Babak Baru Penyelesaian Sengketa Tanah di Ladongi

0

SUARAKENDARI.COM-Permasalahan sengketa tanah hak ulayat masyarakat komunitas Tolaki-Mekongga, kini menemui titik terang dan akan segera terselasaikan. Sejak belasan tahun silam tanah yang menjadi lokasi Hak Guna Usaha (HGU) dan dikelola PT Ladongi/Haspram telah diambil alih oleh PT Sandabi Indah Lestari. Bukannya membuat pertikaian mereda justeru semakin memperuncing permasalahan di kedua belah pihak yang menempati HGU tersebut.
Anggota DPRD Koltim dari Komisi III Abdul Kadir mengatakan, perkembangan penyelesaian PT Ladongi/Haspram sudah mencapai 95 persen, karena sudah lebih dari sepuluh tahun belum ada proses seperti yang akan dilakukan kini. “Waktu itu pernah terbentuk tim pertama pada jaman Bupati Kolaka dipimpin Buhari Matta. Dan saat itu Koltim masih bergabung dengan kolaka induk. Lama berselang tim kedua terbentuk pada masa jabatan PJ Bupati Koltim Tony Herbiansyah, dan sekarang telah terbentuk tim ke tiga atas inisiatif Pj Bupati Koltim, DPRD Koltim dan seluruh instansi yang terkait. Kami telah menghadap kepada Gubernur,dan respon beliau sangat mendukung untuk membantu menyelesaikan permasalah tersebut,”ungkapnya.
Ditambahkanya, pada 1 Oktober 2015 dewan bertemu dengan Pimpinan Utama PT. Sandabi Indah Lestari di Jakarta. Olep perusahaan menginginkan kompensasi kepada Pemda Koltim senilai Rp 5 Miliar. Namun, pihak dewa tidak bisa dengan serta merta membayarkan kompensasi tersebut tanpa adanya dasar hukum, karena ini merupakan uang negara.
“Sebenarnya HGU ini akan berakhir pada tahun 2019. Akan Tetapi, melihat kondisi masyarakat yang menempati HGU sudah dalam suasana tidak kondusif, maka kami sesegara mungkin mencarikan solusi agar secepatnya terselesaikan. Oleh karena itu, Kami membentuk tim dan bertemu Pimpinan Utama PT Sandabi. Namun mereka meminta ganti rugi atau kompensasi kurang lebih Lima Miliar rupiah kepada Pemda Koltim,” ungkapnya.
Menurutnya, Jika Pemda Koltim membayarkan kompensasi tersebut, maka PT.Sandabi harus angkat kaki dari lokasi HGU tersebut, dan akan diambil alih oleh Pemda Koltim untuk segara dilakukan penyelesaian. DPRD Koltim juga sangat menginginkan penyelesaian, agar masyarakat yang menempati HGU memiliki kepastian hukum. Berdasarkan data sket, luas HGU yang ada mencapai 6070 Hektar, mencakup Tiga Kecamatan yaitu, Lambandia, Poli-Polia dan Dangia.
“Kami sangat yakin masalah ini sesegera mungkin terselesaikan, karena pihak perusahaan sudah menyerahkan, tinggal kemampuan Pemda Koltim untuk membayar kompensasi tersebut. Kami targetkan tahun ini permasalahan dengan PT.Sandabi terselesaikan. Tinggal penyelesaian lapangan Pemerintah yang akan turun tangan,”ungkap Politisi PAN tersebut.(SAWAL)

Leave A Reply

Your email address will not be published.