandalkan, kalau hanya pertambangan tidak menjadi penunjang bisnis perhotelan bisa bertahan lama.

“Saya ambil salah satu contoh, di Kota Makassar, ada Trans Studio yang menunjang dan beberapa tempat wisata lain yang menarik minat dan perhatian bagi tamu dari luar kota, jadi tidak heran jika akhir pekan, Kota Makasaar semakin ramai, sementara kalau di Sultra tidak ada yang bisa dijadikan tempat wisata yang benar-benar menarik perhatian tamu dari luar, yang menjadi kebanggaan hanya tambang,” tuturnya.

Diprediksikan, beberapa tahun ke depan pertumbuhan hotel yang ada di Sultra semakin berkembang, apalagi dengan hadirnya Hotel Clarion yang diperkirakan kamarnya berjumlah 258 kamar, tentu hadirnya hotel ini akan memberikan pengaruh bagi hotel-hotel yang lain.

“Saat ini saja jumlah kamar yang terisi masih sekitar 60 persen, kalau semakin banyak hotel, maka jumlah kamar yang terisi pasti semakin berkurang sehingga akan memberikan pengaruh terhadap daya saing hotel itu sendiri,” ujarnya.

Ia cukup bangga dengan banyaknya jumlah hotel yang ada saat ini, namun disisi lain ia juga merasa prihatin.

“Bangganya karena para investor memilih Sultra untuk menanamkan sahamnya dalam bentuk pembangunan hotel, sehingga beberapa hotel berbintang seperti Swis-Belhotel, Horison dan Clarion sudah ada di Kendari, prihatinnya karena kita tidak tahu langkah apa yang harus diambil setelah kehadiran hotel berbintang itu, sementara tidak ada tempat wisata yang cukup menarik perhatian, apalagi di Kota Kendari,” sesalnya.

Hendra hanya berharap agar pengusaha hotel bisa mempertimbangkan lagi untuk membangun hotel, bukannya ingin menutup kesempatan bagi pengusaha atau melakukan kiat-kiat tertentu agar hotel yang ada saat ini bisa tetap bertahan.

“Mungkin bagi pengusaha bisa melihat kembali harga yang ditawarkan, maksud saya harganya mungkin bisa lebih murah, listriknya bisa lebih irit dan kebutuhan akan karyawan juga tidak perlu terlalu banyak,” sarannya.

Ia juga berharap kepada pemerintah agar tidak sembarang dan lebih memperhatikan lagi izin pembangunan yang diusulkan. “Jangan sampai izinnya ruko, tapi yang dibangun hotel, mungkin pemerintah bisa lebih berhati-hati dalam memberikan izin,” harapnya.

 

Kemudahan Berinvestasi

 

GELIAT investasi perhotelan di Kota Kendari kian menunjukkan peningkatan yang sangat pesat. Hal ini ditandai dengan pengajuan izin pembangunan sejumlah hotel baru oleh investor. Bahkan, untuk menarik investor menanamkan modalnya di sektor perhotelan ini, pemerintah Kota  Kendari  mengeluarkan paket kebijakan dengan memberi kemudahan bagi para investor yang akan menanamkan modalnya.

 

Pemerintah Nampak telah memikirkan secara matang dampak dari investasi ini, dimana ikut terbukanya lapangan pekerjaan baru. Terbukanya kran investasi perhotelan, misalnya, telah ikut menyeret membuka kesempatan pada tenaga kerja lokal, khususnya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan perhotelan dan tata boga.

Kendati dia memberikan kemudahan bagi investor untuk berinvestasi membangun hotel, namun bukan berarti para investor mengabaikan aturan-aturan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari. Secara tegas, Pemkot meminta kepada para investor untuk mentaati proses perizinan sesuai prosedur. “Saya minta proses melalui prosedur yang benar karena ketika tidak melalui proses prosedur yang benar, pasti saya hentikan pembangunannya tanpa memandang siapapun dia,” tegas Asrun, Walikota Kendari.

Dengan tersedianya hotel-hotel berbintang di Kota Kendari, akan menjadikan kota ini berpotensi menjadi tuan rumah untuk even-even besar baik tingkat nasional maupun internasional. “Sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga ikut meningkat dan akan banyak tenaga kerja yang terserap khususnya bagi warga Kota Kendari,” pungkasnya.

Selain bisnis perhotelan, pemerintah juga membuka seluas-luasnya kran investasi untuk real estate. Sejak  tahun 2011 kawasan elit mulai bermunculan sebutlah kawasan Citra Land di kawasan Andonohu, demi memenuhi hasrat kaum borjuis, pengelola Citra Land membuka ratusan unit bangunan mewah lengkap dengan pusat perbelanjaan, demikian pula perumahan elit  Baruga Residance, Kemaraya Residance, Palm Mas dan sejumlah hunian mewah yang dilengkapi dengan waterboom. Untuk investasi bisnis Pembangunan kawasan-kawasan elit ini tidak lagi menunggu lama, seperti tahun tahun sebelumnya, namun hanya dalam hitungan bulan. SK

 

Bank Indonesia Bantu Pengembangan Kakao Sultra

    
Kepala BI Sultra Minot Purwahono, mengatakan komoditas kakao Sultra sudah lama dikenal bahkan menjadi komoditas perkebunan primadona di Sultra.
“Kami berharap komoditas yang pernah jadi andalan Sultra itu kembali ditingkatkan produksinya. BI akan membantu para petani kakao agar dapat meningkatkan hasil produksinya,” oleh karena itu, BI minta kepada BPTP Balitbanhtan sultra untuk mendampingi teknisnya.
Dia menyebutkan, daerah yang menjadi sentra kakao di Sultra adalah Kolaka Utara, Kolaka, Kolaka Timur, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, dan Muna Barat.
“Kami akan mulai di Kolaka Timur dengan membina para petani hingga memberikan pendampingan agar mudah mendapatkan bantuan kredit pengembangan usaha,” katanya lagi.
Pendampingan itu, katanya lagi, adalah agar menghasilkan biji kakao fermentasi yang memiliki nilai jual tinggi dibanding menjual biji kakao asalan.
Bahkan, kata Minot lagi, pihaknya akan mendorong warga untuk mengembangkan usaha pengolahan biji kakao menjadi produk pangan yang bisa meningkatkan kesejahteraan warga setempat.
Bupati Koltim mengatakan dengan MoU ini, maka pemasaran terhadap  produk kakao tersebut nantinya, akan semakin mudah, begitupun soal harga dipastikan akan menguntungkan para petani komoditas tersebut.
Dengan potensi yang sangat menjanjikan di Koltim, beliau bertekad untuk mengembangkannya, dengan berbagai fasilitas dan kemudahan akan diberikan bagi masyarakat.
Bupati kolaka juga meminta BPTP Balitbanhtan sultra unruk mendampingi masyarakatnya mulai dari pembibitan sampai pasca pamen dan pengolahan biji kakao.
Langkah awal yang perlu didampingi kata bupati adalah pembibitan kakao bersertifikat sebanyak 150.000 pohon yang didanai oleh BI. SK

CINEMAXX RESMIKAN BIOSKOP BARU DI LIPPO PLAZA KENDARI

SUARAKENDARI.COM-PT Cinemaxx Global Pasifik (Cinemaxx), sebuah jaringan bioskop di bawah bendera Lippo Group, akan mengumumkan peresmian bioskop barunya pada hari Jumat, 24 Maret 2017 di Lantai 1 Lippo Plaza Kendari, yang beralamat di Jl. M.T. Haryono No. 61-63, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kendari, Sulawesi Tenggara.

Cinemaxx Lippo Plaza Kendari memiliki 4 layar Cinemaxx Reguler, yang akan memutar filmfilm lokal dan internasional dalam format digital 2D dan 3D, dengan total tempat duduk sebanyak 504 kursi. Cinemaxx Lippo Plaza Kendari memasang harga tiket Rp 35,000 (2D) dan Rp 40,000 (3D) untuk hari Senin-Kamis; Rp 40,000 (2D) dan Rp 45,000 (3D) untuk hari Jumat; serta Rp 45,000 (2D) dan Rp 50,000 (3D) untuk hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.

Untuk merayakan peresmiannya, Cinemaxx Lippo Plaza Kendari mengadakan promo spesial GRATIS TERUS, yaitu Gratis Tiket Nonton Cinemaxx Reguler seharian untuk semua film dan jam pertunjukan di tanggal 24 Maret 2017, Gratis Popcorn tiap pembelian minimum 1 tiket nonton Cinemaxx Reguler di tanggal 25 Maret 2017, serta Beli 1 Gratis 1 Tiket Nonton Cinemaxx Reguler seharian di tanggal 26 Maret 2017.

“Untuk kenyamanan dan kemudahan dalam membeli tiket dan melihat jadwal serta informasi film, pelanggan dapat mengunduh mobile application Cinemaxx secara gratis melalui App Store dan Google Play Store. Pelanggan juga dapat melakukan online booking melalui website www.cinemaxxtheater.com untuk membeli tiket di manapun dan kapanpun tanpa perlu antri,”kata Willy Sutanto, Head of Marketing .

Sampai dengan saat ini, bioskop-bioskop Cinemaxx dengan jumlah keseluruhan 106 layar bersistem digital telah hadir di beberapa kota di tanah air; Cinemaxx Plaza Semanggi Jakarta, Cinemaxx fX Sudirman Jakarta, Cinemaxx Palembang Icon, Cinemaxx Ponorogo City Center, Cinemaxx Lippo Plaza Manado, Cinemaxx Lippo Mall Kuta, Cinemaxx Sun Plaza Medan, Cinemaxx Lippo Plaza Medan, Cinemaxx Maxx Box Orange County, Cinemaxx Lippo Plaza Jogja, Cinemaxx Maxx Box Lippo Village Tangerang, Cinemaxx Mall WTC Matahari, Cinemaxx Lippo Mall Cikarang, Cinemaxx Metropolis Town Square, Cinemaxx Lippo Plaza Buton, Cinemaxx Lombok City Center, Cinemaxx Lippo Plaza Kupang, Cinemaxx Lippo Plaza Bogor Two, Cinemaxx Lippo Plaza Jambi, serta Cinemaxx Lippo Plaza Kendari yang dibuka hari ini. Cinemaxx Lippo Plaza Kendari adalah bioskop Cinemaxx yang ke-20.

Cinemaxx akan membuka bioskop-bioskop baru di berbagai kota di seluruh penjuru tanah air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pecinta film akan keberadaan bioskop. Tentang Cinemaxx Cinemaxx, jaringan bioskop yang diresmikan tahun 2014 oleh Lippo Group, dipersiapkan untuk menjadi salah satu pemutar film terbesar dan paling dipilih penonton Indonesia – dengan lebih dari 2.000 layar dan 300 lokasi yang direncanakan tersebar di 85 kota dalam 10 tahun ke depan.

Dengan berbagai fasilitas untuk menciptakan Integrated Cinematic Maxxperiences, Cinemaxx menawarkan: Cinemaxx Junior – bioskop pertama di Indonesia yang dirancang sepenuhnya untuk anakanak, dengan menggabungkan dua hal yang disukai anak-anak – menonton film dan bermain. Ruang sinema di Cinemaxx Junior mempunyai area bermain dengan berbagai permainan seperti play bridge, flying fox, giant trampoline, ball pit, climbing trees, mini hammocks, dan banyak lagi. Anak-anak dan keluarga dapat menikmati film dengan berbagai pilihan tipe tempat duduk, seperti bean bag, lounger, cinema seat, atau sofa bed untuk berdua.

Ultra XD – pengalaman menonton film yang benar-benar nyata dan mendalam, dengan layar raksasa yang terbentang memenuhi ruangan dari sisi ke sisi, dari lantai hingga langitlangit, dengan kekuatan proyektor dual digital resolusi tinggi, kedahsyatan suara Dolby Atmos multi-dimensional dari segala arah, 3D yang paling terang, dan kenyamanan tempat duduk yang disesuaikan dengan geometri teater untuk wilayah pandang terbaik.

Cinemaxx Gold – persembahan kelas VIP dari Cinemaxx, dengan kemewahan kursi recliner dan kelezatan makanan dan minuman berkelas yang disajikan oleh petugas yang selalu siap melayani kapan saja. Cinemaxx Reguler – pengalaman audio-visual mutakhir dengan sistem proyeksi terkini dan kekuatan audio digital yang begitu nyata, dengan wilayah pandang terbaik dari setiap kursi. (Realise)

BPTP Balitbangtan Sultra Kolaborasi di Program Siwab  

 

SUARAKENDARI.COM-Salah satu program strategis kementan dewasa ini dalam upaya mempercepat ketersediaan daging Nasional adalah percepatan peningkatan produksi ternak sapi melalui program Siwab (sapi indukan wajib bunting).

Dalam upaya mewujudkan program tersebut, BPTP Balitbangtan Sultra bersama, BBIB singosari dan pemda Kab. Konawe melaksanakan kegiatan gertak birahi secara bersama selama 5 hari dari tgl 21-25 maret 2017. Tujuan gertak birahi tersebut adalah mempercepat munculnya gejala birahi ternak dan dengg cepat proses inseminasi (kawin suntik) dapat dilakukan dg tepat.

Penerapan teknologi sinkronisasi birahi (gertak birahi) merupakan upaya manipulasi kadar hormonal indukan untuk mempercepat peningkatan kadar hormon estrogen dalam tubuk induk. Proses rekondisi tersebut dalam jangka 3 hari setelah aplikasi hormon PGF2 alpha indukan akan menampakkan gejala birahi dan merupakan waktu yg tepat untuk kawin IB.

Kerja bersama yg akan dilaksanakan Selama 5 hari berturut-turut melibatkan berbagai personil diantaranya 4 org dokter hewan, 9 org inseminator, 2 org tenaga ahli dari BBIB singosari, 3 org personil adm isikhnas dan 2 org dari balitbangtan Sultra.

Pelaksanaan sinkronisasi birahi dilaksanakan secara terpusat. Dalam 1 desa dibentuk pusat pelayanan sebanyak 4-5 titik, selanjutnya tim gabungan dibagi berdasarkan jumlah titik yg telah dibuat dan masing-masing melaksanakan pelayanan berdasarkan kompetensi.

Bentuk pelayanan yg dilaksanakan masing-masing tim berupa, pemeriksaan kebuntingan (PKB), sinkronisasi birahi, inseminasi buatan (IB), dan pelayanan kesehatan hewan. Metode tersebut akan dilaksanakan secara bergilir dari dusun kedusun.

Upaya bersama tesebut merupakan langkah strategis dalam mempercepat realisasi Upsus Siwab Sultra yg ditargetkan selama 1 tahun (2017) sebesar 24.000 akseptor dengan target kelahiran sebesar 19.000 ekor. (IKA)

 

Hadapi MEA, Pelaku Usaha Dibekali Pelatihan

SUARAKENDARI.COM, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah mulai dilakukan sejak Desember 2015 tentu saja akan memberikan dampak bagi seluruh masyarakat. Pasalnya, seluruh anggota ASEAN akan sama-sama bersaing. Tentu saja, Indonesia yang menjadi satu bagian didalamnya juga sudah harus memiliki persiapan tersendiri.

Dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tenggara, Siti Saleha, guna menghadapi persaingan dengan negara-negara lain, maka bagi pelaku usaha sudah diberikan pelatihan. Bukan hanya sekedar pelatihan saja, tetapi pula didukung dengan adanya bantuan modal usaha.

“Kami sudah memiliki program-program yang berkaitan dengan pelaksanaan menghadapi MEA, kami berusaha untuk memberikan pelatihan kepada pelaku usaha yang terdata untuk meningkatkan kualitas yang ada terhadap produk yang diproduksi,” terangnya.

Persaingan terhadap anggota ASEAN lainnya, kata Saleha bukanlah hal yang perlu ditakutkan, justru sebaliknya. Hal itu dinilai sebagai hal positif yang bisa membangun dan dijadikan sebagai tantangan baru untuk membangun usaha yang sudah ada.

“Justru disini kita akan mampu membuktikan kepada negara-negara lain bahwa kita juga memiliki produk yang bisa dijual bukan hanya dari segi kualitas saja, tetapi kemasannya juga harus diperbaiki, sehingga negara lain akan lebih melirik apa yang kita jual,” tukasnya.

Untuk itu, ia berharap kepada para pelaku usaha agar tidak putus ada dengan adanya atau masuknya negara-negara anggota ASEAN, justru harus lebih bersemangat dan menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan mampu bersaing. (LINA)

Laris Manis Bisnis Mete di Kendari

SUARAKENDARI.COM-Seiring dengan semakin familiarnya ole-ole mete, para pelaku usaha mete di Kota Kendari semakin kreatif pula dalam membuat pilihannya diantaranya membuat mete dalam bentuk penganan atau cemilan. Namun membuat mete tidaklah mudah karena harus melalui sejumlah proses tahapan seperti memisahkan kulit mete gelondongan dengan biji bagian dalam. Kulit mete sendiri mengandung getah yang kuat dan sulit hilang, jika mengenai tangan bisa mengalami iritasi kulit. Konon kulit mete bisa diolah menjadi bahan bakar avtur.

Proses pemisahan kulit mete gelondongan memang tidak mudah, selain harus melalui proses pengupasan kulit, juga harus melalui penjemuran berulang-ulang. Karena kerumitan itulah, banyak pengusaha mete lebih memilih membeli mete jadi alias sudah melalui proses pengupasan kulit. Nah biji mete inilah yang diolah menjadi berbagai panganan khas yang bisa dibawa pulang.

Toko mete Mubarak, salah satu sentra penjualan mete terlaris di Kota Kendari, milik Muhaimin misalnya, di tempat ini pembeli bisa menyaksikan langsung proses pengemasan mete oleh para pekerja yang rata-rata masih mahasiswa ini.

Di tempat ini biji mete diolah melalui proses pemisahan antara biji mete utuh dan biji mete yang pecah. Biji mete utuh biasa disebut biji super dan biji pecah disebut mete biasa. Proses pemilahan ini dilakukan karena berpengaruh pada urusan harga.

Jika mete super dijual berkisar delapan puluh lima ribu rupiah per kilogram, maka biji biasa dijual dengan harga enam puluh ribu rupiah perkilogram. Biasanya saat hari raya, harga mete pun akan naik.

Bagi penjual mete, ada beberapa kiat agar mete terus dicari konsumen/ utamanya bagi para pembeli ole-ole. Agar jenis dagangan tidak menoton, Saleh dan kawan-kawan mengkreasikan produk mete dengan membuat penganan ringan, misalnya, kue tradisonal bagea dari sagu yang dipadu padangkan dengan biji mete/ begitu juga kue  baruasa dan teng-teng dan telah dikemas cantik. Pembelin juga memilih rasa mete yang berbeda seperti manis dan asin.

Mete dan aneka kue mete sangat laris manis, tatkala ada ivent-ivent lintas daerah. Dimana dengan adanya ivent ini maka banyak warga dari provinsi lain yang berdatangan. Tentunya mereka rata-rata membeli makanan khas dari kendari, sepulangnya ke daerah masing-masing.

Kebanyakan para pembeli yang berasal dari luar kota seperti makassar dan jawa, seperti yang diungkapkan Alex  salah satu penyuka mete asal Kota Makassar.

“Setiap kali ke Kendari saya selalu membeli mete untuk ole-ole,”kata Alex  penyuka mete.

Demikian pula Baharuddin, salah pelanggan mete Lombe Mubarak. “Gurih dan enak,”katanya.

Di Sulawesi Tenggara sendiri, komoditi jambu mete banyak terdapat di daerah kepulauan, seperti pulau muna dan pulau buton. Tak heran produk satu ini menjadi komoditi perkebunan andalan  daerah berjuluk bumi anoa ini.SK

 

Kendari Kota Ruko

JIKA Kendari punya julukan kota lulo, kini patut ditambah menjadi kota ruko. Ya, lihatlah ruko atau rumah toko kini berdiri di mana-mana. Gedung berlantai berderet disepanjang ruas-ruas jalan kota ini. Tak hanya di jalan utama, tetapi hampir disetiap sudut jalan pembangunan ruko seolah mengepung kota ini. Tak heran banyak orang yang datang ke kota ini selalu menjuluki kota ini dengan kota ruko.

Seiring perkembangan Kota Kendari yang terwujud dalam perencanaan, mendorong pertumbuhan fisik ruang yang tak dapat dibendung. Ini dapat dilihat dari pesatnya sektor swasta berinvestasi property, mulai dari mall, perumahan, apartemen, sampai pada inventasi ruko.

Besarnya keinginan pihak swasta dalam investasi property ini tak lepas dari daya dukung kemudahan berinvestasi yang digulirkan pemerintah. Ditambah pula masih terjangkau lahan yang mendorong berkembangnya ruko hampir di seluruh kawasan kota ini.

Wali Kota Kendari, Ir H Asrun MEng, dalam satu kesempatan mengatakan jika geliat pembangunan Kota Kendari begitu pesat, terbukti dengan pesatnya pembangunan sarana hunian di hampir semua sudut.

Sebagai kota yang sedang berkembang, kata Asrun, maka dituntut pula akan pemenuhan kebutuhan pada ruang, baik ruang publik dan privatnya. Menuntut kepada tuntutan kehidupan yang lebih efektif, efisien dan praktis.

Melihat perkembangan ruko di Kota Kendari belakangan ini memberikan gambaran yang menarik. Keberadaannya memberikan struktur wajah yang kaku dan sifat masyarakat sosial yang konsumtif. Lihatlah ruko terbangun hampir di semua kawasan, seperti Poasia sebagai kawasan kota baru, Wuawua, Puwatu, mandonga hingga ke Kota Lama sebagai kawasan Cina Town. Perkembagan ruko ini membuat problem serius pada sisi estetika kota, yang mulai kehilangan identitas.

Saya teringat dengan Ali Mazi (mantan Gubernur Sultra) yang juga pernah melontarkan kritikan melalui media massa terkait maraknya pembangunan ruko di kota ini. Menurutnya, pemerintah kota kendari seolah tidak punya konsep dalam menata kota secara baik, ini berangkat dari ketidakteraturan dalam menata letak bangunan dan pusat interaksi social masyarakat, seperti pusat bisnis, perkantoran, sekolah, hingga pusat hiburan.

Ruko merupakan elemen perwujudan jiwa tempat yang dibentuk pragmatis, lewat aktifitas perdagangan khususnya masyarakat tidak lagi terkotak tegas secara etnis, tetapi membaur dalam simbiose.

Dalam situs resminya, Setiadi Sopandi, menjelaskan, ruko atau rumah toko (shophouse) itulah yang identik dengan kota-kota besar dan kota metropolitan di Indonesia. Ruko merupakan hunian dengan aktifitas ekonomi didalamnya, Keberadaan ruko ini merupakan manivest dari sebuah tuntutan pada lahan masyarakat dan perkembangan lahan kota serta kondisi eksisting aksesibilitas yang memuat munculnya ruko di sepanjang ruas jalan.

Menoleh ke historis Kota Kendari sendiri, ruko merupakan bangunan yang sudah ada sebelumnya yang diperkenalkan oleh etnis cina yang difungsi sebagai rumah dengan aktifitas ekonomi di dalamnya ( home industry home business).

Keberadaan Ruko tidak menjadi masalah selama bangunan itu berdiri terpencar dalam satu lingkungan. Gangguan–gangguan baru timbul jika ruko–ruko terkonsentrasi di satu tempat di tengah – tengah lingkungan yang semula tidak direncanakan untuk jenis bangunan semacam itu.

Dampak negatif-nya yang paling menonjol adalah, kemacetan lalu lintas, penurunan keamanan, peningkatan kejorokan, dan menyebabkan banjir setiap musim hujan tiba. Ini dapat dilihat di sejumlah ruas jalan, misanya di kawasan MTQ Squere, di ruas jalan depan ruko menuju poasia (Kampus Baru). Jalan-jalan digenangi air, lumpur dan sampah rumah tangga. Air menggenang membuat arus kendaraan macet. Dan ironisnya, saat jalan kering, berubah menjadi debu dan menutupi mata pengendara.

Perkembangan ruko memang hal yang tidak perlu di permasalahkan, sepanjang keberadaan ruko sesuai dengan fungsi ruang yang telah diarahkan dalam rencana tata ruang. Faktanya tata ruang Kota Kendari sendiri belum memiliki konsep untuk mengarahkan peruntukan koridor wilayah kota ini. Sebutlah menempatkan kawasan Wuawua sebagai kawasan pendidikan atau perkantoran, juga kawasan Poasia sebagai kawasan pemukiman, bukan kawasan perdagangan yang ditumbuhi dan di padati jejeran ruko.

Identifikasi keterbatasan lahan, nilai lahan serta pesatnya petumbuhan penduduk, maka hirarki yang terbentuk yaitu terbangunnya kota (urban built up areas) menjadi garis yang jelas untuk mengamati bagaimana percepatan perembetan kota ke arah luar. Di luar built up areas tersebut terdapat zona-zona pinggiran (fringe zona) yang pada saatnya akan merupakan lokasi baru bagi pengembangan fungsi-fungsi perkotaan terutama fungsi permukiman, jasa dan perdagangan.

Adopsi ruko dalam tata ruang sebenarnya tidak secara detail terlihat dalam tata ruang, akan tetapi melaikan fungsi pemanfaatan ruang (misalnya interprentasi lokasi perdagangan) yang diatur dalam rencana pola pemanfataan ruang. Terakomodirnya keberadaan ruko terletak pada perencanaan perumahan yang sifatnya site lokasi yang selalu mengedepankan desain perumahan yang memiliki ruko dalam perencanaannya.

Semangat perencanaan tata ruang saat ini merupakan masa perkembangan yang cukup baik, dimana setiap wilayah telah memiliki produk tata ruang terlebih lain setelah diterbitkannya UU No 26 Tahun 2007 penganti UU 24 Tahun 1992, dalam UU baru Pasal 35; Pengendalian pemanfaatan ruang dilakukan melalui penetapan peraturan zonasi, perizinan, pemberian insentif dan disinsentif, serta pengenaan sanksi.

Tidak ada dalam produk tata ruang yang mengadopsi perencanaan ruko dalam rencana tata ruang. Ruko merupakan inisiatif pihak pengembangan dalam bisnis property. Untuk pemanfaatan ruang khususnya ruko sendiri sebaiknya harus sesuai dalam rencana tata ruang kota kendari, karena tataruang merupakan wujud struktur nyata yang diatur dengan kesepakatan stakeholder.

Konflik ruang dapat diminimalisir dampaknya, jika keseriusan para pengambil kebiijakan untuk perizinan memutuskan izin sesuai dengan aturan yang ada; penguatan perda penetapan rencana tata ruang, dan perlunya peraturan daerah (perda) tersendiri tentang aturan regulasi (zoning regulation) tiap zona pemanfaatan ruang, dan implementasi pengenaan sangsi terhadap pelangar dan pelanggaran ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang sesuai diamanatkan dalam UU 26 tahun 2007 tentang penataan ruang. (Yos Hasrul)