Bercadar Bukan Berarti Anti Budaya Lokal

Suarakendari.com-Ada yang cukup menarik dari acara Lomba Tumpeng, yang ikut memeriahkan penutupan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) 104 di Konawe, Sulawesi Tenggara. Seorang ibu bercadar tampak menjelaskan dengan penuh semangat tumpeng hasil kreasi kelompoknya, asal Desa Analahunbuti, Anggotoa.

Ibu Erni (35), yang mengenakan cadar, tampak menyatu dengan kehadiran masyarakat lainnya di acara Lomba Tumpeng, yang diikuti 14 desa tersebut. “Tumpeng ini kami kerjakan bertiga, persiapan cukup satu hari saja,” katanya.

Sebagaimana diketahui, cadar, bukan pendapat jumhur ulama (mayoritas ulama), namun tetap menjadi salah satu pendapat yang ada dalam madzhab fiqih Islam dan diakui keberadaannya. Prinsip saling menghormati dan tenggang rasa dalam urusan-urusan furu’iyyah (cabang) adalah hal yang kita harus selalu junjung tinggi.

Jadi, walau bercadar, tetap menghargai dan ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan budaya Nusantara. Tentunya, kegiatan dan budaya yang selaras dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar agama Islam.UT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.