Balada Eks Tapol PKI di Kendari

0

* Masih Berstatus Tahanan Rumah

Suarakendari.com– Bulan September menjadi bulan yang suram bagi Fauzu (70). Betapa tidak, diusianya yang senja dan keluarganya terpaksa harus berdiam diri selama beberapa hari dalam rumah demi menghindari cibiran warga. Walau sebenarnya Ia yakin sudah banyak warga yang melupakan peristiwa berdarah itu. “Masih saja ada perasaan gelisah,”kata Fauzu.

[Baca Juga : Nyanyian Sunyi Eks Tapol PKI di Kendari]

Fauzu adalah bekas tahanan politik Partai Komunis Indonesia (PKI) yang bermukim di kawasan Nanga – nanga, Kelurahan Baruga, Kota Kendari, Sultra. Nanga-nanga dulunya adalah kawasan terpencil yang menjadi “penjara” bagi mereka yang terlibat “palu arit” cap bagi anggota PKI. Yang semakin membuatnya gundah, meski dibebaskan dari penjara tahun 1977 silam, namun staus sebagai tahanan rumah masih saja melekat.

Hal ini dilihat dari bukti dokumen pembebasan tahanan dari dugaan keterlibatan PKI belum ada pencabutan status tahanan rumah dari pemerintah.

“Terus terang saya masih bingung dengan status tahanan rumah pada kami, padahal kami sudah dibebaskan dari penjara,”ujar Fauzu, tahanan PKI asal Buton.

Dari bukti dokumen yang ada, pembebasan tahanan Fauzu dari dugaan keterlibatan PKI hingga belum ada pencabutan status tahanan rumah menjadi warga biasa. Artinya, bapak 11 anak ini seolah masih dianggap sebagai tahanan politik sejak di penjarakan sekitar tahun 1965.

[ Baca Juga : Jejak Sejarah Partai Komunis Indonesia di Sultra (Bagian 1)]

Kondisi ini membuat ia dan keluarganya merasa dikucilkan, meski telah berbaur dengan masyarakat di kawasan eks tapol selama hampir 38 tahun. “Selama bertahun-tahun Kami masih dianggap sebagai masyarakat kelas dua baik oleh warga maupun pemerintah,”katanya dengan suara bergetar.

Fauzu bercerita, dipenjarakan pemerintah karena dugaan keterlibatannya dalam organisasi terlarang PKI. Kala itu ia menyandang ketua serikat buruh tambang indonesia di buton yang disebutkan memiliki kaitan erat dengan organisasi PKI.

[ Baca Juga : Jejak Sejarah Partai Komunis Indonesia di Sultra (Bagian 2)]

Ia diamankan bersama lebih dari 200 orang dan dipenjara selama hampir 12 tahun sebelum mendapatkan status tahanan rumah. Status eks tapol Kategori b yang disandangnya membuatnya sengsara dan terpisah dari anaknya hingga ditempatkan di wilayah nanga – nanga kota kendari. YJ

Leave A Reply

Your email address will not be published.